NovelToon NovelToon
GAVIN (PERJODOHAN)

GAVIN (PERJODOHAN)

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Ketos / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Minsecret03

Pernikahan muda tidak pernah terlintas dalam benak Gavin, tepat duduk dikelas 3 SMA. Orangtuanya menjodohkannya dengan teman masa kecilnya dulu. Kenzie Alison.

Ketua OSIS cantik, yang terkenal karena galaknya. Dan Gavin yang selalu menjadi bahan amukannya, karena tiap hari tidak pernah absen masuk keruang BK.

"Gue sengaja keluar masuk ruang BK, sekalian lihat istri."

Alasan yang selalu Gavin lontarkan, dan Kenzie hanya bisa menghela napas pasrah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minsecret03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DELAPAN BELAS

"BANG GAVIN NIKAH SAMA KAKAK?"Teriak Kenzo mengema seisi ruangan.

"Gak usah teriak, kita gak tuli."

Kenzo syok, menatap Gavin dan Kenzie secara bergantian. Ini pasti mimpi, tidak mungkin Gavin pria yang terkenal di dunia game nya datang kerumah. Sekarang bunda nya bilang Gavin suami kakak nya.

Mimpi nya terasa nyata, apalagi tatapan mata hazel Gavin juga terasa nyata.

"Pasti mimpi, iya kan bund?" Tanya Kenzo serius, dijawab gelengan kepala bundanya.

"Bunda pasti bercanda, gak mungkin."

Kenzie dan Agatha hanya diam, sibuk membersihkkan meja makan dan berlalu kedapur.

"Bang, bunda bercanda kan?"

"Gak, emang kamu gak tau?"

Kenzo hanya mengelengkan kepalanya, menatap Gavin serius dengan mata yang berbinar.

Semua yang ada pada Gavin, menurut Kenzo sempurna. Mulai dari wajah yang tampan, gaya rambut yang keren, tubuh kekar tapi tidak terlalu berotot, tinggi, putih, dan suara bariton serak tapi enak didengar.

Untuk seumurannya, menurut Kenzo Gavin pria yang sempurna.

"Waktu itu bunda pernah bilang, kakak Kenzie nikah. Tapi aku gak tau sama siapa?"

"Kenapa?"

"Kenzo bertanding sepak bola dari sekolah, makanya gak ikut."

"Kelas berapa?"

"Kelas 6."

"Pantasan, anak pungut."

Kenzo tertawa terbahak-bahak, mendengar ucapan Gavin. Kenzo sudah sering mendengar kata-kata itu, karena perbedaan usia nya dengan Kenzie lumayan jauh.

"Mulai besok jangan nakal sama kakak, paham!"

"Siap."

Gavin mengacak-ngacak pucuk rambut Kenzo, gemas melihat pria kecil disampingnya. Apalagi wajahnya hampir mirip dengan gadisnya, terutama senyumnya.

"Abang sama kakak tinggal disini?"

"Cuman 1 minggu."

"Yah, gak seru."

"Kita main game aja biar seru, gimana?"

"Serius bang? Ajarin Kenzo yah,"

"Iya,"

"Kita ke kamar Kenzo aja bang, stick game Kenzo ada dua."

Gavin hanya menganggukkan kepalanya, bangkit dari tempatnya hendak mengikuti langkah kaki Kenzo.

"Mau kemana?" Tanya Kenzie, menghentikan pergerakannya.

"Main game, Kenzo pinjam bang Gavin bentar. Jangan marah, ayo bang."

Kenzie hanya diam, menatap punggung kekar itu berlalu ditarik Kenzo. Tumben suaminya cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, apalagi adeknya terlihat akur.

"Biar bang Gavin tau, semua teman-teman aku fans sama Abang."

"Serius?"

"Iya, mereka bilang pengen ketemu bang Gavin."

Sayu-sayu Kenzie mendengar percakapan merdeka berdua, bersahutan dengan tawa Gavin.

Ada rasa hangat terselip didalam hatinya, melihat mereka berdua akur. Apalagi Gavin terlihat nyaman di rumah.

Padahal Kenzie sempat berpikir, Gavin akan bosan. Apalagi rumah mereka tak sebanding dengan rumah keluarga Megantara. Rumah keluarga Gavin mewah, layaknya istana. Rumah orangtua Kenzie hanya setengahnya.

Kedua orangtuanya hanya bekerja bisnis usaha perabotan rumah tangga, papa Gavin CEO, dan mama mertuanya desainer. Perbandingan yang sangat jauh.

"Tidur sana, jangan melamun. Bunda mau ke toko, mungkin tidur disana sama ayah." Ucap Agatha, menyadarkan lamunan Kenzie.

"Kenzie ikut yah bund."

"Gak, kamu dirumah aja. Bunda berangkat, jangan lupa kunci pintu."

Agatha berlalu pergi, membawa bekal makan malam suaminya. Itu sudah menjadi kebiasaan Agatha, lewat pukul tujuh kalo suaminya belum pulang, Agatha langsung berangkat ke toko membawa bekal makan malam suaminya.

Kenzie dapat dipercaya, apalagi sekarang ada Gavin dirumah.

"Kenzie gak mau punya adek lagi bund." Teriak Kenzie, sembari mengunci pintu.

Kenzie sudah hapal apa yang mereka lakukan, apalagi sekarang Kenzie punya suami. Walau sebenarnya, mereka berdua tidak layak dikatakan suami istri. Tapi tom and Jerry.

Pukul 23:00, Kenzo tidur lelap diatas lantai. Dengan entengnya Gavin mengangkat tubuh kecil itu, memindahkannya keatas ranjang dan mematikan lampu, mengantikanya dengan lampu tidur.

Dengan pelan Gavin membuka pintu kamar Kenzie, menutup dan mengunci dari dalam. Kebiasaan baru Gavin setelah menikah, pintu wajib di kunci.

"Vin,"

Siempunya tersentak, menoleh kearah ranjang.

"Kenzo udah tidur?" Tanya Kenzie dengan suara sayu nya.

"Udah."

Kenzie hanya mengangguk kan kepalanya, kembali memejamkan matanya.

Tepat manik Kenzie tertutup rapat, terasa pergerakan ranjang disampingnya. Detik berikutnya lengan kekar Gavin melilit dipinggangnya. Ada desiran aneh mengalir dalam aliran darahnya, padahal Gavin sudah biasa memeluknya saat tidur.

"Malam pertama diundur jadi besok, tidur!"

Kenzie hanya diam, mencoba menyelami dunia mimpi kembali.

________

Entah sekarang pukul berapa, di balik pintu terdengar teriakan dan ketukan pintu. Sekarang hari Sabtu, apa bundanya lupa? Sekolah libur seperti biasanya.

"Bang Gavin!"

Kenzie berdecak kecil, mendengar teriakkan itu. Ternyata bocah ingusan penganggu ketenangannya setiap hari. Siapa lagi kalo bukan Kenzo.

Sebelum menikah dan setelah menikah, Kenzo tidak pernah absen mengangunya. Apa salahnya menunggu Gavin bangun, ini malah teriak-teriak mengganggu tidurnya.

"Bang Gavin olahraga pagi yuk."

Terpaksa Kenzie bangun dari tidurnya, membuka pintu dengan kesal.

"Kak, bang Gavin mana?"

"Jangan teriak-teriak,"

"Iya, tapi bang Gavin nya mana?"

"Tidur." Tunjuk Kenzie kearah ranjang.

Terlihat tubuh kekar itu dibalut selimut tebal, menutupi hampir seluruh tubuhnya.

"Ck, padahal udah jam sembilan."

"Tunggu aja, kakak gak tega bangunin. Bunda udah pulang?"

"Udah."

Kenzie tersenyum lebar, dengan cepat menutup pintu kamar bergegas turun kebawah.

"Ayah." Teriak Kenzie kegirangan, dengan cepat berhambur memeluk tubuh tegap itu.

"Kenzie kangen tau yah,"

Ayah Kenzie hanya tertawa kecil, sembari mengelus lembut rambut putrinya. Rasanya senang melihat putrinya sehat dan tersenyum manis seperti biasanya. Gavin memperlakukannya dengan baik, tidak sia-sia mereka menerima perjodohan itu.

"Suami kamu mana?"

"Masih tidur."

"Kenapa gak dibangunin, udah siang."

"Iya yah, bentar Kenzie masih kangen."

"Bocil." Sindir Kenzo.

Kenzie hanya diam, tanpa berniat membalas ucapannya. Sekarang yang terpenting, Kenzie memeluk ayahnya.

"Bangunin suami kamu gih,"

Kenzie hanya mengangguk kan kepalanya, perlahan melepaskan pelukannya menaiki tangga satu persatu.

Tepat pintu terbuka, menampakkan Gavin dengan wajah bantalnya diatas ranjang, rambut berantakan, bibir tebalnya mengerucut kedepan.

"Cuci muka sana."

Siempunya hanya mengangguk kan kepalanya, menatap punggung kecil gadisnya sibuk membuka kaca balkon.

Wajah cantik itu terlihat bahagia, senyuman manis terukir indah dibibirnya. Entah apa yang terjadi, tumben-tumbenan gadisnya sumringah.

"Kenapa?" Tanya Gavin penasaran.

"Apa nya?"

"Tumben Lo senyum-senyum."

"Emang salah?"

Gavin menghela napas panjang, sembari mengaruk tengkuknya. Mereka berdua kalo ngomong tidak pernah nyambung, apa salahnya bicara seperti yang lain. Walau sebenarnya Gavin akui, bicara dengan Kenzie sedikit tidak nyaman untuk jantungnya.

"Cuci muka sana, sekalian mandi."

"Mandiin."

"Masih pagi, jangan ngajak ribut mulu."

"Tinggal jawab iya atau gak apa susahnya."

"Gak."

"Dosa nolak suami."

"Gavin!"

"Cuman mandiin, gak lebih."

"Gavin!"

"Iya, kenapa sayang?"

Kenzie menghela napas panjang, meredakan emosi yang hampir kelepasan. Masih pagi Pria yang satu ini sudah mengajaknya ribut.

"Kalo emosi jangan ditahan, gak baik buat wanita hamil. Kasian anak gue."

"Tobat Lo, sebelum kiamat."

"Malam pertama wajib sebelum kiamat."

"Cari keselamatan sebelum kiamat."

"No, cari kenikmatan sebelum kiamat itu yang benar. Gimana sayang?"

Gavin bangkit dari tempatnya, menunjukkan senyuman smirknya kearah Kenzie.

"Jangan dekat-dekat!"

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Arutalaaa
apa cumn gue yg dri 2025🙃
balik lagi ^_^ kesini
Arutalaaa
mntul
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang kalo Kenzie hamil..
Qaisaa Nazarudin
PDKT nya terlalu lama dan bertele-tele menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
Bagus ancam aja Gavin biar dia sadar,Atau bilang aja KALO GAK SADAR KAMU AKAN CARI SUAMI BARU..😃😃
Qaisaa Nazarudin
Lha kok dua2 Masih SMA ?? Padahal dua2 pinter lho,Ku pikir 17 dengan 18 mereka? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Akhirnya Jebol juga juga Kenzie..Tinggal nunggu Gavin junior launching..😃😃
Qaisaa Nazarudin
Astaga mending kasutnya di pandahin ke lantai aja,Dari pada di ganggu dengan suara derit ranjang..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Aku jadi kepo, Sebenarnya apaan sih yg berlaku?? kok gak jelas gini??
Qaisaa Nazarudin
Heran aku kenapa gak langsung pulang kerumah aja,Demen banget cari gara-gara..
Qaisaa Nazarudin
Selalu aja kalimat begitu di mana2 novel yg udah ku baca,Pada hal bisa aja kan langsung ceritanya sekarang,Kenapa setelah ada kesalah pahaman baru mau cerita??Heran deh aku..padahal menurut ku Sekarang lah waktu yg tepat utk ceritakan semuanya biar gak ada salah paham,Atau pasangan kita bisa lebih berhati-hati setelah ini..
Qaisaa Nazarudin
CKK KU PIKIR UDAH KAPOK,MALAH NONGOL BALIK..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Waah udah jadian nih Faninsama Angga?
Qaisaa Nazarudin
Ada apa dengan Dian?
Qaisaa Nazarudin
Gavin kayak otak beku aja,Padahal tanpa belajar juga udah juara umum,Ngapain mau ladenin tantangan nya Kenzie,Modus doang 😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Gavin dtg tepat waktu, Gila si Rian,Rian ama Tiara cocok tuh..
Qaisaa Nazarudin
Kalo emang keluarga udah tau sikap keluarga Tiara dan Tiara,Mending Gavin dan Kenzie suruh pundah ke rumah Kenzie aja,Untuk keselamatan Rumah tangga Gavin,JANGAN PERNAH MENYEPELE KAN DAN MENGANGGAP REMEH KENEKATAN KELUARGA TIARA, BERJAGA-JAGA LEBIH BAIK..
Qaisaa Nazarudin
Waah udah beneran Nikah nih mereka? Gimana dong ceritanya mereka bisa ketemu kembali? 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!