NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta Istri Pertama

Ketulusan Cinta Istri Pertama

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:461.3k
Nilai: 5
Nama Author: munasih

Ini kisah berbagi cinta.

Amira menjatuhkan cintanya pada Gilwang seorang pria yang baru di pertemukannya saat hari pernikahannya. Tidak dengan Gilwang, tak menjatuhkan cintanya pada Amira, karena Gilwang sudah mempunyai kekasih yang berjanji akan menikahinya yaitu Anita.

Karena Gilwang orang yang pertama bisa membuatnya jatuh cinta, Amira akan tetap mempertahankan cintanya dan pernikahannya, meski Gilwang tak mencintainya. Bahkan Amira rela Gilwang menikah dengan kekasihnya asal tidak di ceraikan.

Apakah Amira akan tetap bertahan dengan pernikahannya setelah kehadiran Anita istri kedua yang ingin menjadi istri Gilwang satu-satunya?

Ikuti kisahnya hingga bab akhir. Jadikan cerita ini favorit.

kasih like dan votenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Di anggap parasit

Pupus sudah harapan Amira, mendapatkan malam yang diinginkannya. Tak di sangka Anita datang menyusulnya. Amira kemballi merasakan kesedihannya lagi yang tak di anggap sebagai istri, karena kehadiran Anita istri kedua.

Gilwang seperti tersihir dengan kedatangan Anita, dia kembali terbuai oleh Anita yang memang sangat menggodanya. Dengan mudahnya Gilwang melupakan yang baru saja ia rasakan pada Amira. Semua karena kehadiran Anita.

Hari sudah semakin malam, hawa dinginnya malam membuat Amira sangat butuh kehangatan.

"Andai Anita tidak datang malam ini mungkin saja aku bisa mendapatkan hati Mas Gilwang. Ingin rasanya aku dipeluk sekali saja, setelah itu akan mengingatnya sebagai pengobat hatiku."

"Bisa-bisanya Mas Gilwang menuduhku menggodanya, padahal aku tidak bermaksud seperti itu. Kenapa dia menjengkelkan sekali. Tapi kenapa masih saja aku ingin memilikinya. Memiliki cintanya orang yang tidak mencintaiku," gumam Amira sembari air mataya mengalir di pipi, di atas ranjang yang matanya belum bisa terpejam.

"Sekarang Mas Gilwang dan Anita pasti bersenamg-senang menikmati malam yang dingin saling mendekap. Sedangkan aku hanya bisa mendekap guling dengan keresahan hatiku."

Karena Anita memilih datang kesini, Gilwang menganggap Anita sangat merindukanya hingga nekat datang kesini meski dilarang oleh Gilwang.

"Aku senang kamu datang kesini," ucap Gilwang sembari tiduran wajahnya berhadapan dengan Anita.

"Aku senang kamu tidak marah aku datang kesini. Aku nekat kesini karena takut kamu akan terbuai oleh Amira. Dan benar kan tadi dia menggodamu sampai melepas hijabnya. Dasar nggak tau malu. sudah tau nggak di cinta main goda aja." Anita merasa kesal dengan Amira. Dendam mulai menyelimuti hatinya.

Gilwang jadi teringat, kalau dia tadi sempat tergoda dan terbuai oleh kecantikan Amira. Namun tidak mungkin dia akan mengakuinya apa lagi dihadapan Anita orang yang lebih dicintainya.

"Mana mungkin aku tergoda, dia sangat jauh darimu sayang. kamu dan Amira satu banding sepuluh. Kamu yang nomer satu dihatiku," ucap Gilwang sembari mencumbu Anita.

Anita sedikit menepisnya, namun keinginan Gilwang untuk bercumbu semakin membuncah.

"Aku ingin malam ini kita melakukan...," Mulut Gilwang ditutup dengan jari telunjuk Anita, supaya tidak melanjutkan ucapannya.

Gilwang melempar jari Anita kasar. Hasratnya semakin membuncah tidak bisa di bendung.

"Aku sudah tidak tahan lagi Anita, kamu sungguh membuatku gila mari kita lakukan..."

Gilwang mendekap Anita sekuatnya supaya tidak terlepas.

"Lepaskan aku Gilwang, kamu jangan melanggar kesepakatan kita. Aku tidak mau melakukannya. Lepaskan aku...."

Anita berusaha melepaskan diri. Hasrat Gilwang sungguh tak bisa di bendung, dia memulai pergerakannya. Namun dengan lincah Anita bisa melepaskan diri dari Jeratan Gilwang.

Gilwang hanya bisa mendengus kesal saat Anita terlepas dari dekapannya.

"Sial! Aku gagal!"

"Sampai kapan aku tersiksa begini. Aku harus membuang Amira dulu. Baru Aku bisa memiliki Anita seutuhnya," batin kesal Gilwang.

"Gilwang kamu jangan Gila! Kamu tadi membuatku tersiksa. Kamu lupa kesepakatan kita," sentak Anita.

"Maaf aku khilaf."

"Mangkanya cepat kamu ceraikan Amira," pinta Anita dengan kasar.

"Kamu harus bantu aku dong. Kita harus lebih keras lagi membuat Amira nggak betah bersama kita," tegas Gilwang..

"Oke! Besok kita mulai beraksi. Aku juga sudah capek di sembunyikan. Aku ingin terlihat sebagai istrimu satu-satunya. Istri dari pemimpin perusahaan ternama di kota ini."

Sebelum pagi menjelang, Gilwang tidak ingin kehadiran Anita di villa diketahui Pak Karno dan Bi Sumi, takut di laporkan sama Ayahnya.

Gilwang pagi-pagi buta mendatangi rumah Pak Karno sebelum mereka datang ke Villa. Tak begitu jauh jarak rumah Pak karno dari villa, cukup berjalan kaki saja sudah sampai di rumahnya.

Namun Gilwang belum sampai di rumahnya Pak Karno, dia ketemu Bi Sumi di jalan yang katanya mau ke villa memasak buat sarapan pagi.

Gilwang langsung mengatakan pada Bi Sumi, untuk tidak datang ke villa hari ini degan Alasan Gilwang tidak mau diganggu. Gilwang ingin menikmati momen bulan madunya hanya dengan istrinya. Tanpa ada kehadiran orang lain disana. Nanti bisa membuat Gilwang dan istrinya tidak nyaman.

Bi Sumi tidak bisa membantah perintah Gilwang, dia pun memilih pulang dan akan memberitahu suaminya.

Amira sudah bangun dari tidurnya sedari subuh tadi, namun masih belum keluar dari kamarnya.

Terdengar suara Gilwang berteriak memanggil namanya dan menggedor pintu kamarnya.

"Iya Gilwang, ada apa memanggilku sampai teriak gitu."

"Aku mau kamu membuatkan sarapan untukku dan juga untuk Anita. Ini adalah perintah seorang suami jadi kamu harus melakukannya."

"Iya Gilwang akan aku buatkan, tapi nggak usah pakai bentak gitu," protes Amira.

"Terserah aku, suka -suka aku. Kamu nggak usah protes. Cepat bikinin aku sarapan aku sudah lapar," bentak Gilwang lebih keras.

Amira mengangguk-ngangguk sembari berjalan menuju ke dapur.

"Kenapa Mas Gilwang jadi kasar begitu. Dia sungguh tak berperasaan kali ini. Apa dia lupa dengan ancamanku," gumam Amira sembari mempersiapkan menu sarapan.

Dalam sekejap Amira sudah menyiapkan sarapan diatas meja makan.

Datang Gilwang dengan membopong tubuh Anita menuju meja makan. Amira menatap heran mereka.

"Kenapa dengan Anita sampai di bopong gitu," batin Amira.

"Sakit sayang! Di bawah sini terasa sakit." Tangan Anita menunjuk bagian bawah.

Amira hanya menyimak, sedikit tidak mengerti yang Anita maksud.

"Tapi kamu semalam begitu menikmatinya kan," imbuh Gilwang.

"Iya sayang, kamu sungguh perkasa tadi malam hingga membuatku seperti ini. Tapi itu sungguh nikmat bikin aku ketagihan."

Mereka berdua berakting membohongi Amira.

Amira mengerti sekarang. Semalam mereka baru melakukan hubungan suami istri.

"Tega-teganya mereka mengumbar aksinya semalam di hadapanku. Pasti mereka sengaja supaya aku cemburu."

"Harusnya aku yang berbulan madu disini, bukan Anita," batin perih Amira.

Amira tak bisa menyembunyikan sakit hatinya. Dia memilih pergi meninggalkan mereka berdua. Namun Gilwang tak ingin Amira pergi. Gilwang ingin Amira tetap di sini dan menyaksikan berbagai aksi untuk melumpuhkannya.

Tidak haya membuat Amira terbakar cemburu dan sakit hati. Gilwang dan Anita meminta Amira untuk melayaninya. Amira tak lain sama dianggap seperti pembantu oleh Gilwang.

Amira sedikit protes, meminta Anita untuk membantunya melayani kebutuhan Gilwang. Dengan sigap Gilwang ingin Amira saja yang melakukannya.

"Aku benar-benar seperti pembantunya, bukan istrinya," dengus kesal Amira.

Amira sungguh merasa capek disuruh ini di suruh itu sama Gilwang tiada henti seharian ini.

Itulah yang sudah di rencanakan Gilwang semalam supaya Amira tak bertahan dan melarikan diri darinya.

Saat mengambilkan minum Amira melakukan kesalahan. Bukannya memasukkan gula tapi garam. Minuman itu rasanya asin.

Gilwang sangat marah saat meminumnya yang terasa asin. Gilwang meghujat Amira habis-habisan. Anita juga menghujatnya lebih kejam lagi dan menganggap Amira seperti parasit. Suka menempel walau tak diinginkan.

"Benar Amira, kamu seperti parasit, merugikan aku saja," imbuh Gilwang.

Hanya tangis perih yang Amira rasakan, yang terus menerus di tindas.

1
Cis Siu
yey
Sri Puryani
kenapa amira gk kapok" ya klo dibohongi dgn kt" manis aja sdh luluh....
Jue
Sungguh Amira wanita yang lemah dan cepat luluh dengan janji palsu .
Cinta Suci
petgi amira
Cinta Suci
knp amira di buat thor
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
Puspa Trimulyani
ular menghampiri pukulan
Puspa Trimulyani
pucuk dicinta ulam tiba..... ternyata dunia ini sempit....yg selingkuh dg Anita adalah suami sahabat nya gilwang sekali tepuk dua lalat busuk mati
Puspa Trimulyani
asal tidak bermaksiat saja sdh untung,si Anita ini mana takut sama dosa
Puspa Trimulyani
nyebelin banget sih Amira itu ya....baik sih baik. tapi jgn bego
Puspa Trimulyani
Amira mah bukan polos, tapi bego...
Puspa Trimulyani
betul gilwang,Anita merencanakan sesuatu,kamu harus waspada
Puspa Trimulyani
bukannya dirimu yg pake topeng utk menjerak gilwang dan menghabiskan hartanya
Puspa Trimulyani
laki laki kok lemah,kenapa ke Amira tega dan merasa enak enak saja kalau berbuat kasar,ke Anita banyak menenggang rasa segitu sdh tahu Anita jahat juga,lelaki kok begitu 😡😡
Puspa Trimulyani
lah talakmu sdh jatuh tuh gilwang,karena kata cerai sdh kamu ungkapkan.
Puspa Trimulyani
itu namanya jodoh,jgn kau lepaskan Amira mu,kalau kamu tidak ingin menyesal nanti
Puspa Trimulyani
pasti mau lah wanita matre, kalau wanita baik,dia akan bertanya tanya ada apa ini disuruh berlibur sendirian ga ditemani....sebab dia matre...yg penting uangnya saja,ga peduli berlibur nya sendiri juga yg penting uangnya diberi banyak
Puspa Trimulyani
wanita model begini biasanya hanya memanfaatkan uang cowoknya doang, tidak tulus mencintai,dia hanya menganggap pasangan nya ATM berjalannya.
Aniani Har
hi Pleng emosi Thor knp hati Amira selembut itu.. ih darting saja
Renita 85
pemeran utamanya dungu biar apa sih biar pada, baca ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!