NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Dosen Idiot

Terjerat Cinta Dosen Idiot

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:594k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seorang gadis high class bernama Arasha, dipaksa bermain cinta dengan seorang dosen berparas tampan di kampusnya. Ia sampai harus kehilangan kehormatannya pada saat itu. Selalu banyak kesempatan agar bisa menolaknya, namun gadis itu tidak memiliki keberuntungan lebih. Dengan sikapnya yang kasar, dan sikap dingin dosen tampan tersebut, lama-kelamaan muncul benih cinta yang tulus antara keduanya. Arasha jadi terjerat cinta dosen idiot tersebut. Kisah cinta mereka mengundang banyak konflik dari banyak pihak. Dengan masa lalu keduanya dan juga orang-orang yang mengincar hati dosen tampan itu, menjadi kerikil di hubungan mereka, yang semakin memperkeruh keadaan. Lantas, akankah cinta mereka akan tetap abadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maniak 4

Bisma terlihat sedang mengambil sesuatu di motornya. Morgan menghindarinya, agar tidak terlalu berpapasan melihat Morgan. Ia mengambil jalan memutar, dan memutari tiang, sehingga Bisma tidak bisa melihatnya ada di sini.

Bisma kembali menuju ke dalam ruangan caffee itu. Sepertinya Morgan aman. Bisma sama sekali tidak melihat keberadaan Morgan.

Morgan aman saat ini.

Tapi, Morgan penasaran. Apa yang sebenarnya sedang mereka bicarakan?

Lagi-lagi Morgan harus menunggu. Jangan sampai, mereka pergi tanpa sepengetahuannya. Ia tidak ingin Ara sampai dilecehkan oleh Bisma.

Firasat Morgan terus-menerus jelek. Ia tidak tahu, sepertinya akan ada kejadian yang buruk, yang tidak bisa terprediksi olehnya, tapi Morgan bisa merasakannya.

“Baiklah, saya rasa, saya harus menunggu di sini,” lirih Morgan, sembari menoleh ke sekelilingnya, khawatir kalau ada yang melihat keberadaannya.

Bisa panjang urusan.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Ara dan Bisma pun keluar dengan kondisi Ara yang sepertinya tidak beres. Morgan melihatnya seperti sedang dipapah oleh Bisma.

‘Ada apa ini? Apa dia mabuk?’ batin Morgan.

Mereka pergi dari caffee ini dengan segera. Morgan merasa, ia harus mengikutinya. Ia khawatir, Ara dilecehkan oleh Bisma. Morgan tidak ingin itu terjadi.

“Mau ke mana mereka?” lirihnya.

Morgan pergi ke dalam mobilnya lalu menginjak pedal gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Morgan tidak ingin kehilangan jejaknya. Dengan penglihatan yang minim, Morgan berusaha mengejar Bisma yang sedang membawa Ara menggunakan motornya. Morgan kesulitan untuk mengikutinya, karena Bisma terlalu cepat untuk mengendarai motornya.

Kenapa Bisma bertindak gegabah seperti itu? Itu pasti akan membuat Ara tak nyaman.

Kalau seperti ini, bagaimana bisa Morgan mengejarnya?

Terlintas di benaknya, seseorang yang bisa membantunya, untuk ia mintai tolong. Ia pasti bisa membantu Morgan.

Morgan menghubunginya di telepon.

“......”

“Maaf mengganggu waktunya, saya harus merepotkan anda kali ini.”

“.....”

“Bantu saya. Ikuti seseorang yang sedang membawa Ara.”

“Jadi, ini tentang si cewek jutek itu?” Terdengar suaranya yang sedang melecehkan Ara.

Morgan tidak punya banyak waktu untuk menanggapi celotehannya itu.

“Jangan banyak bicara. Bantu saya, cepat. Mereka baru saja melewati gang depan rumahmu,” ucap Morgan memberi aba-aba padanya.

“Okey.”

Morgan mengakhiri telepon dengannya. Berharap, dia bisa menolong Morgan kali ini.

Morgan terpaksa meminta tolong kepada teman sekaligus rival baginya. Dicky, siapa pun tidak akan pernah bisa berbohong darinya. Prediksinya selalu tepat, tentang hal-hal yang berbau psikolog. Ara saja ketahuan menyukainya waktu itu, karena memainkan gestur tubuh yang memancing *****.

Gadis itu sangat bodoh, pikir Morgan.

Tak sadar, satu senyuman mengembang di pipi Morgan, saat ia tak sengaja memikirkan Ara. Morgan tidak bisa lepas darinya sekarang. Tapi jika dipikir kembali, untuk apa Morgan melakukan ini semua, kalau tidak saling menyayangi?

Suasana berubah seketika, saat Morgan tersadar bahwa ia telah kehilangan jejak mereka. Ia menghentikan laju kendaraannya, sembari menoleh ke sekelilingnya.

Ia benar tidak bisa menemukan jejak mereka.

“Drtt ....”

Notifikasi SMS masuk ke handphone-nya. Buru-buru ia melihat ke arahnya.

“Ara dan laki-laki yang tidak saya kenal, menuju ke salah satu hotel. Prediksi saya tepat. Saya sudah tanya pada resepsionisnya untuk memberikan saya kunci cadangan kamar yang mereka pesan. Tapi saya gagal. Mungkin, saya kurang tampan. Haha. Kau saja yang meminta.” Isi pesan singkat dari Dicky, membuat Morgan menjadi kesal.

‘Sial! Apa iya begitu saja dia tidak bisa mengurusnya?’ batin Morgan yang sudah terlanjur kesal.

Tanpa pikir panjang, Morgan langsung melajukan kembali kendaraannya, untuk menuju lokasi yang Dicky berikan.

‘Pokoknya saya harus cepat!’ batin Morgan.

Morgan berusaha untuk sampai di tempat itu dengan segera. Dengan perasaan gelisah, ia sudah tidak bisa berpikir jernih sehingga membuatnya melajukan kendaraan ini dengan sangat cepat, apalagi jalanan sedang mendukung karena sudah sepi.

Morgan sudah sampai di lobi hotel yang ia tuju. Tanpa basa-basi, ia langsung memberikan kunci mobilnya kepada secure parking hotel tersebut dan memberikan beberapa lembar uang tips padanya. Morgan berlari menuju lobi hotel dengan perasaan gelisah.

Benar saja firasatnya. Laki-laki brengsek itu memang sudah merencanakan sesuatu yang tidak baik terhadap Ara. Untuk apa dia membawa Ara ke sebuah hotel?

Morgan tidak bisa membiarkan itu terjadi.

Ia berlarian menuju ke arah resepsionis. Di sana sudah ada Dicky yang sudah menunggunya.

“Nah ... ini yang daritadi saya tunggu,” lirih Dicky yang masih terdengar oleh Morgan.

Morgan berhenti dengan napas yang masih tersendat. Morgan berusaha menghela napas dan mengatur napasnya. Ia sudah kehabisan napas karena berlari dengan sangat cepat, tanpa menghiraukan keselamatannya.

Yang ada di pikirannya saat ini, hanya Ara saja.

“Gak perlu banyak basa-basi,” Morgan berlari dan langsung menuju meja resepsionisnya, “kamar atas nama Ara atau Bisma,” ucap Morgan pada resepsionis yang sedang berjaga.

“Ruang VVIP Lantai 30G,” jawab wanita itu dengan aksen yang sangat profesional.

“Tolong berikan kunci cadangan, untuk kami,” pinta Morgan dengan sangat tergesa.

Ia tidak bisa membiarkan ini terjadi.

“Oh maaf sekali, Pak. Kami tidak bisa memberikannya untuk alasan apa pun,” tolaknya, membuat Morgan sangat marah dengan dirinya sendiri saat itu.

Ia merasa dirinya menjadi sangat tidak berguna.

Andai saja saya lebih cepat sedikit untuk sampai, pikirnya.

“Ini menyangkut harga diri tunangan saya, Mbak!” bentak Morgan berusaha menjelaskan apa yang terjadi saat ini.

“Kami mengerti, Pak. Tapi maaf, ini kebijakan dan peraturan dari hotel.”

Morgan membuang pandangannya, saking kesalnya. Ia melihat Dicky, sedang memandang ke arahnya, seperti ingin memintanya untuk memberikan penjelasan tentang apa yang barusan ia dengar. Tapi Morgan sama sekali tidak punya waktu untuk menjelaskan.

“Kecuali--” ucap resepsionis itu menggantung.

Morgan dan Dicky saling memandang mendengar pengecualiannya.

***

Morgan berlari menuju lift yang akan ia naiki. Ia sangat terburu-buru, sampai lagi-lagi lupa dengan keselamatannya.

Morgan melihat Ara dan Bisma yang sudah memasuki lift di ujung sana. Ia berlarian dengan sangat tergesa, berharap bisa menghalangi mereka.

‘****! Itu mereka!’ batin Morgan kesal.

Ia berusaha untuk menghalangi lift-nya, agar mereka tidak bisa pergi ke tempat yang sudah mereka pesan.

Namun Morgan tidak sempat untuk menahannya. Pintu lift sudah terkunci saat ini, dengan membawa mereka yang ada di dalamnya.

Morgan menatap pintu lift yang sudah tertutup, dengan sangat kesal.

“Argh!” teriaknya yang kesal dengan keadaan.

Dicky terlihat sedang berusaha memencet tombol lift yang sebelahnya.

“Sial! Masih lantai 15! Kita gak akan sempat!” gumam Dicky yang terus terngiang di telinganya.

Morgan mendelik, karena teringat sesuatu di benaknya.

Tunggu, aku melupakan sesuatu, pikir Morgan.

Morgan spontan menoleh ke arah Dicky, yang ternyata juga sedang menoleh ke arahnya.

“Tangga darurat!” ucap kami bersamaan secara spontan.

Morgan dan Dicky langsung pergi meninggalkan lift itu, untuk menuju ke arah tangga darurat.

Morgan berusaha agar ia tidak begitu terlambat.

‘Ra, tunggu saya, ya,’ batinnya cemas.

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Korban Perasaan
Rani Halim
Ganteng arash drpd morgan ... tp rasanya krg bgs .. Arasha nya krg attitud , bawaan marah mlulu ..
Sugiarti
mantap
Ig: @putriaayu_98
mampir kak ❤️❤️❤️
EsKobok: terima kasih kak othor ❤️❤️❤️
total 1 replies
Yunita Rosdina
bagus
Susi Andriyani Agnerashafilaferelika
paling enak baca novel yg udah tamat atau udah up banyak,jadi gak perlu nunggu deh... tapi ini aku baca nya urut kok,jadi aku gak tau deh Ahir nya kayak gimana, nunggu Morgan halal in Ara nih...😁
Susi Andriyani Agnerashafilaferelika
iya iya Mulu,tapi gak di halalin..
si arash jg tuh... terlalu percaya sama Morgan yg ahirnya merenggut kesucian adek nya
Susi Andriyani Agnerashafilaferelika
ada Morgan,Bisma,Rafael,Diki ,Reza , jadi ingat smash.. i heart you
Endrik Efendi
wkwkwkwk pak decoy menganggu aja
Endrik Efendi
lanjut
Endrik Efendi
keren kak...semangat
Endrik Efendi
jangan marah" Ara entar bucin lho
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼😊😊😊
~🌹eveliniq🌹~
cinta Online hadir untuk memberikan support
buk e irul
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
~🌹eveliniq🌹~
hadir lg nih semangat lanjut
~🌹eveliniq🌹~
suka ceritanya support selalu
~🌹eveliniq🌹~
selalu suka cerita ini lope lope deh
Isti Shaburu
hai kakak author gak terasa ternyata sudah tamat jadi aku mulai mampir deh soalnya kalo udah tamat bacanya gak pake penasaran nanggung nunggu up😊

mampir juga yuk di novel perdana aku kak CEO BUCIN yg dingin mulai meleleh nih kak

makasih kak😊
Wellie Zipora
air mata tak tertahan banjir ahhh sedih bnr ceritanya luarbiasa penulisnya
EsKobok: terima kasih kak 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!