Ini sebuah kisah dari sebuah kehidupan seorang wanita muda yang menjalani semua kehidupannya.
"Sayang, cepat bajunya!" seru seorang pria.
"Sebentar, sayang!" jawab Amelia.
"Mungkin mas bakal di pindah tugas." ucap Zaki.
Kisah hidup seorang wanita muda yang baru menikah dua Minggu namun harus di tinggal pergi oleh sang suami untuk bertugas.
Sebuah kenyataan pahit harus di hadapi oleh Amelia ketika mendapatkan sebuah kabar mengenai sang suami. apakah yang terjadi dengan Zaki?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bos galak
Dua bulan kemudian
"Dari mana saja kamu,Amel, susi!!" teriak Malik kepada Susi dan Amel.
"Bapak ini bagaimana sih, apa Pak Malik lupa kalau tadi Pak Malik menyuruh saya dan Pak Susi untuk menjaga kebun yang ada di belakang." jawab Amel.
Sekarang Amel sudah tidak seperti dulu lagi, dia ingin menjadi seorang wanita yang teguh, tegas dan mempunyai pendirian Yang sangat kokoh. karena hal itu Amel tidak akan membiarkan siapa saja mencoba untuk menghinanya atau mencoba untuk membuatnya jatuh terpuruk.
"Tapi kan tidak selama itu, lalu Mengapa kau tidak segera kembali kalau sudah selesai?" tanya Malik kepada ada Amel.
"Bagaimana kami bisa pulang pak, jika tempat itu sangat ramai hingga membuat kami sangat kewalahan, pesanan perkebunan bunga dan buah-buahan melonjak sangat drastis, jika kami kembali bisa-bisa pekerjaan kami yang ada disana terbengkalai dong." jawab Amel tanpa melihat kearah Malik.
"Amel, kalau kau berbicara denganku itu lihat wajahku. Kau kira aku ini tembok Apa kau aja berbicara tapi matamu itu menatap ke tempat lain?!" seru Malik.
"Habis Pak Malik mukanya begitu datar membuat kami melihat Pak Malik seperti tembok." guman Susi yang masih dapat didengar oleh Malik.
"Susi kalau kamu mau aku potong gaji mu terserah." ucap Malik yang membuat Susi langsung melengos.
"Lagi pula, Pak. Sebenarnya kamu itu ditaruh di mana? sedikit-sedikit dipindah ke perkebunan. sebentar lagi kami harus dipindah ke restoran, Kalau kami ditaruh kesana kemari kami bisa-bisa bingung Pak. apalagi Bapak tahu kan kerja kami itu hampir lebih dari 12 jam. itu namanya pemerasan." jawab Amel.
Amel sekarang benar-benar bisa bermain kata-kata dengan Malik, hingga membuat Malik terkadang harus merasakan emosi yang luar biasa jika sedang berbicara dengan Amel.
"Amel, kamu mau bertengkar denganku ya?" tanya Malik kepada Amel.
"Tidak juga, Pak. Memangnya kenapa saya harus bertengkar dengan Bapak, kalau saya bertengkar dengan bapak itu namanya saya cari mati sendiri. Bagaimana tidak, Bapak selalu saja mengancam akan memotong gaji kami berdua, jika itu benar-benar terjadi maka bisa dikatakan dengan pasti kami pulang tidak akan membawa gaji sepeserpun." jawab Amel.
Terlihat Malik menghelah nafasnya, pria itu menatap wajah Amel yang sekarang memakai sedikit riasan.
"Amel, nanti kamu ikut aku menemui salah satu klienku yang ada ada di salah satu hotel yang ada di Bandung." ucap Malik kepada Amel.
"Ngapain juga saya yang harus ikut, Pak. Mbak Susi juga bisa atau karyawan yang lain." jawab Amel.
"Amel, kamu ini sekarang kok membangkang sekali sih, kamu itu benar-benar ingin bertengkar denganku ya?" tanya Malik yang membuat Amel menggelengkan kepalanya.
"Lagi pula Pak, kalau saya bertengkar dengan bapak saya kan sudah bilang itu namanya cari mati." jawab Amel yang kemudian menguncir rambutnya.
"Aku tidak mau tahu, nanti pukul 12.00 aku menunggumu. kalau tidak akan ku culik kau dan akan ku lempar masuk ke dalam mobil." jawab Malik yang kemudian pergi dari restoran.
Amel dan Susi nampak saling menatap satu sama lain.
"Dasar bos gila, Masa dia memperlakukan kita seperti kita itu anak buah yang tidak mempunyai nyawa.' gerutu Susi.
"Benar Mbak, Dia mengira kalau kita ini tidak mempunyai nyawa apa? Bahkan dia menganggap kita berdua seperti mainan saja." Jawab Amel yang kemudian bersiap-siap Untuk membuat satu menu baru bersama Susi.
"Amel, menu yang kemarin pemesanannya banyak banget loh..,bahkan salah satu Hotel memesan makanan itu dalam kondisi hangat dan diantar ke sana." Jawab Susi.
"Aku nggak tahu Mbak, aku tuh capek banget loh.., masa kita baru pulang dari perkebunan Kita disuruh mempersiapkan semuanya." jawab Amel sambil memanyunkan bibirnya.
"Iya aku benar-benar kesel sama Pak Malik, Dia kira kita itu setan apa. Masa Dia menyuruh kita kesana kemari tanpa berpikir sama sekali." jawab Susi sambil memakan salah satu buah yang ada di meja.
"Mbak kita libur yuk, kita cuti 2 hari. satu bulan lebih kita tidak pernah liburan." ucap Amel yang membuat Susi menganggukkan kepalanya.
Di tempat lain terlihat Malik benar-benar menggerutu tidak karuan, dia harus sering bertengkar mulut dengan Amel karena perbedaan pendapat ataupun karena saat Malik mencarinya Amel selalu tidak ada di restoran.
"Aku heran dengan wanita itu, dia sekarang makan apa ya? kok sering sekali dia membangkang perintah Ku." ucap Malik yang terlihat menganggukkan kepalanya. pria itu mulai berpikir mengenai Amel yang sekarang benar-benar sudah berubah total.
"Selamat pagi pak!!" seru seorang Wanita yang berkerja di restoran.
"Huffff..., Ada apa?" tanya Malik.
"Begini Pak, mengenai pemesanan beberapa bunga dan buah-buahan yang harus segera dikirim ke salah satu negara yang ada di Eropa dan di Filipina." jawab sekretaris Malik.
"Kau bicara saja sama Amel, Karena Wanita itu sekarang yang memegang seluruh kendali perkebunan dan restoran. kalau ada apa-apa tanya saja sama dia, nanti dia akan membicarakan semuanya padaku. Jadi kau tidak usah langsung ke tempatku seperti ini." jawab Malik yang membuat seorang wanita yang bernama Rasmi benar-benar sangat kesal karena malah Amel yang mendapatkan kepercayaan untuk menangani perkebunan dan di restoran.
"Semenjak Kapan wanita itu memegang kendali perkebunan dan restoran? yang aku tahu kalau akulah yang seharusnya memegang kendali atas perkebunan dan restoran. Kenapa harus janda itu yang dipercaya oleh Pak Malik." ucap Rasmi dengan begitu kesal. karena dia tidak mendapatkan kepercayaan dari Malik malah kepercayaan soal perkebunan dan restoran itu diberikan kepada Amel. terlihat sekali kalau rashmi benar-benar sangat kesal sesaat kemudian akhirnya wanita itu mencari keberadaan Amel.
"Mbak Amel, pesanan di meja 9 sama 10 Mereka ingin membungkus 10 paket masakan itu." ucap Ani.
"Ya ampun Ani, Kenapa banyak banget. 2 orang saja memesan 10+10 jadi 20 paket dong." jawab Amel dengan suara yang begitu kesal karena dia benar-benar sangat lelah hari ini.
"Iya Mbak Amel, mereka sangat menyukai 2 menu makanan yang Mbak Amel Buat itu." jawab Ani.
Tak berselang lama terlihat Seorang pria sudah memasuki restoran milik Malik, pria itu mencari keberadaan Amel yang sudah dua bulan ini tidak dia temui, siapa lagi kalau bukan Yoga.
"Baiklah kalau begitu, Minta beberapa koki yang tidak sibuk untuk kesini. aku harus secepatnya memasak makanan itu, kalau tidak aku takut para tamu akan kecewa karena kita belum memberikan mereka makanannya." jawab Amel yang terlihat begitu kewalahan menyiapkan masakan bersama Susi.
"Ya ampun..., bisa-bisa tubuhku ini lepas dari kakiku." ucap Susi yang terlihat juga sudah kelelahan.
*** bersambung ****
tak ada kelajutan tentang anak 3 Malik dan Amelia
lanjut dong ceritanya
Alus novelnya sangat
mantap
tapi sayang lansung tamat
tak ada nyabung tentang kehidupan anak Malik dan Amelia di hari tuanya gitu
cnt pertma nya yg jd suami ke 2 ameli.bnr kata pepatah gk dpt gadia nya janda nya pun gk apa.ku tunggu janda mu..
sukses
semangt
mksh
terlalu larut.
sedih boleh asal jgn meratapi...