"Demi Ibuku, Aku akan terima hukuman ini,"
"Apakah aku pantas diperlakukan seperti ini? Apakah aku pantas dibenci karena kesalahan yang tidak pernah aku perbuat,"
Nayla Anggita harus mendekam didalam jeruji besi selama 4 tahun karena sebuah kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Setelah 4 tahun berlalu, Nayla akhirnya menikah dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena kebaikannya. Tetapi setelah menikah sikap laki - laki itu berubah padanya. Bahkan, Nayla harus berurusan kembali dengan Ilham saat Ilham menjadi calon tunangan dari adik iparnya.
Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Ayo terus ikuti cerita "RAHASIA HATI"
Cerita ini adalah versi baru dari novel "Rahasia Dibalik Pernikahanku".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 - SIAPA DIA?
Paris, Prancis.
Villa Keluarga Alanza.
Pukul 13:00.
Nayla terlihat sedang menikmati sebuah hidangan pembuka yang disiapkan oleh beberapa pelayan yang baru saja dipanggil oleh Akbar untuk bekerja di Villa itu selama mereka semua masih berada disana. Maudy yang melihat Nayla sedang berada di meja makan pun langsung datang menghampirinya. Maudy sengaja ingin membuat Nayla kesal dan tidak betah berada di Villa itu.
"Kamu sepertinya sudah mulai terbiasa dengan kehadiranku ya,"
"Untuk apa kamu datang kesini? Jika kamu hanya ingin menggangguku maka pergilah. Aku sedang tidak ingin diganggu untuk saat ini,"
"Kamu pikir aku akan membiarkan dirimu merasa tenang selama berada disini, Nayla. Kamu harus tau kalau tempat ini adalah tempatku dan Akbar untuk pertama kalinya kami berdua melakukan hubungan itu," Bisik Maudy ditelinga Nayla.
"Sungguh sangat murahan sekali dirimu. Saat semua orang sibuk menutupi aib mereka. Kamu malah membongkar aibmu sendiri. Aku sungguh merasa kasihan padamu karena kesannya kamu benar - benar sangat murahan. Sudah dinikmati tapi tidak pernah dinikahi. Sungguh menyedihkan ya hidupmu,"
Nayla pun langsung beranjak dari kursi makannya dan berniat untuk pergi. Tetapi Akbar tiba - tiba saja datang dan menahan dirinya.
"Kamu mau kemana?,"
"Aku mau pergi, Aku muak melihat wajah perempuan kotor itu,"
Nayla pun langsung berlalu pergi. Akbar yang ingin mengejarnya dilarang oleh Maudy.
"Kamu mau kemana, Akbar?,"
"Aku harus menghentikan Nayla pergi dari sini. Dia gak tau tentang jalan - jalan di negara ini. Dan lagipula, Aku masih membutuhkan dirinya,"
"Sejak kapan kamu mulai perhatian sama dia. Biarkan saja dia pergi, lagipula dia sudah dewasa Akbar. Dia bukan anak kecil lagi yang gak tau arah pulang saat pergi,"
"Tapi kalau sampai Nayla kenapa - kenapa bagaimana? Pokoknya aku akan tetap mencarinya. Kamu tenanglah Maudy, Aku tidak akan pernah menaruh hati padanya. Aku hanya masih membutuhkan dia untuk melanjutkan proyek perusahaanku," Akbar pun mencium kening Maudy. Lalu pergi untuk mengejar Nayla.
"Kenapa aku merasa kalau Akbar mulai menaruh hati pada perempuan itu ya? Aku gak bisa biarkan Nayla menang kali ini. Akbar adalah milikku dan dia akan tetap menjadi milikku,"
...****************...
Jalanan Kota Prancis.
Nayla berjalan dipinggir jalanan kota Prancis.Ia melamun dan tidak melihat apapun yang ada disekelilingnya. Ia terus menangis karena mengingat perbuatan Akbar padanya dan saat Nayla terlarut dalam kesedihannya tiba - tiba saja pandangannya mulai kabur, kepalanya juga merasa sangat pusing. Ia pun akan terjatuh tetapi seorang pria langsung menangkap tubuhnya. Pandangan Nayla yang kabur tidak bisa melihat jelas wajah pria itu.
"Nona, Anda kenapa?,"
Nayla pun pingsan dibawah dekapan pria misterius itu.
...*****************...
Beberapa jam kemudian....
di sebuah kamar yang terlihat sangat mewah, Nayla terbaring di atas tempat tidur. Ia masih belum sadarkan diri hingga saat ini. Di samping tempat tidurnya terlihat seorang dokter Pria yang sedang memeriksa keadaannya. Dan seorang pria lagi tiba - tiba saja masuk ke dalam kamar itu.
"Bagaimana keadaannya, Kenzo,"
"Dia baik - baik saja, Tuan Vincent. Dia hanya terlalu kelelahan dan sepertinya dia juga terlalu banyak pikiran. Kedua hal itu tidak baik untuk seorang ibu hamil,"
"Ibu hamil?! Nona ini sedang hamil?,"
"Iya, Tuan Vincent,"
"Laki - laki manakah yang tega membiarkan istrinya yang sedang hamil menangis di jalanan seperti tadi," Vincent pun menatap ke arah Nayla yang masih terbaring tak sadarkan diri di atas tempat tidurnya.
"Jaga dia, aku ada urusan sebentar,"
"Baik, Tuan,"
Vincent pun berjalan pergi meninggalkan kamar itu.
...*****************...
Vincent Carter adalah seorang mafia yang paling ditakuti di negara Prancis. Ia bahkan memiliki kekayaan yang melebihi dari para pejabat negara disana. Wajahnya yang tampan juga membuatnya banyak diidamkan oleh para wanita. Tetapi walau bagaimana pun Vincent tetaplah seorang mafia yang ganas sehingga sifatnya itu membuatnya tidak pernah mendapatkan pujaan hatinya sampai saat ini.
...***************...
Villa Keluarga Alanza.
Akbar baru saja kembali setelah mencari Nayla seharian. Tetapi dirinya tetap saja tidak bisa menemukan dimana keberadaan Nayla. Kepulangannya langsung disambut dengan ucapan tajam dari Maudy yang sedikit kesal karena Akbar lebih mementingkan Nayla daripada dirinya.
"Sudah menemukan istri tersayangmu itu, bagaimana keadaanya? Manja sekali, sudah dewasa masih aja dicariin kayak anak kecil yang gak tau jalan pulang,"
"Aku belum menemukannya, aku sangat lelah, aku lagi males juga berdebat denganmu. Jadi aku ingin istirahat. Jika Nayla pulang nanti suruh dia datang padaku karena aku memerlukan dirinya untuk membicarakan tentang masalah proyek perusahaan itu,"
Akbar pun pergi meninggalkan Maudy.
"Hemm...Dia menyuruhku untuk menunggu Nayla kembali. Aku malah tidak ingin dia kembali lagi sampai kapanpun,"
dan agak sedih jga sih
jgn lama2 dong thor