Cerita seorang anak yang membalas kematian ayahnya karna perebutan gelar terhebat dia bercita cita menjadi pendekar terkuat. Dan kisah romantis dengan rini teman masa kecilnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulton Mubarok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18 keluar dari desa
Hari pun menjelang sore mereka bergegas pulang setelah apa yang di butuhkan sudah mereka beli, mereka begitu bahagia karna bisa saling memiliki mereka saling ledek dan saling rayu seakan dunia milik merek berdua , mereka bergandengan tangan sampai tiba tiba mereka di kaget kan dengan segerombolan pasukan berkuda yang ada di depan mereka , ali melihat salah satu pendekar menarik rambut seorang wanita dan menyerednya dengan kejam, merasa tidak asing dengan orang tersebut ali dan rini berlari menyerang sekelompok pendek berkuda tersebut , ali dan rini melompat dan hampir berbrengan mereka menendang salah satu pendekar yang sedang duduk di kudanya.
Ali memukul dan menyerang begitu brutal seakan tidak ada ampun bagi musuhnya , melihat salah satu temanya yang tersiksa karena ali mereka waspada dan beramai ramai menyerang ali , ali melompat dan menyerang terus karna amarah melihat ibunya di sered seakan nafasnya tidak ada henti membuat salah satu pendekar mengeluarkan senjatanya dia langsung menyerang ali , tapi denga cepat di tangkis nya dengan belati yang di beri oleh ilyas kepadanya , selama ini iya menyimpan di balik jubahnya , gerakan golok dan sayatan belati di tangan ali seakan tiap sentuhan saling serang mereka memberikan irama dan percikan api , melihat ali begitu hebat dan memiliki pernafasan yang sangat kuat membuat yang lainya sedikit mundur.
Rini yang bertarung seimbang dengan lawanya terus mengontrol nafas dan gerakanya , selain dia baru pertama kali bertarung dia hanya terbiasa latihan tanding , jadi rini begitu terpojok sampai akhirnya dia terkena serang lawanya, ali begitu panik melihat rini tersungkur dan dia sampai tidak berkonsentrasi dengan kawannya sampai ali terbeset di bagian bawah matanya dan tangannya , ali melompat dan mundur kebelakang dengan bersalto , dia mengatur nafasnya dan segera menarik tangan ibunya dan rini untuk segera lari segerombolan pendekar jahatpun panik salahnsatu dri mereka menyuruh untuk segera mengejar ali , ali kesulitan dengan menarik rini dan ibunyaselain karna lari ibunya lambat ali juga kesusahan krna rini terluka lumayan parah , dia paham betul selain kalah jumlah ali juga tak sanggup mengimbangi satu di antara mereka yaitu pendekar yang menyerangnya memakai golok , ' Gubrak' ibunya ali terjatuh dan di susul rini yang memuntahkan darah ali bingung harus apa dengan bencna di depannya, ali melihat mereka berdua dan memeluk ibu dan kekasihnya dia berpesan pada ibunya buat menjaga calon istrinya, ibunya sedih dan pura pura tidak paham dengan maksud ali, ali mencium rini dan mengusap lembut rambut rini sambil tersenyum, dia mencium rini di depan ibunya kemudian dia berbisik dintelinga kekasihnya.
"Tolong jaga ibuku, ini akan jadi awal petualangan ku , aku berjanji akan menemui selama tiga taun terakhir ini" sambil melingkarkan kelingking mereka masing masing rini pun tak mampu membendung air matanya, dia menangis dan memeluk ali seakan tidak mau meninggalkanya, ali menatap ibunya , ibunya paham dengan isyarat ali di langsung menarik rini, rini yang kaget dia masih memndangi ali sambil sambil mengulurkan tanganya.
Ali memandangi kepergian ibu dan kekasihnya sampai bayangan mereka lenyap dari pandangan, ali berbalik dan berlari menuju para pendekar tadi, melihat ali berlari menuju mereka salah satu pendekar tersebut mengeluarkan senjatanya lagi, ali berhenti dan menarik nafas sambil berkuda kuda, dia berlari dan menyerang lawanya pendekar yang maju menghadang ali tersebut menyuruh rekanya mundur, ali maju dan mengenai perut lawanya, tapi ali semakin terkejut tanganya berhenti fan tidak meninggalkan robekan di kulit lawanya, melihat wajah ali tersebut pendekar yang hanya melihat tersenyum dan tertawa, seakan mereka menghina ali mereka turun semua dan memutar melingkari ali, mereka tanpa malunya mengeroyok pemuda atau pendekar junior di bawah mereka, ali hanya bisa terus melawan dengan segenap kekuatanya dia hanya ingin ibu dan rini selamat dan menghindar jauh dari pendekar busuk tersebut, dia menatap dengan tajam dan memegang erat belati dengan memasang kuda kuda rendahnya,serangan dari belakangnya bisa iya tangkis tapi karna lawanya terlalu banyak dia hanya jadi bulan bulanan mereka dan tersaya sayat oleh senjata mereka ali hampir tersungkur di tanah badanya penuh luka dan goresan.
tujuh belas tahun berlalu tapi masih jadi bocah kecil yg lincah?????