Gadis cantik bernama Ryu Jin mengalami penyiksaan dari kedua orang tua angkatnya dan pengkhianatan Alex kekasihnya. Hampir saja ia terbunuh oleh orang-orang Alex dan diselamatkan Guru Ken.
Ia kemudian bertransformasi menjadi seorang ahli pedang dan pengawal tingkat tinggi. Namun ia belum bisa melupakan masa lalunya dan menyimpan bara dendam dihatinya. Takdir membuatnya bertemu dengan Nicholas yang menyewanya untuk menjadi pengawal pribadi Isabel istrinya. Nicholas menawarkan bantuan pada Ryu Jin untuk membalas dendam dan sebagai balasannya Ryu Jin harus menikah dengannya.
Bagaimana akhir kisah mereka, akankah benih cinta tumbuh diantara Nicholas dan Ryu Jin dan bagaimana dengan Isabel istrinya....akankah mereka bisa bersama?
up setiap weekend
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Part 18: Penculikan Nicholas 1
Ryuga menggandeng tangan Ryu Jin menuju ruang makan. Disana para pengawal dan tim Ryuga tengah menikmati sarapan paginya. Ada yang sekedar minum teh atau kopi, makan sereal, ada juga yang memilih roti dengan selai sementara Ryu Jin dan timnya memilih menyantap ikan panggang lengkap dengan nasinya.
Tak ada yang menyadari perubahan sikap Ryu Jin pagi itu. Ryu Jin pandai memainkan emosinya sehingga semua terlihat baik-baik saja. Sesekali Ryuga menatap Ryu Jin dan tersenyum.
Nicholas ditemani Adrian menikmati sarapan pagi di lain tempat. Adrian tampak bersemangat mengoleskan rotinya dengan selai, hari ini mereka akan pulang ke kediaman Guru Ken artinya tinggal 2 hari lagi mereka pulang ke Los Angeles. Adrian kurang menyukai suasana Jepang karena baginya hidup matinya hanya di Los Angeles.
Nick hanya terdiam menatap rotinya yang telah disiapkan Adrian. Pikirannya melayang jauh ke kejadian semalam. Ia bingung harus bagaimana. Roti didepannya hanya diputar putar tanpa masuk ke mulutnya.
Adrian yang sedari tadi memperhatikan Nick tentu saja terheran heran,
" Kau kenapa....hei....Nick....Nick ..." tanyanya sambil melambaikan tangan ke depan mata Nick
Aneh tidak ada respon, apa dia sakit
" Tuan Nicholas....." panggilnya satu nada lebih tinggi dari biasanya
Nick tersentak kaget,
" Apa....apa... kenapa....kenapa kau berteriak padaku?" tanya Nick gugup
" Kenapa.....aku yang harusnya bertanya padamu Tuan Nicholas, ada apa denganmu?" tanya Adrian menekankan kata tanyanya
" Ah....itu ...tidak....aku tidak apa-apa jangan pedulikan aku....aku baik-baik saja. " jawab Nick sambil mulai memakan rotinya.
Adrian yang tak percaya hanya memandang Nick penuh selidik,
" Baik huh....oke....baik-baik saja....great....jadi makanlah Tuanku supaya kau tetap sehat dan waras..." Kata Adrian sambil menambahkan roti dipiring Nick
" Apa....sial** kau Ad....kupotong gajimu bulan depan" kata Nick dengan kesal
Adrian hanya terkekeh dan melanjutkan sarapannya.
...----------------...
Ryu Jin menyelesaikan sarapannya dan segera beranjak keluar ruangan. Ia ingin berjalan-jalan dulu sebelum meninggalkan lembah Yoro, sejenak ia memandang ke arah pepohonan maple. Semilir sejuk udara menimpa wajahnya. Kepalanya menengadah keatas melihat dedauanan maple.
" Kau ingin bertukar tempat denganku adik kecil?" tanya Ryuga mengagetkan Ryu Jin
" Ah kakak....aku kira siapa....tidak....tidak perlu, aku masih bisa mengatasinya." jawab Ryu Jin tersenyum
" Baiklah kalau begitu, ayo kita kembali mereka menunggu kita disana" ujar Ryuga sambil menunjuk ke arah deretan mobil
Ryu Jin melihat ke arah telunjuk Ryuga dan mengangguk,
" Baiklah kak....aku harus mengurus sesuatu dulu, aku pergi dulu yaa...." sahutnya
Ryuga mengangguk dan membiarkan Ryu Jin berlalu darinya. Ia hanya bisa menatapnya.
" Aku harap dia bisa mengatasi hal ini. " kata seseorang yang muncul tiba-tiba dari balik pohon
" Ya...aku harap juga begitu...aku benci melihatnya menangis..." sahut Ryuga berbalik pada pria dibalik pohon
" Kau dan aku bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya. Semoga suatu hari nanti ia bisa kembali membuka dirinya." kata Mazano
Mazano mengikuti Ryu Jin sejak ia keluar dari ruangan. Ia hanya ingin memastikan Ryu Jin baik-baik saja
" Yeah....aku tahu itu, tapi apa kau siap jika suatu saat itu terjadi? Karena jika itu terjadi maka kita akan kehilangan dirinya." kata Ryuga sambil menendang kerikil di depannya
" Mau tidak mau kita harus bersiap, karena janji kita pada Guru. Inilah hukuman kita Ryu....mencintai seseorang bukan berarti harus memilikinya meskipun sakitnya bagai dihujam seribu pisau. " sahut Mazano sambil berlalu
Ryuga hanya termangu di tempatnya. Apa yang ia rasakan saat ini adalah akibat dari kesalahan masa lalunya. Hal yang menjadi salah satu alasan Ryu Jin mengenakan topeng selama ini.
...----------------...
Nick sudah menyelesaikan sarapannya. Ketika ia bersiap untuk keluar ruangan, Tuan Kim datang beserta asistennya. Tuan Kim menunduk hormat,
" Selamat pagi Tuan...." sapanya
" Selamat pagi Tuan Kim.." balas Nick
" Anda sudah selesai sarapan pagi rupanya, maafkan saya yang tidak bisa menemani anda selama menginap disini. " ujar Tuan Kim
" Tidak apa-apa tuan, saya cukup puas dengan pelayanan disini. Anda jangan sungkan." jawab Nick
" Terimakasih atas pengertian Anda tuan.....apakah anda akan pulang hari ini tuan?" tanya Tuan Kim
" Ya tuan kami akan kembali ke tempat Guru Ken karena masih ada agenda lainnya."
" Baiklah kalau begitu tuan, ini ada sekedar cinderamata dari kami mohon diterima. " kata Tuan Kim.
Asistennya menyerahkan sebuah kotak kayu dan Adrian segera menerimanya.
" Terimakasih atas kemurahan hati Anda tuan. Saya akan menerima dan menyimpannya dengan baik. " jawab Nick
Nicholas berjabat tangan dengan Tuan Kim sebagai tanda perpisahan. Tuan Kim mengantarkan Nicholas hingga ke tempat mobilnya berada. Sesekali mereka berbicara ala kadarnya.
Ryuga dan tim pengawalnya telah bersiap. Ryu Jin juga telah bersiap menyambut Nick yang berjalan ke arahnya. Setelah saling berpamitan Nick masuk ke dalam mobil diikuti Adrian dan Ryu Jin.
Ryuga kembali mengecek keadaan dan memberikan komando untuk berangkat. Iring iringan mobil perlahan keluar dari resort menyusuri jalan dengan keindahan sakura dan pohon maple nya.
"check the situation....is everything ok?" tanya Ryuga pada seluruh timnya
" Team 1...okay"
" Team 2....okay"
"Team 3...clear"
" Team 4....clear"
"Team 5.....okay"
Mereka pun segera memacu kendaraannya menuruni jalan. Sekitar 10 menit perjalanan Ryu Jin melihat jam di tangannya lalu memandang ke luar jendela. Matanya menyapu sekitar dan juga ke arah langit. Nicholas yang sedari tadi memperhatikan Ryu Jin belum bisa mengalihkan perhatiannya dari wajah Ryu Jin.
Merasa diperhatikan Ryu Jin bersikap biasa lalu menoleh ke arah Nick,
" Ada yang ingin kau katakan tuan Nick?"
Akhirnya aku dapat perhatiannya Nick tersenyum,
" Kau melupakan sesuatu nona Ryu Jin? " tanyanya balik
Ryu Jin menaikkan bahunya...apa ada yang terlewat olehku....batinnya
" Taruhan kita....kau ingat...." ujar Nick
" Aaah....ya...taruhan...dan kau kalah..." jawab Ryu Jin sekenanya
" Kalah....kau....kau yang kalah...kau lupa, aku berhasil mencapai resort tanpa digendong sekertaris kesayanganku." jawab Nick
Adrian terkejut mendengarnya....
Apaa.....kenapa aku dibawa dalam taruhanmu...ia hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Itu artinya akan ada hukuman untukmu...." lanjut Nick lagi
" Hukuman ....hukuman apa..." Ryu Jin menatap tajam Nick
Ya Tuhan mata itu lagi....jantungku serasa berhenti berdetak. ujar Nick dalam hati
Nick masih terdiam tersihir mata Ryu Jin, menyadari hal itu Ryu Jin memanfaatkan kesempatan untuk mengancam Nick, ia mendekatkan wajahnya ke telinga Nick
" Kau yakin akan menghukumku setelah kejadian semalam Tuan.....?" bisiknya
Nick terhenyak, bayangan peristiwa semalam kembali muncul. Bulu kuduknya meremang merasakan kembali dinginnya pedang di ke lehernya. Ryu Jin menjauhkan wajahnya tapi masih menyisakan jarak sedikit
" Aaah....kau takut....sudah kuduga...jaga sikap Anda tuan atau...." senyum licik muncul disudut bibirnya
Bibir itu.....aaah kenapa menggodaku, kalau caranya seperti ini rasa takutku hilang sudah....Nick menelan salivanya dan berusaha mengendalikan dirinya.
Ryu Jin kembali ke posisinya dan tersenyum penuh kemenangan. Adrian ikut merasakan kepanikan tuan mudanya. Ia pun menghela nafas panjang baginya di dalam mobil ini panas sekali.
Ryuga melirik jamnya, sudah 30 menit perjalanan dan semua masih berjalan sesuai rencana. Tanpa ia sadari 2 buah drone sudah berada diatas iringan mobil.
Eiji melihat ada kejanggalan dimonitor ya segera memberitahu Ryuga.
" Ryu....kita kedatangan tamu arah jam 12...tim 3 cek situasi please." ujar Eiji
" Tim 3 cek...." sahut Mazano
Mazano segera melihat ke arah yang dimaksud, melalui jendelanya ia melihat ada 2 bahkan 3 drone mengikuti
" Ada 3 drone mengikuti kita sepertinya bukan teman....aku ulangi bukan teman"
" Apa...." Ryuga segera mengambil teropong dan mengarahkannya ke arah drone terbang
" SH***.......code Red....code red....attention to all team...I repeat code red...."serunya mengintruksikan.
Mendengar peringatan seluruh tim pengawal menyiapkan senjatanya dan segera melajukan kendaraaan dengan cepat.
Drone terus mengikuti mereka dan mulai menembakkan peluru ke arah mereka. Ryu Jin segera menyiapkan diri, dikeluarkannya senjata kecil dari tasnya. Nicholas terkejut karena laju kendaraan tiba-tiba menjadi cepat, belum sempat ia bertanya rentetan tembakan menyasar ke arah mobilnya.
" Berlindung tuan...." seru Ryu Jin menundukkan kepala Nick.
Adrian segera melindungi kepalanya dan menunduk. Mobil yang membawa Nick terus melaju kencang, balasan tembakan terdengar dari para pengawalnya. Selama beberapa waktu suara peluru berdesingan melewati telinga Nick, ia hanya bisa pasrah dan menyerahkan nyawanya kepada Ryu Jin pengawal cantiknya.
Ryuga menginstruksikan untuk berhenti, akan lebih baik jika semua kendaraaan berhenti guna memperkecil resiko yang lebih fatal. Ryu Jin segera menarik Nick dalam lindungannya, ia membalas tembakan dari drone yang terus mengincarnya. Adrian pun ditarik keluar dari mobil untuk segera berlindung.
Sopir mobil Nick ikut berlindung. Salah seorang pengawal Nick berhasil menembak jatuh 1 drone tinggal 2 lagi. Ryu Jin meminta pedangnya dan memakaikan rompi pelindung untuk Nick dan Adrian.
Adrian yang paham langsung memberikan kode kepada pengawalnya untuk memberinya senjata juga. Pengawalnya melemparkan senjata miliknya dan ia mulai membantu menembak drone.
Dari arah berlawanan muncul 2 mobil Jeep berisikan orang-orang dengan penutup wajah ikut menembaki rombongan Nick. Pertarungan sengit terjadi, pengawal Nick mulai berjatuhan. Ryu Jin sesekali melemparkan pisau kecil ke arah lawan dan berhasil membunuh beberapa orang.
Nick membidik salah satu drone dan berhasil drone meledak di udara. Dari arah berbeda tiba-tiba muncul lagi sekelompok ninja menyerang membuat Ryuga dan tim kewalahan. Mereka berusaha mendekati Adrian, Ryu Jin dengan sigap mengayunkan pedangnya melindungi Nick dan Adrian.
" Adik....cepat pergi lindungi Falcon." perintah Ryuga.
Ryu Jin mengangguk, ia segera membawa Nick dan Adrian pergi sesekali Nick menembak ke arah drone dan keberuntungan dipihak Nick, drone terakhir jatuh. Para ninja terus mengejar Ryu Jin dan membuat mereka terpojok.
Kini mereka bertiga dikepung oleh para ninja. Mereka berdiri saling membelakangi,
" Baiklah tuan....aku harap kalian membantuku, ayo kita lawan mereka sampai akhir." pinta Ryu Jin
Nick dan Adrian paham dan bersiap tak berapa lama mereka terlibat perkelahian. Beberapa kali shiruken dilemparkan ke arah Nick tapi Ryu Jin berhasil menghalangi dengan tangkisan pedangnya. Ryu Jin lawan yang cukup tangguh bagi para ninja itu.
Ryu Jin melihat Adrian dan Nick mulai kewalahan ia segera membantunya dan ternyata hal itu memecah konsentrasi Ryu Jin. Tanpa ia sadari sebilah pedang menghunus ke arahnya dan ia terlambat untuk mengelak. Ia terluka di lengannya. Ketika ia hampir menyadari sabetan kedua mengenai punggungnya ketika hendak melindungi Nick.
Ryu Jin terjatuh, Nick dan Adrian panik. Kemudian asap tebal menyelimuti menghalangi pandangan mereka, sesuatu memukul keras tengkuk mereka, Nick dan Adrian pingsan beberapa orang segera membawa Nick masuk ke dalam mobil dan membawa mereka pergi sementara Ryu Jin tergelatak tak berdaya dengan beberapa luka.
uda seribu purnama saya gk
say hello.... jd rindu
padahal saya gk d rindukan 🤣🤣🤣🤣🤣
Wkwkwkwkwkkwkkkk
Hanzo yg ada di anime Naruto..