Menikah adalah suatu yang sakrar yang dinanti-nantikan oleh semua umat manusia dan merupakan salah satu ibadah. Menikah? yang pasti mereka ingin menikah dengan orang yang mereka cintai dan sayangi. Lalu bagaimana dengan zahra yang menikah bukan karena cinta. ini bukan pernikahan karena cinta dan bukan juga pernikahan karena perjodohan.. lalu pernikahan apa ini? ya pernikahan paksa oleh lelaki bejat. lelaki ini bukan mencintai zahra tapi untuk menikmati tubuh zahra. ya Zahra menikahi lelaki yang hampir saja memperkosannya.
lalu bagaimana pernikahan ini bisa terjadi?
dan apa yang akan terjadi setelah pernikahan ini? apa zahra akan membiarkan lelaki ini menjamahnya karena statusnya sudah menjadi suami zahra apalagi bagi zahra yang alim dan mengenal agama? apakah mereka akan bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Mencari
Setelah selesai mengobrol Sofian dan Agnes mau makan siang. Sofian keluar ruangan bersama Agnes. Badrun yang melihat langsung berdiri.
"Dimana nyonya, tuan?" tanya Badrun yang tidak melihat Zahra.
"Itakmu konslet, Drun? Sudah saya bilang kan tadi pagi nyonya izin tidak masuk kerja"
"Saya ingat tuan. Tadi saat saya mau turun nyonya datang ke sini tuan. Saya kira tuan tau"
"Apa kau yakin?"
"Yakin tuan. Aku sempat berbincang dengan nyonya"
Sofian mengeluatkan HP dikantong.
"Doni?" Sofian melihat dihpnya banyak pangilan Doni.
Sofian menelpon kembali Doni.
"Tuan..Akhirnya tuan menelpon" terdengar suara Doni terengah-engah.
"Ada apa? Nyonya baik baik saja kan?"
"Tuan .. tuan.. nyonya menghilang tuan. Aku sudah mencari ke rumah dan jalan tidak menemukan nyonya"
"APA? KAU MENJAGA SATU WANITA SAJA TIDAK BECUS" bentak Sofian membuat Agnes dan Badrun takut dan kaget.
"*Ad*a apa?" tanya Badrun dan Agnes dalam hati
"CEPAT TEMUKAN DIA. JIKA TERJADI APA-APA PADA ZAHRA KAU TAU SENDIRI AKIBATNYA"
Sofian mematikan hpnya dan menelpon lagi.
"Cepat bantu doni cari nyonya kalian. Kalian harus temukan dia dalam keadaan sehat tanpa luka sedikitpun. Gerakkan semua orang"
Sofian menutup telpon tanpa menunggu jawaban.
"SIALAN" Sofian melempar HP-nya jadi tidak berbentuk
"Kapan nyonya kesini?" tanya Sofian pada Badrun.
"Kira-kira tidak lama dari ibu Agnes datang" jawab Badrun.
"Apa dia mendengar kita, Sof? bagaimana jika dia hanya mendengar awalnya saja?" tanya Agnes.
"Kau lebih baik pergi Agnes. Sebelum aku meluapkan amarahku"
"Baiklah. semoga kau cepat menemukan istrimu" Agnes meninggalkan Badrun dan Sofian.
"Kau juga Drun aku tidak mau menyakitimu. belikan ku HP. Sini HP mu aku butuh HP sekarang masukan kartu ku" ujar Sofian.
"Baik tuan" Badrun mengubah kartu hpnya lalu pergi.
Sofian mencoba menenangkan diri
Sofian menelpon Doni
"Ceritakan bagimana nyonya bisa hilang?"
"Setelah dari rumah sakit nyonya senang sekali tuan dan menyuruh ke kantor. Namun tidak lama nyonya keluar dari kantor dengan mata sembab dan sedih. Yang anehnya lagi nyonya minta ke bank mau memcairkan uang jumlah besar dan menarik sejumlah uang juga di atm. Lalu nyonya ke toilet aku menungunya didapen pintu. Tapi sampai 1 jam nyonya tidak keluar. Aku sudah mencarinya tua disekitar sini dan tanya rumah nyonya juga tidak ada. Hp nyonya di tinggalkan di toilet tadi jadi saya tidak bisa melacaknya melalui gps"
"kau taukan Don bahaya mengincar nyonyamu. Kau harus temukan dia baik-baik saja"
"Baik tuan"
" GPS bukan hanya di hpnya saja tapi juga cincin dan kalungnya. Kau lacak dari situ"
Sofian mematikan telpon dan memijat kepalanya pusing.
"Apa benar dia mendengar percakapanku dengan Agnes yang awal-awalnya saja dan memilih pergi meninggalkanku. Zahra kau dalam bahaya. Aku selama ini mencoba melindungimu. Kenapa kau malah memilih pergi? Jika terjadi apa-apa aku tidak akan memaafkanmu Zahra"
Sofian keluar kantor dan ke tempat Doni karena Doni melepon menemui letak Zahra dimana.
"Ayo kita berangkat" ujar Sofian pada Doni.
Saat ini yang di pikirkan Sofian hanya Zahra..
#####
see you next time
jangan lupa like, comen dan follow.
sabar menunggu kelanjutanya ya.
author agak males.
please baca cerita yang lainnya juga ya.
oke next