Arsy adalah putri dari seorang Dokter, ia memiliki seorang pria idamannya, bahkan ia menyukai dalam diam selama 3 tahun lamanya,mereka saling mencintai,ketika Arsy mendapat pernyataan cinta dari pria itu, justru itu menjadi hari terakhir bagi si pria, tak selang beberapa saat, ayahnya juga meninggalkannya dan pada waktu yang sama, Arsy menerima lamaran dari sahabat ayahnya yang belum ia kenali, kecuali hanya nama 'Zaki' yang ia tau.
bagaimana kah kelanjutan ceritanya ? Yuk, simak cerita nya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silver green, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seorang psico.
👉🏽 Mengandung adegan kekerasan,harap bijak dalam membaca 🙏🏾🙏🏾😊😊
" Lia !!! " potong Arsy " plis jangan menambah bara lagi " pinta Arsy.
“ Kurang ajar !!, ikat mereka dan sumpal mulutnya dengan kain !” perintah Merry yang merasa tersinggung dengan teriakkan Tallia.
Mendengar itu,Tallia tak tinggal diam,ia mulai melindungi Arsy.
Arsy juga tak hanya diam saja,ia diam-diam memasukkan tangan ke saku yang ada ponselnya dan ingin melakukan panggilan darurat.Tapi sayangnya, salah satu dari mereka menyadari akan hal itu,tepat ketika Tallia meladeni penjahat yang lainnya.
Seorang lelaki kekar,berotot , dan berttato itu dengan cepat memukul tangan Arsy,ia merasakan ngilu di tangan kanannya, Tallia menyadari akan hal itu dan berbalik ke arah Arsy,salah satu anak buah Merry menyadari akan kelalaian Tallia dan segera memukul tengkuk lehernya,otomatis ketika itu Tallia tak sadarkan diri,Tallia dan Arsy kini mulai diikat di bagian tangan dan kaki mereka.
“ Heh ! ,temanmu cukup ahli rupanya, bahkan mampu menumbangkan beberapa anak buahku yang sudah berpengalaman mengambil nyawa manusia “ kata Merry dengan sengitnya “ Sempet lo teriak, gue gak akan segan-segan melayangkan timah kecil ini ke dahi lo !!! “ ancam Merry ketika anak buahnya hendak membungkam mulut kecil Arsy dengan seutas kain.
Mereka membawa Arsy dan Tallia ke arah sebuah gedung tua yang terbengkalai,lalu mengikatnya di satu tiang,tepat di lantai tengah gedung tersebut.
Karena letaknya yang tepat berada di tengah,ruangan itu tampak gelap,hanya bau anyir tercium dimana-mana , bahkan juga bau n*nah (bekas da*ah yang sudah lama).
Salah satu dari mereka ,menghidupkan sebatang obor,tampak samar-samar di lantai tempat ia kini terduduk,di penuhi dengan tulang belulang,dan rambut yang berserakan,sepertinya juga ada bekas da*ah yang masih segar.
“ Roy ! Lo buka kain yang di mulut wanita itu ! “ perintah Merry,sembari menunjuk ke arah Arsy.
Arsy mulai ketakutan,ia terus memejamkan matanya,berharap ketika membuka mata,semua ini hanyalah sebuah mimpi,dia juga tidak punya siapa-siapa yang memiliki kedudukan tinggi,ia hanya mengingat sosok ibu yang selama ini menyayanginya dengan tulus,dan suami yang sama sekali belum pernah ia jumpai,Arsy hanya bisa berdo’a akan keselamatannya dan Tallia saat ini.
Ia juga merasakan ada seikat tangan tepat di sebelah tangannya’ apakah ini tallia? Lia aku harap kamu baik-baik saja,maaf kalau aku tidak mendengarkanmu dari awal’ batin Arsy.
“ Temen lo belum sadar juga ya ?” tanya Merry sinis.
Karena terlalu cemas,takut, terkejut , semua rasa gelisah menjadi satu,Arsy hanya diam tak menjawab.
Merry berjalan mendekat ke arah Arsy,
“ gue lebih suka bermain sebelum melayangkan timah kecil ini....” Merry berjongkok dan mengarahkan tangannya “..... disini” tepat di dada Arsy “ setelah elo,baru temen lo,tapi gue gak akan membunuhnya dalam keadaan tak sadar,itu kurang menyenangkan” kata Merry beranjak berdiri.
“ Kak apakah aku masih berguna,jika...jika aku meminta tuk di lepaskan saat ini juga “ kata Arsy terbata-bata.
“ pff...hhhhhaaa.... lucu....lucu...kamu memang lucu,bahkan setelah berada disini pun,kamu masih minta ampun,.... hhha “ sahut Merry.
‘Dia memanglah seorang psico,jadi apa yang dikatakan Tallia tadi memanglah benar,jika pak Pran hanyalah sebagai alasan’ batin Arsy.
“ Brakk!!”
“ Bran, coba lo periksa di luar ! “ perintah Merry.
Bran pun keluar ruangan tuk memeriksa,tak lama kemudian,ia masuk kembali ’ tapi sepertinya ada yang berubah dengan postur tubuh bran,ia terlihat agak mengecil’ batin Arsy,yang menyadari akan hal itu.
“ Bagaimana bran ??” tanya Merry .
Tapi orang itu hanya diam.
Akhirnya, Merry menoleh ke arah Bran,tapi dengan cepat orang itu menyemprotkan sesuatu ke wajah Merry dan seketika itu pula Merry tergeletak di tempat,menyadari akan hal itu,semua anak buah Merry yang masih tersisa menyerang orang misterius itu.
Hebatnya dia hanya terluka ringan di bagian hidungnya dan semua anak buah Merry tergeletak tak berdaya di lantai itu.
Orang itu segera menyelamatkan mereka,dan membawa mereka masuk ke dalam mobil miliknya.
“ Temen kamu,belum sadar juga ya ??” tanya lelaki itu.
“ Iya, terimakasih sudah menyelamatkan kami “ kata Arsy , kini air mata Arsy mulai mengalir,ia tak dapat percaya akan hal yang sudah terjadi.
“ Biasa saja, aku memang sengaja mencari kamu “ kata lelaki itu santai.
“ Tapi,kamu sampai memar....” kata Arsy yang merasa bersalah.
“ Sudah biasa “ potong lelaki itu.
“ Kamu kenal denganku ??” tanya Arsy heran.
Lelaki itu hanya diam,dan mengambil sesuatu di bangku belakang mobilnya “ aku sengaja mencarimu,hanya ingin memberi ini “ lelaki itu menyodorkan beberapa lembar formulir ke arah Arsy.
Arsy mengambil formulir itu dan membaca sebuah nama Lintang Rasi, “ jadi,kamu anak yang duduk di bangku samping ya ?” tanya Arsy.
“Iya” jawabnya singkat.
Arsy hanya bengong,ia tak habis fikir ‘ jika hari ini aku tak memberikan kertas-kertas ini,apakah aku masih bisa tertolong, tapi semua ini memang sudah jalan ALLAH, ALLAH yang sudah menyelamatkan ku melalui dia’ batin Arsy.
“Nama kamu arsy ya ?” tanyanya singkat.
“ Iya, aku benar- benar berterimakasih, jadi aku bisa memanggilmu dengan sebutan apa ?? “ tanya Arsy kikuk.
Lelaki itu melirik ke arah Arsy,dan sedikit memiringkan kepalanya,ia menopang kepalanya di tangan kanannya,sedangkan tangan kirinya masih berada di setir mobil
’ dia semakin menarik’ batin Lintang.
“ Jik aku memiliki nama panggilan khusus dan itu hanya kamu yang boleh menyebutkan,apakah kamu mau menyebut dengan nama khusus itu ??” tanya Lintang.
“ Maksud kamu apa ??” tanya Arsy heran.
“ Kamu bisa mencari tau maksudnya sendiri “ jawab Lintang, dan mulai serius menghadap ke jalan “ jadi temen kamu , bagaiman??” tanyanya lagi.
“ Kalau boleh, aku minta tolong antar ke RS Riyadi , takutnya dia kenapa-napa “ pinta Arsy.
“ Nama ayah kamu ?? “ tanya Lintang singkat.
“ iya “ jawab Arsy lirih " tau dari mana" tanya Arsy heran.
“ Hmm... “ jawab Lintang hanya dengan dehemannya.
Sesampainya di RS , Tallia langsung di tangani,dan beruntungnya Tallia tak mengalami penyakit yang serius, ia hanya kehilangan kesadaran sementara.
“ Aku akan pulang,salam kenal Arsy” kata Lintang lembut dan melayangkan senyumnya.
Belum sempat Arsy menjawab,Lintang lantas langsung pergi keluar ruangan itu.
‘Yah,setidaknya besok masih bisa bertemu dan ngobrol santai’ batin Arsy.
“Ting !! “ pesan whatsapp di Hp Arsy.
“ Banyak hal yang terjadi hari ini ya ??” tanya no baru melalui pesan teks.
“ Iya, alhamduLILLAH ada teman yang menyelamatkan” jawab Arsy ' darimana dia bisa mengetahui ini' batin Arsy.
“ Bagaimana keadaanmu sekarang ??” tanya no baru lagi.
“ Aku baik-baik saja, sampai sekarang , temanku masih belum sadarkan diri “ jawab Arsy.
.........
Lama tak ada balasan,Arsy memasukkan smartphonenya ke dalam tas.
‘ Ting ‘ sebuah pesan dari no baru.
penasaran.....