Seorang anak yg diusir ortunya, krn di tuduh membunuh adiknya sendiri. Bagaimana bila ia dipertemukan dgn keluarganya lg
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syiff2707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15
Seperti biasa nara berjalan di koridor kelas dengan wajah datar nya
Diarah berlawanan terdapat cecil dkk
Salah satu antek cecil menjulurkan kakinya berniat menjatuhkan nara
Namun bukannya jatuh, nara malah menendang kuat kakinya sampai terjatuh dan berjalan melewatinya
"Woy lo nerd aja belagu" teriak salah satu antek cecil yang lain
Nara tak memperdulikannya dan terus berjalan menuju kelasnya
Dan tidur selama pelajaran berlangsung
Kantin
Nara dkk sedang memakan makanannya di bangku pojok kantin
Datanglah angga dkk yang langsung duduk dibangku dengan lancangnya
"Ikut yah" ucap rio
"Gak usah bilang kalo udah duduk" ucap Kesha sambil memutar bolamata malas dibalas cengiran oleh sahabat angga
Geo. Kesha. Rio. Renold. Naya
____________________________________
Audi Ronald. Sarah. Angga. Nara
Angga terus memeluk pinggang nara tanpa di sadari orang orang yang ada di sana
Nara yang sedang makan pun tidak terganggu dengan pelukan angga
"Abang cecil duduk di sini yah" ucap cecil dengan nada centil seperti biasanya
Cecil duduk di hadapan angga
"Kenalin nama gue cecil, adik abang Ronald dan Renold" ucap cecil dengan nada centil sambil mengulurkan tangan ke arah angga
Angga menatap singkat tangan cecil
Tangan angga terangkat merapikan rambut nara yang masuk kemulut saat nara menyuapkan makanannya
Nara yang melihat kelakuan angga tersenyum tipis, sangat tipis. Hanya orang seperti angga saja yang dapat melihat senyumnya
Merasa di abaikan cecil menarik kembali tangannya
"Anjir ngakak, hahaha" ucap siswa AIHS
"Bagus ngga" batin sahabatnya dan nara
"Cih mana mau bos salaman sama orang kek gitu" batin anggota angga
"Aku mau duduk di sebelah kamu dong" ucap cecil bangkit dan duduk antara sarah dan angga
Cecil menyuapkan bakso yang masih panas kedalam mulutnya dengan sengaja
Namun bukan mendapat perhatian dari angga, angga malah nyuekin cecil dan perhatian pada nara
Cecil tidak menyerah begitu saja, dia mencoba lagi
"Sshh sshh"
Renold yang sudah jengahpun memberikan minumnya pada cecil
"Mangkanya kalo makan tiup dulu kalo masih panas" ucap Renold dengan senyum palsunya sembari memberikan minumannya
"Cih kalo bukan karena mommy sama daddy gua gak mau baikin dia" batin Renold yang dapat di dengar oleh angga dan nara
Cecil menerimanya dan segera meminumnya
Setelah selesai makan cecil terus terusan bergelayut di lengan angga
Angga yang sudah jengah pun menghempaskan kasar tangan cecil sampai cecil tersungkur dan berlalu pergi bersama nara
"Cih awas aja lo nerd" batin cecil
"Gue tunggu" balas batin nara
Roftoop
Angga dan nara sedang menikmati hembusan angin di roftoop sekolah
"Ngga menurut kamu masalah ini kapan berakhir" tanya nara
"Entahlah, mungkin besok, atau mungkin bulan depan, atau juga tahun depan, atau mungkin beberapa tahun kedepan" jawab angga
"Ngga besok kita ke danau yu, udah lama gak kedanau" ajak nara
"Terus el gimana" tanya angga
"El ikut sama Lino ke amrik, jadi dia nginep beberapa hari" jelas nara dibalas anggukan oleh angga
Nara menyandar pada bahu angga, angga mengelus lembut rambut nara
"Khmm"
Nara dan angga mengalihkan pandangannya, dan terlihatlah sahabat sahabat angga
"Sapa nih ngga cantik banget" tanya Rio saat melihat nara tanpa peralatan nerdnya
"Kok mukanya kaya ara, kalo itu benar kamu tolong kembali sayang, abang kangen sama kamu" batin Ronald
"Araa,, itu benar kamu sayang, ara abang kangen banget sama kamu, maafin abang" batin Renold
"Iyh bang ini ara, ara juga kangen abang, nara pengen peluk abang" batin nara membalas
Nara bergegas memakai peralatan nerdnya lalu berjalan ke UKS untuk membolos
"Anjir ternyata si nara fake nerd coy" ucap Rio heboh
"Angga lo kok gak kasi tau sih, kalo si nara fake nerd" protes rio
Pletak
"Lo udah tau bege" jawab sambil menjitak rio
"Lah kapan"
"Waktu nara nolongin lo"
Rio mengingat ingat sambil mengetuk ngetuk dagunya
"Ohhh iyah gua inget, untung aja nara nyelametin gue, kalo engga rio yang ganteng bin imut ini gak ada lagi disini" ucap rio
"Jyjyk" ucap Ronald
"Bukan temen gue" ucap Geo
"Mending gak usah di selamatin" ucap Renold
"Hiks hiks kenapa dedek yang selalu ternistakan" ucap rio sambil pura pura sedih
"Tapi bener loh, nara hebat banget tarungnya, 30 orang habis sama dia" jelas rio
"Yaiyalah leader gue gitu lohh, jangankan 30, 1000 orang habis sama dia" bangga Geo
Angga tersenyum tipis mendengar batin Geo
"Ngga, dia siapa lo" tanya Renold
Bukan nya menjawab angga malah berlalu pergi meninggalkan sahabatnya
Angga pergi menyusul nara ke UKS dan ikut membolos bersama
Skip rumah
Angga dan nara sudah sampai di rumah langsung menghemparkan diri ke sofa
Dan nara melepaskan perlengkapan nerdnya
"Boy kamu sudah siap" ucap nara saat melihat el memakai pakaian rapi dan salah satu bodyguartnya menarik koper el
"Sudah mom"
"Kamu di sana jangan repotin uncle kamu yah, jaga diri baik baik, kalo ada orang gak kenal yang nawarin kamu makanan jangan di terima, jaga makannya, tidurnya jangan kemaleman, jangan sampe sakit, jangan ber-" ucapan nara terpotong oleh el
"Ayolah mom aku ini udh 4 thn bukan anak kecil lagi" ucap el
"Iyah iyah, terserah kamu"
"El ayo berangkat" ucap Lino
"Ayo kita anter" ucap angga
Mereka semua memasuki mobil dan melaju ke bandara
"Kamu hati hati yah dek, jagain El" ucap nara
"Hati hati" ucap angga sambil menepuk bahu Lino
Lino mengangguk dan menggandeng el menuju pesawat
Nara dan angga memandangi pesawat Lino yang akan lepas landas sampai menghilang dari pandangan
Nara dan angga kembali ke dalam mobil dan melajukan mobilnya
"Nar kerumah bokap gue dulu yah" ucap angga di beri anggukan oleh nara
"Gimana soal cecil" tanya angga
"Gue udah suruh mata mata gue di BB(black bloond) naruh cctv dan penyadap suara di ruang pribadi leader BB"
"Gue juga udah masang cctv dan penyadap suara di seluruh kediaman, dan perusahaan Smith, bahkan bagian keuangan keluarga Smith sudah bekerja sama dengan kita, jadi lebih mudah mendapatkan informasi penarikan uang perusahaannya" jelas nara
"Kalo lo" tanya nara
"Sama, gue udah masang cctv dan penyadap suara di kediaman sama perusahaan bokap gue, dan bagian keuangannya udah di ganti jadi anggota gue"
"Gue juga udah bekerja sama dengan pemilik club di tempat ular itu bekerja, dan ngirim mata mata untuk ngikutin ular itu" jelas angga
"Trs masalah kepsek yang korup gmn" tanya angga
"Gue udah punya bukti, tinggal bongkar aja" ujar nara
Angga memberhentikan mobilnya di depan mansion
Angga memasuki mansion dan terus melangkah menuju kamarnya, tanpa memerdulikan orang tuanya yang sedang bermesraan
Angga mengambil pakaian, jaket anti peluru, dan senjata dan racun yang disimpan angga di kemas kedalam koper dan taklupa foto dirinya dengan mommy kandungnya
Setelah merapikan perlengkapannya, angga beranjak menuju kamar mommynya kandungnya dan mengambil barang barang kesayangan mommynya sebelum jalang itu mengembil semuanya
Setelah siap angga menarik kopernya turun kelantai dan hendak meninggalkan mansion
Namun sebelum angga keluar mansion, Daddy bersama ular itu menghadang nya
"Mau kemana lagi kamu" tanya daddynya yang sudah siap dengan cambuknya
"Bukan urusan anda" jawab angga
Pletak
Satu cambukan berhasil di layang kan ke tubuh angga
Angga memejamkan mata merasakan perih
"Anak tidak tau diri, sudah diurus malah ngelunjak"
"Saya tidak menyuruh anda untuk mengurus saya" jawab angga
Pletak
"Mau kau bawa kemana perhiasan mommymu itu"
"Ini bukan perhiasan jalang itu, ini perhiasan mommy saya"
Pletak
Pletak
"Saya ingin membawa semua milik mommy saya, sebelum di rebut jalang dihadapan saya ini"
Pletak
Pletak
Pletak
"Tapi itu dari uang ku, jadi perhiasan itu milik ku" ucap daddynya
"Ohh rupanya anda tidak ikhlas memberi ini pada mommy saya" jawab angga
"Iyah kenapa, dan itu sudah milik mommy mu yang sekarang"
"Jangan pernah menyebut jalang itu mommyku" tegas angga
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
Cambukan terus saja dilayangkan pada tubuh angga, sampai sampai cambuk itu sudah tertutupi darah angga
"Ada apa ini dad" tanya Gafa (adik tiri angga)
"Ini kakak mu yang tak tau diri ini kerjaannya keluyuran aja" ucap daddy
"Kamu jangan sampai jadi kaya dia yah sayang" ucap mommy tiri angga pada gafa
"Tentu karena dia akan mirip dengan mu, jalang" desis angga
Pletak
Pletak
Pletak
Pletak
"Sedang menyiksa anak sendiri tuan" ucap seseorang dengan nada dingin sambil menyender pada pintu
Semua orang melihat kearah pintu utama yang terbuka
"Siapa kau, saya hanya menghukum anak saya" jawab daddy angga
"Dengan kekerasan" tanya nara masih dengan nada dingin
Nara membantu angga berdiri dan menyampirkan jaket di tubuh angga yang penuh luka cambuk
"Anda tidak ikhlas saya membawa ini kan, baiklah saya akan membelinya" ucap angga sambil menulis nominal cek
Angga memberikan cek itu pada daddynya dan pergi meninggalkannya dengan tangan sebelah menggenggam tangan nara dan sebelahnya lagi menarik koper yang dia bawa
Daddy angga tercengang saat melihat nominal cek yang diberikan angga
50 jt
Bagaimana tak tercengang, bahkan kalung dan anting anting yang di bawa angga saja tidak mencapai 3 jt
"Apa itu mas" tanya Bianca (mommy tiri angga)
Dani memperlihatkan ceknya
Mata Bianca melotot tak percaya
"Ini asli mas" tanya bianca
"Gak tau"
"Nanti kalo asli buat aku yah mas" ucap bianca berbinar
"Boleh asal nanti malem 5 ronde" bisik Dani (daddy angga) lalu tersenyum menggoda
Bianca mengangguk senang
"Halo tolong datang ke mansion gue sekarang" ucap Dani telpon
Tak lama bel mansion berbunyi
"Ada apa Dan" ucap sahabat daddy angga Roni
"Lo coba liat cek ini asli pa ngga" ucap Dani daddy angga
Roni meneliti cek tersebut
"Ini asli Dan, lo dapet dari mana cek gede gini" tanya Roni
"Anak angkat gue" jawab Dani
_____________________________
What? Anak angkat ??
Maksudnya apa??
Mau tau jawaban teka teki dalam kehidupan angga dan nara
Ikutin terus kisah nya
Jangan lupa Vote yh
Tp ini nikahannya anak2 sultan semuanya..... Pak penghulu dpt amplop tebel ini