NovelToon NovelToon
Bucinnya Si Pria Dingin

Bucinnya Si Pria Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adrina

Rania seorang gadis manja berusia 18 tahun yang manis dan memiliki wajah cantik dengan rambut hitam panjangnya. Dia baru saja kehilangan cinta pertamanya karena kecelakaan. Semenjak kejadian itu, dirinya berusaha untuk berubah menjadi lebih kuat dan mandiri.

Hardin seorang pria dingin berusia 24 tahun yang sulit dijamah wanita. Pemilik hotel bintang 5 dan juga supermarket besar. Kecintaannya terhadap kue membawanya bertemu si gadis manja yang manis dan menjadikannya kekasih.
Akibat kesalah pahaman, Hardin harus berusaha mendapatkan kembali hati gadis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UGD

Halloo semuaa.. Semoga kalian suka ya sama novel aku. Ini novel pertama aku. Alurnya sengaja ku buat lambat karena biar jelas di awal pertemuannya. Yang pasti nanti bakal ada tangis dan tawa juga. Jangan lupa like dan komen yang positif ya biar aku makin semangat nulisnya.

Terima kasih

"Hehehe. Ya udah kalo gitu lu cek aja dari gps dimana posisi dia terakhir pas nelpon lu. Kan jadinya lu bisa tau posisi dia dimana sekarang" Harry mengatakan nya sambil menyuapkan makanan ke dalam mulut dengan penuh. Kalau sudah menyangkut makanan, Harry memang jagonya.

Plak

"Akhirnya lu bisa pinter juga" ku keplak kepala sahabat tersayang ku itu karena tiba tiba otaknya pintar dan memberikan saran yang pas.

"Sakit begok.!!" dia menggosok gosok kepalanya yang ku keplak tadi dengan wajah yang merengut.

Dengan cepat aku buka aplikasi gps dan langsung ku lacak dimana posisi terakhir gadisku itu. Gadisku. Ya, sejak pertama kami jumpa, aku sudah menganggapnya milik ku. Dan akan segera menjadi milikku saja secara utuh. Begitu aku sudah menemukan dimana posisi Rania, aku langsung beranjak keluar kafe menuju tempatnya.

"Wooi man. Ini makanan gimana ceritanya woi..Siapa yang bayaaaar???  Aelaah maen pigi aja tu anak. Akh.." tidak peduli dengan tatapan orang yang semua kearahnya, Harry berteriak memanggil Hardin. Dia menggaruk kepalanya.

Sebenarnya dia masih mampu membayar semua makanan itu, tapi dia gak yakin mampu menghabiskan nya sendiri.

"Heran deh gue ma tu anak, siapa sih yang mau di jumpai sampai kelihatan panik gitu." ocehnya sambil tetap terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Di perjalanan

Hardin memacu kendaraannya dengan kencang. Tapi sial baginya karena ternyata jalanan sedang macet.

"Siaaalll pake macet segala lagi. Akh.!!

tin tin tiiiin

Ingin rasanya ku tabrak saja semua mobil yang ada di depan ku ini biar aku bisa segera sampai. Ada apa dengan gadisku itu. Ku dengar tadi suaranya kayak ketakutan dan menangis. Semoga gak terjadi apa apa sama dia.

15 menit kemudian, akhirnya Hardin bisa keluar dari kemacetan. Dan dengan kecepatan penuh dia memacu mobilnya. Untungnya mendekati rumah Rania jalanannya sedikit lengang, sehingga dia bisa membawa mobilnya dengan kencang.

Ciiit

Suara rem mobil berdecit. Akhirnya aku sampai di rumah dia. Aku langsung keluar mobil dan lari ke rumah nya. Dari dalam ku dengar suara langkah kaki orang berlari. Belum sempat pintu ku ketok, wajah yang aku tunggu muncul. Tapi tunggu...

Astaga, dia kenapa? Kenapa wajahnya terlihat menyedihkan seperti itu.

Bisa ku lihat di wajahnya rasa takut dan khawatir. Akh kenapa aku rasanya gak suka ngeliat air matanya itu.

"Kamu kenapa Ran?" tanyaku.

"Tolongin bunda Rania kak. Bunda pingsan tadi. Tolong Ran bawa bunda ke rumah sakit hiks..hiks" pinta Rania pada Hardin sambil memegang tangannya.

Dia langsung menarik tangan ku menuju kamar sang bunda yang berada di atas. Ku lihat seorang wanita paruh baya terbaring tak sadarkan diri di atas tempat tidur.

Tanpa pikir panjang aku mendekat dan langsung mengangkat tubuh lemah itu. Aku menggendongnya dan menuruni tangga dengan hati hati. Ku suruh Rania duduk di kursi belakang agar dia bisa menopang kepala bundanya yang ku baringkan.

Mobil ku jalankan dengan kecepatan sedang, karena pun jalanan sedang ramai. Aku gak mau mengambil resiko jika mengebut. Sekitar 30 menit di jalan, kami pun tiba di rumah sakit terdekat.

Langsung saja kugendong tubuh bunda nya masuk ke ruang UGD. Semua yang ada di dalam terkejut melihat aku datang. Dengan sekali gerakan kepala, mereka langsung menangani ibu itu. Rania nampak bingung kenapa mereka langsung bertindak tanpa disuruh. Tentu saja mereka patuh dengan ku, aku memiliki saham juga di rumah sakit itu dan jumlahnya bukan kaleng kaleng.

Aku menemani Rania di depan ruang UGD. Sesekali ku lirik dia hanya untuk melihat wajahnya. Sungguh aku gak sanggup ngeliat dia kayak gitu. Ingin rasanya ku bawa dia dalam pelukan untuk memberikan ketenangan padanya. Tapi apalah daya, abang belum berani dek, takut adek marah.

Suster pun keluar dari ruang UGD dan memanggil Rania untuk bertemu dokter. Aku putuskan untuk menunggunya di luar sambil memainkan hp.

Aku teringat pada Harry yang ku tinggalkan di kafe tadi. Sebaiknya ku hubungi dia sekarang.

tuut..tuut..tuut..tuut

Hy : Apa!?

H : Hahahaha santai man. Jangan marah marah gitulah. Udah siap makan lu?

Hy : Santai santai. Enak banget lu ngomong ya, disini perut gue hampir meledak ngabisin makanan yang lu pesan.! Parah lu.

H : Hahaha kan bagus. Bukannya tadi lu lapar banget ya. Anggap aja gue sedekah.

Hy : Terus ini gimana? Tadikan lu janji mau traktir gue.

H : Iya tenang aja lu. Tu udah gue tf uangnya. Sorry ya man, gue buru buru banget soalnya.

Hy : Oke. Berhubung sudah lu transfer jadi gue maafin. Lu dimana sekarang?

H : Dirumah sakit. Jangan banyak tanya dulu. Nanti gue jelasin sama lu. Oke. Bye.

Hardin langsung mematikan teleponnya.

Saat Rania sedang bicara dengan dokter, suster datang pada ku mengatakan kalau pasien sudah bisa di pindah ke ruang inap. Ku suruh mereka membawa ke kamar inap kelas 1. Bukan aku gak mau membawanya ke ruang VIP, tapi aku harus bertanya dulu pada gadis ku itu. Aku takut salah ambil langkah.

Bu Maya pun dibawa ke ruang inap. Aku yang menemani selama Rania masih di ruang dokter. Ku tatap wajah pucat itu, pasti Rania mirip dengan ibunya. Sama cantiknya ku liat.

Ceklek

Pintu ruangan dibuka, Rania berdiri sejenak di depan pintu sebelum masuk ke dalam. Dia tersenyum padaku.

Deg

Masih aja cakep anak gadis orang walaupun senyumnya pas lagi sedih. Tapi tetap gak tega aku ngeliatnya.

Dia berjalan ke arah tempat tidur bunda nya.

"Bunda aku belum sadar ya kak.?" suaranya bahkan terdengar seperti sedang menahan tangis.

"Belum, kata perawat mungkin sebentar lagi bunda kamu akan sadar. Apa tadi kata dokter?"

"Dokter bilang bunda cuma kecapekan aja dan terlalu banyak pikiran. Mungkin karena bunda masih belum bisa nerima kalau papa sudah meninggal." Rania menyembunyikan tentang penyakit bunda yang tadi diberi tahu oleh dokter.

"Jadi papa kamu baru meninggal? Hardin kaget karena dia tidak tahu kalau Rania ternyata sudah tidak punya papa sama seperti dirinya.

"Iya kak. Papa meninggal karena kecelakaan beberapa bulan yang lalu." jelasnya padaku.

Terima kasih sudah mampir di novel aku. Jangan lupa like, komen dan favorite kan ya.

1
Bintang Timur
secara suaminya itu bnyk duit ceo,istrinya ko ngadon kue Mulu asa ga seimbang kasih bnyk krywan dong..Rani tinggal mantau
Blemood Jobol
ga ad lnjutnnya lagi niih
Blemood Jobol
kasih visualnya dunk
Ranny
yg benar yg mana ya...papanya meninggal di usianya yg ke 17 atau 18 soalnya kecelakaan saat ultah ke 17 dan langsung meninggal di tempat tapi kok kehilangan nya baru 1 thn kemudian saat usianya 18 thn 🙄
Teresya Bundax RachelElin
kehilangan papanya di umur 18 tahun, papanya mengalami kecelakaan saat akan memberikan kejutan ulang tahun nya yg ke 17 tahun,,,, sempat saya berpikir mungkin papanya bertahan 1 tahun baru meninggal, tapi ternyata masih ada lanjutannya "papanya meninggal di tempat",...
Eka
ayooo lanjut thor makin seru thorr
Putri Bungsu
lanjut kk
Meywar
Hadir Thor, tetap semangat ✊️
Feeza_MCI
jodoh Miskah Asisten Harry, sama-sama somplak tuh mereka berdua 🤣🤣
Feeza_MCI
makanya Hardin jangan mengedepankan emosi,
Feeza_MCI
jangan-jangan Hardin yang nabrak papanya Rania??
ANtHo BAna
hahahaha
ANtHo BAna
hhhhhh mati u andin
ANtHo BAna
semangat kk
ANtHo BAna
lnjut..
ANtHo BAna
suka ceritanya
ANtHo BAna
yg semangat ka hardi
Cawica
mampir nih Thor...jika berkenan mampir juga ya ke novelku..."kisah rumit Tamara sang wanita malam..."..
Manggu Manggu
👍👍👍
Manggu Manggu
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!