tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...
teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengikut kedua lalat
Satu kali dua kali dan ini adalah hari yang kelima kalinya bagi seorang bocah nakal itu meluncurkan kenakalannya menggunakan cara yang sangat rapih, namun disaat melihat orang yang ia sukai, seketika usahanya langsung berujung sia-sia. Kali ini bocah itu lagi-lagi ditahan oleh seorang cewek cantik yang bersama kedua lalat-lalat pengikutnya.
"Bukannya lho sultan dari kelas 3A²?" tanya lalat itu yang tak lain adalah Malda. Dirinya sangat tersohor dengan julukannya Malda si JEAGER no 1 di sekolah triple H, tubuhnya yang kekar serta tinggi siap menghajar para siswa yang tidak mau mematuhi peraturan sekolah, meskipun Malda melakukannya hanya untuk mencari perhatian para guru dan mendapatkan nilai tambahan atas kerja kerasnya itu.
"Benar kamu mau kemana?" timpal Nasywa yang berdiri ditengah-tengah kedua lalat itu yang tengah masih berusaha menggodanya sedari tadi.
"kalo mulut itu di jaga ya, udah jangan urus rencana gue" balas bocah sultan itu tergesa-gesa sembari menarik pergelangan Nasywa refleks sampai ke pintu gerbang sekolah. Lantaran bagaimana pun bocah itu tetap saja tidak rela perempuan yang ia sukainya dekat dengan lalat-lalat lain, selain dirinya.
"Eh, pacar gue mau dibawa kemana hidung belang!" teriak Malda tidak rela cewek yang disukainya itu dibawa pergi oleh laki-laki lain selain dirinya, sontak kedua lalat itu pun mengejarnya selagi masih belum kehilangan jejak keberadaan bocah sultan itu.
.
.
.
.
.
.
Terlihat dari ujung kejauhan pintu gerbang sekolah sudah ditutup rapat-rapat oleh satpam, sementara para siswi matrealisme dan kedua lalat-lalat sudah hampir tiba sebentar lagi, dan hal itu membuat bocah nakal itu terpojok. Karena jika ia menyerah, yakni masuk kedalam kelas maka uangnya akan terancam punah diminta oleh para siswi matrealisme dan pastinya ia juga akan mendapatkan sebuah pukulan dari kedua lalat-lalat lantaran sudah membawa paksa Nasywa pergi.
Tak ada pilihan baginya selain memanjat pintu gerbang itu meski harus meninggalkan cewek yang disukainya. Hal seperti itu sangat merepotkan pikiran nya yang minim, dilain sisi ia harus memilih antaran keselamatan nyawa atau perempuan yang ia sukai, jika ia meninggalkan perempuan itu maka dirinya tidak akan punya kesempatan untuk mendekatinya serta berbicara langsung secara hangat dengan Nasywa diluar kelas. Baginya Nasywa lebih diutamakan karena bagaimanapun Nasywa adalah perempuan yang paling pertama memikat hati bocah nakal itu untuk terus semangat menjalankan hidupnya yang penuh dengan kesuraman.
"Aku akan membawa mu pergi!"
"Gak perlu, lagi pula sekarang udah waktunya buat masuk kelas fisika." Nasywa berusaha menolak ajakan bocah nakal itu secara mentah-mentah, bahkan pipinya pun berubah menjadi merah padam, tanda kecewa pada perlakuan bocah sultan itu padanya. "Aku membenci mu!" sambungnya, seraya meninggalkan bocah sultan itu sendirian didepan pintu gerbang sekolah.
Iya juga ya, lagian ngapain gue bawa-bawa cewek, yang ada nanti gue repot. Kan cewek itu beban!, pikirnya. Lalu memanjat menaiki pintu gerbang sekolah hingga keluar, seraya berlari dengan cepat menuju lingkungan pesantren, sedangkan hatinya penuh akan penyesalan, merasa bodoh karena sudah terlalu berharap kepada perempuan yang sama sekali tidaklah sebanding dengannya. Jikapun bocah nakal itu menjadi kekasihnya, maka ia juga harus berani menanggung beban menjadi salah satu pimpinan dipondok pesantren Al Alawiyyah selanjutnya.
Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dirimu tak pernah nongol saat itu
dirimu kemana Thor
Bank ke 🤣🤣🤣