Kakak angkat ini bertemu setelah 10 tahun berpisah dengan adik angkatnya, bagaimana jadinya setelah pertemuan mereka tumbuh benih - benih cinta.
Lama kelamaan mereka menjalin hubungan backstreet sebagai kekasih bukan hubungan sebagai saudara tanpa diketahui oleh siapapun.
"Ini tidak benar Fer, apa yang kita lakukan salah...dan tidak seharusnya kita melakukan hal sejauh ini...."ucap Alya Putri Pratiwi dengan isak tangis dalam pelukan sang kekasih.
"Ststst....Cinta tidak pernah salah....dan apa yang kita lakukan atas dasar cinta tanpa adanya paksaan....i love you..." hibur Ferdi sang adik sekaligus kekasih Alya.
Hingga hubungan mereka terbongkar oleh orang tuanya. Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka harus berpisah atau cinta mereka semakin kuat tak terpisahkan?
Ayo baca terus agar tidak penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka.
Ini karya pertamaku semoga dapat menghibur para pembaca dan dukung terus dengan like dan votenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekolah
Ferdi berangkat ke sekolah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Entah kenapa sedari dia keluar rumah lalu mengendarai mobilnya dia tersenyum sendiri, entah apa yang dipikirkannya.
' Gila ini cewek baru bertemu tapi dia sudah.membuat gue selalu kepikiran dari semalam.' gumam Ferdi dalam hati mengingat kejadian dari tadi malam hingga tadi pagi sewaktu sarapan bersama.
" Kenapa gue ngerasa berbeda kalo gue ada didekatnya...merasa nyaman, senang bahkan jantung gue berdebar tidak karuan..!"
berbicara sendiri sambil menatap lurus jalanan didepannya.
" Gak nyangka ternyata dia gadis yang polos, apa benar dia belum pernah merasakan berciuman dengan cowok..?" menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan ucapan Alya.
" Apa bener gue cowok pertama yang sudah nyium dan meluk dia..?" bertanya sendiri dengan memegang bibirnya dan tersenyum.
" Senang juga bisa menggoda gadis polos seperti dia hehehe..." terkekeh sendiri.
Akhirnya mobil Ferdi telah sampai di sekolah yang merupakan sekolah swasta favorit nomor satu di Jakarta. Seperti biasa Ferdi memarkirkan mobil ditempat biasanya, dimana tidak akan ada yang berani menempati tempat parkir itu, seperti sudah menjadi hak paten tempat parkirnya.
Dan disana pasti ada 3 cowok yang sudah menunggu kedatangannya.
" Hai brooo…." sapa Ferdi pada ketiga sahabatnya dengan senyum cerah, mereka hanya melongo mendengar Ferdi menyapa duluan dengan tersenyum lagi.
" Wuuuiiihhh....kayaknya langit lagi cerah nih.." sahut Roni yang melihat Ferdi tersenyum tidak seperti biasanya.
" Iya kayaknya matahari terbit dari barat deh..." sahut Bian menggoda Ferdi.
Memang sedari dulu Ferdi selalu menampakkan wajah datar dan dinginnya, jarang sekali tersenyum, jika dia tersenyum itu adalah hal terlangka dalam hidupnya apalagi tertawa.
" Bisa aja lo..! yuk masuk kelas.." ajak Ferdi sambil berjalan didepan menuju kelasnya.
Hari ini dari berangkat hingga sampai disekolah Ferdi gak berhenti mengembangakan senyumnya meski hanya terlihat samar. Tentu saja hal itu menambah histeris seluruh cewek disekolah itu, karena untuk pertama kalinya mereka bisa melihat senyum Ferdi yang tidak pernah mereka lihat.
Meskipun senyumnya terlihat samar tapi hal itu terlihat semakin menambah ketampanannya, meski masih dengan wajah dinginnya tanpa mempedulikan tatapan para gadis di sekolah itu.
Begitu juga dengan Beni sang cowok dingin tapi masih ramah dan dia termasuk cowok paling pintar diantara ketiga sahabatnya itu.
Tapi hal itu berbanding terbalik dengan Roni dan Bian, mereka berjalan dengan tersenyum menyapa dan menggoda cewek cewek itu bahkan kadang terlihat genit.
" Pagi Fer….!" sapa seorang cewek bersama temannya menghampiri dan berdiri disebelahnya.
Ferdi berhenti sejenak dan menoleh sekilas melihat cewek yang menatapnya tapi Ferdi diam saja.
" Ck..." berdecak malas melihat cewek tersebut bahkan wajahnya berubah menjadi dingin karna kedatangan Serly.
Cewek itu bernama Serly dia sebenarnya teman Ferdi semenjak kecil, dia cantik bertubuh semampai dengan rambutnya yang sebahu. Dari dulu Serly sudah menyukai Ferdi, tapi Ferdi hanya menganggapnya teman. Hingga Ferdi marah besar dan tidak mau berteman lagi karna Serly sudah menyebarkan gosip di Sekolahan kalo Serly sudah menjadi pacarnya.
" Hmm…" gumam Ferdi melanjutkan jalannya menuju kelasnya meninggalkan Serly dan temannya, malas harus berhadapan dengan cewek itu.
" Kenapa sih..? lo masih aja cuek dan marah sama sherly...?" tanya Beni yang kini berjalan disamping Ferdi.
"Gue gak suka, seenaknya saja dia nyebarin gosip kalo gue itu pacarnya…." sahut Ferdi tanpa senyum diwajahnya lagi.
" Tapi dia kan sudah minta maaf sama lo…" ujar Beni melihat Ferdi sekilas.
" Gue udah maafin dia kok, tapi gue malas aja kalo harus deket atau harus berteman lagi sama tuh cewek." jelas Ferdi masih berjalan menuju kelasnya.
Selain dingin Ferdi juga termasuk cowok yang kejam, dulu pernah ada cewek menyatakan cintanya. Ferdi langsung menolaknya mentah mentah bahkan cewek itu harus pindah sekolah karna dia dipermalukan oleh Ferdi didepan seluruh murid sekolah. Makanya semua cewek disekolah itu hanya bisa mengagumi Ferdi dan tidak ada yang berani mencari masalah denganya. Untung Ferdi hanya memutus tali pertemanan dengan Serly tidak sampai mempermalukan dia didepan umum karna sudah menyebarkan gosip tidak benar tentang dirinya.
Mereka terus berjalan dan tidak lama mereka sampai dikelas dan langsung mendudukkan tubuhnya dikursi masing masing tanpa ada yang berani menyapa.
Pembelajaran hari ini hanya setengah hari dikarenakan hari Senin mereka akan melaksanakan ujian kenaikan kelas dan hari ini mereka akan dipulangkan lebih awal untuk persiapan ujian.
Hari ini tidak ada pelajaran dikelas, Ferdi beranjak ingin pergi ke rooftop tempat favoritnya jika dia sedang ingin menyendiri.
" Lo mau kemana?" tanya Beni yang melihat Ferdi beranjak dari duduknya.
Roni dan Bian langsung menoleh kebelakang mendengar Beni bertanya dan melihat Ferdi beranjak yang beranjak berdiri dari duduknya.
Ferdi berjalan keluar kelas tanpa menjawab pertanyaan Beni, Bian dan Roni menatap Beni seolah bertanya, 'ada apa?' dan Beni hanya diam mengendikkan bahu tanda tidak tahu.
Ferdi terus berjalan dilorong koridor hingga sampai di sebuah tangga yang menghubungkan lantai atas. Dia naik keatas dan disanalah Ferdi sekarang di rooftop tempat favoritnya, tempat dimana hanya Ferdi dan ketiga sahabatnya yang sering kesana jika akan membolos pelajarn atau mereka sedang ingin menyendiri, bahkan tidak ada satu murid lainnya yang berani datang ketempat itu.
Ferdi duduk disebuah bangku panjang sambil melihat keatas menatap langit yang begitu cerah. Semilir angin menyapa kulitnya karna memang disana angin berhembus kencang. Dia diam dengan berpikir keras tentang rencananya untuk mengusir Alya dari rumahnya. Lama dia terdiam tapi belum juga menemukan cara untuk mengusir cewek itu.
' Apa yang mesti gue lakuin buat usir itu cewek...'? gumam Ferdi dalam hati masih bingung.
Lama dia berfikir Ferdi memutuskan untuk beristirahat sejenak disana. Dia tidur telentang di bangku tersebut dengan tangan kiri dipakai bantalan kepalanya dan tangan kanan dia gunakan untuk menutup kedua matanya hingga dia tertidur .
' Gue sayang sama lo...." ujar Ferdi sambil memeluk seorang cewek.
' Jangan tinggalin gue...gue gak akan bisa hidup tanpa lo..!' masih memeluk dan membelai rambut panjang cewek itu.
' Kita gak bisa bersama...kita ini saudara, sayang kita hanya sebagai saudara gak lebih!! sahut cewek itu.
' Gak...lo bukan kakak gue...dan gue bukan adik lo...' bantah Ferdi.
' Ini salah Fer...yang kita lakuin salah, gak seharusnya kita lakuin ini....' menggelengkan kepala.
' Gue cinta banget sama lo... cinta kita gak salah' masih memaksa memeluk cewek itu.
' Gak Fer....kita gak bisa saling mencintai...' sahut cewek itu melepas pelukan Ferdi.
' Sapa bilang...!!' bantah Ferdi.
' Biarin gue pergi Fer...' kata cewek itu melangkah menjauhi Ferdi.
' Gak..!! jangan tinggalin gue....!!' teriak Ferdi
' Alya jangan tinggalin gue...! gue sayang sama lo...!!' teriak Ferdi.
*** Buat reader mohon dukungan vote dan like nya dong terima kasihe
eh tunggu2 kok ada nama tiara yg sllu disebut oleh author🤔