NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:959.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lanny Tanuwidjaja

Maura Anastasia, seorang arsitek muda berusia 23 tahun yang bekerja pada sebuah perusahaan kontruksi di kota Jakarta. Terlibat hubungan rumit dengan seorang pria matang berusia 45 tahun bernama Kenneth Tanaya karena suatu peristiwa mendesak, dia terpaksa menjadi wanita simpananan laki-laki yang tidak lain adalah pemilik perusahaan tempatnya bekerja.

Maura terpaksa mengkhianati kekasihnya, Jericho Pratama yang sudah empat tahun terakhir ini mendampinginya. Ditambah lagi dengan adanya perjodohan antara Jericho dan Kiara, membuat kisah cinta mereka semakin pelik.

Sanggupkah Maura mengungkapkan kejujurannya pada Jericho? Apakah dengan merelakan Jericho untuk dimiliki gadis lain adalah salah satu caranya meminta maaf atas pengkhianatan yang dilakukan olehnya? Akankah dia menjalani perannya sebagai wanita simpanan sesuai perjanjian awalnya dengan Kenneth?

Happy reading ya guys, semoga suka. Jangan lupa vote, rate, like, comment, dan share juga kisah ini.

Follow IG q juga : @lannytan2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lanny Tanuwidjaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak perlu menangis

From author :

Buat para pembaca setiaku, thx buat semua supportnya sejauh ini ya. Aq sangat menghargai semua dukungan kalian baik itu dalam bentuk vote, rate, like, comment, n share. Kita lanjut lagi ya, semoga makin suka sama kisah ini. Happy reading, luv u as always...

Lanny Tan

***

 

Maura POV

Dasar laki-laki hidung belang, kurang ajar, kalimat demi kalimat yang keluar dari mulutnya sangat pedas dan menyakiti hatiku. Tapi aku enggan menyanggahnya, biarlah dia mengataiku sesuka hatinya, pada akhirnya memang aku hanyalah seseorang yang seperti dia gambarkan. Wanita murahan yang menjajakan tubuhnya demi uang, pemuas nafsu laki-laki hidung belang sepertinya, tidak berharga sama sekali. Ya Tuhan, rasanya sakit sekali. Ingin menangis tapi rasanya air mataku sia-sia saja.

Tiba-tiba melintas bayangan Jericho, seandainya saja dia tidak dijodohkan dengan Kiara, mungkin saat ini aku berlari padanya dan meminta pertolongan darinya untuk lepas dari kemelut ini. Tapi bukankah memang ini jalan yang sudah kupilih? Segala resiko dan tanggung jawab ya dijalani sendirilah, tak perlu melibatkan Jericho seperti saat aku dengan yakin menanda tangani kontrak itu, Jericho tak kulibatkan sama sekali.

Maura merasa hidup ini tidak adil padanya, saat ini dia berdiri di hadapan laki-laki yang lebih pantas menjadi ayahnya, untuk menyerahkan diri, Memberikan tubuhnya untuk dinikmati laki-laki ini, sebagai tebusan uang yang sudah diterimanya di awal. Sesakit apapun rasanya dihina oleh laki-laki ini, tapi aku harus berterima kasih padanya karena uang yang diberikannya bisa membuat operasi ibuku berjalan baik. Akupun tak lagi pusing memikirkan biaya pengobatan ibuku, semoga pengorbananku tidak sia-sia. Aku bisa bersama dengan ibuku lebih lama lagi, karena hanya beliaulah yang kumiliki di dunia ini. Apapun akan kulakukan agar aku bisa selalu bersama ibuku.

"Apa penampilanmu yang sopan menjadi ciri khas untuk menjerat semua mangsamu?"

Pertanyaan Kenneth membuyarkan lamunanku, semakin kudiamkan semakin kurang ajar saja mulutnya. Aku melangkah mendekat padanya, duduk di sisinya tanpa dipesilahkan olehnya. Aku ingin menyelesaikan tugasku dengan cepat, aku tak ingin pulang terlambat karena ibuku membutuhkanku. Sepulang kerja tadi aku bergegas menyusul ibuku yang sedang menjalani jadwal kemoterapinya di rumah sakit, aku tak bisa mengantarnya karena jam pulang kantorku yang tidak memungkinkan. Aku memutuskan untuk menyusulnya saja, dan akan mengantarkannya pulang ke rumah untuk kemudian menemui Kenneth sesuai janjiku padanya.

Waktunya sudah kuperhitungkan dengan baik, karena jarak antara kantor, rumah sakit, rumahku, dan apartemen Kenneth tidak terlalu berjauhan, Seharusnya jam tujuh tepat aku sudah tiba di apartemen Kenneth, akan tetapi kenyataannya aku terlambat lebih dari 30 menit. Jalan yang seharusnya lancar, ternyata agak macet karena terjadi kecelakaan.

Aku ingin menjelaskan perihal keterlambatanku pada Kenneth, tapi laki-laki sialan ini tak memberiku kesempatan sama sekali. Kalimat yang diucapkan olehnya cukup membuat telingaku panas, hatiku terluka. Tapi aku berusaha menguasai emosiku, aku tak ingin membalasnya. Yang ada di pikiranku adalah segera menyelesaikan kewajibanku, bukankah dia hanya menginginkan tubuhku saja? Setelahnya aku bisa pulang dan menemani ibuku yang pastinya sangat membutuhkanku.

"Lakukan bagianmu, jangan mengecewakanku," Kenneth menarik pinggangku hingga wajah kami berhadapan.

Aku merasakan napasnya yang panas di wajahku, aku memejamkan mataku untuk sekedar menghilangkan kegugupanku. Kurasakan jemarinya menyentuh pipiku, mengusap lembut pelupuk mataku, bermain-main dengan alisku. Kemudian dia mulai menyentuh bibirku dengan ibu jarinya, sungguh aku merasa jijik. Seandainya yang saat ini melakukan hal itu adalah Jericho, aku akan dengan senang hati menikmati setiap sentuhannya.

"Tubuhmu disini, tapi pikiranmu entah dimana," Kenneth menghentikan sentuhannya.

Aku membuka mataku, wajah Kenneth sangat dekat.

"Berhentilah berakting seperti gadis perawan yang belum pernah terjamah, keluarkan semua keahlianmu untuk memuaskanku. Bukankah untuk itu kau dibayar?"

Aku sungguh tak tahan lagi, laki-laki ini seperti sengaja memancing emosiku. Dia sungguh-sungguh menghinaku, dadaku sesak menahan amarah yang tak bisa kuledakkan, semua karena dia sudah membayarku, Dia berhak bertindak sesuka hatinya, aku tak bisa mencegahnya melakukan hal itu. Ku tahan air mata yang siap merembes karena kemarahan yang tertahan di dadaku, aku tidak ingin terlihat lemah dan cengeng di hadapannya.

Sambil menelan ludahku dengan kasar, aku mengalungkan kedua tanganku di lehernya, kukikis jarak yang ada di antara wajahku dan wajahnya. Aku hanya ingin segera menuntaskan tugasku malam ini. Kupagut bibirnya yang selalu menghinaku dengan kata-kata pedasnya, kubayangkan aku sedang menggoda Jericho dengan ciumanku. Aku dapat merasakan keterkejutannya, untuk sesaat Kenneth tak membalas ciumanku. Yang ada dalam pikiranku saat ini adalah menyelesaikan basa basi ini, bukankah aku dibayar untuk itu?

Aku tak patah arang, aku terus menggodanya dengan ciumanku, kukerahkan kemampuanku berciuman yang selama ini kupelajari dari Jericho. Kugigit sedikit bibirnya hingga terbuka, aku tak menyia-nyiakan kesempatan dan segera menyeruak menerobos rongga mulutnya, lidahku menari-nari di dalamnya membuatnya terpancing. Aku berhasil, dia membalasku dan memainkan lidahnya, memagutku dengan penuh semangat seperti ingin menuntaskan dahaga yang lama tak terpuaskan.

Aku terbuai,aku lupa bahwa orang yang saat ini sedang bertukar saliva denganku adalah Kenneth, bukan Jericho. Ciumannya memabukkan, kali ini dia memegang kendali, aku menikmati ciumannya yang membuatku melayang dan melupakan segala kemarahanku padanya. Ini sangat nikmat, bukan pertama kali aku merasakan ciuman Kenneth, dan aku merasa ini lebih nikmat dari ciuman yang sebelumnya, bahkan Jericho sekalipun tidak bisa menandinginya.

Kenneth terus memagutku dengan penuh nafsu, sementara aku mulai lemas dan kehabisan napas. Aku berusaha memukul-mukul dadanya meminta dia menyudahi ciuman ini, aku bisa mati kehabisan oksigen karenanya. Akhirnya dia melepaskanku, tangannya masih memegang tengkukku. Aku tak sia-siakan kesempatan, dengan rakus kuhirup oksigen dan melegakan dadaku yang sesak. Dengan napas yang masih terengah Kenneth menatapku tajam.

"Apakah setiap laki-laki yang kaulayani selalu kau cium seperti ini? Bibir dan ciumanmu sangat memabukkan."

Lagi, Kenneth yang barusan membuatku melayang dengan ciumannya, menghempaskanku dengan kata-kata pedasnya.

"Entah bagaimana caramu memperlakukan istrimu yang juga adalah seorang wanita? Apakah mulutmu juga selalu mengatakan hal yang pedas padanya?" tanyaku pelan bermaksud menyindirnya.

Tiba-tiba matanya berkilat, dia mencengkram rahangku dengan keras, aku merasakan sakit.

"Jaga mulutmu, kau juga dibayar untuk tidak protes pada setiap tindakan dan perkataanku. Aku berhak melakukan apapun yang aku suka, dan mulutmu hanya boleh dipakai untuk memuaskanku, tidak untuk mengatakan apapun tentangku."

Air mataku mengalir tanpa bisa kutahan, kali ini dia benar-benar keterlaluan. Dia melepaskan dengan kasar cengkramannya pada rahangku, hingga wajahku terbuang ke samping. Bahuku bergetar seiring isak tangis yang tak dapat kubendung lagi.

"Pergi dari hadapanku, aku kehilangan nafsuku melihatmu. Persiapkan dirimu dengan baik, berlakulah selayaknya wanita simpanan yang cukup memuaskan nafsuku saja, Layani aku dengan baik, jangan sampai aku merasa rugi telah membayarmu semahal itu. Ingat tugas dan kewajibanmu hanya untuk memuaskanku di ranjang, jangan melanggar batasmu."

Dengan tatapan nanar aku berani membalas tatapannya, kuseka air mataku dan aku segera menguasai diriku kembali.

"Baik, tuan. Saya permisi," aku hanya mampu mengucapkan kata-kata itu.

"Ketika aku ingin memakaimu nanti, jangan datang dengan tampilan polos seperti gadis baik-baik. Dan jangan berani datang terlambat lagi."

Setelah dia menyelesaika kalimatnya, aku berdiri menggapai tasku yang tergeletak di atas meja. Aku segera berlalu dari ruangan yang menyesakkan dadaku ini, entah apa aku sanggup menjadi budak seks untuk seorang Kenneth selama enam bulan kedepan. Membayangkannya saja sudah cukup membuatku hancur, terlebih ketika bayangan ibuku melintas, kemudian Jericho juga tiba-tiba berkelebat membuatku menggelengkan kepala. Aku harus mengenyahkan kelebatan orang-orang yang kusanyangi di benakku ini, aku tak sanggup melihat betapa terlukanya mereka jika tahu perbuatanku ini.

Di dalam lift aku menarik napas lega, setidaknya saat ini kehormatanku masih terjaga, aku masih seorang perawan. Walaupun aku tahu cepat atau lambat laki-laki hidung belang yang bernama Kenneth itu akan merenggutnya dariku, aku tak ingin memikirkannya sekarang. Aku ingin menikmati masa-masa terakhirku sebagai seorang gadis perawan.

***

1
Emily
gak ada hubungan ngapain posting gambar mereka berdua di medsos hadeuh ada aja
ione
/Sob/
Ratnasihite
ceritanya menarik😀
Ratnasihite
maura ga usah balik lg lah🤭
Nila Wardani
cerita nya bagus, aku suka,.tpi banyak ulangannya, jdi bosan.
YuWie
mainstream bgt nih... mencintai tapi suruh tidur dg sahabatnya..hmmmm
YuWie
sdh jatuh tertimpa tangga ya Ra
Shanti Siti Nurhayati Nurhayati
kalo bisa dlm cerita ny jgn kebanyakan vop Thor
titis irene
suka dengan cerita tokoh utama dan alur ceritanya cukup menarik
Fania kurnia Dewi
mampir
Dhinok Farrel
Maura...aneh ...
Nur Adam
smgt untuk krya mu rhoor
Mila Heriyana
Ngenes thor 😭😭😭😭
Mila Heriyana
Thor penasaran apa Keneth punya istri dan anak gak ya 🙄
Mila Heriyana
Benar2 terbawa emosi Thor 😬😬😬
🍃⃝⃟𝟰ˢᴅᴇss𝐀⃝🥀
Jericho jd rusak 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢᴅᴇss𝐀⃝🥀
seakrabnya sahabat, ya jgn gitu donk fulgar banget
🍃⃝⃟𝟰ˢᴅᴇss𝐀⃝🥀
Maura g pengen nikah dgn Ken. tapi Ken memaksakan. sekarang Ken merasa d abaikan oleh Maura ya itu resiko Ken.

kamu yg ingin mengikat Maura kn,
jd Maura tu ga mudah. TERPAKSA meninggalkan Jericho, TERPAKSA jd wanita simpanan utk mendapatkan uang, dan TERPAKSA jg menikah karena utk kebahagiaan mamanya

dia melakukan segala sesuatu bukan karena kemauan dirinya. semua karena TERPAKSA
Intan
Part ini ga suka sm sama Maura, labil kyk abg kasian ken
Partiah Yake
salah maura juga si
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!