NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:976.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: An Nisa

Arjuna Sebastian Wijaya seorang pengusaha muda yang tidak sengaja hampir menabrak seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya.
Siapakah anak itu? apakah dia memiliki hubungan dengan seorang Arjun?

Dan diwaktu dan tempat ia bertemu dengan gadis yang menjadi cinta pertamanya.

Lalu apa hubungan antara gadis dan bocah kecil itu?

Simak kisah mereka dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Bulan sabit yang indah telah tergantikan dengan sinar mentari yang selalu setia menghangatkan bumi, membangunkan setiap insan untuk melakukan aktivitasnya dan memancarkan semangat untuk tetap menjalankan setiap kegiatan.

Seperti halnya seorang pemuda yang terlihat tengah berdiri didepan cermin untuk merapikan diri, memastikannya ketampanannya tak berkurang sedikit pun.

Pemuda itu tersenyum sambil melihat bayangannya yang ada dicermin, hari ini ia terlihat lebih semangat dari hari sebelumnya, dan apa alasannya hanya dia dan Tuhan saja yang tahu.

Setelah selesai melakukan ritualnya didepan cermin pria itu melangkahkan kakinya menuju pintu kamar, tangannya yang kekar memutar gagang pintu, membukanya sedikit lalu melangkahkan kakinya keluar, tak lupa menutup pintunya lagi, setelah itu dia menuruni tangga menuju meja makan.

Meskipun hanya tinggal berdua dengan sang mama, ia selalu menjaga kehangatan keluarganya dengan sarapan bersama setiap pagi.

"Selamat pagi mama ku sayang" ucapnya saat tiba didekat meja makan

"Pagi jun, gimana tidurnya nyenyak?" tanya sang mama yang diketahui bernama Dian

Arjun mendudukkan dirinya disalah satu kursi yang ada disana sambil memandang wajah cantik sang mama yang mulai terlihat memiliki keriput.

"Nyenyak dong ma" jawab Arjun dengan tersenyum lebar menatap sang mama

Mama Dian mengreyitkan dahinya, menatap wajah putra kesayangannya itu, mama Dian melihat ada sesuatu yang berbeda pagi ini dari putra semata wayangnya

"Seneng banget kaya-nya" seru mama Dian

"Ada apa? Kamu punya pacar ya" selidiknya dengan memicingkan matanya.

Arjun melebarkan senyummya "Apaan sih ma, Arjun kan setiap hari memang begini, ganteng, murah senyum, gak pernah ngeliatin punya beban, jadi ya keliatan kalo lagi seneng" ucapnya sambil menatap sang mama

"Iya juga sih" sahut mama Dian

"Ayok sarapan, nanti keburu siang lagi" mama Dian lantas membalikkan piring yang ada didepannya lalu meletakkan sandwich diatasnya untuk sarapan

Dalam keheningan sarapan, diam-diam Arjun tersenyum sendiri, dia teringat bagaimana menggemaskannya si kembar saat ia berpamitan pulang kemarin, rasanya ia enggan untuk meninggalkan mereka berdua dan ingin membawa pulang agar bisa selalu melihat dua bocah imut itu.

Mama Dian yang melihat putranya itu senyum-senyum sendiri merasa ada yang aneh dari pria ini, pasti ada sesuatu pikir mama Dian, tapi ia enggan untuk bertanya, karena percuma juga jika dia memang belum ingin bercerita.

Setelah selesai sarapan Arjun berpamitan kepada mama Dian untuk berangkat bekerja, saat ia mulai melangkah menuju pintu, suara dering telpon menghentikan langkahnya, ia kemudian merogoh saku celananya, mengambil ponsel yang berlambang apel yang digigit, melihat siapa yang menelpon ia terlihat menyunggingkan senyumnya

"Bagaimana?" Arjun sudah tidak ingin berbasa-basi lagi, ia tahu apa yang akan disampaikan orang suruhannya ini

"Saya sudah menemukan lokasi dimana target kuliah tuan, setelah ini akan saya kirim lokasinya melalui pesan" jawab orang itu

"Bagus, apa kamu sudah tahu jadwalnya hari ini sampai jam berapa" tanya Arjun

"Sudah tuan, hari ini dia akan selesai saat makan siang" jawabnya lugas, setelah mengikuti siapa yang mereka maksud seseorang disebrang telpon ini memang mencari tahu jadwal kelas targetnya.

"Bagus, setelah ini kau pulang saja, aku akan kesana nanti saat makan siang" jawab Arjun sumringah

"Baik tuan" sahutnya

Arjun mematikan sambungan teleponnya, dia tak bisa berhenti tersenyum tatkala ia sudah mendapat apa yang ia inginkan. Arjun keluar dari rumah dengan hati yang berbunga-bunga.

Mama Dian yang sempat mendengar percakapan putranya dari sambungan telepon merasa heran, siapa yang ia maksud, kenapa dia terlihat lebih bahagia setelah dia mengangkat telpon itu.

Mama Dian yang masih mematung melihat kepergian putranya, tiba-tiba dikejutkan dengan seorang pelayan yang menyodorkan sebuah telpon rumah

"Maaf nyonya ada telpon" ucapnya sambil menundukkan kepala

"Dari siapa bi?" tanya mama Dian lembut

"Saya tidak tau nyonya, tapi yang pasti dia agak galak." Jawab pelayan itu tanpa sadar, lalu membekap mulutnya sendiri saat ia tahu ia salah berucap

"Maaf nyonya, bukan itu maksud saya." Ucapnya menyesali apa yang baru saja ia ucapkan

"Ya sudah tidak apa, makasih ya, kamu kembali bekerja saja." Ucap mama Dian ramah sambil mengambil telpon rumah yang dibawa pelayannya tadi

"Halo" ucap mama Dian

"Hai Di" jawab seseorang yang tadi disebut galak oleh pelayan mama Dian

"Oh kamu, ada apa?" tanya mama Dian saat dia tau siapa yang menelpon

"Ah tidak, aku hanya ingin mengingatkan kalau nanti siang kita ada janji makan siang bersama" ucapnya dari sebrang

"Oh iya, hampir aku lupa, terima kasih sudah diingatkan" jawab mama Dian sambil tersenyum

"Ya sudah, kita ketemu di restoran biasa, ok?" ajaknya

"Baiklah"

"Jangan lupa dengan yang aku katakan kemarin" ucap seseorang dari sebrang sana dengan senyuman smirknya

"iya, kamu tidak perlu khawatir" balas mama Dian

"Ya sudah, aku tutup telponnya ya Di" ucap teman mama Dian, tanpa menunggu jawaban sambungan telpon itu sudah terputus

Setelah itu mama Dian bergegas menuju kamar untuk mengambil tas, karena hari ini ia berencana untuk mengunjungi butik miliknya.

Mama Dian seorang designer, dia memiliki butik sendiri yang ia bangun saat masih kuliah, tapi karena permintaan dari papa Arjun mama Dian berhenti untuk bekerja, dia hanya mengawasi perkembangan butiknya dari rumah.

Mama Dian tak pernah mempermasalahkan itu, ia tau betapa pentingnya peran seorang ibu terhadap perkembangan anaknya. Saat Arjun mulai tumbuh dewasa mama Dian mulai bekerja lagi atas izin sang suami, dengan syarat tetap memprioritaskan keluarganya, dan mama Dian setuju akan hal itu.

"Bi, nanti gak usah masak untuk makan siang, saya nanti makan siang diluar." Ucap mama Dian saat bertemu dengan seorang pelayan yang biasa memasak untuk keluarganya.

"Iya nyonya" jawab pelayan itu dengan sopan

Mama Dian lantas pergi bersama supir pribadinya menuju butik.

......................

Setelah menembus ramainya jalan Arjun terlihat memasuki loby perusahaannya. Seperti biasa dia akan menjadi pusat perhatian seluruh karyawannya. Dia berjalan menuju lift, saat dia menunggu lift terbuka, ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang.

Arjun menoleh, dilihatnya sahabat dekatnya yang tak lain adalah Reza asisten pribadinya

"Baru dateng za?" tanya Arjun setelah bersalaman dengan Reza

"Udah dari tadi sih" jawabannya dengan memamerkan gigi putihnya

"Dari mana lo?" tanya Arjun

"Sarapan di warung depan" jawab Reza, Arjun mengangguk mengiyakan, tak lama kemudian pintu lift terbuka, mereka berdua masuk ke dalam lift memencet angka yang sama, karena ruangan mereka memang di lantai yang sama.

"Kata anak-anak lo lagi nyuruh orang buat ngikutin cewek, emang bener?" tanya Reza, dia memang tidak tahu menahu masalah Arjun yang satu ini, karena saat itu Reza sedang tidak ikut berkumpul.

Arjun cengengesan, "iya, gue lagi ngintai seseorang." Jawabannya enteng

"Siapa?" tanya Reza yang penasaran

"Ada deh." Jawab Arjun yang membuat Reza merasa jengkel

"Sialan lo." Umpat Reza berbarengan dengan pintu lift yang terbuka

"Kapan-kapan gue ceritain." Ucap Arjun sambil keluar dari lift, Reza mengiyakan, lalu berjalan menuju ruangan mereka masing-masing

"Nida, apa hari ini saya ada rapat?." Tanya Arjun saat tiba didepan meja sang sekertaris

"Tidak ada tuan." Jawab Nida

"Ya sudah, terima kasih." Ucap Arjun, ia berlalu menuju ruangannya.

Arjun berbalik saat ia tengah membuka pintu

"Nanti tidak usah memesan makan siang untuk saya, saya akan makan siang diluar." Ucap Arjun pada sekertarisnya.

Arjun duduk diatas kursi kebesarannya, menyandarkan punggungnya dengan nyaman

"Tunggu aku Nabila" gumam Arjun sambil memejamkan matanya

................

Diwaktu yang sama seorang ibu muda terlihat sedang berjalan menuju kelasnya untuk mengikuti kuliah paginya di awal pekan.

Nabila yang setiap hari berjalan sendiri selalu menjadi pusat perhatian, selalu ada mata yang memandang ke arahnya saat ia sedang berjalan di area kampusnya.

Tatapan merekapun berbeda-beda, ada yang memuji kecantikannya, ada juga yang menatapnya dengan tatapan yang ilfil, karena dia adalah seorang gadis muda yang terkenal memiliki sepasang anak kembar, tapi tak memiliki ayah, atau biasanya mereka menyebutnya "janda". Bahkan ada beberapa dari mereka yang menuduhnya sebagai wanita malam.

"Eh si cantik udah dateng, gimana neng kabarnya"

"Neng Nabila, gimana kabar anaknya, abang mau lo jadi bapaknya"

"Nona malam ngapain kuliah, gak capek nglayanin pelanggan lo"

"Heh janda urus aja anak lo, ngapain kuliah segala, kasian anak lo gak ke urus"

Begitulah kiranya ucapan mereka saat Nabila melewati para fans dan haters yang ada dikampusnya.

Tapi Nabila tidak pernah memikirkan semua itu, ia tak pernah ambil pusing dengan setiap isu yang tersebar luas tentang dirinya. Ia hanya ingin fokus pada kuliahnya saja agar cepat selesai.

Nabila telah memasuki kelas, meskipun ia harus mengurus anaknya sebelum berangkat, tapi ia tak pernah terlambat masuk kelas.

Tidak menunggu lama seorang dosen memasuki kelas Nabila, ia memulai kelasnya, Nabila yang selalu duduk pada baris ke-dua tampak memperhatikan setiap apa yang dosennya itu sampaikan.

......................

Waktu cepat berlalu, kelas Nabila telah usai sekitar sepuluh menit yang lalu, namun ia belum juga beranjak dari kursinya, ia masih asik dengan telpon genggamnya.

Ia sibuk melihat design kue tart yang sedang viral di sosial media. Sesekali ia juga memposting karyanya agar tokonya ramai pengunjung.

"Ni kue bagus juga." Gumam Nabila

Tak terasa sudah tiga puluh menit Nabila duduk diam di dalam kelas, ia yang mulai merasa kelaparan memutuskan untuk keluar dan pulang ke rumah.

Nabila berjalan menuju parkiran kampus. Dari jauh ia bisa melihat ada seorang laki-laki berbadan tegap sedang bersandar pada badan mobilnya, dan terlihat tidak menatap pada Nabila

Nabila memperhatikan pria itu dari jarak jauh, mencoba menerka-nerka siapa pria itu. Tiba-tiba pria itu menolehkan kepalanya pada Nabila, lalu melambaikan tangannya.

Nabila terkejut, ia membulatkan matanya dan tangannya menutup mulutnya yang sedikit terbuka.

"Gimana dia bisa ada disini." Gumam Nabila

1
G** Bp
mam**s kamu fela...
G** Bp
mamamu pasti ga tau klu Nabila anak dari sahabatnya waktu SMA dulu..
G** Bp
ya jelas tulus donk mi,lah itu mmg anaknya😅😅
G** Bp
kira² mamanya Arjuna tau ga ya klu geriyo punya saudara kembar🤔🤔
G** Bp
hhhh siapa tersangkanya
G** Bp
Pasti Arjuna...
G** Bp
biang keroknya si fela..
G** Bp
whattt awas jantungan tuh Davin 😄😄
G** Bp
kok bisa Arjun berfikiran klu itu anaknya??emang pernah ada kejadian shgga menghadirkan si twins 🤔🤔🤔
Ray Aza
arjuna mah lelet ..udah sadar situasi tp actionnya lambat. ga sat set. tipe2 kek gini gampang ditipu n dikerjai. br pre konflik aja responnya selambat ini. gmn kl udah msk ke konflik utama.. kdg org sesekali butuh egois ga selamanya bersikap baik dan ramah hslnya jg baik mlh lbh srg dimanfaatkan. smart n tegas dikit dong jun..cari tau alasan si emak berubah sikap stlh menerima foto. selidiki... jgn cm bs ngeluh aja. level ceo gitu looohh
fhittriya nurunaja
Luar biasa
💟노르 아스마💟
ahh...mak arjun baik banget terxta
💟노르 아스마💟
semoga gk slh faham
💟노르 아스마💟
pingin liat akhirx fela dan mak arjun
💟노르 아스마💟
fela itu yg ngejar hartamu
💟노르 아스마💟
Luar biasa
sherly
kamu cantik HR ini Nabila.. hahahha pagi2 dah gombal
sherly
OMG cepat ya tes DNA nya
sherly
kurang gesit kamu Jun, hrsnya kan dr awal ku dah tes DNA
sherly
kalo dia cinta pertamamu kenapa kamu tolak wkt SMA.. buat mumet diri sendirikan jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!