NovelToon NovelToon
MAHAR KECOA UNTUK NONA MANJA

MAHAR KECOA UNTUK NONA MANJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Katumbiri Lazuardi

Vanya yang mabuk parah dan ditinggal pacarnya malam itu, berjalan sendirian. Lalu didatangi oleh dia orang begal yang hendak memperkosanya, untungnya ada Reyhan soerang pengemudi ojol yang melihat mereka, Reyhan menolong vanya yang pingsan dari begal itu. Namun setelah Vanya sadar dan teriak warga memergokinya dan di fitnah berbuat mesum.

Vanya dan Reyhan dipaksa untuk dinikahkan, dan ayah Vanya yang merasa harga dirinya jatuh menyetujui pernikahan itu dan kemudian memberi syarat kontrak satu tahun kepada Reyhan yang memberatkan Reyhan.
Vanya menganggap bahwa Reyhan bagian dari begal itu, sehingga Vanya membencinya.
namun karena kebaikan Reyhan dan kekonyolannya Vanya akhirnya vanya merasa salah dengan prasangkanya, setelah bukti-bukti terkuak.
Setelah habis kontrak satu tahun itu Reyhan pergi, dan Vanya menyesal dan kehilangannya lalu mencarinya sampai seperti orang gila...

bagaimana kisah mereka, dan bagaimana akhir mereka??

kisah CHICK-LIT ROMANCE

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katumbiri Lazuardi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: ANTARA CIUMAN YANG GAGAL DAN GENGSI YANG MAHAL

Di kamar utama, aroma herbal racikan Reyhan mulai memenuhi ruangan. Bram menyesap cairan hangat itu perlahan, sementara Vanya berdiri di samping tempat tidur dengan wajah yang dibuat-buat manis.

​"Pah, ini ramuannya. Diminum ya... aku juga bantu membuatnya lho!" ucap Vanya bohong tipis-tipis, padahal ia hanya bertugas memerhatikan punggung Reyhan di dapur tadi.

​Bram menaikkan sebelah alisnya, menatap putrinya dengan selidik. "Tumben kamu mau repot-repot ke dapur. Biasanya pegang pisau saja takut kuku patah," sindir Bram, namun ia tetap meminumnya. "Oh ya, nanti pulang kuliah, jangan keluyuran. Langsung pulang. Papa ingin bicara serius sama kamu."

​"Baik, Pah. Janji!" jawab Vanya ringan. Ia kemudian mendekat ke arah Bram dan Melly, lalu mencium tangan keduanya dengan cepat sebelum berbalik pergi.

​Bram mematung. Gelas herbalnya masih menempel di bibir. Ia menoleh ke arah Melly dengan tatapan tidak percaya. "Pah, apa Papa tidak melihat ada yang aneh pada diri Vanya?" tanya Melly pelan setelah Vanya keluar kamar.

​"Apa, Mah? Dia minta uang jajan tambahan?"

​"Bukan. Gak seperti biasanya dia mau berangkat kuliah pamit seperti tadi. Apalagi cium tangan... itu keajaiban dunia kedelapan, Pah. Jangan-jangan..." Melly menggantung kalimatnya.

​"Jangan-jangan apa?"

​"Reyhan ada di balik perubahannya. Pria itu punya pengaruh yang kuat, Pah," bisik Melly yakin.

​Bram terdiam, menatap sisa air herbal di gelasnya. Jika benar si "Gembel" itu bisa menjinakkan putri liarnya dalam waktu singkat, maka keputusan kawin kontrak ini mungkin adalah investasi terbaik yang pernah ia buat, meski ia belum mau mengakuinya.

​Di dalam mobil, suasana yang biasanya penuh dengan makian "Begal" atau "Gembel" mendadak berubah menjadi sesi curhat dadakan. Vanya duduk di kursi samping pengemudi, memainkan ujung rambutnya sambil menatap jalanan Jakarta yang mulai macet.

​"Rey... sebenarnya si Derian itu pacarku. Mantan, sih," buka Vanya tiba-tiba.

​"Oh," jawab Reyhan singkat tanpa mengalihkan pandangan dari aspal.

​Vanya mendengus. "Dia selingkuh dariku. Itu alasannya kenapa aku malas berhubungan lagi dengannya. Dulu, dia yang ngejar-ngejar aku sampai mengemis. Bahkan dia dapat jabatan manajer di perusahaan Papa juga karena rekomendasiku. Aku bilang ke Papa kalau dia kakak tingkatku yang paling jenius di kampus."

​"Oh."

​"Hanya saja, Papa nggak tahu kalau aku pacaran sama dia. Kalau Papa tahu aku melanggar aturan dan pacaran diam-diam, apalagi sama bawahannya, aku bisa diusir dari rumah!" dan derian bisa tamat..!"

​"Oh."

​Vanya meledak. Ia memukul bahu Reyhan dengan tas Gucci-nya. "Kamu ini! Oh... oh... oh terus! Nggak bisa ngomong apa-apa lagi? Dasar Kecoa Bisu!"

​Reyhan memutar setir dengan tenang. "Kan kamu lagi cerita. Masa aku potong? Memangnya aku harus jawab apa?"

​Vanya mengerucutkan bibirnya, lalu tersenyum licik. "Aku tahu... kamu pasti cemburu, kan? Makanya kamu jadi sok dingin begitu karena aku cerita soal Derian."

​"Iya, aku cemburu," jawab Reyhan telak tanpa jeda.

​Vanya terpaku. Jantungnya melewatkan satu detak. Ada rasa senang yang aneh dan menggelitik di perutnya saat mendengar pengakuan jujur itu. "Tuh kan! Ngaku juga kamu..."

​"Tentu saja aku cemburu," lanjut Reyhan datar. "Itu karena aku masih menyandang status suamimu secara hukum. Tidak baik seorang istri menceritakan kehebatan atau kenangan lelaki lain di depan suaminya sendiri. Itu tidak sopan."

​Senyum Vanya langsung luntur. Ia merasa seperti baru saja dijatuhkan dari lantai 20 apartemen. "Maksudmu... kalau kontrak kita sudah habis dan kamu bukan suamiku lagi, kamu nggak akan cemburu?"

​"Nggak lah. Ngapain? Tidak ada alasan bagiku untuk cemburu pada orang yang tidak punya hubungan apa-apa lagi denganku."

​Sialan! umpat Vanya dalam hati. Pria ini benar-benar terbuat dari es batu. Dia ini sebenarnya manusia atau robot sih? Derian saja sampai mengemis-ngemis minta tidur denganku, tapi pria ini malah cuek bebek. Jangan-jangan dia nggak normal? Gay? Hiii, ngeri!

​"Terus, kenapa kamu putus sama Sherly? Apa karena kamu... nggak normal?" tanya Vanya tajam.

​"Aku tidak suka perempuan yang tidak setia," jawab Reyhan dingin.

​"Maksudku... bukan karena kamu homo, kan?"

​CITTTTTT!

​Rem mendadak itu membuat tubuh Vanya terdorong ke depan. Untung ia memakai sabuk pengaman. Mobil berhenti di pinggir jalan yang agak sepi.

​"Maksud kamu apa?" suara Reyhan berubah menjadi berat dan dalam. Ia menepi dan mematikan mesin.

​"Maaf... maksud aku, kamu bukan penyuka sesama jenis, kan? Habisnya kamu lempeng banget jadi cowok!" tantang Vanya, meski nyalinya mulai menciut melihat tatapan tajam Reyhan.

​"Dasar Nona Manja. Begini nih kalau otakmu kebanyakan diisi drama diskotik, pikirannya selalu negatif," Reyhan melepaskan sabuk pengamannya. "Kamu mau aku buktikan?"

​"Caranya...?" bisik Vanya gemetar.

​Reyhan tidak menjawab. Ia tiba-tiba condong ke arah Vanya. Tangan kanannya bergerak cepat memegang tengkuk Vanya, menarik wajah gadis itu agar sejajar dengan wajahnya. Jantung Vanya berdegup kencang, suaranya memenuhi rongga dada.

​Waktu seakan berhenti. Jarak di antara mereka hanya tersisa beberapa senti. Bibir Reyhan mendekat ke arah bibir merah muda Vanya. Vanya secara refleks menggigit bibirnya sendiri, matanya terpejam pasrah, namun ia justru mendapati dirinya ikut bergerak mendekat, seolah terhipnotis oleh pesona pria di depannya.

​Reyhan berhenti tepat sebelum bibir mereka bersentuhan. Napasnya yang hangat menerpa wajah Vanya. Vanya yang sudah "siap" justru merasa kecewa saat Reyhan menahanbibir Vanya dengan telunuknya.

​"Maaf," bisik Reyhan, suaranya serak namun tegas. "Aku hampir lupa... kita hanya di atas kertas. Dan aku tidak boleh menyentuhmu lebih dari sekadar tugas."

​Vanya membuka matanya, napasnya masih tersengal-sengal. Ada rasa menyesal yang aneh sekaligus malu yang luar biasa. Ia merasa baru saja dipermainkan.

​Sialan! Lelaki ini kenapa saat mau menciumku pesonanya luar biasa sampai aku mau gila? kutuk Vanya dalam hati.

​"Iya... nggak apa-apa kok! Siapa juga yang mau dicium kamu!" Vanya membetulkan rambutnya yang sedikit berantakan dengan gerakan gugup.

Dia jadi salah tingkah saat memegang tas, atau berkali-kali melihat cermin karena takut make-up atau ekspresi wajahnya ketahuan sangat kecewa.

Mata Reyhan berkilat, ada gairah yang ia tekan dalam-dalam demi sebuah janji. Ia menarik diri secepat kilat, kembali memegang kemudi dengan buku jari yang memutih. Vanya hanya bisa ternganga, merasa seperti es krim yang baru saja dijilat tapi kemudian dibuang ke trotoar. Panas, malu, dan haus.

​Reyhan kembali menyalakan mesin dan melajukan mobilnya dengan tenang, seolah tidak terjadi apa-apa. "Nona... hati-hati. Jangan sampai kamu jatuh cinta padaku."

​"Yey! Enak saja! Yang ada juga kamu yang bakal tergila-gila padaku! Aku ini cantik, kaya, populer. Nah kamu? Miskin, tukang ojek, wajah juga..." kalimat Vanya tertahan di tenggorokan saat ia melirik profil samping wajah Reyhan yang tegas.

​"Tampan," potong Reyhan percaya diri.

​"Uek! Najis! Tampan apaan! Mirip tukang tambal ban gitu!" balas Vanya, meski batinnya berteriak sebaliknya: Gila, dia tampan banget kalau lagi serius begitu! Tidak, tidak! Ini sihir! Dia pasti manipulator ulung!

​Tak lama kemudian, mobil mewah itu berhenti di depan gerbang fakultas. "Nah, sudah sampai," kata Reyhan.

​"Ya... makasih!" Vanya bersiap turun, wajahnya masih menyisakan rona merah.

​"Eh, tunggu," panggil Reyhan. "Hati-hati dengan si Derian itu. Lebih baik jauhi dia. Firasatku tidak enak soal pria itu."

​"Emang kenapa? Cemburu lagi?" tantang Vanya sambil menjulurkan lidah. "Terserah aku lah mau dekat sama siapa!"

​Vanya pun berlalu dengan langkah dihentak-hentakkan, mencoba menetralkan degup jantungnya yang masih liar. Namun jauh di lubuk hatinya, ia tahu satu hal: pertahanannya mulai runtuh, dan "Gembel" itu baru saja memenangkan satu ronde lagi tanpa perlu mengeluarkan keringat.

1
Dhatu Lukita
halo thor ceritanya menarik berbau2 cio ala ala dracin. saya suka saya suka 🤭😍
Katumbiri Lazuardi: terima kasih...
dracin religi 😄😄😄.

🤭🤭...

sehat dan sukses ya kak
total 1 replies
Katumbiri Lazuardi
chikc-lit..
cerita drama seorang CEO dan gadis angkuh yang jatuh cinta padanya. dibalut dengan komedi biar tidak membosankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!