NovelToon NovelToon
Dewa Pedang Malas

Dewa Pedang Malas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

.
Di dunia luar yang penuh dengan kultivator ambisius dan haus darah, penampilan Ji Huang yang pucat, lesu, dan serba putih membuatnya terus-menerus diremehkan. Namun, di balik kuapan malasnya, tersimpan Sword Intent legendaris yang mampu melumpuhkan musuh hanya dengan satu tebasan kasual tanpa keringat. Akankah Ji Huang berhasil menjaga ketenangan waktu tidurnya di tengah pusaran konflik dunia fana dan kultivasi yang bising

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IBU KOTA

​Kemegahan Ibu Kota Utama Kekaisaran Nan Gong bukanlah sesuatu yang bisa digambarkan oleh kata-kata fana. Tembok kotanya yang menjulang tinggi terbuat dari batuan obsidian hitam yang dilapisi oleh formasi spiritual pelindung tingkat tinggi, berkilauan keemasan di bawah sengatan matahari siang. Di atas gerbang utama, lambang naga emas kekaisaran tampak seolah hidup, mengawasi setiap orang yang keluar masuk dengan keangkuhan mutlak. Pasukan elite berbaju zirah emas berdiri berbaris dengan tombak-tombak panjang yang memancarkan aura ketajaman yang menekan jiwa.

​Namun, sore ini, atmosfer di gerbang utama terasa sangat aneh.

​Iring-iringan logistik Keluarga Ji yang biasanya dipandang sebelah mata oleh para penjaga gerbang, kini disambut dengan keheningan yang mencekam. Kabar tentang "Tragedi Sumpit di Lembah Angin Hitam" ternyata telah melesat lebih cepat daripada embusan angin, dibawa oleh kurir spiritual klan-klan besar yang memasang mata-mata di sepanjang jalur perdagangan.

​Ketika kereta raksasa mewah milik Ji Huang melintasi gerbang, para komandan pasukan elite emas itu secara serentak menegakkan tubuh mereka. Sepasang mata mereka menatap dinding kayu kereta dengan pandangan yang dipenuhi rasa ngeri, waspada, dan rasa ingin tahu yang mendalam. Di dalam bayang-bayang menara gerbang, mata-mata dari berbagai klan menteri dan pangeran sibuk mencatat, mengirimkan pesan rahasia ke majikan mereka bahwa "Monster Bermata Sayu" telah resmi menginjakkan kaki di Ibu Kota.

​GLEDAG...

​Kereta kuda raksasa itu akhirnya berhenti di halaman luar gedung logistik kekaisaran. Ji Zhen melompat turun dari kudanya dengan tubuh yang basah oleh keringat dingin. Meskipun mereka selamat dari Lembah Angin Hitam, tatapan orang-orang di Ibu Kota membuat jantung fananya berdegup dua kali lebih kencang.

​"Huang'er, kita sudah sampai," Ji Zhen mengetuk pintu kereta anaknya dengan sangat pelan. "Ayah harus pergi ke dalam untuk mengurus birokrasi penyerahan batu spiritual dan tanaman obat ini ke gudang utama istana. Prosesnya mungkin akan memakan waktu hingga malam hari karena pemeriksaan dokumen yang ketat. Kamu..."

​Pintu kereta terbuka sedikit, menampilkan wajah Ji Huang yang tampak sangat kusut. Matanya setengah tertutup, dan dia sedang memegang bantal sutranya seolah benda itu adalah harta paling berharga di dunia fana.

​"Ugh... akhirnya berhenti bergoyang," keluh Ji Huang sambil menguap lebar, mengabaikan struktur bangunan megah di sekitarnya. "Ayah, urus saja urusan administrasi yang membosankan itu sendiri. Kepalaku bisa meledak kalau harus melihat kertas-kertas titah lagi. Xiao Cui!"

​"Ya, Tuan Muda!" Xiao Cui yang membawa nampan berisi botol arak kosong langsung menyahut dengan sigap.

​"Cari penginapan terbaik di Ibu Kota ini. Ingat kriteriaku: harus memiliki kasur yang terbuat dari bulu angsa salju murni setebal tiga jengkal, kamarnya tidak boleh menghadap matahari terbit agar tidur pagiku tidak terganggu, dan lingkungannya harus sepi dari suara bising kultivator yang sedang latihan bela diri. Cepat, raga fana ini sudah sangat merindukan posisi horizontal," perintah Ji Huang dengan nada mutlak, seolah mencari penginapan adalah misi militer tingkat tinggi.

​Ji Zhen hanya bisa menggelengkan kepala melihat prioritas anaknya. Di saat seluruh Ibu Kota sedang menanti langkah politik apa yang akan diambil oleh pemuda yang baru saja meruntuhkan ranah Foundation Establishment dengan sebatang sumpit, sang objek pembicaraan justru hanya memikirkan ketebalan kasur bulu angsa.

​Satu jam kemudian, berkat pundi-pundi koin emas ganti rugi dari Keluarga Wang yang sangat melimpah, Xiao Cui berhasil memesan paviliun terbaik di Penginapan Awan Surgawi—tempat peristirahat paling mewah yang biasanya hanya bisa disewa oleh para pangeran atau tetua sekte besar.

​Ji Huang berjalan memasuki paviliun tersebut dengan menyeret sandalnya malas. Begitu melihat tempat tidur berukuran raksasa yang dilapisi kain sutra putih dan tumpukan kasur bulu angsa yang super tebal, matanya langsung berbinar. Tanpa melepas jubah luarnya, dia langsung menjatuhkan diri ke atas kasur tersebut.

​FLUFF...

​Tubuh Ji Huang tenggelam ke dalam kelembutan kasur yang luar biasa. Dia mendesah panjang dengan ekspresi wajah yang sangat puas. "Ah... ini baru benar. Ini adalah satu-satunya hal yang masuk akal di dunia fana ini. Xiao Cui, beri penghargaan untuk dirimu sendiri nanti. Sekarang, suruh pelayan penginapan membawa menu makanan terbaik mereka ke sini, terutama bebek panggang madu yang katanya sangat terkenal itu. Perutku sudah bernyanyi sejak tadi."

​"Baik, Tuan Muda!"

​Tidak butuh waktu lama bagi koki terbaik Penginapan Awan Surgawi untuk menyajikan hidangan utama. Seekor bebek panggang utuh berwarna cokelat keemasan yang mengkilap oleh siraman madu hutan disajikan di atas piring perak mewah, memancarkan aroma gurih yang sangat kuat hingga memenuhi seluruh ruangan paviliun.

​Ji Huang duduk di tepi kasur, mengambil sepotong paha bebek yang gemuk dengan sumpitnya, lalu menggigitnya dengan penuh harapan.

​KREK... NYAM...

​Ji Huang mengunyah daging bebek itu perlahan. Namun, detik berikutnya, ekspresi wajahnya yang tadinya penuh semangat mendadak berubah menjadi sangat masam. Dia meletakkan kembali sisa paha bebek itu ke atas piring dengan wajah yang dipenuhi kekecewaan yang mendalam.

​"Tuan Muda? Ada apa? Apakah rasanya tidak enak?" Xiao Cui bertanya dengan cemas, melihat perubahan ekspresi tuannya.

​Ji Huang menghela napas panjang, bersandar malas sambil mengetuk meja dengan sumpitnya. "Koki di Ibu Kota ini sepertinya terlalu banyak gaya, Xiao Cui. Mereka memasak bebek ini dengan mencampurkan energi spiritual murni ke dalam apinya agar dagingnya cepat empuk dan aromanya menyebar jauh."

​"Bukankah itu bagus, Tuan Muda? Itu membuat makanannya mengandung khasiat spiritual!" kata Xiao Cui bingung.

​"Bagus apanya? Itu adalah sebuah penodaan terhadap seni kuliner fana!" Ji Huang memprotes dengan wajah cemberut. "Penggunaan energi spiritual murni justru mengeringkan sari lemak alami yang ada di dalam kulit bebek. Kulitnya memang renyah, tapi bagian dalamnya menjadi terlalu bersih, kehilangan rasa gurih alami dari minyak bebek yang berdosa. Makanan fana itu harusnya dinikmati karena keaslian bumbunya, bukan karena kadar Qi di dalamnya. Benar-benar mengecewakan. Koki itu harusnya dihukum untuk mencuci piring di dapur ranah dewa selama seratus tahun agar paham cara mengendalikan api yang benar."

​Meskipun terus mengeluh tentang "kehilangan minyak bebek yang berdosa", Ji Huang tetap menghabiskan setengah dari tubuh bebek tersebut karena dia terlalu malas untuk memesan menu lain.

​Setelah perutnya terisi, hawa kantuk yang luar biasa kembali menyerang kesadarannya. Ji Huang merangkak kembali ke tengah kasur bulu angsanya yang empuk, menarik selimut sutranya hingga menutupi dada, dan bersiap untuk memulai ritual tidur sorenya yang sakral.

​Dia sama sekali tidak peduli bahwa di luar dinding penginapannya yang damai, tumpukan surat undangan perjamuan berwarna emas dari para pangeran kekaisaran sudah mulai menumpuk di meja resepsionis, menandakan bahwa waktu rebahannya di Ibu Kota ini tidak akan bertahan lama.

1
Shen shandian luo
semua di labeli fana..tusuk gigi fana segala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!