Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Lama Bertemu
Erlan Melihat Elisa Dan Yang Lain
"Kenapa Kami Jadi Repot Karena Masalah Wanita Itu?!" Pikir Erlan
Archen Datang Setelah Mengerjakan Semua Pekerjaan Erlan Yang Di Berikan Padanya
"Jadi Kalian Semua Di Sini!!" Archen Mendekati Mereka Semua
Hamzah Berdiri
"Duduklah, Duduklah" Ujar Archen
Hamzah Menunduk Lalu Duduk Kembali
"Salam Yang Mulia Putri Mahkota" Salam Archen
"Hallo Paman" Jawab Elisa
Archen Terkejut, Ia Lalu Tersenyum
Archen Duduk, Sedan Dan Erlan Menatap Sinis Ke Arah Archen
"Ngomong-ngomong, Apa Bibi Pernah Mengandung?" Tanya Elisa
"Bibi?" Tanya Archen
"Pernah" Jawab Sedan Dan Erlan
"Tapi, Dia Keguguran" Lanjut Erlan
"Bibi Siapa?" Lanjut Archen
"Diam!!" Erlan Dan Sedan Menatap Archen
Archen Melihat Ke Arah Kedua Temannya Dengan Sinis
"Bibi Yona, Paman" Jawab Elisa
Archen Terkejut "Maksud Anda, Yon..Yang Mulia Ratu Yona Dari Kerajaan Louisiana?"
Elisa Mengangguk
"Sejak Kapan Wanita Itu Menjadi Bibi Anda Putri? Memiliki Hubungan Darah Pun Tidak?" Tanya Archen Tidak Percaya Dan Tidak Suka
Sedan Mengangguk
"Sudah, Lupakan Itu. Kalian Saja Tidak Ada Hubungannya Dengan Keluarga Kerajaan Tapi Putri Ku Memanggil Kalian Dengan Sebutan Paman" Jawab Erlan
Archen Dan Sedan Tersentak
Hamzah Dan Elisa Tersenyum
"Jadi, Lanjutkan Elisa" Lanjut Erlan
"Iya Ayah" Jawab Elisa
Semua Terkejut
"Jadi, Bibi Sampai Sekarang Tidak Percaya Jika Yulius Dan Yully Anaknya Tapi Setiap Bibi Mencari Tau, Hasilnya Mereka Adalah Anak Bibi, Itu Yang Bibi Tidak Habis Pikir" Jelas Elisa
Semua Diam Kecuali Hamzah Yang Mendengarkan Penjelasan Elisa
"Kalau Begitu, Semua Orang Terlibat Dalam Menyembunyikan Kebenaran Mengenai Anak Yang Mulia Ratu Yona" Jawab Hamzah
Elisa Mengangguk, Erlan Dan Kedua Temannya Tersentak
Elisa Melihat Erlan "Bukankah Itu Di Sebut Penghianat?"
Erlan Berfikir "Tapi Jika Sudah Melibatkan Semuanya, Itu Sudah Termasuk Kudeta"
"Kudeta? Apa Itu?" Tanya Elisa
"Penghianatan Terbesar Yang Melibatkan Banyak Orang Untuk Menurunkan Kepimpinan Ratu" Jawab Archen Dingin
Elisa Terkejut, Ia Memegang Tangan Erlan Yang Ada Di Atas Meja "Bagaimana Ini Ayah? Apa Bibi Tidak Memiliki Anggota Keluarga Lain?"
Erlan Tersenyum, Ia Membalas Memegang Tangan Elisa "Tenang, Elisa. Kita Akan Memikirkan Jalannya Bersama-sama"
Elisa Mengangguk
"Entah Kenapa, Aku Jadi Takut Mengirim Surat Padanya" Ujar Erlan Yang Tangannya Masih Memegang Tangan Elisa
"Benar, Takutnya Suratmu Tidak Akan Sampai Kepada Nya" Jawab Archen
"Bisa Saja Sampai, Tapi Sudah Di Baca Orang Lain" Lanjut Sedan
Semua Terkejut Dan Merinding
"Cari Tau Mengenai Kelahiran Pangeran Dan Putri Itu" Perintah Erlan
Sedan Dan Archen Berdiri, Hamzah Terkejut Ia Pun Ikut Berdiri
"Baik Yang Mulia" Jawab Sedan
"Kita Rahasiakan Ini Dulu, Jangan Katakan Apapun Pada Yona" Ujar Erlan
Elisa Dan Yang Lain Mengangguk
....
Satu Minggu Kemudian
Yona Mengirimkan Surat Pada Elisa Yang Sedang Sibuk Berlatih Sihir
Elisa Yang Melihat Isi Surat Dari Yona Terkejut, Karena Isi Dari Surat Itu 50% Menanyakan Kabar 50% Ancaman
"Haa..." Elisa Pergi Ke Ruang Kerja Erlan
Archen Dan Sedan Menunduk, Elisa Balas Menunduk
Elisa Memberikan Surat Yona Pada Erlan, Erlan Yang Membaca Itu Terkejut Juga Marah
"Wanita Tua Itu, Beraninya Dia Mengancam Putri Ku, Bosan Hidup Rupanya!!!" Kesal
Archen Dan Sedan Mendekati Erlan, Mereka Juga Membaca Surat Yona
"Dasar Rubah Bodoh!!" Ujar Archen Kesal
"Tidak Ada Aturan!!" Ujar Sedan
Archen Dan Sedan Ikut Kesal Melihat Surat Yona
Elisa Terkejut
"Sebenarnya, Seburuk Apa Hubungan Mereka?" Pikir Elisa
....
Taman Kerajaan Lousiana
"Anda Baik-baik Saja Yang Mulia Ratu?" Tanya Yani Yang Melihat Yona Sedari Tadi Bersin
"Hufttt, Aku Baik-baik, Entah Bajingan Mana Yang Berani Mengatakan Hal Buruk Mengenai Ku" Jawab Yona
Yani Terdiam
....
"Jadi, Bagaimana Perkembangannya Paman Jendral?" Tanya Elisa
Sedan Melihat Elisa "Sedang Dalam Penyelidikan Putri"
"Ini Sudah Seminggu" Jawab Elisa Ragu
Erlan Merobek Surat "Karena Rahasia Kedua Anak Itu Melibatkan Banyak Pihak Jadi, Susah Untuk Mencari Tau"
Sedan Dan Archen Mengangguk
"Bagaimana Dengan Anak Kandung Bibi?" Tanya Elisa
"Yona Benar-benar Keguguran Tapi, Dia Memiliki Pria Yang Dia Sembunyikan... Tunggu..." Jawab Erlan Berfikir
Semua Melihat Erlan
"Dia Memiliki Pria Dan Anak Yang Berhasil Dia Sembunyikan, Dan Tetap Membiarkan Sam Dan Kedua Anak Tirinya Tinggal Di Istana, Itu Berarti..." Erlan Melihat Archen Dan Sedan
"Dia Sudah Tau Apa Yang Terjadi Tapi Dia Tetap Diam" Jawab Sedan
"Lebih Ke, Mencari Bukti Bahwa Anak-anak Itu Bukan Anaknya" Lanjut Archen
"Berarti, Bibi Sudah Tau Apa Yang Terjadi Di Dalam Dan Di Luar Istananya Juga Kudeta Yang Di Lakukan Beberapa Orang Itu" Lanjut Elisa
Erlan Tersenyum "Yah, Ternyata Wanita Tua Itu Masih Pintar"
Archen Dan Sedan Mengangguk
"Jadi?" Tanya Elisa Masih Ragu Juga Khawatir
Erlan Tersenyum "Tenang Saja Elisa, Ayah Yang Akan Mengurus Ini" Lembut
Semua Menatap Erlan
"Ah, I, Iya Ka, Kalau Begitu Saya Pamit" Jawab Elisa Gugup
"Baiklah, Selamat Bekerja" Jawab Erlan Lebih Lembut
Elisa Tersentak
"Hah!!! Apa-apaan Dia!!?" Archen Dan Sedan Memalingkan Pandangannya
Elisa Keluar
...
Satu Minggu Kemudian
Kerajaan Lousiana Di Kaget Kan Dengan Kedatangan Raja Adarlan Yang Tiba-tiba Dengan Mambawa 20 Ribu Pasukan
"Apa-apaan Kau!?" Tanya Yona Yang Menyambut Erlan Dengan Aura Membunuhnya Yang Kuat
Erlan Turun Dari Kudanya
Sedan Terkejut Dengan Aura Kuat Yona
"Dia Lebih Menakutkan Dari Erlan" Pikir Sedan
Erlan Menyerahkan Surat Elisa Untuk Yona, Yona Melihat Surat
"Apa Ini?" Tanya Yona
"Apa Mata Mu Bermasalah?" Tanya Erlan Kesal
"Apa!!?" Yona Menatap Tajam Erlan
"Hufttt.. Yak, Bukankah Kau Harus Menyambut Ku Dengan Meriah?"
"Untuk Apa Aku Menyambut Tamu Yang Tidak Di Undang, Dan Apa-apaan Pasukan Ini? Kau Sedang Memamerkan Apa Baji...." Jawab Yona Marah
"Yang Mulia Ratu" Sedan Maju
Semua Melihat Sedan
Yona Tersentak
"Saya Memberi Salam Pada Matahari Kerajaan Lousiana, Maafkan Kedatangan Kami Yang Tiba-tiba Ini Yang Mulia" Sedan Membungkuk
Yona Melihat Sedan, Ia Lalu Tersenyum "Lama Tidak Bertemu Marquess Imladris"
Sedan Menatap Yona "Saya Di Sini Sebagai Jendral Yang Mulia, Bukan Bangsawan" Senyum Yang Di Paksa
"Ah Begitu, Maafkan Saya Jendral"
Sedan Berdiri "Tidak Apa-apa Yang Mulia, Namanya Juga Manusia, Kita Tidak Luput Dari Kesalahan" Senyum
"Phufttt!!!" Erlan Memalingkan Pandangannya
"Cih!!!!" Yona Menatap Tajam Ke Arah Sedan
Yona Melihat Yudha (Jendral Dan Pengawal Pribadi Yona)
"Urus Mereka" Perintah Yona
"Baik Yang Mulia Ratu" Jawab Yudha
Yona Melihat Erlan Dan Sedan
"Selamat Datang Yang Mulia Raja Adarlan, Anda Benar-benar Mengagetkan Saya Dengan Kedatangan Anda, Dan Maaf Atas Ketidak Sopanan Saya" Membungkuk
Erlan Membungkuk
"Terima Kasih Yang Mulia Ratu, Dan Untuk Sikap Anda Tadi Saya Bisa Maklumi, Saya Juga Minta Maaf Atas Kedatangan Saya Yang Tiba-tiba Dengan Mambawa Banyak Pasukan Tapi Yah Mau Bagaimana, Putri Tunggal Saya Yang Cantik Itu Menyuruh Saya Untuk Membawa Banyak Pasukan Untuk Berjaga-jaga" Jelas Erlan Sambil Tersenyum
Yona Tersentak
"Baiklah, Silahkan Masuk" Jawab Yona Kesal
"Tapi Yang Mulia"
Yona Menatap Erlan
"Saya Yakin, Anda Tau Jelas Apa Kekuatan Saya" Erlan (Bisa Merasakan Aura Jahat Seseorang Di Dekatnya) Menatap Yona
Yona Tersentak, Ia Lalu Melihat Yani
"Apa Dia Juga Termasuk Salah Satu Orang Yang Mengkhianati Ku?" Pikir Yona
Erlan Mendekati Yona "Kau Benar-benar Mengkhawatirkan Yona" Bisik
Yona Menatap Erlan Yang Sudah Berdiri Di Depannya "Apa!?" Kaget
Erlan Tersenyum
Yona Berbalik "Silahkan Pilih Pelayan Yang Anda Inginkan Yang Mulia"
"Terima Kasih Yang Mulia" Jawab Erlan Mulai Mencari Pelayan
"Yang Tidak Di Pilih Oleh Raja Adarlan, Kalian Harus Menjauhi Ruangan Kami, Sejauh Mungkin" Perintah Yona
"Baik Yang Mulia Ratu" Jawab Para Pelayan
Yona Melirik Yani "Termasuk Kau Yani"
Yani Terkejut "Tapi..."
Semua Melihat Ke Arah Yani Dengan Dingin Termasuk Yona
Yani Terkejut "Baik Yang Mulia Ratu" Membungkuk
Sedan Melihat Tanda Merah Kecoklatan Yang Ada Di Lengan Kiri Yani