NovelToon NovelToon
MENGHILANG

MENGHILANG

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lukis Senja

Bagaimana rasanya jika kau menyukai sahabatmu sendiri, namun saat sahabatmu tahu, dia malah pergi menjauh? Apa yang akan kau lakukan?

Itu yang terjadi pada Veli. Gadis remaja yang baru mengenal cinta dan menyukai sahabatnya sendiri, yaitu Fikri.

Mereka bersahabat sejak kecil sampai mereka beranjak dewasa. Sebagai gadis normal lainnya, Veli mulai mengenal kata cinta dan orang yang pertama kali dia sukai adalah Fikri.

Disaat yang sama, Fikri juga mengenal jatuh cinta. Tapi orang yang dia cintai bukanlah Veli, melainkan Mia.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta segitiga antara ketiga remaja tersebut?

Saksikan ceritanya di sini..

Menghilang.

❗Akan segera dirilis, ayo buruan BACA sebelum diHAPUS❗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukis Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Kini Veli menatap dirinya di cermin besar kamarnya, ia memperhatikan dirinya di sana, kupluk yang menutupinya tidak bisa lolos dari pandangannya. Tanggannya mulai meraih kupluk itu dan menariknya. Jantungnya seakan berhenti berdetak, ia tersentak, ia terasa mati.

Terlihat jelas rambutnya yang mulai menipis, di kupluknya juga banyak rambut yang jatuh rontok. Air matanya berlinang, tidak percaya ini terjadi, ia seakan tidak mengenali dirinya. Ia rindu rambut lebatnya yang dulu. Kini terlihat sangat jenjang.

"Hiks! Aakkkhh hiks!" ia mulai menangis frustasi. Ia tidak tahan dan tidak mau ini terjadi. Kenapa!?

Mendengar teriakan itu Anggi bergegas naik ke kamar anaknya. Ia buru buru membuka pintu kamar Veli dan ia terkejut bukan main. Banyak rambut yang berserakan di lantai, dan juga Veli yang sedang menangis sedirian dipojok kamar.

Anggi langsung memeluk Veli erat, Veli tambah menumpahkan kesedihannya. "Ma, aku takuut. Huhuhu~" tangisnya yang terdengar lirih. Sebenarnya Anggi juga takut terjadi sesuatu pada Veli namun tekat semangatnya untuk membuat Veli sembuh membuat dirinya berani. "Nggak sayang, semua akan baik baik aja," ucapnya.

Veli melepaskan pelukannya secara sepontan. "Baik baik aja? Tapi liat rambut aku Ma, liaat~" ia memegang rambutnya yang semakin hari semakin sedikit, dan menoleh ke cermin.

Anggi langsung memeluk anaknya itu agar tidak melihat ke arah cermin. Sedangkan Veli hanya diam dan meneteskan air matanya. Anggi memeluknya sampai Veli tenang dan tidak menangis lagi, itulah seorang ibu.

Setelah keadaan mulai membaik Anggi meninggalkan Veli sendirian, memberi waktu istirahat untuk Veli. Ia sedang tiduran di kasurnya dengan tenang sambil menatap ke langit langit rumah.

Tringg~ triiing~

Ia melihat siapa yang menelpon.

Emma.

Ia langsung mengangkat teleponnya. "Halo?"

"Eh Vel. Sabtu besok ke rumah gue ya, semuanya dateng kok, ada pacar gue, Farid, Fikri, sama Mak lampir," ucapnya tanpa jeda.

Mak lampir?

Veli menyernyit. "Siapa tuh?"

"Apanya?"

"Mak lampir, siapa?"

"Ya lo kayak gak tau aja, ya si Mia lah! Udah suka ngomel, sok imut ewh banget!" teriak dari sebrang sana.

Veli tertawa. "Ooh haha, parah lo,"

"Yaudah lo dateng ya?"

"Iya udah, bye" Veli tersenyum mempunyai teman seperti ini.

"Bye!"

...'''...

Seperti biasa di pagi hari semua siswa SMA Kembang Bangsa berbondong bondong masuk ke sekolah. Begitu juga dengan Veli yang kini berangkat sekolah bersama Emma, bukan dengan ayahnya yang sedang ke singapure untuk pekerjaan dan urusan pengobatan dirinya. Tapi semua tetap belum tahu keadaan Veli yang sebenarnya karena Veli sangat terlihat seperti orang sehat.

"Btw di rumah lo ada acara apaan?" tanya Veli yang sambil berjalan.

"Cuma bikin daging panggang gitu deh. Tetangga gue ngasih gue daging banyak, tau acara apaan. Nah mumpung ortu gue dua duanya gak ada di rumah, makannya gue undang kalian buat ngabisin setengah daging itu. Banyak banget, asli!" ucap Emma penuh antusias.

"Ooh, baik banget lo sama gue," ucap Veli sambil tertawa.

"Yaiyalah jelas, gue gitu loh," Emma mengibaskan rambutnya.

Veli menyernyit lucu, "Hih, gaya banget," terkekeh melihat temannya itu.

Di 'perbatasan' antara anak ipa dan ips mereka berdua berpisah di percabangan koridor. Veli tetap berjalan santai sambil membetulkan jam tangannya. Tiba-tiba dia melihat Fikri dari arah yang berlawanan, ia ingin sekali bicara dengannya walau sebentar. Saat mulai mendekat, Veli menarik napasnya untuk bicara. "Ha-"

"Hai," ucap Fikri sambil tersenyum.

Veli kaget, hah kok? Ia menjawab dengan gugup, "H-hai,"

"Yaelah gak usah canggung kali, kita kan sahabat. Seperti biasalah kita santai aja," ucap Fikri sambil menepuk bahu Veli.

Veli hanya tertegun dan tersenyum kecil.

Fikri yang melihatnya bingung dan merasa aneh, Veli yang dulu sungguh berubah, "E-ehe btw lo di ajak ke rumah Emma juga gak?"

Veli membuyarkan lamunannya. "Ah iya gue juga," ucap Veli semangat.

Fikri baru tidak aneh jika Veli yang ceria sudah muncul. "Ooh gitu,"

"Btw Fik, kemaren kemaren lo kenapa?" tanya Veli.

"Apanya?" tanya Fikri pura-pura tidak tahu.

"Ah gak jadi, hehe." Veli tersenyum hambar.

Fikri mengangguk, gak seharusnya gue jadi nyuekin lo Vel.

"Gue duluan ya? Bye," Fikri menepuk bahu Veli.

"Oke."

Veli berjalan santai lagi ke kelas yang mulai dekat dengannya. Sesampai di kelas, ia melihat Mia bersama teman temannya berkumpul di ambang pintu. Ia hendak memasuki kelasnya, "Misi dong,"

Mia mendorong Veli dengan kasar. "Apaan sih lo! Gila ya!?" bentak Veli kaget.

"Iya haha kenapa!?" ucap Mia lantang.

Veli menyernyit, "Maksud lo semua ini apa sih!?" Veli bangkit dari lantai.

Mia dan teman temannya menggiring Veli kelapangan, semua orang juga berkumpul untuk melihat sebenarnya apa yang terjadi.

"Dasar perebut! Perusak!" teriak Mia.

Veli menarik tangannya dari genggaman Mia. "Maksud lo apa sih ****! Gua berbuat apa!?"

Mia mendekati wajah Veli dan menempeleng kepalanya keras, "Lo jangan pura-pura gak tau! Selama ini kenapa lo deket Fikri terus hah!? Dia juga kalo gua ngomong suka gak nyambung, pasti gara-gara lo nih yang suka ngegoda!"

Plak!

Veli telah mendaratkan tamparannya di pipi mulus Mia, "Heh kalo punya mulut tuh bisa gak, gak kayak set*n!? Semua juga tau kali kalo gue sama dia sahabatan dari kita masih merah! Kalo mau nuduh tuh jangan b*go deh!"

Mia terbelalak membuka mulutnya. "Dasar gila!" lalu menjambak rambut Veli. Veli meringis kesakitan tapi tidak tinggal diam, dia juga menjambak dan mencakar Mia.

Emma yang melihatnya langsung berlari dan melerai keduanya. "Apasih Mak lampir diem deh!" teriaknya.

Di sebut Mak lampir Mia langsung berhenti menjambaki rambut Veli. Dan beralih ke Emma. "Apa lo bilang!?"

"Lo Mak lampir, kenapa? Masalah? Jelas liat aja tuh, suka marah marah, muka aja jelek udak keriput tuh di mana mana! Hih jijik deh gue~" ledek Emma.

Di balik adu mulut Emma dan Mia. Ada Veli yang sedang memegangi rambutnya yang rontok bukan main, tidak ada yang memperhatikannya. Lalu ia mengantongi rambut yang rontok akibat tadi, rambutnya semakin menipis tapi untung ia memakai perawatan rambut untuk mengurangi semuanya.

"Hiih dasar, gila lo!" Mia mendorong Emma.

Emma tersentak dan mulai emosi,"Ooh, mulai berani sama gue!? Seharusnya Fikri tuh tau ya kalo punya cewek gila kek lo! Udah jelek, b*go lagi," ucapnya sambil terus mendorong Mia setiap perkataannya.

"Apasih ih!" Mia mulai takut dan khawatir pada dirinya.

"Apasih apasih, gak usah ganggu Veli ngerti?!" Emma langsung mendorong kasar sampai Mia jatuh ke tanah.

Sedangkan di sisi lain, kawan kawan Mia tetap saja mengganggu Veli. Veli emosi berat dan tidak terima, karena ini rambutnya banyak sekali yang gugur.

"Jangan ganggu pacar temen kita kalo lo mau tenang!" pekik salah satu teman dari Mia.

"Diem!" Veli mendorong keduanya dan menarik semua rambut dari kepala mereka.

Keduanya meringis kesakitan. "Kalian bisa gak jaga mulut kalian! Kalo lo semua gak bisa, abis lo sama gue! Cih!"

Mia dan kawannya berkumpul setelah kalah dari Veli dan Emma. Ia kesal dan malu. "Awas lo lain kali!" pekiknya, lalu mereka pergi. Sedangkan masih saja ada yang menontoni mereka. "Pergi sana! Gak ada yang seru lagi di sini," desis Veli.

Akhirnya kedua sahabat itu memasuki kelasnya masing-masing. Masih dengan rasa kesal yang sama, Veli membanting tasnya ke atas meja.

Mia juga sama, ia masih dengan dendam yang sama, rasa takutnya kehilangan Fikri membuatnya gila dan membuat ambisi yang kuat untuk menyingkirkan Veli.

.

.

.

.

.

To be continue

1
Nani Desmiwati
Sedih
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
elf
kirain beli bakal mnghilang lama bwt berobat... smpe mmbuat hati Fikri hampa... trnyata menghilang mati... sesek banget hatiku... bnr² g rela.... jahat kamu Thor... 😭😭😭😭
elf
emang di komik ini semua karakter di bikin bego kali ya???? d rekam kek... gimana kek... begonya kelewatan!!!!
FUZEIN
Kan dah kena tampar..sibuk lagi hal orang
Humanoid
Seruu..
Desy YucheNeisya Ndun
nyesekkk bangettt
Desy YucheNeisya Ndun
tenang d sana Veli😭😭😭😭
Yohana Putri
trimakasih..
karyax bagus...
walaupun sad ending, bikin nangis bombai tp puas ma endingx...
g nggantung, smua clear...
smangat selalu buat othor...
Forta Wahyuni
ini x crita asli author yg merasa menyesal, sbenarnya Mia itu author sendiri n jd dibuat peran veli bego pake kebangetan.
Forta Wahyuni
Thor, loe buat peran cew-nya terlalu bego dan GK pnya harga diri. gunakan akal jgn oon x, pnya hp GK digunakan n yg nulis crita bego jg.
Forta Wahyuni
maaf Thor, jalan critanya bertele2, ntah alurnya kemana n padahal ada hp koq GK digunakan cari bukti. memang susah buat ngarang crita, tapi GK sep ini jg n lebay banget pemerannya bin oon.
Gahara Rara
eh busettt... puasa niihhh ..nangis dah ihhh
Gahara Rara
your superman 😢😢😢😢
Iis Anisa Wati
iyah jadi ingat masa2 sekolah dulu....
Fa Rel
karakter veli oon ampun gua kesel baca novel lu thorr
Fa Rel
fely oon
BINTANG PENGHACUR
mia
Mery Kate
fix veli oon ga ketulungan dah
Mery Kate
bego amat s veli and lebay sok ngurusin fikri yg gazevo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!