Aku adalah Gadis yang tidak punya keberanian untuk membantah apa kata orang tua, Aku di jodohkan dengan laki-laki yang tidak pernah aku temui sama sekali, Aku menangis,bukan karena ku jauh dari orang tuaku, melainkan karena sikap suamiku yang hanya menganggapku sebagai sebuah pajangan, yang mana kehadiranku tidak pernah dia anggap ada, dia laki-laki yang begitu sempurna, aku berusaha kuat, demi orang tuaku, demi mertuaku yang begitu tulus mencintaiku, setidaknya, aku masih berguna di dalam rumah besar ini, Setiap malam aku sekamar dengannya, tapi itu tidak berbeda dengan tinggal sendiri, dia tidak pernah tidur satu ranjang denganku, entah apa karena dia jijik dengan kehadiranku, ataukah dia mempunyai gadis impian lain di luar sana, dengan tanpa sengaja aku hadir di tengah-tengah mereka sebab itulah, ia begitu enggan melihatku, aku sudah tidak kuat, kesabaranku ada batasnya, meski ku tahu perasaan cinta kini hadir di hatiku untuk suami ku yang tidak menatapku sama sekali,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 17 KEPERGIAN ARA
Setelah ku pamitan aku melangkahkan kaki ku keluar dari ruangan mertuaku, saat ku ingin tutup pintu ku tatap kedua orang tua yang sudah aku anggap seperti orang tuaku, apakah aku masih tega mengambil keputusan untuk bercerai dengan Arion, tapi jika tidak aku akan menyakiti kedua insan yang saling mencintai, sudah cukup aku menjadi seorang egois selama ini, mungkin keputusan ini akan menyakiti banyak orang tapi bisa menyelamatkan dua hati, akupun menutup pintu itu sambil menghapus air mataku yang masih mengalir di pipiku,
sudah cukup Ara, kau harus kuat tidak boleh menjadi lemah seperti ini terus, keputusanmu sudah benar, pergilah, kalau bisa sejauh mungkin sekiranya kau tak lagi bertemu dengan Arion, sekiranya tidak ada lagi takdir yang menemukan kalian,
saat mataku masih berada dalam kegelapan lamunan, suara Daniel mengagetkan ku,
"udah... jangan terlalu sedih... jika kalian berjodoh pasti kalian akan bersatu meski pun kalian akan berada di tempat yang jauh sekalipun"ucap Daniel sambil memegang bahu sebelah ku, aku hanya tersenyum melihat kearah Daniel, aku dan danielpun keluar dari rumah sakit, saat aku keluar dari rumah sakit, aku tanpa sengaja bertemu dengan kak Troy, sosok laki-laki yang selalu membuat hatiku tenang dan damai, laki-laki yang selalu memberi ku nasehat yang mampu mebuat hatiku tenang, perlahan dia menghampiriku, dan tersenyum kepadaku,
"hai... takdir mempertemukan kita, "ucapnya
"hai juga kak Troy, bagaiaman perkembangan proyek kita, maaf aku sepertinya akan gagal dalam hal ini"ucapku menyesal karena tidak fokus dengan proyek baru ini,
"tidak apa-apa semuanya akan baik-baik saja, aku akan menangani semuanya dengan baik, kau baik-baik lah dulu, tenangkan hati dan fikiranmu, kau adalah Ara semua orang jadi jangan menyerah"ucapnya lagi,
aku ingin sekali memeluk pria di hadapanku, pria yang selama ini selalu menjadi panutan ku, membuatku merasa nyaman dan tenang, tapi apalah daya, aku adalah seorang istri yang harus selalu menjaga martabat suami dan suami satu-satunya pria yang boleh menyentuhku, aku tersenyum menatap kak Troy,
"Aku Ara, aku pasti bisa, ngomong-ngomong kak Troy kesini ada keperluan apa, apkah keluarga kak Troy ada yang sakit, om dan Tante baik-baik saja kan?" tanyaku
"mereka baik-baik saja aku kesini ingin menjenguk Tante, mertuamu, sekarang aku masuk dulu ya"ucapnya sambil meninggalkan aku dan Daniel,
"Kau tidak apa-apa kan, apakah dia laki-laki yang spesial buatmu"
"Tidak ada yang spesial,hanya saja aku canggung terhadapnya"
setelah berkata aku pun melangkahkan kakiku, diikuti oleh Daniel, ku masuk dalam mobil Daniel begitupun Daniel, kami tidak saking bicara dalam mobil, aku fokus melihat kearah jendela, melihat ponselku yang sengaja aku matikan, ingin ku hidup ponselku, berharap kalau Arion menghubungiku, tapi ku urungkan niatku, mengingat foto berdua mereka yang baru Ter update, sungguh hatiku hancur, itukah kerja yang ia maksud, tanpa sengaja dan tanpa aku mau air mataku keluar, ku lihat sekilas,Daniel melihat ke arahku, aku semakin menyembunyikan wajahku, malu karena menjadi wanita yang terlalu menyedihkan, tapi siapa yang akan bisa menerima jika ada di posisiku, akhir nya aku melepaskan tangisanku, aku tidak perduli lagi jika ada Daniel disampingku, aku menangis dengan suara yang menyedihkan,hingga aku merasa hatiku lega dan tak terasa aku sudah sampai di depan rumah,bersamaan dengan mobil hitam milik pengacaraku,
"pak"ucapku menyapa pengacaraku,
"nona, kebetulan sekali kita sampai secara bersamaan, aku ingin menanyakan perihal dengan nona"
"masuk dulu pak"ucapku sopan mengajak pengacaraku masuk kedalam rumah mertuaku yang sebentar lagi akan menjadi rumah orang asing bagiku, kipersilahkan pengacaraku duduk, dan ku panggil bibik pembantu rumah ini, dia sangat bahagia melihatku datang,
"nona sudah datang"
"iya bik, tolong buatkan minuman untuk mereka ya bik,"
"baik nona,"pembantu itu pergi dengan senyum di wajahnya, akupun kembali duduk di depan pengacaraku,
"begini nona, jika anda menuntit cerai dari tuan Arion, apakah anda akan rela melepas semua aset yang telah anda punya di perusahaan orang tua tuan Arion"
"aku tidak menginginkan apa-apa dari keluarga ini pak, aku tidak ingin harta atau sejenisnya, aku sudah mendapatkan apa yang tidak bisa di miliki oleh orang lain yaitu kasih sayang mertuaku, masalah asetku di perusahaan itu, itu adalah hak mereka, aku hanya bekerja disana, anggap saja begitu"ucapku dengan tegas namun sangat menyakitkan, meyakinkan diri sendiri jika aku hanya bekerja disini selama 7bulan, dan itu memang kenyataan yang aku terima, aku di gaji disini, anggaplah seperti itu, sedangkan untuk Arion anggap saja pernikahan itu seperti mainan saat masih kanak-kanak, aku tersenyum getir menatap pengacaraku,
"baiklah nona,jika anda sudah yakin dengan keputusan anda,saya hanya bisa menyerahkan berkas-berkas ini saja, dan anda tandatangan disini"ucap pengacaraku sambil menunjukkan tempat yang harus aku tanda tangani, tanpa berfikir lagi dan tanpa aku baca isinya, aku langsung menandatangani surat perceraian ku, Deg.. tiba-tiba hatiku berdetak hebat saat aku selesai menandatangani surat itu, aku tau ini belum sah tanpa tanda tangan Arion, tapi mengingat sikap Arion tidaklah sulit bagi Arion untuk menandatanganinya, pasti ini juga keputusan yang ia inginkan, mungkin juga ia selama ini berharap bercerai denganku, tapi karena takut dengan irang tuanya,dia lebih memilih menungguku untuk minta cerai dengannya, dengan begitu ia tidak merasa bersalah pada orang tuanya, membayangkan expresi Arion sudah membuat hatiku semakin hancur, saat aku selesai menandatangani surat perceraian itu pembantuku datang dengan membawa 3 cangkir kopi dan beberapa cemilan, saat ia meletakkan minuman itu ia kaget dengan berkas yang ia lihat.
"Nona...katakan sama bibik, ini semua tidak benar kan...? nona tidak menuntut cerai dengan mas Arion kan nona, bibi mohon jangan lakukan hal itu nona, jangan bercerai dengan mas Arion, dia pemuda yang baik nona"ucap pembantuku yang selama ini baik sama aku, yang merawat Arion dari sejak kecil,
"Aku tau Arion adalah pemuda yang baik, hanya saja aku bukan wanita yang baik untuknya, dan aku bukanlah yang terbaik untuk ya, dan juga aku bukanlah yang diinginkannya bik"ucapku dengan raut wajah yang sangat sendu,
"itu tidak benar nona, mas Arion..."
sebelum bibiknya selesai bicara ponsel Daniel berbunyi, membuat Ara juga mengalihkan pandangannya,
"Baiklah... malam ini aku akan berangkat ke Jakarta, kamu siapkan berkasnya, dan besok pagi siapkan rapat darurat"ucapnya dengan nada gusar.
dari cinta berubah jadi obsesi .
ini faris penjahat yang sebenernya
menjaga Ara dari Tania gak mesti harus menikahi Tania jg .
gak Arion , gak Troy , gak Daniel , gila semua cara berpikirnya ketularan Tania
Tania jangan sama Daniel lah .. kasihan Daniel nya.
tapi masih pengawal 1.
Daniel ini kismin atau kaya sih ??
satpam aja gak ada.. tukang kebun gak ada.
si bibi sampai repot nutup pintu gerbang .
paling gak hitung-hitung untuk keselamatan nya sendiri lah , biar bisa miting kepalanya si Tania 😁
sudah Arion begini , di tambah iklan bos yang di buka handuk bagian bawahnya sama karyawannya...😁
tapi tetap aja Tania bukan wanita baik-baik..
mending cuek tapi jangan ngucap kasar .. ini sudah cuek , bicara kasar .
eh Ara mudah luluh, jadi perempuan punya harga diri ngapa sih
sedangkan di bandara aja Arion bisa peluk dan cium Ara ...padahal lobi bandara tempatnya lebih terbuka ..🤦🏻♀️
dikamar sendiri rumah sendiri . Arion merasa di awasi ..tapi di bandara santai wae...
coba cek , mata Tania bintitan nya sebesar apa .. mungkin di kamar mandi Arion jg di awasi /Facepalm/
itu di rumah sendiri.
orang kaya punya satpam dan pembantu. kok bisa-bisanya kamar di rumahnya di awasi orang lain.
di kamar Arion ucapannya kasar .
Arion belum berusaha banget ..baru usaha gitu aja sudah luluh....🤦🏻♀️
alasanmu sampai sini belum masuk akal Arion .
meski orang tua Tania sponsor Arion .. bukan berarti mementingkan Tania .
apalagi sampai banyak bohong dan sikapnya ke Ara buruknya berlebihan
apa mau mu Arion .. jadi suami kok gitu .
gak guna banget ...
apa gak tau niat Tania itu gimana .
dan yaaahh boleh lah ini dimaafkan masih bisa dilasih kesempatan, selagi dia gak selingkuh dan celap celup,
beda lagi sama yg novel menceritakan rumahtangga yg perempuannnya disiksa diusir dieslingkuhin dan punya anak tp gak ditangung jawab malah milih selingkuhannya/atau pacarnya lamanya.
trs kalo udah tau kebusulan si selingkuhan itu dia nyesel balik lagi sama istrinya, dan bodohnya siistri mau aja balikian dirayu dikit, dikata manis" dikit luluh blusing deg degan berdebar, dan ujung"nya mau balikan. kadang aku heran yg cerita model beginian. kadang aku bertanya" seandainnya yg nulis dapat kejadian seperti itu masihkan mereka mau balikan??! bener novel tp sedikit berlogika lah, tp kadang klo dikomen malah marah" 🤭🤭😅