Hafizah Syarifah Pradipto (19thn) gadis yang terlahir di keluarga sederhana tapi humoris,memiliki paras yang cantik,pintar,murah senyum,baik,sopan anak pertama dari 3 bersaudara.Dari pasangan Adrian Meshach Pradipto dan Kaila Sherly Pradipto.
Hafizah mempunyai adik laki-laki 2 yang bernama Abdul Rahman Pradipto usia (15thn),Agam Fathul Pradipto(12thn).
Fizah lulusan SMA ia bercita-cita menjadi Dokter,tetapi karna kondisi ekonomi keluarganya ia merantau ke jakarta untuk mencari kerja untuk membiayai kuliah dan keluarganya.Karna ayah Fizah sudah tua jadi ia yang membantu keluarganya.
Hingga ada seorang pria yang begitu membencinya,Abraham Alexi Pratama Raymond,seorang anak pengusaha terkaya di indonesia yang disegani para pebisnis lainnya,karna Abraham dikenal kajam,dingin.
Bagaimana kelanjutan kisah Hafizah dan Abraham,akankah mereka saling cinta atau saling benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingeu yolanda lesmana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Za berjalan menuju pentri
"Astagfirullah,aku lupa pak abraham suka nya kopi pahit apa manis ya?"za menepuk jidatnya dengan pelan
"Tanya novi aja deh"za menghampiri novi
"Novi boleh nanya gak"ucap za pada novi sambil kebingunggan
"Tanya apa za,kok kamu keliatan bingung sih"tanya novi
"Kamu tau gak pak abraham suka nya kopi apa?"tanya za pada novi
"Ohhh,aku kira apa,pak abraham sukanya kopi pake gula tapi gulanya satu sendok aja jangan terlalu pahit jangan terlalu manis"ucap novi
"Makasih novi"ucap za
"Sama sama"sahut novi
"Oh ia novi aku mau tanya lagi boleh?"tanya za
"Boleh dong tapi nanya nya jangan yang susah susah yah"ucap novi
"Ia tenang aja gak susah kok,kalau ruangan pak abraham lantai berapa dan di sebelah mana nov?"tanya za
"Oh itu ruangan pak abraham di lantai paling atas kamu naik lif aja nah nanti kamu belok kanan di situ ada tulisan presdis disitu ruangan pak abraham"ucap novi
"Oohh,makasih ya nov kamu memang terbaik"ucap za sambil memegang tangan novi
"Ia sama sama za,kalau gitu aku ke lantai tiga dulu ya"ucap novi
"Oh ia maaf ya novi gara gara aku kamu jadi terganggu kerja nya"ucap za sedih
"Gak papa za santuy aja sama ku mah,ya udah bay za"novi meninggalkan tempat itu sambil melambaikan tangan nya di balas oleh za di ujung pentri ada seseorang yang melihat adegan itu dengan benci dan tersenyum sinis
Za membuat kan kopi untuk bos nya za membuat kopi dengan cekatan dan lihai seusai membuat kopi za menuju lif dan menekan lantai paling atas yaitu lantai tiga lima.Ting pintu lif pun terbuka za pun keluar dan menuju ruangan abraham.
"Kok aku gugup ya,ah bismillah aja"ucap za dalam hati
"Bismillah hirohmannirohim"gumam za
Toktoktok
"Masuk"ucap abraham
"Siang pak maaf ganggu,Ini pak kopi nya"sahut za
"Taruh di sana"ucap abraham,za pun menaruh cangkir nya di meja
"Apa ada lagi yang bapak butuh kan?"tanya za
"Tidak ada"sahut abraham
"Kalau begitu saya permisi dulu pak"ucap za
"Eh tunggu saya belum nyicip kopi nya,siapa tau terlalu pahit atau terlalu manis"abraham sengaja berbicara seperti itu supaya ia bisa berlama lama dengan za gays:)
"Pas,ya udah kamu boleh kembali bekerja"ucap abraham
"Kalau begitu saya permisi dulu pak"ucap za abraham pun mengangguk kan kepala,za meninggalkan ruangan abraham dan menuju pentri
"Kenapa agu deg degan ya di depan pak abraham?"gerutu za di dalam hati sambil memegang dadanya
"Hai za"sapa rika sambil menyrntuh bahu za
"Astagfirullah rika kamu nga getin aku tau gak"terkejut za karna rika muncul nya tiba tiba
"Maaf za,abis nya kamu ngelamun sambil mengang dada kamu kenapa za sakit?"rika pun memegang kening za
"Tapi kok gak panas ya"ucap rika
"Emang gak panas,kan aku gak sakit rik,kamu doa in aku sakit ya?"bercanda za di dalam lif
"Terus kenapa kamu megang dada?kamu bengek ya gak gitu juga za aku khawatir sama kamu tau gak"ucap rika sambil cemberut
"Enggak papa kok rik tenang aja,makasih ya udah khawatirin aku jangan cemberut gitu dong nanti cantik nya ilang senyum dong"goda za pada rika
"Puas"sahut rika sambil tersenyum dan cengegesan
"Nah gitu dong,sini peluk dulu"za merentang kan tangan rika pun memeluk za mereka berpelukan sebentar dan melepaskan pelukan nya karna pintu lif sudah terbuka.
"Ya udah yu kita ke pentri"ajak za
"lets goo"ucap rika dengan girang seperti anak kecil saja za hanya meng gelengkan kepalanya
Saat berjalan menuju pentri tiba tiba ada yang menubruk za dengan sengaja hingga gelas yang di bawa oleh gadis itu tumpah sehingga terkena seragam za.
"Astagfirullah"kaget za
"Heh dina kalau jalan hati hati dong jangan maen numbruk aja,emang lo gak punya mata apa"emosi rika
"Serah gue"sewot dina dan meninggalkan rika sama za
"Woy dina buka nya minta maaf malah kabur dasar gila"teriak rika pada dina yang berjalan sambil membawa nampan
"Gila kali ya tu orang buka nya minta maaf malah kabur,ehh kamu gak papa za"ucap rika sambil menatap za dengan iba
"Biarin aja rik toh dia juga gak sengaja nabrak aku,gak papa kok rik,tenang aja"sahut za sambil tersenyum manis membuat rika geleng gelang kepala
"Gak sengaja gimana za tadi itu di sengaja tau nga za,mau tenang gimana sedangkan seragam kamu lengket za"sahut rika sambil emosi mengingat kelakuan dina pada za
"Udah ah,aku mau ke toilet dulu mau bersihin baju"ucap za
"Ya udah za kamu ke toilet nanti aku ambilin baju ganti aku ya buat kamu"ucap rika
"Uluu makasih sahabat ku yang cantik"ucap za sambil senyum
"Sama sama,cantikan kamu lah za dari pada aku"kata rika
"Kamu juga cantik kok rik"ucap za
"Ya udah aku ke pentri dulu ya mau ambil baju ganti ku"ucap rika
"Ya udah aku tunggu di toilet ya rik"ucap za pada rika,rika pun menuju pentri dan menggambil pakaian miik nya untuk di kenakan za.
Sesampai di toilet za masuk ke dalam kamar mandi seusai itu za mengelap baju nya dengan tisu tiba tiba ada yang menarik kerudung za hingga mau terlepas tetapi za menahan nya supaya tidak terlepas dari kepala nya.
"Awww,lepasin mba dina sakit"ucap za sambil meringis karna kesakitan
"Apa lo bilang lepasin,mimpi lo"teriak dina
"Tolong lepasin mba,apa salah saya pada mba dina"sahut za dengan isak tangis nya sambil memegang kepalanya yang sakit karena jambakan dina
"Salah lo itu banyak bukan cuman satu atau dua"emosi dina
"Saya gak tau mba letak kesalahan saya dimana,tolong mba lepasin saya sakit mba"ucap za sambil menangis.
Plakkkk
Tamparan yang begitu keras mengenai pipi mulus dan putih za seketika darah segar keluar dari sudut bibir za
"Ampun mba lepaskan saya"ucap za dengan nada menangis
"Jangan harap "sahut dina dan ia pun menampar lagi pipi za sangat kencang yang berkali lipat dengan yang tadi hingga za tersungkur ke lantai
Za yang tidak berdaya hanya memonta ampun tapi tidak di gubris oleh dina
Karna perdebatan mereka para karyawan yang ingin ke toilet itu seketika berhenti dan menyaksi kan adegan tersebut hingga ricuh
Waktu abraham ingin ke toilet ia melihat para karyawan yang bergerombolan dan ricuh itu abraham punendekat dan menanyakan ada apa
"Ada apa ini kenapa ribut di depan toilet"tanya abraham pada karyawan nya itu
"A-nu pak"gugup cewe iti
"Anu anu,anu apa cepat katakan"ucap abraham
"Di dalam ada menjambak kerudung karyawan baru itu pak yang menjadi ob"ucap cewek itu,seketika rahang abraham mengeras dan mengepalkan tangan nya
"Hentikan"teriak abraham sehingga membuat para karyawan yang bergerombolan itu menoleh dan terkejut karna bos nya ada di depan mereka
"Lepaskan dia"teriak abraham seketika membuat nyali dina menciut dan melepaskan cengkraman nya
"Apa yang masih kalian laku kan hahh,kembai bekerja kecuali kau"teriak abraham dan menunjuk dina
Dari kejauhan ada seseorang perempuan yang membawa pakain ganti untuk teman nya yaitu rika,
"Ada apa dengan mereka kaya sedang di kejar renternir aja"gumam rika sambil melihat karyawan yang berlari
"Za ini baj-"belum sempat melanjut kan ia keburu kaget karna melihat pakaian za yang tak beraturan
"Astagfirullah za kamu kenapa"khawatir rika za mendongka kan wajah nya mendengar suara rika za langsung memeluk rika dengan erat
"Tenang za ada aku disini kamu jangan nangis lagi yah"ucap rika rika pun menoleh ke arah dina dan dia berdiri dan berkata
"Ini pasti ulah lo lagi kan,kenapa lo berbuat ini pada za hahh,,emang za punya salah apa sama lo hingga lo nyakitin za"teriak rika dengan emosi sedangkan dina hanya diam saja dengan wajah pucat nya sambil menunduk karna sedari tadi abraham memperhati kan nya
"Jawab lo bukan diem aja budek apa"emosi rika za berusaha berdiri untuk menenangkan sahabat nya itu
"Udah rik aku baik baik aj-"belum selesai bicara za keburu pingsan sontak membuat abraham dan rika kaget
"Zaaa"teriaak rika dengan sigap abraham menangkat tubuhnya
"Kamu ikut saya,dan kamu tunggu saya kembali"ucap abraham
"Kalau terjadi apa apa sama za lo harus tanggunv jawab inget itu"ucap rika sambil menunjuk nunjuk dina rika pun menyusul abraham yangembawa za
baru pertama nyimak..sdh...asyik..