"Aduh!!" Lia mengaduh karena ada seseorang yang menabraknya, saat ia menoleh ke belakang ternyata ada anak laki-laki yang terlihat menunduk kemudian Lia mensejajarkan tingginya dengan anak itu
"Hai, apa kamu yang tabrak aku tadi?" Anak kecil itu mengangguk,
"Siapa namamu?" Anak kecil itu mendongak
"Nama aku... " Ucapan anak kecil itu terpotong karena ada yang memanggilnya,
"Kevin!" Lia menoleh ke sumber suara
Deg!
"Kevan?"
"Lia?"
________________________________________
Liana Putri Leonard, gadis yang memiliki senyum manis dan pesona yang dapat mengikat kaum pria. Dia di tinggal menikah oleh kekasihnya, tapi suatu saat setelah sekian tahun dia kembali di pertemukan dengan mantan kekasihnya itu.
Akankah Lia kembali pada mantan kekasihnya?
Penasaran bukan? Yuk baca dan tunggu kelanjutan ceritanya.
Jangan lupa like, komen, vote dan rating 5-nya ya teman-teman. Mohon dukungannya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marselia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Ayo yang belum baca silahkan baca ya teman-teman, tapi sebelum baca jangan lupa klik likenya dulu yaa😉
Ayo, semakin banyak dukungan dari kalian semakin semangat pula aku buat ceritanya. Jadi jangan lupa dukungannya yaa😊
Terimakasih dan selamat membaca.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Saat diperjalanan Lia bertanya di mana rumah Adam dan Adam menyebutkan alamat rumahnya. Kini mereka telah sampai di rumah Adam, mereka keluar dari taksi setelah Lia membayar taksi itu.
"Nak, ini benar rumah kamu?" Lia menatap tak percaya pada rumah di hadapannya ini, sebab rumah itu seperti Istana karena sangat besar dan megah. Lebih besar rumah ini dari pada rumahnya,
"Iya Bunda ayo masuk." Adam menarik tangan Lia untuk masuk.
"Eh tuan muda sudah pulang?" Adam mengangguk
"Buka gerbangnya pak Asep," kata Adam, gerbang pun terbuka. Adam terus menarik tangan Lia untuk mengikutinya.
Saat sampai di depan pintu utama, pintu itu tiba-tiba terbuka dan terdapat perempuan yang lumayan tua tapi tetap cantik sedang berlari ke arah mereka. Perempuan itu langsung memeluk cucunya.
"Cucuku kamu kemana saja nak? Ko pulangnya lama? Oma khawatir sama kamu." katanya dengan terus memeluk dan memeriksa setiap bagian tubuh Adam takutnya terdapat luka.
"Huh, Oma. Papa lama jemputnya, ya sudah Adam pulang sama Bunda saja," ucap Adam
"Bunda?" Beo Oma, Adam mengangguk
"Ini Bunda yang anterin Adam, Oma," Adam menarik tangan Lia untuk mendekat ke arah Omanya
"Bu, saya Lia gurunya Adam di TK," ucap Lia disertai senyuman
"Ah iya, Saya Rina Omanya Adam. Kenapa Adam memanggil kamu Bunda?" Oma terpana melihat wajah cantik Lia di tambah lagi senyumannya.
"Semua anak di TK memang memanggil saya Bunda, Bu," jelas Lia sopan
"Ah ya, ayo silahkan masuk." Lia pun ikut masuk ke rumah itu
Sampai di ruang tamu,
"Silahkan duduk," ucap Oma, Lia pun duduk di sofa.
"Bi, bibi!"
"Iya, Bu?" terlihat seorang perempuan berlari dari arah dapur
"Tolong ambilkan minum untuk tamu saya ya," perempuan itu mengangguk
"Adam kamu ganti baju dulu ya, nanti habis ini kamu makan." perintah Oma, Adam pun mengangguk
"Em, Nak. Terimakasih sudah mengantar cucu saya, saya kira cucu saya hilang karena di culik." Lia tersenyum
"Sama-sama Bu, lagian kasihan juga kalau Adam harus nunggu lama. Jadi saya antar saja dia pulang," jelas Lia
"Iya untung saja ada kamu kalau tidak, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada cucu saya." Lia pun mengangguk karena ia mengerti pasti perempuan ini sangat khawatir pada cucunya
"Semua ini karena anak saya yang telat menjemput Adam, awas saja nanti." perempuan itu terlihat kesal tak lama
"Ma, Mama!" teriak seseorang
"Apa?!" teriak perempuan itu, kemudian terdengar suara orang berlari ke ruang tamu.
"Hah hah hah, Adam. Adam mana Ma?" tanya nya dengan nafas terengah-engah. Perempuan itu berdiri dan mendekat ke arah laki-laki itu,
"Kamu ini kemana saja? Adam nunggu kamu dari tadi. Untung saja ada orang baik yang mengantarnya jika tidak bagaimana?" ucap Bu Rina dengan nada marah, lelaki itu tertunduk
"Maaf Ma, tadi ada meeting dadakan dengan klien dan harus saat itu juga karena mereka akan pergi keluar negeri hari sore ini," jelasnya
"Mama engga mau tahu, Adam itu anak kamu coba kalau dia hilang bagaimana? Kamu mau masak hilang?" tanya Bu Rina, dan laki-laki itu hanya menggeleng. Terdengar helaan nafas kasar Bu Rina.
"Ya sudah kamu duduk dulu," Laki-laki itu duduk, saat laki-laki itu melihat adanya perempuan asing yang duduk di seberangnya dia terus melihat perempuan itu,
"Cantik," batin laki-laki itu tapi ia segera menepis pemikirannya
"Aduh Lia, maaf ya jadi harus Lia perdebatan tadi." Lia tersenyum canggung
"Engga apa-apa Bu,"
"Lia, perkenalkan ini anak saya namanya Idham." Idham tersadar dari lamunannya, kemudian dia menjulurkan tangannya
"Idham, Papanya Adam." Lia menjabat tangannya
"Liana, guru Adam di TK." tangan mereka pun terlepas
"Em Bu, saya izin pulang ya," pamitnya
"Lho engga mau makan dulu disini?" Lia menggeleng
"Engga Bu, terimakasih atas tawarannya. Kalau gitu saya pamit ya Bu," saat akan menyalami Bu Rina tiba-tiba ada suara anak kecil yang memanggilnya,
"Bunda!!!" terlihat Adam berlari lalu memeluk kaki Lia,
"Bunda mau pulang?" Lia pun melepas pelukan Adam pada kakinya dan mensejajarkan tingginya dengan anak itu,
"Iya sayang, Bunda harus pulang," jelas Lia sambil mengusap kepala Adam Dengan lembut
"Yahh, padahal aku pengen makan disuapi sama Bunda," Lia pun tersentak dengan permintaan Adam kemudian Lia melirik ke arah Bu Rina dan Idham
"Em, coba izin dulu sama Oma dan Papa kamu sayang, kalau boleh nanti Bunda akan suapi kamu." Adam melihat ke arah Oma dan Papanya, dan mereka mengangguk.
"Yey Oma bolehin ko Bunda yuk," Adam menarik Lia ke arah meja makan.
"Pelan-pelan sayang nanti jatuh," Adam mulai berjalan dengan pelan
"Bunda aku mau makan sama ayam goreng," pinta Adam
"Jangan ayam goreng saja sayang, kamu harus makan sayur juga ya," ucap Lia
"Engga aku engga suka sayur Bunda," Adam menutup mulutnya
"Adam, sayur itu bisa buat kamu sehat dan kuat," jelas Lia dengan nada lembut
"Benarkah?" Lia mengangguk sambil tersenyum
"Oke Adam mau sayur Bunda tapi harus Bunda suapi ya," Lia terkekeh kemudian mengangguk, dia mulai menyuapi Adam
Lia asyik menyuapi Adam yang terlihat sangat lahap makannya, mereka seakan lupa bahwa masih ada orang lain di belakang mereka yang sedang menatap mereka dengan tatapan bahagia
"Idham, kamu lihat Adam tidak pernah mau makan sayur tapi saat ini dia mau memakannya," ucap Bu Rina sambil terus menatap mereka,
"Coba saja setiap hari Lia ada disini mungkin senyum ceria Adam akan terus menetap di wajahnya," jelas Bu Rina lagi
"Sudahlah Ma, lagian Adam juga masih punya Mamanya ko, ibu kandungnya. Jadi untuk apa Lia harus terus bersama Adam," jelas Idham merasa tak suka dengan apa yang dikatakan Bu Rina
Sedikit informasi,
Adam memiliki seorang ibu tetapi ibunya itu pergi meninggalkan Adam saat masih bayi. Dan Perempuan itu sangat dicintai oleh Idham, jadi baginya tidak ada siapapun yang bisa menggantikan posisi perempuan itu di hatinya.
"Berhenti memikirkan perempuan itu! Dia tidak baik untuk menjadi pasangan kamu. Ibu mana yang tega membuang anaknya sendiri!" geram Bu Rina karena Idham terus saja memikirkan perempuan itu.
"Sudahlah Ma, aku engga mau debat sama Mama." Idham pun berjalan ke arah kamarnya
"Mau kemana kamu?!" Idham tak menjawab dia hanya terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan Bu Rina.
"Anak itu!!" geram Bu Rina.
"Em, Bu." Panggil Lia
"Eh ya ada apa?" Bu Rina menoleh
"Saya pamit pulang ya Bu, Adam juga sudah selesai makannya."
"Terimakasih ya sudah mau menyempatkan waktu untuk menyuapi Adam," Lia mengangguk dan kemudian ia pamit pulang
"Kalau gitu saya pamit Bu,"
"Eh tunggu. Idham!! Idham!! Kemana sih anak itu," teriak Bu Rina
"Apa sih Ma?!" ucap Idham muncul dari balik tembok,
"Kamu ini! Antar Lia pulang sana, kasihan dia pulang sendiri."
"Dia sudah besar masih bisa pulang sendiri kenapa harus diantar sih," ucap Idham kesal.
"Antarkan saja, kalau tidak Mama bilang ke Papa kamu!" Idham pun mendengus kesal
"Ayo!" Idham jalan duluan
"Iya. Saya pamit ya Bu," Bu Rina mengangguk, Lia pergi menyusul Idham setelah menyalami Bu Rina.
Saat sampai di depan rumah terlihat Idham berdiri di samping pintu kemudi
"Lama sekali," gumamnya pelan tapi masih dapat terdengar oleh Lia.
"Maaf pak menunggu lama, jika bapak memang tidak ingin mengantarkan saya tidak apa pak, saya bisa pulang sendiri," ucap Lia berusaha sesopan mungkin
"Masuk saja, saya tidak ingin nanti kamu mengadu pada Mama saya!" ujarnya dengan sinis kemudian masuk ke dalam mobil, Lia pun menahan kekesalannya dan masuk ke mobil.
Dalam perjalanan itu tidak ada yang berbicara sama sekali, Lia hanya terdiam dan Idham sibuk mengemudi. Tiba-tiba perkataan Idham membuat Lia tersentak kaget
"Jauhi anak saya!"
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Hai teman-teman, terimakasih yang sudah baca.
Jangan lupa ya klik like, tambah favorit, follow, vote dan rating 5 nya juga ya. Supaya aku makin semangat update tiap hari.😊
See you next episode
Apa karna masih diawal kisah????
Coba deh nanti smp setengah kisah, kalo masih ttep gl greget, gk tk lanjut mf ya