NovelToon NovelToon
Rere Deswaldy

Rere Deswaldy

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:24.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ria irawati

Rere Deswaldy gadis berusia 18 tahun, dengan tinggal badan 148 cm, yg hidup bersama nenek dan kakeknya. Rere harus mengantikan nenek bekerja di sebuah perumahan mewah sebagai art, karena kakek sedang mengalami sakit keras. Rere bersekolah dan bekerja, demi biaya pengobatan kakek dan juga pendidikan nya. Sewaktu SMP Rere sudah bertunangan dengan kepala sekolahnya, namun, sayang takdir berkata lain. Sang kekasih menikah dengan wanita lain.
Di usianya yg masih belia Rere harus menikah secara sirih dengan Zizan (sang majikan) kerana sebuah kecelakaan. Pernikahan yg Rere jalani tidak bertahan lama. Dan hadirnya Azam seorang ustadz terkenal duda anak 1
Dapatkah meluluhkan dan menerima masa lalu Rere?.. Dan apa kah kekasih di masa lalunya kembali Hadir?..
penasaran dengan cerita selanjutnya???
yuk simak ceritanya sampai selesai 😊
Terimakasih yg sudah memberikan Like dan Komennya🙏🏻😊
semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. (aamiin ya rabbal alamin)
Ig: @Riairawati13
fb: Ria ira

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria irawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 17

Pagi hari yang cerah, mereka sudah bersiap-siap untuk ke Curug yang tak jauh dari sana, sekitar 30 menit berjalan kaki. Mereka sengaja tidak naik kendaraan karena memang jalannya hanya cukup di lalui sepeda motor. Mereka memilih untuk berjalan kaki agar menikmati pemandang.

Tak butuh waktu lama mereka sampai di curug, di sana banyak tempat foto yang cukup bagus. Sebelum bermain air mereka berfoto-foto, berbagai gaya saat berfoto. Rere dan Hakim bertatapan di dekat air terjun.

Puas berfoto, mereka langsung main air, Rere hanya bermain di tepi saja, Ira dan Mila yang memang pandai berenang main di tengah-tengah, begitu juga dengan Hakim dan Topa yang naik ke bebatuan lebih tinggi lalu terjun ke bawa.

Ira melihat Rere yang sendirian, lalu menghampirinya, Ira mengajak rere untuk ke tengah, sudah berapah kalo Rere menolaknya, namun Ira memaksa nya, mau tak mau Rere setuju tetap dengan syarat Ira harus memegangi nya.

Hakim dan Topa ke tepi untuk minum. Sedangkan ketiga gadis masih bermain di tengah-tengah air. Di sudut ada batu, Ira meminta Rere berpegangan pada batu karena dia merasa keram di kakinya.

Saat berpegangan entah dari mana datangnya semut menggigit tangan Rere, reflek Rere langsung melepaskan pegangannya, seketika itu juga Rere tenggelam.

"pak tolong Rere tenggelam" teriak Ira dengan kencang

Hakim yang mendengar itu langsung berlari dan masuk ke dalam air. Rere sudah tak lagi terlihat dan tak bergerak. Beruntungnya hakim langsung menemukan Rere yang hampir sampai ke dasar. Mila langsung ke tepi sungai tidak dengan Ira yang masih pada posisinya, Ira tidak bisa berenang karena kakinya keram, dia hanya berpegangan pada batu.

Hakim mengangkat Rere ke tepi, dan berusaha menyadarkannya. Hakim melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Teknik ini digunakan dalam situasi darurat ketika jantung seseorang berhenti berdetak untuk menjaga aliran darah ke otak dan organ vital lainnya. Dan memberikan Rere nafas dari mulutnya.

Rere sadar dan memuntahkan air.

"syukurlah kamu sadar re" kata Hakim

Topa sadar melihat Ira yang terus berpegangan batu, dia pun langsung masuk ke dalam air dan membantu Ira keluar dari air. Sampai di tepi topa membopong Ira.

"lu napa gk bilang kaki lu keram, lu bisa tenggelam juga tau gk" kata Topa

"kan semua lagi panik sama Rere, gue masih bisa bertahan" kata Ira

"terus kalo lu tenggelam gimana?" kata Topa

"buktinya gue gapapa tuh" kata Ira

"udah kalian jangan ribut, setelah keram nya hilang kita balik ke vila" kata Hakim

Mila membantu Rere dan Ira untuk memakai bajunya, setelah selesai Rere di gendong oleh Hakim, sedangkan Ira berjalan pelan-pelan karena kakinya masih terasa sedikit keram, baru setengah perjalanan Ira jatuh keseleo.

"udah gede kalo jalan gk hati-hati, udah cepet naik" kata Topa seraya berjongkok di hadapan Ira.

"gk usah gue bisa jalan sendiri" kata Ira

"yakin? Coba berdiri tegak" kata Topa

Ira berusaha berdiri namun kakinya terasa sakit, "aaaww" Ira mengadu kesakitan

"cepet naik gk usah ngebatah" kata Topa. Dengan terpaksa Ira naik ke punggung Topa

"lah pada di gendong, aku gk" kata Mila

"kamu kan baik-baik aja de, udah yuk jalan lagi" kata Hakim

Sampainya di vila, Hakim Lang membawa Rere ke kamar dan meletakkannya di kasur. Begitu juga dengan Topa.

"kamu istirahat dulu sayang" kata Hakim. Rere hanya mengangguk kecil "lu tanya mamang tukang urut yang bisa di panngil sekarang, biar kaki Ira langsung di urut" lanjutnya

"iya mas" kata Topa

Tak lama mamang datang dengan tukang urut perempuan usianya sekitar 40 tahunan.

Topa membopong Ira ke sofa yang ada di ruang tamu untuk di urut. Kenapa gk urut di kamar? Mereka tidak ingin mengganggu istirahat Rere dan Mila yang tertidur.

Saat di urut Ira mencengkram kuat Topa yang berada di sampingnya.

"aaaa" teriak mereka berdua

"lepas, lepas, lepas" kata Topa . Ira langsung melepas cengkraman nya

"maaf" kata Ira

Selesai di urut Ira di bopong Topa lagi ke kamar nya.

"makasih" kata Ira

"sama-sama" kata Topa cuek

Hari sudah mulai malam. Hujan pun turun membasahi bumi, udara bertambah dingin, mereka berkumpul di ruang tamu sambil menonton bersama. Rere dan Hakim duduk bersama di sofa

Sedangkan mereka bertiga duduk di karpet yang ada di bawah sofa. Topa tiduran tengkurap dengan bantal sofa. Ira dam Mila memakai selimut berdua. Hakim melihat Rere yang juga kedinginan, beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamar untuk mengambil selimut.

"makasih mas, tau aja lagi dingin" kata Topa

"enak aja ini buat Rere, lu pake sarung aja" kata Hakim seraya melempar sarung ke adiknya

Hakim menyelimuti tubuh mungil Rere

"mas gk selimutan? Emang gk dingin mas" kata Rere

"kamu peluk mas, mas gk akan kedinginan" kata Hakim

"mas" kata Rere seraya mencubit perut Hakim

"aaww sakit sayang" Hakim mengadu ke sakitan

"iihh apaan si orang nyubit nya pelan doang" kata Rere

"berisik banget deh orang bucin ini, kalian kalo mau mesra-mesraan sana di kamar" kata Mila

"mana boleh" kata Rere

"iya udah kita diam" kata Hakim

Hakim tak kuasa menggoda Rere, dia pun merangkul pinggang ramping Rere duduk mereka yang tadi nya berjarak kini tak ada jarak lagi. Hakim menyandarkan kepala rere ke lengannya, dan menuntun tangan Rere untuk memeluknya

"kalo nolak mas beri hukuman" bisik Hakim di telinga Rere

Dengan rasa malu Rere memeluk Hakim, mereka melanjutkan menonton bersama. Di suasana yang hening tiba-tiba Mila berkata

"aku lapar" kata Mila

"sama nih" kata Ira "gimana kalo kita bikin seblak" lanjutnya

"boleh tuh mba pas masih hujan gini nyeblak" kata Mila

"tapi aku gk bisa bikinnya" kata Ira. Lalu dia melirik dan menyeringai ke arah Rere. Ira tau Rere pernah berjualan seblak sebelumnya. Rere langsung tau maksud Ira

"oke, aku yang bikin" kata Rere

"asikkk, tapi aku nunggu mateng nya aja ya mba, dingin banget" kata Mila

"iya gapapa" kata Rere

Ira bangun dari duduknya berniat untuk membantu Rere membuat seblak,

"aaww" teriak Ira yang merasa kakinya masih agak sakit

"udah ra, kamu duduk aja, biar aku yang buat sendiri" kata Rere

"gue mau bantu biar cepet re" kata Ira

"ayo, mas bantu" kata Hakim

Rere membuat seblak di bantu Hakim. Hakim membantu memotong-motong bahan seblak, seperti sawi hijau, bakso, sosis. Sedangkan Rere membuat bumbunya. Saat sedang menumis bumbu Hakim berada di belakang Rere dan memeluknya.

"mas malu di liat yang lain" kata Rere

"di sini hanya kita berdua" kata Hakim yang terus menempel pada Rere

Masak seblak tak membutuhkan waktu lama. Hakim masih saja menempel pada Rere.

"lepas mas ini seblak nya udah jadi" kata Rere

Hakim melepas pelukannya lalu mencium pipi Rere. Dan Hakim membantu membawakan panci berisi seblak, dan Rere membawa mangkuk dan sendoknya.

"tolong ambilin minum de" kata Hakim

Mila langsung bangun dari duduknya dan mengambil beberapa botol air mineral.

1
mama Al
eh apa gegara lihat Rere ga pakai hijab jadi agak ramah gitu
Ria Irawati: bisa jadi kak🤭
total 1 replies
Indira Mr
jangan jangan ada jerawatnya jadi takut rerenya 😂💓
Ria Irawati: jerawat cinta🤣
total 1 replies
Indira Mr
25 tahun jadi CEO, Zizan keren berbakat 🤩🤩🤩
pojok_kulon
Calon itu Re
pojok_kulon
Punya kos-kosan , punya kios seblak B saja, Masyaallah Re
Ria Irawati: investasi kak
total 1 replies
pojok_kulon
ternyata kamu masih mengharap Zizan, re.nggak ingat luka kamu dlub
pojok_kulon
Kamu jangan masuk ke dalam kehidupan Zizan lagi Re.
Ria Irawati: tidak pasti🤔
total 1 replies
pojok_kulon
Benar Re, takut kena fitnah
Ria Irawati: hooh kak.. soalnya fitnah lebih kejam
total 1 replies
pojok_kulon
Tetap Rere yang ada didalam hati pak ustad🤭🤭
Ria Irawati: asik ahh😂
total 1 replies
pojok_kulon
Rere juga bisa tegas juga hehehe
Ria Irawati: harus bisa dong kak
total 1 replies
pojok_kulon
Cepat An nanti keduluan orang lain
Ria Irawati: sabar sabar dulu kak
total 1 replies
pojok_kulon
Janda muda nih
Ria Irawati: janda kembang/Grin/
total 1 replies
pojok_kulon
kamu itu jahat wulan
Ria Irawati: jahat banget kak
total 1 replies
pojok_kulon
Kan baru saja diomongin
Ria Irawati: macem cenayang saja Kakak nih🤭
total 1 replies
pojok_kulon
Jangan terlalu dengan pak kepsek Re, nanti istrinya marah
Ria Irawati: betul banget kak.
total 1 replies
pojok_kulon
semoga Kakung husnul khotimah, Ra
Ria Irawati: aamiin 🙏
total 1 replies
pojok_kulon
Bagus, Mbok.
pojok_kulon
Sabar Re...ikut menangis merasakan sakit hatimu Re
Ria Irawati: tisu mana tisu/Sob/
total 1 replies
pojok_kulon
Gk apa-apa semoga kamu mendapatkan pengganti yang lebih segalanya dari dia
Ria Irawati: semoga saja kak☺️
total 1 replies
pojok_kulon
Kamu harus kuat Re
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!