"Cinta kerap datang tanpa memberi aba-aba pada otak agar mengerti. Terkadang ia hadir menyelinap ke dalam hati dan menetap. Tanpa di sadari cinta telah bersemayam di dalam lubuk hati."-- Fakhri
"Terkadang cinta datang namun harus pergi. Dan terkadang kita yang harus pergi meninggalkannya."-- Tania
Penghujung cinta dari setiap insan memiliki jalan yang berbeda untuk sampai ke titik sebuah penyatuan cinta.
Dan tak ada satu insan pun yang tahu bagaimanakah akhir dari penghujung cintanya? Mendapatkan atau malah harus meninggalkannya.
Lalu bagaimana dengan cinta Tania? Apakah ia dapat menemui akhir dari cintanya. Bagaimana kisahnya? Pantengin aja cerita ini.
*Selamat membaca dan jangan lupa like, komen yang bijak untuk perbaikan author sendiri dan vote ya teman-teman!*
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhwat Uyee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17# Mario's Birthday Party
"Hey kalian ngapain!" bersamaan dengan itu, telinga Tania dan Fakhri sama-sama di tarik oleh seseorang.
Tania dan Fakhri saling berpandangan kemudian menoleh pada sosok yang sedang menjewer mereka. Terlihat badge namanya Rinto.
Ternyata dia adalah satpam yang kemarin memergoki Tania dan Fakhri sedang main game.
"Kalian lagi?" Pak Rinto menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melepaskan jewerannya.
"Kalian ini ya! Kenapa suka pacaran di tempat ini? Ini sekolah bukan tempat pacaran! NGERTI!" ucap Pak Rinto tegas.
"Kami nggak pacaran, Pak!" kilah Tania
"Terus kalian ngapain disini? tanya Pak Rinto.
"Main game, Pak." jawab Fakhri jujur.
"Hah? Main game? Kalian niat sekolah nggak sih?"
"Kan tadi kami main waktu..."
"Stop!" Pak Rinto memotong pembicaraan Fakhri, "Sekarang kalian ke ruang BK minta hukuman apa yang pantas buat siswa seperti kalian. Atau mau Bapak aduin ke wali kelas kalian saja?"
"Jangan, Pak!" ucap Tania dan Fakhri serentak.
"Sekarang kalian tahu harus kemana kan?" Pak Rinto bertanya dengan berkacak pinggang.
"Iya, Pak" jawab Tania.
"Ay ay, Pak Rinto yang ganteng!" ucap Fakhri setengah bercanda.
Tania dan Fakhri pun berjalan meninggalkan Pak Rinto yang masih di atap gedung ekstrakurikuler.
"Dasar anak sekolah! Bukannya sekolah malah pacaran!" ucap Pak Rinto setelah mereka berlalu.
Di depan pintu BK Fakhri dan Tania berdiri tanpa ada yang masuk. Tania tidak mau masuk duluan, begitu juga dengan Fakhri. Mereka beribut di depan pintu ruang BK.
"Hei. Kenapa masih disini?"
Tania dan Fakhri menoleh ke sumber suara dan ternyata tepat di belakang mereka ada Pak Rinto yang sedang berdiri.
"Cepetan masuk!" ucap Pak Rinto.
Tania dan Fakhri kemudia masuk ke dalam ruang BK.
"Ada yang bisa Ibu bantu?" ucap Ibu BK yang bernama Friska Angela.
"Jadi gini Bu, tadi kan saya..."
"Kami berdua." ucap Fakhri memotong pembicaraan Tania.
"Iya, maksudnya kami berdua. Tadi kami main game saat jam istirahat. Nah karena kami saat bermain menggunakan ear phone, jadi suara bel tanda masuk tidak terdengar. Jadi kami terlambat sampai satu jam. Pak Rinto yang menegur kami, tapi Pak Rinto mengira kami pacaran. Padahal cuma mabar." ucap Tania panjang kali lebar.
Ibu Friska menghela nafasnya, "Kalian kelas berapa?"
"Kelas 10." jawab Fakhri.
"Wali kelas kalian siapa?"
"Bu Rina. Tapi tolong jangan bilang dengan Bu Rina. Kami mohon, Bu. Beri kami hukuman saja." ucap Fakhri memohon.
"Baik. Tapi jangan sampai di ulangi lagi ya. Kalian masih baru dan kalian juga baru sekali ini dapat kasus." Ibu Friska memejamkan matanya sejenak, "Kalian berdua Ibu hukum untuk membereskan buku-buku perpustakaan selama 7 hari. Mulai dari besok."
"Siap, Bu." ucap Fakhri.
"Terimakasih, Bu!" ucap Tania.
Tania dan Fakhri hendak melangkah ke luar, namun terhenti.
"Ingat! saya akan minta catatan kepada Pak Kasim penjaga perpustakaaan. Jadi kalian jangan coba-coba berbohong. rekaman CCTV juga ada." ucap Bu Friska mengingatkan.
Tania dan Fakhri hanya mengiyakan. Kemudian mereka pergi ke perpustakaan.
"Nagapain kita ke perpustakaan?" tanya Tania yang mengetahui langkah kaki mereka akan ke perpustakaan.
"Pacaran!" jawab Fakhri singkat.
Tania menghentikan langkahnya lalu meninju bahu Fakhri. "Seriusan tauk!" ucap Tania sebal.
"Menurut kamu kalau orang ke perpustakaan ngapain?" tanya Fakhri jengah.
"Makan bakso!"
"Waellah kamu lapar apa gimana?"
Kruk...kruk...
"Buset dah lapar beneran ini mah!" Fakhri menepuk jidatnya karena mendengar suara perut Tania.
Tania hanya tersenyum.
"Kuylah ke kantin? ajak Fakhri sambil menarik lengan Tania.
"Tapi kalau ketahuan bisa dimarah kita."
"Dah, tenang aja. Aku dah biasa kaya gini kok."
"Tapi lepasin dulu tangan aku." Tania memandang tangannya yang masih di pegang oleh Fakhri, "aku bukan tahanan tauk!" ucap Tania.
"Sorry." Fakhri melepaskan tangannya.
Tania pun kengikuti Fakhri ke kantin. Tania merasa sedikit risih karena dia tidak biasa membolos di jam pelajaran.
Di kantin Tania memesan es teh dan bakso, Fakhri pun ikut-ikutan memesan apa yang di pesan Tania.
"Kamu ni ikut-ikutan." ucap Tania pada Fakhri. Kemudian Tania duduk.
"Nggak papa donk!" Fakhri duduk di depan Tania.
Tania pindah posisi ke samping Fakhri, dengan jarak sekitar 1 meter.
"Kok kamu pindah ke sampingku? Padahal aku pengen liat kamu makan."
"Aku nggak suka dilihatin kalau lagi makan." ucap Tania cuek.
Ketika bakso mereka sudah siap, Mereka langsung melahap bakso tersebut.
Fakhri melirik pada Tania.
"Apa liat-liat!" ucap Tania yang kemudian menyuap baksonya.
"Galak bener deh kamu ini!" Fakhri menggeleng-gelengkan kepalanya.
Seusai makan Tania langsung membayar bakso miliknya sekaligus milik Fakhri.
"Kri, aku ke perpustakaan dulu ya?"
"Bentar lagi masuk lho. Ntar lupa!"
"Nggak. Bentar aja. Mau pinjam buku. O iya kamu langsung ke kelas. Baksonya udah ku bayar."
"Oke. Sering-sering kek gini ya, Tan!" ucap Fakhri tertawa.
Tania hanya mengedipkan sebelah matanya lalu berlari menuju perpustakaan.
Sebelum guru masuk kelas, Tania sudah berada di kelas. Soal lari memang Tania cukup cepat. Bahkan saat SD dan SMP sering mengikuti turnamen olahraga antar sekolah. Dan Tania selalu menang soal lari.
Sepulang sekolah Tania mampir ke butik. Ia mencari baju yang cocok untuk malam nanti. Ia sengaja pergi sendirian agar tidak ada banyak tanya. Termasuk Pak Korim. Tania hanya mengatakan ingin mencari camilan sendiri. Dan untuk menetupinya, seusai membeli baju, Tania membeli camilan yang cukup banyak untuk stok dirumah.
Malam pun tiba. Tania pergi ke acara ulang tahun Mario dengan Nadia. Nadia sangat berbeda, ia menggunakan full make up.
"Kamu kok tumben dandan, Nad?" Tania bertanya saat di dalam mobik
"Biar cantik donk! Aku dandan buat Kak Mario." Nadia tersenyum sambil sibuk berkaca.
Sesampainya di rumah Mario, Tania sedikit ragu. Namun Nadia menarik lengan Tania hingga akhirnya masuk ke dalam rumah Mario.
Acaranya cukup ramai. Hal yang wajar karena Mario termasuk anak yang populer di sekolah. Selain dengan muka gantengnya, ia juga berprestasi. Tapi semua tak membuatnya menjadi sombong.
"Tan, ku tinggal ke toilet bentar ya!" lalu Nadia menghilang di balik kerumunan orang-orang.
"Hei Tania!" sapa Rehan.
"Iya." jawab Tania sembari tersenyum.
"Kamu cantik banget, tapi kamu jangan pakai make up berlebihan. Kan sayang kalau nanti muka kamu rusak." Rehan tersenyum lalu pergi.
Padahal Tania berusaha keras untuk tidak menggunakan make up. Namun kenapa ada yang tahu. Bahkan Nadia pun menyuruhnya menggunakan make up tadi.
"Kamu sama siapa?" tiba-tiba Fakhri muncul di belakang Tania dan sudah berdiri di samping Tania.
"Sama Nadia." Tania menoleh.
"Eh kamu cantik juga ya Tan. Gak kucem gitu. Kamu mandi ya tadi?"
"Terus maksud kamu selama ini aku nggak mandi?" Tania memukul tangan Fakhri dengan tas lengannnya.
"Nggak!" Fakhri tertawa.
"Dah ah aku males sama kamu." Tania menyodorkan kado yang ia bawa, "Bawain dan kalau ketemu sama Kak Mario tolong di kasih!"
Fakhri menerimanya dan Tania langsung beranjak pergi. Bahkan Fakhri belum sempat berkata.
Deg!
"Foto itu..." mata Tania terbelalak melihat sebuah foto besar yang terletak di ruang tamu.
jujur sih ni novel yg ke 2 aku baca yg jdi favorit ku jga
jangan lupa dengerin audio ny ya soalnya aku yg dubiing 😊
maaf jika suara nya agak gak jelas
terimakasih
mampir ya....
PENDEKAR TAK PERNAH KALAH
semangat terus ya nulisnya 💪 semoga ide-ide nya selalu dapat🤗
Mampir juga ya di novelku "Suami Dadakan" makasih💖
Salam dari kisah danau hijau buatan kakek
Salam dari "Pacaran Setelah Menikah "Halal)"
Terima kasih. 🤗