Ketika Cindy berusia 10 tahun, ia diperkenalkan oleh kedua orang tuanya dengan remaja muda berusia 16 tahun. Ayah dan Ibu memperkenalkannya sebagai Paman Angkat.
Singkat cerita, Paman Angkat bernama David hendak menikah dengan seorang wanita yang sudah dipacari nya lebih dari 3 tahun. Namun pernikahan itu batal, karena pihak dari pengantin wanita tidak hadir dan menikah dengan pria lain.
karena sudah menyebar undangan dan tidak ingin keluarga menjadi malu, orang tua Cindy tiba-tiba saja menikahkan dirinya dengan David, Sang Paman Angkat.
Bagaimana Kisah Mereka? Mari Disimak Sekarang Juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 17
Mama Ratih kembali memeriksa makan siang yang akan dinikmati bersama dengan Putra semata wayangnya serta menantunya. Mama Ratih terlihat sangat antusias setelah tahu bahwa David bermaksud mengajak Cindy tinggal di rumah tersebut.
Sejak kejadian malam di mana ia dan David berpisah, Mama Ratih merasakan kesepian yang teramat dalam. Belum lagi perasaan khawatir terhadap putranya yang tinggal ditempat keluarga serba pas-pasan.
“Terima kasih atas kerja sama kalian,” ucap Mama Ratih kepada para pelayan.
Meskipun bisa dikatakan sebagai keluarga menengah ke atas, Mama Ratih maupun Almarhum suami, sedikitpun tak pernah memiliki sifat sombong. Karena mereka tahu, harta yang mereka miliki hanyalah titipan semata yang harus mereka gunakan dengan sebaik-baiknya.
“Nyonya besar, Tuan Muda dan Nona Muda telah kembali,” ucap Pak Toni yang bekerja sebagai kepala pelayan di rumah keluarga Wijaya.
“Benarkah?” tanya Mama Ratih seraya berjalan menghampiri pengantin baru yang baru saja tiba.
Cindy yang baru saja turun dari mobil, hanya bisa menunduk malu. Ia cukup terkejut mengetahui fakta bahwa Paman angkatnya yang kini telah menjadi suaminya adalah pria kaya raya.
Cindy tak ada keberanian untuk mengangkat kepalanya, ia merasa cukup malu dengan apa yang sudah ia lakukan dimasa lalu ketika sedang bertengkar dengan Paman angkatnya itu.
“Cindy, kamu sakit?” tanya David seraya menyentuh pundak Cindy.
Cindy hanya menggelengkan kepalanya tanpa berani menjawab pertanyaan Paman angkatnya.
“Akhirnya kalian datang juga. Bagaimana perjalanan kalian menuju kemari? Apakah macet?” tanya Mama Ratih.
Mama Ratih yang saat itu sangat penasaran dengan menantunya, perlahan mendekati Sang Menantu.
“Cindy, kenapa Nak? Kamu sakit? Pusing? Apa perlu kita ke rumah sakit?” tanya Mama Ratih cemas.
Terlihat jelas kalau Mama Ratih begitu perhatian dengan istri dari Putra semata wayangnya.
Cindy perlahan mengangkat kepalanya dan tersenyum canggung ketika melihat Ibu mertua.
“Ya ampun, David,” ucap Mama Ratih seraya menoleh ke arah David. “Istrimu lebih cantik dari yang Mama bayangkan,” imbuh Mama Ratih memuji kecantikan Sang Menantu.
“Tentu saja sangat cantik, Ma!” seru David.
Mama Ratih memeluk Cindy seraya mengucapkan terima kasih karena mau datang ke rumah. Kemudian, mengajak Cindy untuk masuk ke dalam.
David bernapas lega, ia bersyukur karena Mama Ratih menyukai Cindy.
“Cindy, bagaimana kalau besok kita nge-mall? Mama akan belikan banyak pakaian untuk kamu,” ucap Mama Ratih mengajak Cindy berbelanja bersama.
“Sama Paman.. Eh, maksud saya sama Mas David juga ya Tan..”
“Mama. Panggil Mama,” sahut David ketika Cindy hampir saja memanggil Sang Mama dengan sebutan Tante.
Mama Ratih bisa menerima sikap canggung Cindy. Bagaimanapun, Cindy adalah anggota baru yang harus ia perlakuan seperti anak kandungnya sendiri.
“David, Mama sudah lapar. Apakah kalian mau makan siang bersama Mama?” tanya Mama Ratih memasang wajah sedih.
Cindy langsung mengiyakan dan reflek menggandeng tangan Mama Mertua.
“Maaf,” ucap Cindy seraya melepaskan gandengannya.
“Kenapa dilepas, Cantik?” tanya Mama Ratih sambil memegang tangan Cindy agar kembali menggandeng tangan Mama Ratih.
Di sisi lain.
Dimas baru saja mendengar kabar kalau Cindy telah menikah dengan pria bernama David. Dimas yang terkejut dengan kabar tersebut, memutuskan untuk mendatangi kediaman Cindy untuk menanyakan kejelasan dari kabar tersebut.
Sampai di rumah keluarga Cindy, Dimas langsung mengetuk pintu rumah seraya memanggil-manggil Cindy.
“Maaf, Mas ini mencari siapa ya?” tanya Ibu Julia yang kebetulan sedang tidak bekerja.
“Maaf, Tante. Saya mencari Cindy, apakah Cindy ada?” tanya Dimas penasaran.
“Temannya Cindy ya?” tanya Ibu Julia.
“I.. Iya Tante,” jawab Dimas dengan ragu.
Dimas sendiri ingin memberitahu bahwa ia adalah kekasih Cindy. Namun, ia tidak bisa mengatakannya langsung karena ia dan Cindy sedang tidak baik-baik saja.
“Cindy sekarang tidak tinggal di sini. Cindy sudah tinggal bersama suaminya,” jawab Ibu Julia.
“Apa? Su.. Suami?” Dimas cukup syok mendengar jawaban dari Ibu Julia.
Dimas yang tak bisa berkata-kata, memutuskan untuk pergi begitu saja.
Ibu Julia menatap aneh pria muda yang pergi begitu saja.
“Bukannya menjelaskan alasan kenapa datang kemari, eh main pergi begitu saja,” celetuk Ibu Julia dan kembali menutup pintu.
Dimas menutup pintu mobil dengan cukup keras. Ia berteriak kesal dengan apa yang telah Cindy lakukan padanya.
Dimas berpikir bahwa hubungannya dengan Cindy segera membaik. Karena Dimas sudah berniat untuk melamar dan menikahi gadis yang ia cintai.