NovelToon NovelToon
Tamat

Tamat

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:316.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: romanziere

Perkenalkan namaku Michael Morrone. Aku adalah seorang mafia Italia yang sangat berbahaya dan disegani lawan. Diriku tidak pernah merasakan apa artinya jatuh cinta apalagi cinta pertama. Hidupku di penuhi kesunyian dan betapa kerasnya hidup ini. Suatu hari aku datang ke Indonesia untuk liburan. Namun disaat diriku sedang berjalan aku tak sengaja menabrak seorang gadis. Gadis itu pun terjatuh. Melihat dirinya terjatuh aku berjongkok dan mengulurkan tanganku kepadanya.
Gadis itu nampak ragu. Ia hanya diam tanpa membalas uluranku bahkan wajahnya pun menunduk. Ku tatap wajahnya yang menunduk tak lama kemudian wajah itu mendongak. Mataku lansung terkunci oleh tatapan polos dari gadis itu.

Penasaran dengan ceritanya? Ayo jangan lupa baca ceritaku.

Salam hangat dari Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon romanziere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Capitolo 17: Preoccupazione

•Buona Lettura•

Michael menggendong Cilla ala bridal style. Ia tau bahwa gadis ini kelelahan akibat terlalu lama berdiri dan berdansa bersamanya. Sebenarnya Michael menyimpan perasaan pada gadis ini ketika pertemuannya dengan Cilla. Meskipun dirinya tidak pernah jatuh cinta pada siapapun kecuali kepada Padre dan Madre. Bagi Michael semua manusia pasti membutuhkan cinta agar hidupnya sempurna termasuk dirinya.

Michael memandang wajah Cilla yang nampak kelelahan di sela-sela tidur.

"Kuharap kau membalas perasaanku Cilla dan aku akan mengubah diriku menjadi sosok pria yang baik dan selalu bersamamu maupun suka dan duka hingga maut memisahkan kita" batin Michael.

Michael mengecup kening Cilla cukup lama. Setelah itu, Michael beranjak dari ranjang dan menuju balkon mansionnya.

Hamparan lautan di malam hari yang sangat indah ditambah angin yang berhembus kencang membuat Michael bisa merasakan di mana dirinya selalu ditemani oleh angin. Ia menganggap angin adalah sosok seorang teman yang selalu menemani hatinya yang dikala kesepian.

Tangannya terangkat keatas. Michael menatap telapak tangannya yang dilumuri oleh dosa, sungguh dirinya sangat kejam dan tak berperasaan. Dimana dunia gelap adalah tempatnya berkerja dan berekspresi kepada dunia. Ia ingin sekali dirinya hidup normal seperti orang lain tanpa ada dendam dan musuh. Namun semua itu hanyalah angan-angan saja.

Suara ombak yang bergema di malam hari dengan sinar bulan yang bercahaya. Michael menatap bulan itu yang sedang sendirian tanpa seorang teman hanya langit gelap yang menemaninya, jika disimpulkan itu sama saja dengan kehidupannya, sendirian dan gelap.

Saat Michael sedang melamun, tiba-tiba ponselnya bergetar di sakunya. Segera Michael mengeluarkannya dan melihat notifikasi siapa yang menelponnya. Bean, nama yang tertera saat ini di layar ponselnya. Michael menggeser tanda hijau berbentuk telepon keatas.

"Kukira kau sudah tertidur" ucap Bean di sebrang.

"Aku sedang malas" Michael menghembus nafasnya. Rasa malas itu menggerogoti dirinya.

"Tidak seperti biasanya? Apa yang terjadi? Apa kau mau minum bersamaku?" tanya Bean.

"Aku bosan dengan minuman sampah itu, bagiku rasanya sama saja tidak ada yang beda" jawabnya.

"Hey bung, kau kira aku akan memberikan minuman sampah, jawabannya tentu saja tidak, kau masih ingat tidak minuman yang terkenal di Polandia pada beberapa tahun lalu mungkin sudah lama."

"Aku sudah tau, bahkan rasanya hambar, ibarat garam dicampur air rasanya menjadi asin."

"Sejak kapan dirimu menjadi perancang kata-kata? Apa kau banting setir dari mafia Italia menjadi perancang kata-kata?."

"Aku hanya sedang kesepian" Michael sebenarnya malas membahas hal ini, namun ia membutuhkan saran dari temannya. Ia yakin Bean adalah orang yang tepat bisa diandalkan dalam memecahkan solusi yang tengah ia miliki saat ini.

"Tidak biasanya kau kesepian, apa kau sudah tak kuat lagi di ranjang dan memilih bermain dengan gadis polos" hibur Bean memberikan candaan.

"Jangan mengejekku Bean, aku sanggup menghabiskan 10 wanita sampai tak sadarkan diri dalam satu malam" Michael menepuk dadanya bangga, tapi memang kenyataannya.

"Astaga begitu saja kau bangga, baiklah aku akui dirimu hebat dalam urusan apapun, tapi kau sepertinya kurang dalam urusan percintaan."

"Memang aku selalu kurang dalam hal itu, karena semua manusia tidak ada yang sempurna" Michael mengucapkan kata-kata bijaknya.

"Benar, aku suka dirimu yang bijak dan tegas, lalu kenapa kau kesepian?" tanya Bean dan Michael lansung terdiam seribu bahasa.

"Halo apa kau disana?" Bean memecahkan keheningan dibalik telepon.

Michael tetap tak bergeming, bahkan angin kencang pun tak mampu membuyarkan lamunannya.

"Halo!" panggil Bean sedikit menaikkan nada bicaranya.

Michael tersentak mendengarnya. "Maaf, aku melamun tadi" Michael memijat sedikit pangkal hidungnya.

"Tidak masalah, cepat ceritakan! Kemana seorang Michael yang suka mengadu masalah."

"Astaga berhenti mengejekku itu dulu, tapi sekarang aku tak seperti itu."

"Buktinya kau sekarang kesepian dan melamun tanpa arah" tebak Bean.

"Astaga, kenapa kau bisa tau? Apa kau menggunakan drone untuk memata-matai ku?."

"Dasar pelupa, bukannya kita telah bersama dari kecil sampai saat ini."

"Benar, tapi" ucapan Michael terpotong, sangat berat ia memberitahu hal ini. Bagaimanapun ia harus memberitahukannya.

"Tapi apa?" tanya Bean penasaran.

Michael menghirup nafasnya dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Bean.

"Tapi apa Michael? Jangan membuatku menunggu lama!" Bean sudah tak sabar mendengarnya.

"I...ni...menyangkut persahabatan kita, kau tau Mario."

"Tentu saja aku tau, hey jangan membuatku memiliki perasaan buruk padanya."

"Dia telah tiada" Michael lansung mengucapkan tiga kata itu secara jelas.

Seketika Bean tertawa mendengarnya. "Ini tidak lucu Michael, kau ini tidak pandai dalam berbohong."

"Aku serius, dia tewas tertembak oleh anggota Triad" ucap Michael serius.

Bean terdiam seketika mendengar ucapan serius itu.

"Bean apa kau baik-baik saja?" Michael mencoba memanggil nama temannya, namun sambungan telepon itu diputuskan oleh Bean.

"Bean! Bean! Bean!" panggil Michael berkali-kali.

"Argh, bedebah sialan" amuk Michael lalu menghempaskan ponselnya yang tadi tertempel di telinganya.

Michael memegang pembatas pagar dan menundukkan pandangannya menghadap ke tanah yang rata.

Sedikit demi sedikit hatinya mulai tenang meskipun belum setenang mungkin. Michael memasukkan ponselnya ke saku celananya dan memutuskan untuk melangkah masuk kedalam mansion.

Saat dirinya sudah tiba di ambang pintu. Ia melihat gadis itu sepertinya tampak tak tenang di dalam tidurnya.

"Papah, Mamah, hiks...hiks...jangan tinggalkan Cilla" racaunya tak karuan sembari menolehkan kepalanya kesana-kemari.

Michael lansung menghampiri gadis itu dan merangkak keranjang. Michael menepuk pipi Cilla.

"Cilla, hey, hey, sudah jangan menangis" Michael segera menyadarkan gadis itu dengan menepuk pipi Cilla.

Cilla terus menggelengkan kepalanya kesana-kemari. Michael menghujaninya dengan ciuman di seluruh wajah Cilla yang berkeringat dengan air mata yang mengalir di pipi Cilla.

Cilla lansung tersadar saat merasakan benda kenyal terasa sedikit basah yang meraba wajahnya dengan lembut seraya mengerjapkan matanya berulang kali. Saat yang ia lihat pertama kali adalah seorang pria yang baru saja mengucapkan kata I Love You padanya.

"Tatap mataku!" Michael mengangkat dagu Cilla.

Mata Cilla menatap mata Michael yang sedang kesepian. Cilla mengusap rahang tegas Michael yang ditumbuhi bulu-bulu kasar.

"Kenapa?" tanya Michael lalu beralih menangkup pipi Cilla yang sedikit basah.

"Maksudmu kenapa apa?" tanya Cilla balik, sungguh pertanyaan Michael sangat membingungkan dirinya.

"Kenapa kau peduli padaku, dan kenapa kau menangis baby girl? " tanya Michael serius dengan kedua tangannya yang masih betah menangkup wajah Cilla.

"Aku tidak tau" Cilla menggeleng.

"Maksudmu?" Michael menautkan kedua alisnya sehingga membentuk sedikit kerutan.

"Ceritakan padaku" ucap Michael lembut dengan sedikit mengelus pipi Cilla dan menghapus sisa air mata yang nampak sedikit mengering menggunakan jempolnya.

"Aku teringat pada orang tuaku, mereka melambaikan tangan padaku dan meninggalkan diriku sendirian."

"Dan saat aku hendak meraih tangan mereka, namun mereka menghilang sebelum aku memegang tangan mereka namun mereka terbawa arus angin dalam sekejap mata, aku menangis pilu dan terduduk di dekat pepohonan mangga yang selalu menemaniku di saat aku sendirian" dan Cilla mengakhirinya dengan hembusan nafas.

Michael memandang gadis itu dengan tatapan iba. Dirinya pun sama halnya merasakan apa yang Cilla rasakan.

"Sudah jangan sedih lagi, bagaimana aku akan menemanimu tidur" tawar Michael seraya mengangkat kedua alisnya silih berganti.

Gadis itu mengangguk pertanda setuju dengan tawaran seorang pria yang kini sedang berada diatas tubuhnya.

Michael menyandarkan tubuhnya disamping Cilla kemudian ia membalikkan tubuhnya menghadap kearah Cilla.

"Kemarilah" Michael merentangkan kedua tangannya.

Cilla lansung masuk kedalam dekapan pria itu. Michael memeluk erat gadis itu seraya mengecup puncak kepala gadis itu dan memberikan usapan lembut.

•Continua•

Bagaimana setelah membaca capitolo ini? jangan lupa komen yaa.

1
Yunitra Aksayu
thor kunapa tanggung thor
Nasri
hmmm,,,ceritanya bagusss
Sri Nurulia
hareuuudang..... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Novie Achadini
aithor nya jago bgt bhs itali
Novie Achadini
sadis
Novie Achadini
michael omongannya kasar thor
Novie Achadini
sadis thor😀
~ Nuraeni Hasanah🌻
setau aku mafia itu solidaritas nya tinggi loh, tpi tetap aja ada yg berhianat😶
deviana Vertus
gak ketemu judulny thor
Cheng Nyo
thor,,aku suka ceritanya😊
Rafka Caca Rara
tak jumpa lh dgn judul tsb
Yhana Maryam Jamil
Semangat thor....
Aysha Ratnaa
kok ga hamil2 thor
Lina aza
jjik lihat kelakuan s Miki amit2 kasian Cilla 🥵
Lina aza
Miki mafia mesum😜
Lina aza
ga ngerti alurnya ko tani udah ada ma Cilla lagian tau darimana ya cilla tinggal dimension
Lina aza
cilla gtu amanat di goda cowok ky mau di perkosa marahnya sma2 sadis dng Michael
Lina aza
baru nyimaakkk salut authornya pinter bahasa Italiano 😇
Martina Tangdialla
0
qpl
Martina Tangdialla
l
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!