Lisa adalah perempuan janda muda yang terpaksa mengadu nasib di ibu kota demi merubah hidupnya dari masa lalu yang pahit.
Perpisahan yang dikarenakan pengkhianatan membuatnya tidak sudi berhubungan kembali dengan sang mantan suami yang sudah menghancurkan hidupnya.
Apakah Lisa bisa beradaptasi dengan pekerjaan baru di ibukota yang hanya sebagai seorang pengasuh sekaligus ART?
Dikarenakan ia harus merawat seorang pria beristri sebagai majikannya yang menderita stroke dan harus duduk dikursi roda.
Bagaimanakah kisah mereka?Yuk diikutin alur ceritanya.😁
Follo me IG :Mitha_shin 🌸
☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 - Seperti Perempuan Liar
Lisa yang kala tengah fokus mengepel,sesaat pun menoleh ke arah Henry.Karena menyadari jika ternyata Henry sudah sejak tadi memperhatikan dirinya.
Lisa pun langsung mengangguk ke arah Henry.
Namun,Henry justru langsung buang muka dan mengarahkan kursi rodanya untuk pergi.
Lisa hanya memandang bingung dengan sikap sang majikan yang mengabaikannya.Tapi ia pun tak ingin ambil pusing dan tetap melanjutkan pekerjaannya.
*
*
Malamnya..
Damar pulang ke rumahnya yang kini memberanikan diri membawa Eva.Rida sang ibu tampak begitu heran dan bingung dengan sosok Eva yang belum pernah ia temui sekali pun.
"Kau membawa siapa Damar?" tanya Rida yang penasaran.
"Dia Eva ma,kekasih ku sekaligus calon istri." jawab Damar.langsunv mengungkapkan siapa Eva pada sang ibu.
Sedangkan Eva hanya menunjukkan senyuman pada Rida sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Selamat malam Tante,apa kabar?" sapa Eva dengan nada ramah.
"Selamat malam dan kabar tante baik." jawab Rida yang masih terlihat bingung dengan sosok Eva.
Sesaat ia pun memperhatikan penampilan Eva yang begitu mencolok.Dengan pakaian yang begitu ketat dan sedikit terbuka.Membuat Rida hanya memandang aneh dengan tampilan Eva yang seperti perempuan liar.
"Silakan duduk." ujar Rida mempersilakan Eva untuk duduk.
"Terima kasih Tante." jawab Eva mengangguk dan langsung duduk.
"Damar ibu perlu bicara denganmu sebentar.Tante tinggal dulu." ujar Rida langsung meninggalkan Eva sendirian.
"Sebentar ya sayang." kata Damar langsung mengikuti Rida dari belakang.
Eva pun hanya mengangguk.
Rida pun mengajak Damar ke dapur dan kini memandang sang anak dengan datar.
"Apa kau serius memilih perempuan seperti untuk kau jadikan istri?" tanya Rida memastikannya lagi.
"Tentu bu,bukankah kemarin aku sudah menceritakannya pada ibu tentang Eva.Dan dia orangnya Bu." jawab Damar membenarkannya tentang Eva.
"Tapi bukan seperti itu yang ibu inginkan.Ibu mau kau mencari calon istri yang memiliki kedudukan yang tinggi.Bukan seperti wanita liar yang kau pungut dijalanan. Ibu tidak menyukai perempuan itu,dari penampilan saja sudah terlihat kalau dia bukan perempuan baik-baik." ucap Rida langsung menolak tegas Eva.
"Bu,kenapa langsung memutuskan seperti itu?Ibu bahkan belum mengenal Eva,dia wanita yang baik dan dia lah yang membuat ku selama ini bahagia." ujar Damar yang membela Eva.
"Membuat mu bahagia selama ini?Apa jangan-jangan perempuan itu yang sudah membuat kau berselingkuh?" tanya Rida menebak.
"Tepat sekali Bu,aku sudah lama mengenal Eva.Jadi aku rela meninggalkan Lisa demi memilih Eva.Dia yang sudah membuat hidup ku lebih berarti daripada Lisa." jawab Damar membenarkan lagi tebakan sang ibu.
Rida pun seketika mendengus kesal dengan jawaban Damar.
"Ibu pikir setelah kau meninggalkan Lisa,kau akan lebih pintar memilih wanita yang lebih berkelas.Tapi ternyata kau sungguh sangat bodoh." sindir Rida.
"Aku tidak peduli bagaimana penilaian ibu pada Eva.Karena yang jelas aku akan tetap menikahi Eva dan tidak akan ada 1 orang pun yang bisa menghalangi kami." ujar Damar dengan tegas.
"Jadi kau akan lebih menentang ibu daripada mengikuti apa kata ibu?Baik,terserah kau saja jika ingin menikahi perempuan itu.Tapi kau harus ingat,jangan salahkan ibu jika pernikahan mu akan berakhir lagi seperti kau menikahi Lisa." tukas Rida membalas dengan tegas dan memilih pergi
Dan saat ia berjalan melalui Eva yang masih duduk,Rida hanya melirik sinis dan langsung pergi tanpa bicara apa pun pada Eva.
Eva hanya menatap bingung dengan lirikan sinis dari ibu Damar.
𝗻𝘆𝗮..👍👍
𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀𝗸𝗮𝗻𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂..😘😘
𝘀𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵 𝘁𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸..
𝗶𝘁𝘂 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗺𝘂 𝗗𝗮𝗺𝗮𝗿..