Siapa yang tidak kecewa saat keluarga kita sendiri lebih menyanyangi orang lain yang bahkan bukan anaknya sendiri. Sejak saat itu ezra berubah menjadi dingin.
"Ma..tadi dikelas aku bisa menjawab soal yang ibu guru kasih"
" Hmmm, emang yang guru tanya?"
" Pertanyaan bagaimana proses rantai makanan ma, terus"
Mama...mama..
"Ade dapat dapat penghargaan dari ibu guru karena ade tadi menang lomba nyanyi di kelas"
" Wahhh sayang kamu hebat banget mama bangga sama kamu, sini peluk dulu. Cup...cup..cupp.cup ahh kamu mau makan apa hari ini mama akan masakan makanan kesukaan kamu."
Ma..
"Apa sih dari tadi panggil terus, sudah sana belajar di kamarmu!!!"
Bentak mama kepada ezra. Ezra wijaya itu adalah namaku, aku terlahir dari keluarga yang terpandang, dulu kasih sayang mama dan papa begitu besar untuk ku bahkan saat itu kami harmonis sekali apalagi bang kenzo yang sangat perhatian walau kadang suka jutek namun semua itu berubah saat kedatangan Alea di rumah ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kursipojokan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuis
" Za, kenapa sihh lu tidur mulu??"
"Emang kamu nggak ada kamar yah sampai tidur dalam kelas gini"
"Bukan nggak ada kamar juleha ban..ci tapi dia itu tukang tidur" Kayra menekan kata banci pada sahabatnya itu
"Luu yah, putys hubungan" Juleha merajuk melipat tanganya di depan dada bahkan raut mukanya saat ini sudah bersiap akan menangis
"Dihhh cemen luuu gitu ajah ngambek, Za jangam temenan sama dia anaknya cengeng" hasut Kayra kepafa Ezra yg membuat sahabatnya semaki merajuk saja bahkan bibirnya udah maju 5 centi menahan isakannnya padahal air mata udah menganak sungai
Melihat sahabatnya menangis bukannya merasa bersalah kayra justru tertawa sangat kencang, rasanya bahagia sekali menistakan sahabatnya yg super duper perasa itu
"Haaahaaahhhaa" kayra tertawa terpingkal-pingkal yg membuat air matanya keluar saking lucunya ia tertawa
"HUAAAAAAA" Tangisan kencang Juleha sudah tak terbendung lagi yg membuat Ezra menutup kedua telinganya saking cemprengnya suara Juleha
"Aku kasih tahu Bunda kamu yahh..hikkk...hikkk. aku bilangin kamu ngatain aku bencong hikk.hikk"
Sroottt... suara perasan ingus Juleha yg besar nggak ada anggunya sedikit pun jadi perempuan, hal seperti itulah yg membuat sahabatnya sering mengoloknya banci
Ezra yg jengah melihat drama queen para sahabatnya pun memutar matanya jengah
"Sudah yh jangan nangis" kalimat singkat yg dibarengi dengan usapan lembut di kepala sahabat manjanya itu
"Hahahahahha" kayra yg melihat raut muka Ezra yg tidak cocok menenangkan orang pun kembali tertawa
"Sumpah Za lu nggak usah ngomong gitu dehh geli gue lihatnya mana muka sama perlakuannya beda jauh banget berasa lihat Lucifer menyamar jadi malaikat gue. Ucapan dengan nada geli yg dilontarkannya pun mendapatkan tanggapan dari Juleha
"Ya kan Lucifer malaikat Kayra" celetukan itu membuat Ezra meringis pelan, sahabatnya ini polos apa blo'on sihh
Namun ia tidak bisa menyampaikan hal yg tengah ia pikirkan sebab panjang ceritanya bila itu terjadi nanti
"Yg bilang dia bukan malaikat siapa Leha!!" Jawaban penuh dengan geraman bahkan tanganya saat ini ikut geram dengan membuat remasan dimuka sahabatnya yg aneh bin ajaib itu
"Kan kamu bilang tadi Lucifer menyamar jadi malaikat?" Kalimat tanya yg diucapkannya membuat kayra menepuk pelan keningnya di barengi helaan nafas beratnya
"Haaaaa"
Ezra yg melihat interaksi drama itu hanya tersenyum tipis karena dua sahabatnya yg bertingkah nyeleneh setiap mereka bersama tampa tau tempat
"Yaaa,kan___"
"Gini yahh Lucifer itu Setan...S.E.T.A.N. Setan Juleha. Kenapa karena ia berhianat pada Tuhan oleh karenanya ia di usir oleh Tuhan dan mengutuknya lalu menempatkannya di neraka, sekarang pahamkan" sebelum menyelesaikan kalimatnya Kayra memotong dengan cepat kalimat yg hendak di lontarkan sahabatnya itu
"Tapi kamu tadi___"
Tringg..tringg
Belum selesai perdepatan tak faedah itu lonceng pertanda pelajaran dimulai pun berbunyi
"Selamat pagi anak-anak hari kita belajar bilangan Matriks yahhh dan 30 menit terakhir kita akan kuis sesuai janji ibu minggu lalu"
"Yahh Bu, kami belum belajar"
"Kok dadakan sih,Bu?"
"Bu janganlah kasihan nanti ip*n tumbuh satu rambutnya kalau kita kuis dadakan"
"Bu nanti pak Botak ngejar kita loh"
"Sudah-sudah tidak ada tawar menawar ibu sudah sampaikan jumat lalu yah jadi tidak ada alasan kalian tidak kuis hari ini"
Kira-kira begitulah keluh kesa anak-anak di kelas Ezra namun sosok murid baru itu tidak terganggu sama sekali dengan keributan yg terjadi dia justru enakan tidur berbantalkan tasnya dan tangannya
Ketika sedang asiknya mengajar sang guru melihat ada siswa yg tidur di jam pelajarannya yg membuatnya begitu marah sebab ini kali pertamanya ada murid bandel di mata pelajarannya
"Siapa itu yg beraninya tidur di jam pelajaran saya" mendengar pertanyaan dengan amarah dari sang guru lantas membuat semua murid saling menatap satu sama lain sehingga kurva mereka menangkap satu sosok yg tengah tidur dengan nyenyaknya
Tidak tahu kah dia kalau buat masalah di jam pelajaran guru kunti maka yg ada mereka akan kena hukuman syukur kalau disuru hormat bendera tapi kalau disuruh bersih WC sekolah kan apes banget mana banyak lagi. Begitulah batin para siswa di kelas itu melihat Ezra yg tertidur
Leha yg duduk di depan Ezra pun mengguncang lengan sahabatnya itu
" za bangun za"
"Hmmmm"
bukannya bangun Ezra malah bergumam tak jelas
Brakkk...
"Anjing!!" Kaget akan debrakan meja tanpa sadar ia mengeluarkan kata mutiara dari mulutnya yg membuat guru matematika dengan julukan kunti itu semakin marah
"APA KAMU BILANG !!" Teriakan itu menyadarakan Ezra sepenuhnya, bingung dengan situasi yg terjadi membuatnya menatap teman-teman sekelasnya
"Maaf ada apa Bu?" Tanpa rasa bersalahnya ia bertanya kepada sang guru
"Ada apa kamu bilang? Enak yah tidur di jam pelajaran saya berasa pintar kamu"
"Hmmm. Saya memang pintar"
Mendengar jawaban itu semua oramg di kelas menganga tak percaya akan keberanian sang murid baru. Tak tahu kah ia sedang menghadapi masalah besar saat ini
"Ohhh jadi kamu sudah pintar kalau begitu kerjakan 3 soal yg ada di papan tulis sekarang jika kamu salah kamu tidak boleh masuk lagi di pelajaran saya!" Printah sang guru dengan sebalnya sambil melipat tangan di dada, menatap tajam murid nakan itu
Tanpa banyak bacot Ezra bangun dati tempatnya duduk beranjak berdiri berjalan menuju papa tulis, mengambil spidol yg di meja guru kemudian mengerjakan soal yg ada.
"Wihhh itu soalkan belum dijelaskan, gue yakin dia kali ini bakal kena masalah deh"
"Ia kasihan banget deh, apalagi anak baru"
"Tapi kalau dilihat dari gayanya kayaknya dia bisa"
"Nggak mungkin, soalnya sulit banget apalagi itu soal untuk ujian UTBK nantinya"
"Ye juga sih, semoga saja dia selamat"
"Dihh di kate selamat lu pikir lagi kecelakaan"
"Yahh kan lu tahu sendiri si kunti siap melahap mansanya"
"Tapi tuh anak keren juga yah wajahnya datar banget cui, lebih serem dia dari pada Bu Kunti cuman wajahnya cantik jadi ketutup deh"
Bisikan-bisikan para murid kelas 12 Ipa itu begitu terdengar jelas di telinga Ezra namun apa pedulinya toh dia tidak terganggu dengan lontaran unfaedah mereka
Tak sampai 5 menit soal yg ada di papan tulis terjawab semua lengkap dengan utilitasnya/penjelasan singkat padat dan jelas
Setelah menyelesaikan tugasnya ia kembali ke tempat duduk, kemudia melanjutkan tidurnya yg terganghu oleh makhluk yg tak penting dikelasnya ini
"Gimana Bu apakah jawabannya benar?" Tanya salah satu murid di kelas
" yahh, jawabannya benar semua" jawab sang guru masih dengan raut tak percayannya akan hasil jawaban murid baru itu
"Sudahlah kita langsung lanjut kuis,dan buat kamu yg mengerjakan soal tadi ridak usah ikut kuis tapi saya harap kedepannya kamu tidak tidur di kelas" kembali ke depan mejannya Bu Kunti pun mengeluarkan lembar soal kuis dan di bagikan kepada semua siswa kelasnya
" dengar ganti tanda x dalam soal dengan tanggal lahir kalian dan y dengan bulan lahir dan untuk tanda a dan b ganti dengan nomor urut absen kalian" instruksinya kepada murid-muridnya
"Yahhh Buu" kalimat serempak dari anak sekelas itu tak dihiraukan sang guru
"Ra, nyontek dong" Juleha mencolek tangan kayra di sebelahnya
" lu nggak dengar apa soalnya jadi nggak sama dan lu nggak bisa nyontek" tunjuk kayra kepada sahabatnya itu dengan pulpen di tangannya.
Ezra yg melihat sahabatnya tidak berubah sama sekali itu menggelngkan kepalanya dengan mata masih terpejam
"Sini" satu kata dari Ezra yg membuat sumringah di raut wajah Juleha
Kapan lagikan di bantu nyontek sama sahabat dinginnya itu, apalagi dia benar-benar jenius sudah di pastikan jawabannya pasti benar semua
Kayra yg melihat ekspresi senang Juleha menggeleng kecil
"Awas luu nggak lulus, dosa tahu nggak jujur"
"Biar..wlee" bukan sadar dia malah menjulurkan lidahnya pada Kayra
semangat 💪🥳🥳🥳🥳🥳🥳
mampir dan ikuti juga "sepotong sayap patah"ya
mari saling dukung🤍