seorang gadis bernama elana yang selalu ceria dan bertingkah random,jatuh cinta pada dosennya,dia terus mengganggu dosen tersebut hingga membuat sang dosen jerah dan memutuskan menerima cintanya.
namun sesuatu yang tidak pernah terduga terjadi dan membuat elana hancur,dia tidak menyangka jika sebuah fakta bisa membuatnya benar - benar hancur.
"aku harap setelah ini bahkan takdir tidak akan berniat mempertemukan kita"
"aku minta maaf,aku tidak pernah berniat menyakitimu"
elana pergi dengan perasaan hancur,dia meninggalkan tempat itu dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti,hatinya benar - benar seperti di tikam 1000 pisau.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Res_29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Radatuli
Selama kelas berlangsung elana tak henti - hentinya tersenyum,dia juga masih terbayang bagaimana saat tadi berangkat ke kampus bersama evan,berboncengan berdua bak pasangan kekasih.
Gadis itu tak henti - hentinya menggoda evan dengan memegang pinggang pria itu untuk berpegangan meski evan juga beberapa kali menegurnya namun elana seperti berpura - pura tuli.
"Jangan berpegangan seperti ini nanti orang akan salah sangka",evan berkata dengan berteriak karena menggunakan helm full cafe milik elana,dia berusaha menyingkirkan tangan elana yang memegangi pinggangnya,namun tangan gadis itu kaku dan mempererat pegangannya
"Kalau aku tidak berpegangan nanti aku jatuh,memang pak evan mau tanggung jawab jika aku jatuh?",jawab elana tak kalah berteriak
"Kau bisa berpegangan pada pundakku"
"Tidak mau... lagi pula itu tidak sopan memegang pundak dosen kita sendiri",gadis itu benar - benar bisa saja menbuat jawaban
"Apa bedanya dengan memegang pinggang,itu juga tidak sopan"
"Ck... ini sudah jauh dari sopan,tolong pak evan diamlah,aku tidak memakai helm jadi jika aku terus berbicara maka serangga dan angin akan masuk ke dalam mulutku"
Evan akhirnya menyerah dan membiarkan gadis bar - bar itu berpegangan semuanya,namun elana bukanlah gadis murahan,meskipun senang mengejar - ngejar dosennya bak orang gila,bahkan saat di bonceng seperti itu dia berusaha menjaga jarak agak dadanya tidak terlalu menempel pada punggung evan.
Saat mereka tiba di parkiran kampus,banyak para mahasiswa yang saling berbisik,mereka benar - benar berpikir jika sejak apa yang elana lakukan pada evan saat terpatuk ular membuat gadis itu akhirnya mendapatkan hati sang dosen pujaannya.
Evan sedikit mendengus kesal,dia tadi sudah mengatakan akan turun sedikit lebih jauh dari kampus,dia akan berjalan nanti,namun bukan elana namanya kalau tidak punya cara untuk membuat evan tetap menurutinya dan berboncengan sampai kampus.
Karena hari ini dia tidak ada jadwal kelas evan,jadi dia sama sekali tidak bertemu dengan pria itu,elana juga belum bertemu dengan sofia karena dari 5 jadwal kelas yang dia ambil hari ini,hanya 2 yang akan sama dengan sofia,dan itu masih nanti sore.
"Ada yang ingin di tanyakan elana?",seru dosen yang tengah berdiri menerangkan materi di depan kelas seketika membuyarkan lamunan elana
"Eh... tidak ada pak david"
"Sudah paham dengan apa yang saya jelaskan?"
"Su-sudah pak",jawab elana dengan tersenyum kaku
Meskipun elana terkenal bar - bar dan tomboy,dia juga di kenal sebagai mahasiswa berprestasi,nilainya selalu bagus dan banyak dosen yang memujinya,jangankan para mahasiswa,dosen saja selalu tau gosip tentang elana yang selalu mengejar - ngejar salah satu dosen di kampus tersebut yang tak lain adalah evan.
Sebenarnya banyak mahasiswa perempuan yang mengidolakan evan karena wajah tampan dan tubuh tinggi yang sangat ideal,namun karena sikap dingin evan,tak ada yang berani menggoda dosen itu kecuali elana.
Setelah kelas kedua selesai,elana segera pergi ke area belakang kampus dimana biasanya di sana terdapat mahasiswa yang sedang bermain wall climbing,gadis itu celingak - clinguk untuk mencari seseorang,atau mungkin beberapa orang.
Hingga dia melihat dua orang yang dia cari,elana segera menghampiri mereka berdua.
"Kau sudah selesai kelas?",tanya elana sambil duduk di sebelah sofia yang tengah duduk di atas rumput bawah pohon sambil mengamati reyden memasang tali safety pada temannya yang entah siapa namanya
"Aku hanya ada 2 jadwal kelas hari ini",sofia menjawab tanpa perlu repot - repot melihat temannya
"Lalu kenapa kau sudah ada di sini?kelas kita nanti sama kan di jam 3 sore?",elana menyahut minuman sofia yang berada di sebelah kakinya dan meneguknya begitu saja
"Aku sedang ingin saja di sini"
"Aneh",gumam elana setelah meneguk beberapa tegukan air milik sofia yang tadinya masih 3/4 botol kini tersisa hanya seperempatnya saja
"Siapa dia?anak baru?",elana menunjuk pemuda yang tengah di pasangkan tali safety oleh reyden tadi dan kini bersiap untuk memanjat papan
Sofia mengangguk pelan,"iya dia dari fakultas seni"
Elana mengangguk pelan lalu menggeliatkan badannya dengan kedua tangan di angkat lalu dengan santainya dia berbaring dia atas rumput tanpa alas apapun.
"Kenapa kau tidak bilang jika kevin sudah kembali?",seru sofia tiba,membuat elana yang tadi sempat memejamkan matanya langsung terbuka.
"Memangnya untuk apa kau cari kevin?"
"Ck... kau kan tau aku mengagumi kakakmu"
"Salah sendiri kenapa selama dia di rumah kau tidak datang"
"Aku sangat sibuk makanya tidak datang ke rumahmu sama sekali",sofia berkata dengan cemburut dan melas
Elana kembali memejamkan matanya dan dengan malas menjawab sofia,"kalau begitu bukan salahku kan,dan 1 lagi dia tidak akan pulang dalam waktu yang lama setelah ini"
Sofia sontak menoleh dengan cepat ke arah elana,"kenapa?"
"Dia dan papaku ada proyek baru di singapura"
Sofia menghela nafas berat dan kembali melihat ke depan di mana pemuda yang sedang memanjat wall climbing itu sudah berada di tengah - tengah papan dengan reyden yang terus memberikan arahan dari bawah.
Reyden berjalan ke arah dua temannya setelah membantu pemuda tadi melepas tali safety saat sudah turun ke bawah,pemuda itu langsung duduk di sebelah elana yang tengah berbaring memejamkan matanya dengan kedua tangan bersedekap di atas dada.
"Bagaimana kencanmu dengan dosen pujaanmu itu?",celetuk reyden tiba - tiba
Namun bukannya elana yang menjawab,tapi malah sofialah yang menyahuti dengan nada terkejut,gadis itu bahkan langsung menoleh ke arah reyden dengan gerakan cepat.
"Apa?siapa?"
"Elana siapa lagi?"
"Memangnya ada apa?"
"Bukankah aku sudah cerita jika pergi dengan pak evan untuk makan ke restoran radatuli",jelas elana tanpa membuka mata atau merubah posisinya
"Radatuli?hah..?",sofia bingung
"Restoran ala - ala pracis seperti film kartun koki tikus itu radatuli"
Sofia diam untuk beberapa saat mencerna ucapan elana dengan mulut agak terbuka dan wajah bodohnya,entah kenapa dia tiba - tiba menjadi lemot seperti itu.
Sedangkan reyden yang tau apa maksud dari elana hanya bisa tertawa pelan melihat sofia yang masih berusaha berpikir dan mencerna ucapan elana tadi.
"Bodoh kau...",sofia memukul paha elana tiba - tiba hingga membuat wanita itu terkejut dan reflek bangun dari berbaringnya
"Itu bukan radatuli tapi ratatouille",maki sofia
"Tidak usah memukul sialan",kesal elana mengusap pahanya yang sedikit terasa panas karena sofia memukulnya sedikit keras
"Kau yang sialan,kenapa berbicara tidak benar"
"Kau saja yang bodoh kenapa tidak bisa cepat menangkap lawkanku,reyden saja tau"
"Haisss... berhentilah bertengkar,kalian sama saja",seru reyden yang sudah bosan melihat dua gadis itu bertengkar,padahal biasanya dialah yang akan berdebat dengan elana
Tanpa 3 orang itu sadari,evan tengah memperhatikan mereka dari jendela kaca ruangannya,dia bahkan tersenyum tipis kala melihat elana berdebat dengan sofia tadi.