NovelToon NovelToon
Bloodthirsty Handsome

Bloodthirsty Handsome

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rizky Rachma

"Kalau hati sudah memilih, otakku ini bisa apa?!"

Devian Almero, sosok pria tampan yang sama sekali tak mengerti perihal cinta sebelum bertemu dengan Diandra.
Ya, Diandra. Gadis manis itu mampu menggetarkan hati Devian saat awal perjumpaan.

Hingga akhirnya Devian nekad mengejar Diandra dan langsung mengklaim gadis itu sebagai milik. Berjalannya waktu, hujan rasa kasih sayang yang diberikan Devian, akhirnya mampu menaklukan hatinya.
Namun, sebuah fakta mencengangkan muncul di saat keduanya memadu kasih. Diandra baru mengetahui bahwa pasangannya itu ialah 1 diantara 7 anggota psikopat dari Keluarga Breadsley.

Sanggupkah Diandra menjalani hidup bersama Devian, sang psikopat tampan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizky Rachma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makanan Coki

📢 Mengandung adegan kekerasan berbau pembunuhan.

Yang nggak suka bisa di skip aja.

Happy Reading 👇

.

.

.

"Di-Diandra ... syukurlah lo sadar." Zea spontan merangkul Diandra. "Gue sedih lihat lo begini Ndra." Cewek bermuka dua ini sangat lihai mendramatisir keadaan.

Zea melepas dekapanya, menatap Diandra yang nampak masih lemah tak berdaya.

Senyum samar ditunjukan Diandra sambil menatap gadis yang berada di sampingnya.

Tak lama setelah Diandra sadar, Devian keluar dari kamar mandi. Melihat wanita yang ia sayangi membuka mata, Devian berlari kecil menghampiri.

"Gue seneng lo akhirnya sadar sweetie," ucapnya seraya menyimpan tangan Diandra dalam genggaman. Ia membuang nafas lega. Mengecup punggung tangan dari cewek yang mampu membuatnya menitikan air mata.

Diandra mengangguk dan tersenyum manis menatap Devian.

"Maafin gue gara-gara gue lo jadi celaka." Netra yang selalu menyuguhkan tatapan tajam kepada orang lain itu kini berkaca-kaca.

Diandra menggelang mengisyaratkan jika semua ini bukanlah kesalahannya. Perlahan cewek itu menggerakan tangan, menyeka secara lembut bulir air mata Devian.

Sorot mata Diandra teralihkan pada sosok yang baru saja masuk. Itu Aland. Ia menghampiri Diandra dengan senyum senang tercetak di wajahnya.

"Syukurlah lo akhirnya sadar, Diandra."

Dan lagi cewek itu hanya mampu merespon dengan anggukan serta senyuman.

Kedatangan Aland disusul oleh munculnya seorang Dokter dengan perawat yang selama ini menangani Diandra.

Mereka memeriksa kembali keadaan Diandra setelah sadar. Dokter menyatakan Diandra sudah melewati masa kritisnya. Hanya tinggal menjalani perawatan luka lecet dan tulang kakinya yang patah.

Hal itu disambut senang oleh Devian dan Aland. Terkecuali oleh satu cewek bernama Zea. Dalam hati ia mengumpat kata-kata kotor tertuju untuk Diandra.

*

Sebelum pergi menuju rumah sakit, Gio memutuskan untuk terlebih dahulu mampir berkunjung ke rumah Diandra. Menilai Hanung-ayah angkat Diandra itu selama ini menderita sakit berat. Di tambah lagi pasti Hanung sedang khawatir dengan kondisi putrinya.

Gio menepikan mobilnya di halaman rumah Diandra. Ia turun dari mobil, membawa satu kantong plastik berisi bubur ayam yang masih hangat.

Gio menekan bell rumah dan tak lama Hanung muncul setelah membukakan pintu.

"Selamat sore Om," sapa Gio ramah seraya melempar senyum.

"Oh Nak Gio, mari silahkan masuk." Hanung mempersilahkan Gio masuk ke dalam rumah. Gio masuk dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan bubur ayam yang tadi ia bawa.

Gio dan Diandra bersahabat dari mereka duduk di bangku SMP. Semasa menjalin pertemanan karena sering berkunjung ke rumah Diandra, membuat Gio dan Hanung saling mengenal bahkan, hubungan mereka ternilai cukup dekat.

Jadi hal seperti ini bukannya Gio tak memiliki sopan santun namun Gio telah menganggap rumah Diandra ini sebagai rumah kedua untuknya.

Hanung duduk menyandar pada sandaran kursi di ruang makan. Tak lama Gio datang membawa nampan berisi semangkok bubur ayam hangat lengkap dengan teh hangat untuk Hanung.

"Om di makan dulu buburnya mumpung masih hangat," kata Gio menyajikan bawaanya itu di atas meja.

"Terimakasih Gio," jawab Hanung seraya menghela nafas. Helaan nafas itu terdengar berat. Gio menatap sekilas. Wajah sedih yang terukir di wajah Hanung sudah terwakilkan memberitahu Gio akan khawatirnya seorang ayah pada anaknya.

"Om tenang aja ya. Diandra pasti akan baik-baik saja. Hari ini kata perawat nggak lama lagi putri kesayangan Om itu akan segera pulang." Gio berusaha meyakinkan Hanung. Terpaksa ia berbohong demi menutupi perihal keadaan Diandra yang sebenarnya.

Gio memang sengaja melarang Hanung untuk pergi ke rumah sakit menemui Diandra. Ia berkata pada Hanung jika Diandra hanya mengalami luka lecet dan patah tulang di bagian kaki. Sejujurnya Hanung sempat bersikeras menolak larangan dari Gio. Tetapi setelah mendengar ucapan Gio yang mengatakan jika Diandra berpesan melarang sang ayah untuk pergi ke rumah sakit, akhirnya Hanung hanya bisa pasrah dan menurut. Semua kembali ia pasrahkan pada Gio.

Setelah membantu Hanung menyiapkan semua obat yang harus di minum, Gio berpamitan lalu segera menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit.

*

Pekikan suara tangis memenuhi sebuah ruangan. Pria itu tak tau menahu sebab kenapa ia di seret paksa dan akhirnya disekap.

Suatu cairan melalui suntikan jarum berhasil menembus kulitnya. Merasuk dan bercampur menjadi satu dalam aliran darah. Perlahan tapi pasti efeknya mulai bekerja. Melumpuhkan semua syaraf aktif dalam tubuhnya.

Rasa panas kian menjalar. Bersamaan dengan itu ia tak mampu lagi menggerakkan tangan maupun kaki. Obat sialan itu sukses membuatnya lumpuh total.

"Lo nemu ni sampah di mana sih?! Bau banget tau nggak!" Chester bertanya pada Halbert. Mengomel berkepanjangan sambil menutupi hidung dan mulutnya sendiri dengan sapu tangan.

"Di jalan deket kuburan noh!" jawab Halbert.

"Abis ni manusia bejat ketangkap basah waktu gue sama Halbert lewat. Nyeret bocah ke kuburan buat nglampiasin nafsu gilanya." Danzel geram menerangkan di barengi dengan anggukan dari Halbert yang duduk di sampingnya.

Arley mendengus kesal. Berderap mendekati manusia yang ia anggap sebagai sampah masyarakat. Matanya menggelap menatap penuh minat.

Kenapa manusia seperti ini harus hidup dan bebas berkeliaran merenggut masa depan anak-anak. Hal kejam menjijikan seperti itu sangatlah mustahil untuk bisa diampuni.

Arley si jenius menarik kasar rambut cowok di hadapannya. Menjedotkan kepala cowok itu ke lantai berulang kali. Si cowok tak kuasa lagi untuk melawan. Bahkan menyelamtkan dirinya pun serasa mustahil.

"Ni gue jedotin kepala lo biar tuh otak jadi waras." Membabi buta Arley memberi siksaan tanpa ampun. Darah segar nampak merembes dari kepala membasahi lantai. Arley melepas cengkramanya sejenak lalu berdiri, beralih menginjak-injak kepala cowok itu dengan sepatunya penuh semangat.

"Belum sampai gue cacah tu orang udah ma**us duluan." Danzel nampak kecewa. Sempat melihat cowok yang sedang di siksa itu menghembuskan nafas terakhir. Ah, dia tak bisa bersenang-senang menyiksa korbanya. Karena ia paling malas bermain tanpa melihat jelas ekspresi kesakitan dari korbanya. Tanganya menopang dagu di atas meja. Memilih melihat pertunjukan seru bak sedang menonton film thriller di bioskop.

Chester pun juga tak ingin turun tangan. Dia ini cowok yang mengagungkan kebersihan. Melihat korbanya lusuh dan bau seperti itu Chester memilih mundur teratur.

"Bawa Cokie kesini Ches," pinta Arley pada Chester.

"Ok. Wait."

"Yah yah padahal gue pingin nyongkel tu mata dulu." Halbert protes.

"Nanti ya korban selanjutnya aja." Arley mengembangkan senyum pada Halbert. Mata, kuku, Halbert selalu paling minat dengan itu.

Chester datang kembali membawa Cokie bersamanya. Dari ambang pintu ruangan anjing pit bull berwarna hitam itu berisik menggonggong dan nampak tak sabar ingin segera menghampiri makanannya.

"Lepas talinya Coki Ches," perintah Arley di setujui oleh Chester lewat anggukan.

Chester melepas tali pengikat yang mengalungi leher Coki. Anjing itu pun bersemangat, berlari kencang menghampiri makanan yang disediakan tuan mereka.

Tanpa lama Coki menggigit bagian leher terlebih dahulu. Gigi tajamnya seketika mampu merobek kulit korbannya dan darah pun muncrat deras mengalir.

"Makan yang banyak coki biar lu gendut dan sehat!" sorak Chaster kegirangan.

1
Vitamincyu
...
Novia Ayu Apriani
horang Kya bebas cui
tf-boy
good
Novianti Ratnasari
merinding baca nya thour serem
Novianti Ratnasari
gila bener si Davian langsung gaspol aj.
Novianti Ratnasari
kaya nya seru nich cerita
Novianti Ratnasari
serem bgd semua cogan nya Spikopat
Octa Febian Nii
de best ka, aalur suka banget, gk bikin bosen, sehat terus ka🥰🥰🥳🥳🥳
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Nurul Azizah
q
Nurul Azizah
iiji9
Gina Gayatri
jangan di ganti
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Syifa Azzahra
nyimak
Salmah S
Sadiiisss...
Samsul Rubiah
So sweet banget
Putri
yg ini aja, manis2 gimana gitu...
Dee Na
agh si diandra ini sdh tau devian suka bunuh org jg,
Sartini Dimitri Mah
ceritanya bagus
Fitria
Byk pesan moral yg terkandung di dalamnya, ceritanya jg seru, bikin greget, bikin emosi, bikin sedih, nano² deh rasanya, pokoknya membawa pembaca ikut masuk ke alur ceritanya, penulisnya 👍
"Jgn mudah percaya ucapan org lain, walaupun dg bukti yg nyata, krn org licik bisa melakukan apapun itu. Jgn sprti Devian yg mudah percaya kalo Zea adl Melody masa lalunya tnp menyelidikinya terlebih dahulu, sampai mengabaikan & menyakiti Diandra. Tegaslah dlm berprinsip, jgn ingin keduanya tp mengabaikan org yg tulus dg nya. & ternyata Diandra adl Melody masa lalunya."
"Jk kita mencintai seseorg, kita hrs bisa mnjaga kepercayaannya, mnjaga hati, pikiran & tubuh kita hny utk nya. Jgn sprti Devian yg menyentuh Kimberly hny krn obat perangsang, walaupun Diandra tdk tau saat itu, taunya saat ucapan Kimberly sblm kematian."
Moertini
terimakasih bagus ceritanya..terus berkarya
...dilanjutin yaaaa..semangat
ms huang
smangattt thor!!! intip karyaku jg y SATU DAN SELAMANYA ..tq !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!