NovelToon NovelToon
Love Sign

Love Sign

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurwahidah Bi

Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.

Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16: Recording (2)

Folder Rekaman 'Aku Tahu', 15 November 2011.

"Maaf membuatmu menjadi begini! Kau harus pergi demi putraku, jika bersamamu dia pasti akan lebih merasa bersalah," suara seorang pria.

"Apa maksud paman?" tanya suara wanita.

"Sebenarnya, aku kenal dirimu jauh sebelum kau dan Sun Woo bertemu!"

"Aku rasa aku sudah tahu hal itu. Lalu apa hubungannya?"

"Aku dan ibumu adalah saingan bisnis, aku terkejut saat kembali dari italia dan mendapati Moon Ha Na ada disebelah rumahku," ucapnya bercerita, "akulah yang membuat pekerjaan ibumu berakhir dengan kebangkrutan," lanjutnya lagi.

"Aku bilang aku tahu!" ucap suara perempuan yang terdengar lemah.

"Apa Min Joon yang memberitahumu tentang semua itu?"

"Apa yang ingin kau bicarakan, Paman?"

"Apa kau tahu Sun Woo bukanlah saudara kandungmu!"

"Aku tahu!" jawab suara perempuan yang terdengar seperti Jin Hee.

"Tapi, siapa orang yang sudah memberi tahumu?"

"Seseorang," jawab Jin Hee ringan.

"Tapi, hari itu, di saat ibu dan ayah tirimu mengalami kecelakaan. Apa kau sudah mengetahuinya juga?" tanya ayahnya.

"Tidak, meskipun aku tahu, aku tidak akan mengatakannya kepadamu!"

"Untuk itu maafkan aku, karena semua adalah kesalahanku! Kesalahan seorang ayah yang tidak mampu menjadi panutan bagi putranya," ungkapnya tampak menyesal.

"Untuk itu juga, aku menerima tawaran paman yang disampaikan oleh Cha Soo Yi langsung kepadaku, karena aku juga sangat menyayangi kak Min Joon!" ucapnya tertahan.

"Aku akan menjelaskannya secara rinci!"

"Tidak perlu! Aku pergi seperti kemauan kalian, aku juga tidak ingin hidup bersama pembunuh sepertimu," lanjut Jin Hee, "dan ingatkan puteramu untuk tidak mencariku lagi, aku dan dia sudah berakhir saat aku tahu semuanya! Kami akan ke New Zealand!"

"New Zealand? Aku memintamu pergi ke Italia! Karena ada seseorang yang kukenal di sana, dia bisa membantu dan menjagamu. Lalu kenapa kau ingin pergi ke tepat yang berbeda?" tanya Ayah Min Joon terdengar kebingungan.

"Tapi, seseorang sudah memintaku untuk pergi ke sana? Dia bahkan sudah mengubah jadwal keberangkatanku, lalu aku harus bagaimana?" ucapnya terdengar mengganggu.

"Terserah kau, tapi sebaiknya memang secepatnya kau tinggalkan Negara ini. Dengan begitu Min Joon tidak perlu merasa bersalah dan mencoba untuk menjagamu karena rasa bersalahnya itu."

"Kalian orang jahat!"

"Maaf!" ucap ayahnya ditemani suara pintu yang dibanting keras, beberapa detik terdengar suara tangisan Jin Hee yang begitu memilukan mengakhiri rekaman singkat berdurasi hampir 10 menit.

"Dia merekamnya?" Suara ayah Min Joon jatuh ke tempat yang paling rendah. Terpukulu. Semua yang ada di sini merasakan hal yang aneh dan menyesakkan.

"Bukankah dia pandai? Dia adalah gadis yang cerdik dan selalu meninggalkan teka-teki dalam menghadapi masalah yang dihadapinya. Meskipun kadang dia menjadi sangat penakut, tapi dia akan menjadi kuat dengan apa yang ditakuti itu," jelas Min Joon.

"Maafkan aku, Nak!"

"Jadi kau tahu di mana keberadaan Jin Hee sekarang?" lanjut Min Joon menginterogasi.

"Aku tidak tahu nak, aku benar-benar tidak tahu! Dia pergi atas keinginannya sendiri, dia bahkan membuatku bingung. Sesungguhnya, karena permintaan Jin Hee-lah aku mencoba untuk membuatmu melupakannya. Tapi, tidak bisa! Dia bahkan berinisiatif sendiri untuk pergi ke New Zealand," terang ayahnya terlihat bersungguh-sungguh mencoba mendapatkan kepercayaan putranya itu.

"Kau masih berpikir aku mendekati Jin Hee hanya semata-mata karena rasa bersalahku saat itu?" ucap Min Joon membawa sang ayah dan ibunya mencoba menuju masa lalunya.

"Min Joon!" sebut ayahnya terdengar sedih.

***

08 Februari 1995.

Setelah tinggal di kompleks perumahan ini selama hampir 3 tahun. Hari ini Jin Hee dan Sun Woo kecil memutuskan untuk pindah rumah lagi karena permasalahan yang menimpa kedua orang tua mereka.

Min Joon pun menceritakan kepada ayahnya tentang kejadian hari ini, kejadian di saat dia membantu Sun Woo membereskan barang-barangnya.

"Min Joon, apakah mereka sudah berangkat?" tanya ayahnya memperhatikan dari balik jendela ruang kerjanya.

"Belum!" jawab Min Joon muda.

"Kau tahu bemper mobil kan?"

"Tentu saja!"

"Tempelkan ini, di situ!" perintah ayahnya memberikan sebuah benda berwarna hitam seukuran cincin ibunya.

"Bagaimana caranya?"

"Kau tempelkan saja seperti ini," ucap ayahnya memperagakan dengan menempelkan benda itu ke dinding.

"Lalu apa yang akan terjadi?"

"Aah... Begini! Bukankah saat mereka pindah nanti kau membutuhkan alamat mereka, untuk bertemu dengan Sun Woo dan Jin Hee? Inilah alatnya!" ungkap ayahnya hati-hati.

"Benarkah?" jawab Min Joon bersemangat, "Ayah punya barang-barang mata-mata? Waaah ...," lanjutnya tak tertahan.

"Eumm ... cepatlah, lakukan sebelum mereka pergi!" pinta ayahnya memberikan alat pelacak ke tangan anak 12 tahun itu.

"Ya!" serunya patuh dan berlari ke luar.

"Min Joon, jangan beritahukan siapa pun!" tahan ayahnya.

"Tapi, kenapa ayah?" tanya Min Joon berhenti.

"Lakukan saja apa kataku!" Min Joon mengangguk mendengarnya, lalu bergegas pergi.

***

Min Joon berdiri sendirian di dekat mobil berwarna putih itu, ia mengamati lingkungan sekitar mobil pinjaman ayah Sun Woo. Dengan cepat dan tanpa takut menempelkan benda pemberian ayahnya pada bemper mobil.

"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Sun Woo yang datang dari arah depan mobil.

"Aku melihat mobilmu!" jawabnya Jujur.

"Park Min Joon, kau orang yang beruntung. Hidupmu menetap di satu tempat, tidak seperti kami," celetuk Sun Woo muda.

"Tenanglah, kita pasti bertemu lagi. Percaya padaku!"

"Bagaimana bisa?"

"Tahun depan, di saat ulang tahunku. Ingat kau harus datang ya?" ucap Min Joon.

"Tentu saja!" jawab Sun Woo.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya ayah Sun Woo menghampiri. Keduanya hanya diam melihat ayah Sun Woo yang menaruh beberapa benda dan barang di mobil angkutan barang itu.

"Ha Na ... cepatlah kita harus pergi membawa barang ini terlebih dulu dan mengembalikan mobilnya!" teriak ayah Sun Woo saat telah selesai bersiap-siap.

"Iya, Sayang," jawab Ibu Sun Woo berlari ke luar rumah.

"Sun Woo, adikmu masih tertidur. Perjalanannya sekitar dua-tiga jam, ibu dan ayah akan segera kembali ya," ucapnya mengusap kepala Sun Woo dan mengabaikan Min Joon dengan wajah yang tertekan.

"Tapi, Bu? Kita akan pindah ke mana? Kau masih belum memberitahukannya kepadaku?"

"Ibu sudah membeli rumah di dekat pantai! Tidak terlalu dekat, mungkin perjalanan 30 menit dari rumah baru kita bisa tiba di pantai. Jadi saat musim dingin seperti ini, kalian bisa melihat pantai," ucap ibunya masuk ke mobil.

"Kau temani aku sampai ibuku datang!" pinta Sun Woo kepada Min Joon, dan melambaikan tangannya ke arah mobil yang perlahan mundur menjauh.

"Tentu saja, oh ya nanti makan siang di rumahku ya?" tawar Min Joon polos.

"Baiklah!"

"Min Joon ...," panggil ibunya berhati-hati.

"Sebentar Sun Woo, ibuku memanggil."

"Pergilah!"

"Ya, ada apa, Bu?" ucapnya saat tiba di depan rumahnya.

"Masuklah," perintah ibunya.

"Tapi, Sun Woo?"

"Katakan padanya ibu menyuruhmu pulang dulu!" ujar ibunya memberi saran. Min Joon pun berpamitan dan pergi ke rumahnya, meninggalkan Sun Woo yang duduk di teras rumahnya.

"Apa ibu Sun Woo dan Jin Hee benar-benar akan pindah?" tanya ibu Min Joon sembari memperhatikan ruang kerja yahnya.

"Ya, benar!" ucapnya memperhatikan ruang kerja ayahnya juga.

"Temui Ayahmu, ayo cepat!"

***

Bersambung

1
Eka Suryati
Wanita yang tetap memiliki sisi lembut dan feminim
Eka Suryati
Sepeetinya seru
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah
Eka Suryati
Kata2nya puitis
Oshin
cerita yg unik
Nada Cika Cika
.......
Jalanyang Luruss
Masih berharap ada extra partnya sayang author sibuk banget yak kayanya
Kak Mira Diki
ceritanya bagus ya, rapi banget
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Sukma Wati
Kak bi.......
Dewi Suci
Next
Dewi Suci
Helo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!