Qiana akhirnya menyetujui permintaan Reino untuk menikah dengannya , meski harus menyembunyikan pernikahan mereka karena status keduanya yang masih pelajar.
Kedua orangtua Qiana pun tak bisa menolak , apalagi mereka sudah banyak menerima kebaikan Orang tua Reino, Majikan mereka yang sudah sangat baik pada mereka, bahkan mau menyekolahkan Qiana di sekolah yang sama dengan Reino.
Pernikahan Qiana dan Reino pun akhirnya kandas setelah orang tua Reino mengetahuinya. Meski tidak rela , Reino dengan terpaksa mentalak Qiana , demi keselamatan orang yang diam - diam sudah mencuri hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Linda menyerah
Qiana buru - buru bangun , ini hari pertamanya di rumah mertua , ia ingin memasak sesuatu yang spesial pagi ini.
Di dapur ia langsung berperang, memasak ini dan itu, mbok Yem yang ikut membantu pun hanya bisa menelan ludah , melihat masakan Qiana yang beraneka ragam.
" Non , ini kelihatannya enak semua , mbok jadi ngiler deh ".
" Kalau mbok mau cicipi saja , terus bilang kurangnya apan, coba mbok koreksi ". Qiana memberikan piring kecil pada mbok Yem.
" Enggak apa - apa ni Non, kalau saya cicipin ?".
" Ya enggak apa - apa , ayo di coba Mbok !".
" Wahhh Non ini mah tidak perlu di koreksi, benar - benar enak ". Mbok Yem mengangkat jempolnya.
" Benarkah , terima kasih pujiannya ".
Mbok Yem membantu menyiapkan hidangan yang sudah di masak Qiana di meja makan. Qiana sendiri beranjak ke kamar untuk membangunkan suaminya.
" Kak ...Kak Azka , bangun Kak , sudah siang ".
" Bangun sayang ". ucap Qiana lagi sambil mengusap dada Azka lembut .
" Kamu mau bangunkan aku apa mau minta jatah hem ?". Azka langsung menarik Qiana , hingga Qiana terjatuh dan menimpa Azka.
" Enggak ada ya aku minta jatah , cepat bangun dan mandi ".
" Aku kan udah mandi tadi ".
" Tapi kamu tidur lagi Kak , ayolah...aku mau bangunkan Aric juga ".
" Aku mau mandi , tapi ada syaratnya ". Azka menyeringai , ia tidak akan melepaskan Qiana begitu saja.
" Aku sudah tau apa yang Kak Azka mau ". tentu saja Qiana sudah bisa menebak apa isi otak suaminya.
" Istri pintar ". Azka langsung membalikkan keadaan , kini Qiana sudah ada dalam kungkungannya.
" Sudah siang Kak , nanti saja ya , enggak enak nanti Mama dan Papa lam nunggu kita ".
" Kalau gitu biar aku enakin !". ucap Azka yang langsung menyerang sang istri...Ia tidak mau tau , sang junior sudah on , ada pasangan halalnya di depan mata ya harus segera di tuntaskan dari pada harus merasakan sakit kepala.
Qiana menundukkan kepalanya, gara - gara sang suami , ia malu menampakkan wajahnya di depan mertuanya.
" Maaf Ma , Pa ....lama ya nunggu kami nya ?".tanya Qiana kepalanya kembali menunduk.
" Tidak usah malu Qia , Mama tau kok pasti karena ulah putra Mama yang bikin kamu jadi lama turunnya ". Mama Niar memang mertua idaman.
" Cih , menantu apaan sudah siang begini baru bangun, begitu menantu pilihan anak kamu mbak ". Ucap Linda ketus.
" Namanya juga pengantin baru Lin , kayak kamu enggak pernah ngerasain aja ".
" Tapi tidak segitunya kali mbak ".
" Kamu tau Lin , makanan yang kamu makan semuanya masakan menantuku , bagaimana enak tidak ?". ucap Mama Niar , ia tidak suka Qiana sedang di jelek - jelekkan oleh Linda , padahal Linda dengan lahap menyantap makanan yang di masak Qiana.
Seketika Linda tersedak ....Uhukkk uhukkk
Mama Niar dan Papa Dirga tersenyum tipis.
Rasain...memang enak... Mama Niar puas melihat Linda yang salah tingkah
Azka sendiri tidak ambil pusing , ia dengan tenang menikmati masakan sang istri.
Tidak usah di dengarkan , enggak bikin kenyang , mending kamu makan buat isi tenaga.. bisiknya tadi ketika Linda terus mengoceh.
" Masakan begini di bilang enak , masakan kampung ".
" Seleraku jadi hilang ". Linda pergi meninggalkan meja makan.
Sialan , aku belum kenyang lagi , kenapa juga masakan wanita itu bisa seenak ini sih... Linda sebenarnya belum rela meninggalkan makanannya yang belum habis itu.
" Kamu mau kemana Nin ?". tegur Mama Niar.
" Mau menyusul Mommy ....Tante ".
" Habiskan dulu makanan kamu, jangan ikut - ikutan Linda, bikin mubazir makanan ".
" Iya Tante ".
Pantas saja Kak Azka begitu menyintai Kak Qiana , cantik luar dalam ,pintar masak pula , aku tidak ada apa - apanya... Nindi membatin .
Hatinya makin sakit melihat begitu mesranya Azka dengan Qiana .
" Oh ya Ma , Aric kemana , apa dia belum bangun ?". tanya Qiana.
" Aric sudah bangun , sekarang sedang di ajak Azkia lari pagi katanya ".
" Modus itu Ma , pasti Azkia janjian sama cowok ". sambar Azka.
" Masih kecil palingan cuma teman , Mama percaya sama Azkia ". Mama Niar tak mempermasalahkannya , katena ia tau selama ini Azkia tidak pernah berbuat yang aneh - aneh.
" Kalian kapan bulan madunya ?" tanya Mama Niar.
" Minggu depan Ma , aku mau menyelesaikan kerjaan di sini dulu , nanti sekalian menghadiri undangan para pengusaha muda di sana ".
" Masih sambil kerja juga ".
" Bukan kerja Ma , menghadiri undangan, catat itu ".
" Iya deh , Mama cuma pesan , pulangnya bawain Mama oleh - oleh cucu ".
" Siap itu Ma , doakan saja ya biar cepat jadi , aku tidak akan membiarkan menantu Mama menganggur di sana ".
" Kak !!". Qiana merasa malu dengan ucapan suaminya.
" Santai saja sayang , Papa juga begitu dulu ".
" Kok Papa di bawa - bawa sih Az....ikut Papa ke ruang kerja sekarang , ada yang mau Papa omongin sama kamu ".
Azka mengikuti Papanya ...
" Papa keramas juga ?? tidak mau kalah juga sama anaknya ".bisik Azka.
" Iya dong , memang kamu saja yang bisa , Papa juga masih kuat bikin Mama kamu enggak bisa jalan ".
" Yakin Pa ?". ledek Azka.
" Yakinlah , Papa kesal sama kamu , Papa dan Mama di sidang sama Linda , eh kamu malah enak - enakkan bikin adonan sama Qiana ".
" Ya salah Papa dan Mama lah , ngapain juga Tante Linda di dengerin ".
" Habis ini kamu yang harus memberi pengertian pada Linda , biar tidak meneror keluarga kita terus Az ".
" Gampang itu Pa , yang aku lihat Nindi tidak semenggebu Tante Linda ".
" Segera Az , Papa tidak mau kalau mulut Linda sampai berkata yang menyakiti Qiana ".
" Ya Pa ".
Setelah itu Azka langsung menemui Linda .
" Kamu lebih memilih janda beranak satu Az , dari pada Nindi yang jelas - jelas bobot bibit bebetnya ".
" Maaf Tante , cinta itu tidak dapat di paksakan ".
" Coba dulu Az , Nindi mau kok meski jadi istri ke dua ".
" Apa Tante Linda mau kalau Om Aris menikah lagi ". Linda langsung terdiam.
" Engg....".
" Cukup Tante , aku tidak mau dengar lagi ".
" Apa dia merayumu Az ?". Linda masih penasaran.
" Tidak pernah sekalipun Tante , aku yang mengejarnya mati - matian , bersamanya aku menjadi sosok yang lebih baik , soal agama jangan di tanya , aku saja sampai malu sama Qiana , belum bisa menjadi imam yang terbaik buat dia dan Aric ".
" Tante tau , Aric sekecil itu bahkan sudah bisa membaca Al Qur'an, bagaimana dengan kalian ?".
Nindi makin merasa kecil bila di sandingkan dengan Qiana, apalagi Linda ...sholat saja setahun sekali .
" Bagaimana Tante , dari segi apa Nindi lebih unggul dari Qiana , aku ingin lihat ".
" Nindi masih perawan , dia sarjana ". Linda masih saja mengunggulkan putrinya.
" Tante kira Qiana bukan sarjana , bahkan dia lulusan terbaik di kampusnya , banyak perusahaan merebutkannya , dan Tante perlu tau saingan aku untuk mendapatkan Qiana berat Tante , ada Dosen dan juga seorang Ceo ".
" Pake dukun kali ". Linda masih tidak terima.
" Astagfirullahaladzim Tante, susah sekali di ajak ngomong baik - baik , sekarang aku tanya kamu Nin, kamu mau jadi istri keduaku ?? tapi aku tidak mau menikah lagi , cukup Qiana yang akan menemaniku seumur hidupku ".
Nindi menggeleng lemah ," Tidak mau kak , aku juga tidak mau di madu , maafkan Mommy Kak ".
" Nindi ...kamu!!!! Linda mengeram.
" Maaf Mom , percuma kalau Mommy memaksa , kak Azka juga tidak cinta sama aku ".
" Tante denger sendiri kan , sebaiknya Tante segera berkemas , jangan coba- coba mengusik ketenangan keluarga aku , karena aku pun tak ajan segan mengusik ketenangan keluarga Tante....satu kali Tante melakukannya, maka seribu kali aku akan membalasnya ".
Linda bergidik ngeri melihat aura Azka yang cukup mengerikan...ia pun mengajak putrinya pulang hari ini juga.
Jangan lupa dukungannya ya 😘🙏
Bersambung......