NovelToon NovelToon
Madu

Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noktafia Diana Citra

Aisyah, seorang gadis yang memilih berhijrah dan menutup wajah nya dengan selembar kain (cadar) semenjak SMA. Gadis yang membuat banyak laki-laki ingin menikahi nya, namun lagi-lagi ditolak oleh nya.

Kemudian, hatinya terperangkap oleh seorang pemuda bernama Fatih, yang ternyata adalah dosen baru di Kampusnya. Meneguk manisnya rumah tangga, hingga akhirnya harus berpisah dengan Fatih suaminya dengan cara yang sangat menyakitkan.

Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di novel "MADU" ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Jum'at 23 Maret 2018, hari ini tepatnya setelah shalat dzuhur aku akan dilamar oleh seorang laki-laki. Laki-laki yang bahkan sampai detik ini belum mengenalnya dengan dekat. Yang ku tau darinya, dia adalah seorang laki-laki lulusan Madinah yang menjadi salah satu dosen dikampus tempatku kuliah, dia bernama Muhammad Fatih.

Laki-laki yang tidak pernah aku dengar namanya sama sekali sebelumnya. Laki-laki ajnabi yang pertama kali melihat wajahku setelah aku memutuskan untuk menutupi wajahku dengan cadar. Hari ini, dia mungkin sedang bersiap dengan keluarganya untuk menuju rumahku. Sebentar lagi, statusku akan berubah menjadi calon istri seseorang, menjadi tunangan seorang laki-laki.

Aku yang hari ini mengenakan gamis putih, dengan jilbab dan cadar yang senada, melamun. Terduduk dikursi dekat jendela. Menerawang dan menatap kearah luar. Menunggu detik-detik diriku akan dikhitbah oleh seorang laki-laki. Hal yang tidak pernah terlintas dipikiran ku, akan secepat ini.

"Kak Aisyah,". Tiba-tiba Umi menghampiriku. Aku lupa tidak mengunci pintu kamarku. Aku terkejut melihat kedatangan Umi.

"Oh iya Mi,". Jawabku gugup.

"Koo melamun terus, sampai-sampai Umi ketuk pintu dan ucap salam pun tak terdengar,". Ujar Umi padaku.

"Aisyah gerogi Mi, Aisyah takut. Aisyah deg-degan, pokoknya campur-campur rasanya Mi,". Aku jujur tentang keadaanku saat itu pada Umi. Aku melihat Umi yang tersenyum kepadaku.

"Kak, kakak tau tidak. Dulu juga Umi mengalami hal yang sama seperti kakak sekarang. Bahkan kak Aisyah persis seperti Umi dulu, melamun, gelisah dan diem saja. Sampai-sampai nenek bingung dulu,". Umi bercerita tentang kisah Umi dulu ketika akan di lamar Abi.

"Itu hal yang wajar kak. Tak perlu takut. Banyak-banyak berdoa dan istighfar yah,". Sambung Umi lagi.

Aku memeluk Umi erat. Aku cengeng, lagi-lagi aku menangis. Umi menyeka air mataku. Menyuruhku untuk tidak menangis lagi. Walaupun Umi tau, ini adalah tangisan bahagia dan sedih menjadi satu. Aku menuruti perintah Umi, dan menghapus air mataku.

"Umi, sebentar lagi, putri Umi akan jadi istri seorang pria. Aisyah sampe detik ini masih ngga nyangka, Allah secepat ini mengirimkan seseorang untuk menemani Aisyah Mi,". Ucapku pada Umi.

"Itu artinya, Allah ingin jaga kakak dari fitnah-fitnah dunia yang menyesatkan kak. Allah kirimkan seorang laki-laki yang terbaik menurut-Nya untuk menjaga dan melindungi kak Aisyah. Serta untuk membahagiakan kak Aisyah tentunya. Kakak harus banyak-banyak bersyukur sama Allah,". Umi menghiburku dan menasehatiku.

"Alhamdulillah, sekarang hati Aisyah sedikit lega Umi. Semoga Aisyah bisa seperti Umi,". Ucapku.

"Tidak kak, jangan seperti Umi. Umi pun sama, masih banyak maksiat dan dosa. Kak, jadilah seperti ummahatul mukminin. Jadilah seperti istri-istri Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam. Jangan jadi seperti Umi,". Ucap Umi kepadaku.

"Tapi, bagi Aisyah, Umi adalah wanita terbaik yang pernah Aisyah miliki. Aisyah sayang Umi,". Aku memeluk kembali tubuh Umi.

"Yasudah, uimi mau menemui Abi. Sama mau mengurus beberapa hal diruang tamu. Umi juga belum memberi tahu sama yang bantu-bantu didapur untuk makanan dan lain-lain nya. Kakak siap-siap ya, sudah shalat dzuhur kan?,".

"Alhamdulillah sudah Mi,". Jawabku.

"Paling tidak lama nak Fatih dan keluarganya akan sampai kesini. Kakak siap-siap. Umi juga mau bantu-bantu disana,". Ucap Umi seraya meninggalkan aku dikamar.

Diruang tamu dan dapur memang sedang sangat ramai sekarang. Hari ini Umi memanggil beberapa ibu-ibu untuk ikut membantu menyiapkan beberapa keperluan untuk acara lamaranku hari ini, termasuk makanan juga minuman yang akan dihidangkan.

Aku berdiri, merapihkan diri. Aku melihat pantulan tubuhku di cermin. Aku melafalkan doa bercermin,

" Allahummakamaa hasanta kholqii fa hassin khuluqii (Ya Allah sebagaimana Engkau ciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku),".

Aku melihat beberapa mobil mewah memasuki halaman rumahku. Aku melihatnya dari jendela kamarku. Ustadz Fatih dan keluarganya sudah datang,". Ucapku dalam hati.

Aku duduk dikasur, aku semakin gugup, aku gemetar, aku deg-degan. Intinya aku sangat malu. Hari ini aku tidak hanya bertemu dengan calon suamiku. Tapi aku bertemu dengan kedua orang tuanya juga. Orang tua calon suamiku, yang aku sendiri belum mengenalnya apalagi bertemu langsung.

Astaghfirullah ya Allah ya Rabb, tenangkan hatiku ya Allah..., astaghfirullah. Berkali-kali aku berdoa dan beristighfar. Aku duduk lalu berdiri, kemudian duduk lagi dan berdiri lagi, berjalan mondar-mandir kekanan dan kekiri, kekiri dan kenan. Entahlah sudah berapa kali aku melakukan semua itu.

Sampai akhirnya Umi masuk dan menyuruhku untuk keluar. Karena proses khitbah akan segera di mulai. Aku digandeng oleh Umi menuju ke ruang tamu. Aku semakin tidak karuan, dalam hatiku bertanya, sudah kah aku cantik, sudah kah aku rapi ?, dan banyak hal lain yang berkecamuk dalam pikiranku.

Langkah demi langkah, aku berjalan memasuki ruang tamu. Aku menunduk, dan duduk dibelakang Abi ditemani dengan Umi.

"Bismillahirrahmanirrahim.., langsung saja. Kedatangan kami selaku kedua orang tua dari ananda Muhammad Fatih ke rumah bapak tidak lain adalah kami punya niat baik untuk melamar putri bapak yang bernama Aisyah Fatimatul Salwa untuk putra kami ananda Muhammad Fatih,".

Aku gemetaran, aku merinding. Ketika ayah dari ustadz Fatih menyampaikan maksud kedatangannya. Aku masih menunduk.

"Apa bila bapak dan dik Aisyah menerima, maka akan menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi kami,". Ucap Ayah dari ustadz Fatih lagi.

"Bismillah, saya selaku Abi dari putri saya yang bernama Aisyah Fatimatul Salwa menerima lamaran bapak untuk putranya ananda Muhammad Fatih, tapi untuk memastikannya kembali, saya akan menanyakan kepada putri saya, apakah dia ridho menerima pinangan ini. Bagaimana kak Asiyah?, apakah kak Aisyah ridho dengan lamaran ini?,". Ayah melirik kepadaku dan bertanya kepadaku.

Aku menganggukkan kepala dan berkata,

"Iyah Abi, Aisyah ridho dengan lamaran ini,". Ucapku gemetaran. Jujur tanganku basah karena keringat dingin. Astaghfirullah. Ucapku lirih.

"Alhamdulillah,". Seru semua orang gang ada diruang tamu, termasuk ustadz Fatih yang duduk di samping Ayahnya.

"Sebagai simbolisasi, bahwa Aisyah telah dilamar oleh putra kami, kami memberikan sedikit tanda untuk nak Aisyah,". Kali Ini Ibunda ustadz Fatih yang berkata. Aku melirik kearah asal suara. Aku melihat sosok wanita yang glamor dengan banyak perhiasan dipergelangan tangan dan jari-jarinya. Tapi senyumnya sangat indah kepadaku.

Ibunda ustadz Fatih menyematkan cincin emas dijari manisku. Dan memberikan kotak perhiasan yang masih ada beberapa perhiasannya kepadaku. Aku mencium tangan Ibunda ustadz Fatih dan memeluknya untuk yang pertama kalinya. Alhamdulillah. Ibunda ustadz Fatih sangat hangat dan baik kepadaku.

Acara dilanjutkan dengan membahas rencana pernikahan kami. Yang setelah diambil keputusan dan kesepakatan bahwa acara akad dan pernikahan akan di laksanakan 1 Minggu setelah acara lamaran. Itu menimbang posisi keluarga ustadz Fatih yang jauh di Jakarta.

Acara lamaran hari ini berjalan dengan lancar. Alhamdulillah. Aku sendiri masih sangat tidak percaya. Bahwa sekarang dijari manisku sudah tersemat cincin tanda bukti keseriusan seorang laki-laki kepada diriku.

"Ya Allah, terimakasih atas segala nikmat-Mu untuk Aisyah. Bimbing Aisyah menjadi istri yang taat ya Rabb, istri yang bisa menjadi penyejuk pandangan dan jiwa suami Aisyah,".

Dalam hati ku berdoa. Aku meneteskan air mata. Entah, ini air mata bahagia, haru, atau apa. Yang jelas, lagi-lagi tangan Umi menyeka air mataku dan memeluk diriku.

Acara lamaran selesai sebelum adzan ashar. Dan keluarga ustadz Fatih pamit undur diri tepat ketika acara makan-makan dan jamuan selesai.

1
Elisabet Sembiring
memang nyebelin, gondok, tapi namanya cerita ya ibu, mau nyebelin author nulis ceritanya, ya tetap baca. weleh weleh.
author semangat menulis dan readers semangat membaca./Smug/
Elisabet Sembiring
awal baca, hasil sholat istikhoroh nya agak meragukan. nggak terlalu mendalam, ya kan thor
Elisabet Sembiring
jujur dong ke suami.
kata ibu mertua, harus poligami
dasar novel, bikin greget.
lanjut aku baca
Elisabet Sembiring
Luar biasa
Ciankk Arumi Kirana
nyimak
Yayuk Nuri
thor pokok nya jg pisah kn aisah ama fahmi tor aq gk trima pokok nya klu di pisah kn
Yayuk Nuri
jagan pisah kan
Yayuk Nuri
jg pisah kn aisah sama fahmi thor
Yayuk Nuri
ya kenapa fahmi tidak mau nerima panjelasan nya aisah
Yayuk Nuri
lanjut seru nih
TongTji Tea
cerai nya kapan?
TongTji Tea
telan aja sedih mu ,Syah .Aneh banget sih ini
Annasya Saila
karya yang bisa di ambil pelajaranx untuk kita menghadapi setiap ujian di dunia ini. belajar tentang sabar, ikhlas dan ridho akan setiap rencana yg Allah berikan.
Annasya Saila
sungguh tulus cinta Fahmi untuk Aisyah. di dunia di uji dg begitu dahsyatx dan kelak di akhirat akan mendapatkan kebhgiaan. pasangan dunia akhirat Fahmi dan Aisyah.
amalia gati subagio
o a lahhh, bajigur basi oroknya iblis, yach turunan gen setan he
amalia gati subagio
ye kok metong sich? bikin pesta 7hr 7mlm aza, unjuk suka cita utk hasil bajigus basi pd madu1 yg kini otw bangun dari koma o on ogeb pasrahnya jd budak nafsu lu 😁
amalia gati subagio
he? mulai menggugat taqdir neh? ojo nesu2 la bojo anyarnya sempurna toh? jalang++++ suami na bajigur tengik, klop!! yach madu 1 sih mang o on ogeb culun naif halu
Sulati Cus
innalillahi kok jd mewek begini sih pdhl udh pernah baca
amalia gati subagio
perempuan ini munafik bercadar, penipu dgn sertifikatnya bintang 100, tobatnya tobat sambal he
amalia gati subagio
kereb!!!! perempuan dewasa berpendidikan berilmu cukup, sengaja menjatuhkan harga dirinya sd -0sen, terus n terus terperangkap dlm neraka demi syurga yg tak dirindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!