NovelToon NovelToon
Syahdunya Cinta Pertama

Syahdunya Cinta Pertama

Status: tamat
Genre:Cintapertama / SPYxFAMILY / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Tamat
Popularitas:131.9k
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Cerita ini hanya cerita sederhana dengan latar tahun 2010-2021

Kaniraras akhirnya jatuh ke dalam jurang atas kebohongan yang dia lakukan. Masalah demi masalah membuatnya perlahan tertekan, cacian dan makian serta bullying yang dia rasakan membuatnya semakin hancur dan terpuruk. Terlebih lagi kondisi sang Ayah membuatnya mendapatkan kabar tak menyenangkan bahwa dia tidak bisa melanjutkan sekolah dan menggapai cita-citanya sebagai seorang guru. Alih-alih pasrah dan menyerah, akhirnya Kaniraras meninggalkan kampung halamannya untuk mengadu nasib ke kota. Namun sayang, kehidupan di kota perlahan mengubah sikapnya dan menambah buruk kebiasaan yang sering dilakukannya. Kaniraras kehilangan satu persatu apa yang dia impikan, dan satu-persatu orang yang dekat dengannya. Kaniraras harus bisa berubah dari sifat buruknya jika dia ingin kehidupannya berjalan seperti semestinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HERI

Kani berjalan dengan Teti dan Citra, dia dirangkul dan dari belakang Amarendra memperhatikannya. Pemuda itu tak membawa sepeda, dia nebeng pada temannya yang bawa motor, turun di kelokan saat melihat Kani.

“Muak banget lihat dia, aku masih belum bisa terima.” Heri begitu geram saat melihat Amarendra terus memperhatikan Kani.

“Apaan sih, Her. Cewek banyak kali, ribet lo, ah!” Aldi menyahut, lama-lama dia malas menemani Heri yang masih belum bisa move on itu.

Heri mendengus saat bahunya dirangkul tapi bukan oleh Aldi melainkan oleh Reva. Reva diam, memperhatikan Kani dan Amarendra. Dia juga muak dan ekspresi wajahnya membuat Heri bertanya-tanya.

Kani tidak melakukan hal yang salah, namun orang-orang yang memiliki rasa iri hati tak perlu alasan, siapa pun itu, dia tak suka melihat orang lain senang.

Semakin hari, Teti dan Citra selalu dekat dengan Kani, seperti biasanya, tapi Reva tak suka apalagi melihat Kani saat jam istirahat selalu lenyap bertemu dengan Amarendra. Kadang di perpustakaan atau di Aula. Tak pernah sehabis pulang sekolah keduanya menghabiskan waktu bersama karena Kani sibuk begitu pun Amarendra.

Sampai waktunya tiba pada hari ulang tahunnya Rosi, Kani sudah meminta izin tapi Ibunya memberi izin setengah hati. Rere yang diminta mengantarkan makanan oleh Atik ibunya ikut membujuk agar Kani diizinkan, padahal Kani tak butuh bantuannya. Bagaimana mulut Rere mencela Ayahnya, itu tak mudah dia lupakan apalagi sukarela menerima perdamaian,  keterlaluan dan jika Ibunya tahu, mungkin Ibunya akan jauh lebih murka.

Sampai akhirnya Bu Ismi memberikan izin untuk pergi tapi tidak untuk menginap. Terserah Rara, Rere jika mau menginap, tapi Bu Ismi tak mau mengizinkan Kani.

Kani pergi dengan kedua sepupunya, ditambah Yana, berjalan kaki. Kani menunduk dan mengetikkan pesan.

Kani: Aku pergi ke acara di rumah Rosi. Entah, aku merasa khawatir karena Ibu terlihat terpaksa memberi izin.

Pesan terkirim dan Kani memasukkan ponselnya.

“Kani, itu Hp kamu beli berapaan? Lebih bagus dari punya si Reva, tuh!” Rere mendekat dan Kani diam. “Dia pasti iri karena Hp kamu lebih bagus.”

Alis Kani terangkat sebelah.

“Apaan, sih, kamu. Dia temanku.” Kani sewot dan Rere mendelik.

“Cepat, ah! Lambat banget.” Yana memisahkan Rere yang terus menempel pada Kani. Yana merangkul bahu Kani dan keduanya berjalan bersama. Mendahului Rara dan Rere. Rere mendesah, ingin juga ponsel begitu, sementara Kakaknya sibuk teleponan dengan kekasihnya. Tak seperti adiknya, Rara jauh lebih tertarik berhubungan dengan para laki-laki yang sudah bekerja, dia pernah mengatakan malas dan ribet berpacaran dengan anak sekolahan juga.

Pukul lima sore, mereka semua sampai, rumah Rosi sudah ramai. Kani duduk dan memeriksanya ponselnya. Amarendra tak kunjung membalas, membaca pesannya saja tidak. Dia tak akan tahu bahwa Amarendra dilarikan ke rumah sakit setelah dihajar habis-habisan empat preman sepulang sekolah.

“Mau?” Reva mendekat, menawari minuman dan Kani menggeleng. “Menginap saja, Kani. Akan sangat menyenangkan, jarang-jarang juga.”

“Aku nggak dikasih izin, habis magrib aku pulang sama Yana.” Matanya melirik Yana dan Reva memegang tangannya.

“Ayolah, Kani.” Reva mendesak dan Kani menggeleng.

“Aku juga nggak bawa baju ganti.” Kani menggigit bibir, mencari-cari alasan, hanya itu yang dia pikirkan.

“Bisa pakai punyaku, nggak apa-apa, kok!” Rosi menyahut dan Kani menggeleng, tetap tak mudah goyah, amarah Ibunya sudah terbayang jika dia mengiyakan ajakan mereka.

Reva dan Rosi saling menatap, satunya kesal dan satunya lagi bingung. Reva akhirnya bangkit dan menelepon seseorang, dia keluar dari rumah dan Kani membuka ponselnya, media sosial, dan ia terbelalak saat membaca pesan dari akun Faisal.

: Aku senang saat tahu kamu punya Facebook. Besok hari Minggu, aku jemput, ya. Akhirnya aku bisa menghubungimu.

Kani bergidik ngeri membacanya, dia lekas membalas, sambil menatap Rere beberapa detik.

:Kamu sama Rere balikkan lagi, kan? Jangan mengganggu. Rere itu kerabatku, sepupu, nggak pantas kamu kayak begini. Aku nggak sudi kamu jemput. Jangan macam-macam dan berhenti atau aku bilang sama Rere!!!

Kani tak main-main, dia terdiam dengan raut wajah kesal, tak tega juga pada sepupunya karena menjalin hubungan dengan lelaki model begitu. Playboy!

Wajahnya kini menegang saat Faisal muncul dari balik punggung teman-teman laki-lakinya. Dia ada di sini? Bahkan menatapnya lekat. Ekspresi wajahnya sulit diartikan. Yang jelas itu tak baik. Kani menjadi khawatir karena sepupunya akan menginap, apa harus dia paksa untuk pulang? Dia takut sesuatu terjadi.

“Yan...” Kani memanggil Yana dan Yana mendekat. “Kita pulang habis magrib, ya.” Kani menatap Yana yang berdiri di hadapannya.

“Oke, aku mau pinjam sepeda kepada temanku yang rumahnya di sekitar sini. Malas kalau jalan kaki, kamu juga, kan, perempuan. Aku takut kenapa-kenapa terus harus tanggung jawab, ogah amat!” Yana mengangkat bahu dan Kani mendelik sebal. Yana pergi, dia memang dilarang pulang malam karena besok sudah diminta membantu orang tuanya ke sawah. Ditambah Kani dititipkan Bu Ismi padanya.

Acara terus berlangsung, Kani hanya ikut-ikutan, dia merasa tak nyaman dengan tatapan Faisal. Setelah Shalat Magrib, dia benar-benar akan pergi dari rumah Rosi.

Saat Magrib tiba, setelah salat Kani bersiap, tapi Yana masih terlihat betah dan tak menunjukkan akan segera membawanya pulang sementara teman-temannya yang lain masih membujuk agar dia mau menginap. Kani tetap menolak, sesekali juga dia memeriksa ponselnya. Masih sama seperti terakhir dia mengeceknya, tak dibaca.

Kani bangkit, meraih tas dan menarik resleting jaketnya.

“Menginap saja, Kani.” Rosi masih saja berusaha dan karena kesal, Kani tak mau menjawab. Dia mengikat rambutnya dan menarik tangan Yana.

“Kami pulang duluan.” Yana melambaikan tangan, pamit, dan semuanya memperhatikan kepergian keduanya.

“Mereka pacaran?” Faisal menyeletuk dan Rere menggeleng.

“Dari orok saja mereka sudah dekat.” Rara yang menimpali dan semuanya tertawa. “Eh, si Reva ke mana?” tanyanya pada Teti.

“Ke warung, beli pembalut,” jawab Teti tanpa mengalihkan matanya dari Hp.

Rara mengangguk dan duduk dengan kaki selonjoran.

1
Mami Sholli
kaaak karya2nya diaudioin doong
R_Bell
Hidup miskin, banyak anak, merokok pula.
Usia pun baru 36 tahun, umur berapa menikah anak udah kelas 3 SMP?
Merokoknya itu loch yg jadi masalah besar.
Queen's
hii, aku suka ceritanya dan udah aku likee hehe.

btw ijin promosi juga ya kak,

cek profil aku ada cerita terbaru judulnya

THE EVIL TWINS

atau langsung tulis aja judulnya di pencarian, jangan lupa mampir dan favorit kan juga ya.

terima kasih
🌻 G°°Rumai§ha°° 🌵: Bagus
total 1 replies
apiii
Inget waktu kecil wkwk
Driyas Tutik
kesuwen
Driyas Tutik
aamiin 😂
Driyas Tutik
banting kekasur ajalah ren 🤭
Driyas Tutik
entah kenapa selalu muak sama yg namanya heri,inget orang masalalu yg kurang ajar heri juga namanya
𝕸y💞𝕄𝕆𝕆ℕ🍀⃝⃟💙
Reva nih biang keroknya
𝕸y💞𝕄𝕆𝕆ℕ🍀⃝⃟💙
ish Kani.. jahat banget mulut nya.. kasian dikit sama bpk kamu dong.. kek anak gak tau diri aja 🤭
𝕸y💞𝕄𝕆𝕆ℕ🍀⃝⃟💙
hadeh bocah blm kelar puber pakai ngomong kepemilikan, kocak kau Her 🤣
𝕸y💞𝕄𝕆𝕆ℕ🍀⃝⃟💙
hari Senin hari rempong nasional 🤭
SUMI 🐊🐊
Masya ALLAH suami yg begini yg harus sangat di syukuri keberadaan nya
SUMI 🐊🐊
siap² apa Maren 😆😆😆
𝕸y💞Sharie æ⃝᷍𝖒
ko kasur goyang kaga ada kak mel
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
kani sudah bahagia ....di tunggu bonchap nya kak mel
shasikirani🐔,🎂🎂🎉🎊
ko tulisanya end kak mel
SM06 💜💜💜💜💜💜💜
akhirnya kebahagiaan mendatangi mereka juga 😊😊😊
SM06 💜💜💜💜💜💜💜
udh mau gassfoll aja sih kalian, d ketuk kan 😅😅😅
🐊⃝⃟SUMI🐊⃝⃟🐊⃝⃟(HIATUS)
otw kondangan nih kali aja nemu cogan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!