Lily astara,wanita cantik berusia 18 tahun yang harus rala berkorban untuk bisa menyelamat kan nyawa sang ibu dengan cara menikah kontak dengan seorang pria yg baru di kenal, dia adalah "Hans Wijaya",
CRO muda dengan segala pesona dan sifat arogan nya
akankah mereka jatuh cinta atau justru akan berakhir dengan saling menyakiti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indry A.I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit 2
Lily kembali ke kamar sambil membawa bubur buatan nya, tapi ternyata Hans sedang tertidur. dia meletakkan bubur nya di atas meja, dia tidak ingin mengganggu Hans yang sedang beristirahat.
Ting tong , ting tong.
Lily segera melangkah untuk membukakan pintu, dan ternyata yang datang adalah Leo dan seorang dokter.
" Selamat malam Nona, " sapa Leo pada Lily sambil membungkukkan badan nya.
" Malam Leo, silahkan masuk, Hans ada dikamar nya, " Jawab Lily sambil tersenyum kepada Leo dan dokter itu.
Mereka segera melangkah ke arah kamar Hans, dan ternyata Hans sudah membuka mata nya, ya Hans tadi tidak benar benar tidur, karena kepala nya yang terasa pusing.
" Kau sudah bangun, " tanya Lily mendekati Hans. " Dokter akan memeriksa mu. " jelas Lily dan segera menyingkir agar dokter bisa memeriksa Hans.
Dokter segera memeriksa Hans, dan benar saja, jika asam lambung Hans kambuh, Hans memang sering seperti ini jika terlalu sibuk bekerja sampai lupa makan.
tapi kali ini bukan karena pekerjaan, tapi karena seorang wanita.
" Bagaimana keadaan nya dok,? " tanya Lily saat dokter sudah selesai memeriksa Hans.
" Asam lambung tuan Hans kambuh, saya sarankan untuk menjaga pola makan agar kondisi nya cepat pulih. jangan mengkonsumsi minuman keras dulu untuk saat ini. " jelas dokter dan Lily hanya mengangguk nganggukkan kepala nya.
" Baik dok, Terimakasih, " ucap Lily pada sang dokter.
" Kalau begitu saya permisi dulu tuan, nona, " ucap sang dokter setelah selesai dan memberi beberapa obat untuk Hans.
" Saya juga permisi tuan, saya akan mengantar dokter Anton pulang, " Ucap Leo pamit pulang juga. " Mari Nona, " ucap Leo.
" Ya, terimakasih Leo, "
" Sama sama Nona, " Setelah itu Leo pun langsung melangkah bersama dokter meninggalkan kediaman Hans dan Lily.
Setelah kepergian Leo dan dokter tersebut, Lily langsung menatap Hans tajam.
" Kenapa kau menatap ku seperti itu, " tanya Hans dengan suara nya yang lemah, tidak seperti biasa nya.
" Bagaimana bisa sampai asam lambung mu kambuh, jika ibu mu tahu dia akan menyalahkan ku, " ucap Lily mengomeli Hans, Hans yang di omeli bukan nya marah malah tersenyum. dia malah merasa lucu melihat wajah Lily yang yang memarahi nya.
" Sekarang makan bubur mu dan minum obat nya agar kau cepat sembuh. " Ucap Lily dan meletakkan bubur di pangkuan Hans.
tapi Hans malah memberikan kembali bubur itu pada Lily. dan dia seragam membuka mulut nya tanda jika dia ingin di suapi.
Lily yang awal nya mengira jika Hans tidak menyukai bubur buatan nya pun akhir nya mengerti saat Hans membuka mulut nya dan menunjuk bubur di tangan nya.
" Dasar manja, " Gerutu Lily tapi tetap menyuap kan bubur ke mulut Hans. Hans memperhatikan wajah Lily yang fokus menyuapi nya.
" Apa kau sudah makan,? " tanya Hans pada Lily.
" Aku akan makan setelah kau minun obat mu, " Ucap Lily sambil menyodorkan beberapa butir obat dan segelas air pada Hans. Hans hanya mengangguk dan meminum obat yang di sodorkan Lily.
setelah nya Lily menarik selimut dan menutup kan sampai pinggang Hans, saat ini Hans masih duduk dengan bersandar pada kepala ranjang.
" Istirahat lah, aku akan menyimpan ini dulu, " ucap Lily sambil menunjuk mangkok bekas bubur yang ada di tangan nya.
" Aku ingin air hangat, " ucap Hans sebelum Lily pergi.
" Baiklah, " ucap Lily sebelum benar benar pergi.
Hans tersenyum melihat punggung Lily yang menghilang di balik pintu. entah apa yang sedang di rencanakan nya. hanya dia dan Tuhan yang tau.