Deon diminta Mamanya untuk segera menikah karena ingin secepatnya menimang cucu, mengingat Deon adalah Putra semata wayangnya serta umurnya yang sudah tidak muda lagi. Deon berusaha keras menolak namun akhirnya ia luluh tapi berencana untuk mencari perempuan yang mau diajak kawin kontrak. Deon dan Grizelle bertemu dan salah satu diantara mereka berhutang nyawa. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Terus baca dan mohon dukungannya yaa karena ini pertama kalinya aku nulis😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita Dibalik Layar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMASTIKAN
"Kalau begitu tolong jaga Grizelle baik-baik, sebenarnya dia bukan anak kandungku, aku mengadopsi Grizelle saat berumur 5 tahun sewaktu Ibunya meninggal, tapi aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri. Jadi jangan pernah coba main-main atau menyakiti Grizelle karena kamu akan berhadapan denganku"
Deg...
Mendengar penjelasan Bastian tadi, membuat hati Deon tidak nyaman, dia merasa bersalah kepada Grizelle karena sudah memaksanya untuk mengikuti permainan ini.
Tok..tok...tok
Pintu terbuka, Eric bersama dua perawat nampak terkejut melihat keberadaan Deon, Eric langsung menundukkan kepalanya dengan hormat karena takut Deon marah saat ia masuk tanpa melihat situasi.
"Tuan"
"Tidak apa-apa Ric, silakan periksa om dulu"
"B-baik tuan"
Bastian merasa ada yang aneh dengan tingkah kedua orang tersebut, bagaimana bisa dokter ini begitu segan dengan laki-laki yang kini duduk di sampingnya.
"Apa kalian saling kenal?"
"Tuan Deon adalah pemilik Rumah Sakit ini" Eric menjawab dengan lembut
"Apa ! pemilik Rumah Sakit?"
Eric yang baru saja menyadari perkataannya itu langsung cepat-cepat menutup mulutnya, tentu saja Eric khawatir kalau salah bicara.
"Panggilkan Grizelle sekarang!" Bastian berteriak kesal
Mereka semua terkejut dan salah satu perawat dengan sigap berlari keluar meski setengah ketakutan.
"Nona, anda diminta masuk ke dalam" Perawat tersebut terlihat sedikit ngos-ngosan setelah mencari-cari Grizelle yang saat ini duduk di taman seperti sedang menceramahi Nuca.
"Kutinggal dulu, nanti kita lanjutkan lagi"
Nuca hanya membalas dengan senyuman. Sementara Grizelle masih bertanya-tanya kenapa ia dipanggil dan perawat ini nampak ngos-ngosan, seperti terjadi sesuatu.
Grizelle masuk diiringi perawat yang memanggilnya tadi. Terlihat wajah Bastian sudah mulai memerah.
"Sini!" Bastian setengah membentak
Grizelle melangkahkan kakinya dengan ragu
"Aaaaaaaaa Ayah, sakit!" Grizelle meringis kesakitan karena telinganya dijewer Bastian
"Kamu yaa, bocah teng*k! kenapa tidak memberitahu Ayah semuanya sampai Ayah teramat malu seperti ini"
"Duhh, malu kenapa sih Yah?" Grizelle mengelus telinganya yang sakit
"Kamu tidak pernah cerita kalau calonmu adalah pemilik Rumah Sakit ini dan kamu tidak cerita kalau pernikahanmu kurang dari 2 minggu lagi!"
(Dasar orang kaya sombong! baru bertemu dengan Ayah langsung memamerkan kekayaannya)
"Itu bukan salah Grizelle om, mungkin maksud Grizelle supaya om tidak terlalu berpikir keras dan bisa istirahat yang cukup"
"Huh, untung ada calon suamimu, kalau tidak habislah kamu Griz" Bastian mendorong Griz penuh kesal
"Kalau begitu kami pamit keluar dulu tuan, tolong jaga kondisi Anda agar tidak terlalu banyak bergerak dulu" Eric menimpali
Setelah Eric dan dua orang perawat itu keluar, Bastian masih melanjutkan pembicaraannya
"Jadi, apakah kalian benar-benar akan menikah? apakah kalian saling mencintai?"
Tanpa disadari Deon dan Grizelle menjawab dengan jawaban yang sama secara bersamaan juga. Mereka berdua saling bertatapan karena terkejut, terlihat pipi Grizelle memerah menahan malu, baru kali ini Grizelle bertingkah seperti itu, sementara Bastian tersenyum tipis menyadari tingkah Grizelle yang tidak biasa itu
"Tapi sejak kapan kalian menjalin hubungan? Ayah tidak pernah melihat Grizelle berkencan selama ini"
"Itu..karena Grizelle pacaran diam-diam, takut ketahuan Ayah" Grizelle menunduk malu, pura-pura menutupi kebohongannya
Bastian menghembuskan nafasnya
"Apa kalian tidak mempersiapkan pernikahan kalian sekarang?"
"Ah ya, Saya sekalian ingin minta izin sama om untuk membawa Grizelle mempersiapkan pernikahan kami"
"Ya sudah, pergi saja aku mau istirahat"
Grizelle terpaksa mengikuti langkah Deon dari belakang. Di luar pintu sudah ada sekretaris Nuca menunggu.
"Hallo Tomi, segera periksa orang bernama Deon dan kirimkan datanya kepadaku"
"B-bos? baik saya akan segera menyelidikinya" (Ternyata bos sudah bertemu dengan laki-laki itu)
******
Deon terlihat begitu serius memilih baju pengantin, sementara Grizelle tidak tahu harus melakukan apa, kalau ini cuma kawin kontrak kenapa harus seserius ini sih.
"Heii kamu" Deon menghentikan lamunan Grizelle
"Ikuti pelayan ini"
Grizelle tanpa banyak bicara mengikuti perintah Deon. Hampir 5 menit Grizelle berada di fitting room, Deon sudah tidak sabar lagi ingin melihat Grizelle mengenakan gaun pengantin yang ia pilih. Saat melangkah maju ingin membuka tirainya, tiba-tiba tirai itu sudah mulai terbuka. Deon mematung ditempat, ia tidak bisa mengedipkan matanya (ah, apa yang sedang aku pikirkan) Deon menepis kuat rasa yang aneh itu. Grizelle mengenakan gaun berwarna merah muda pucat dan bagian atasnya diberi plunge neck membuat sebagian bahunya terbuka dan sangat terlihat seksi.
"Stt..heii, bagaimana? Grizelle menyadarkan Deon yang dari tadi terlihat takjub
"Lumayan" sambil membuang muka lalu memijat keningnya. Sekretaris Nuca hanya mengacungkan jempol kearah Grizelle dan tidak bisa berkomentar apa-apa karena ia tau apa yang saat ini ada dipikiran Tuannya itu.
__________________
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN DUKUNGANNYA YAA BIAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI NULISNYA, BOLEH TINGGALKAN JEJAK DULU KOK😉
BTW MUNGKIN NANTI ADA BEBERAPA BAB YANG ISINYA DIEDIT LAGI SUPAYA LEBIH ENAK DIBACA
bnr2 oke dech
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa