NovelToon NovelToon
Bodyguardku Seorang Mafia

Bodyguardku Seorang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:180.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Bosan dengan segala aktivitasnya sebagai seorang Bos Mafia. Nathan memutuskan untuk banting setir menjadi seorang bodyguard gadis cantik berdarah bangsawan bernama Xia Luna.

Nathan yang terkenal dingin dan cuek mampukan menahan diri agar tak jatuh pada pesona Luna, si Nona yang harus dia jaga. Dan apakah Luna akan jatuh cinta pada bodyguardnya sendiri atau tetap mempertahankan hubungannya dengan sang kekasih?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Trauma

"Brengsek, berani sekali kau menggagalkan Rencanaku!!"

Pria yang tersungkur di lantai itu tiba-tiba berdiri dan menyerang Nathan. Nathan pun refleks melepaskan pelukannya pada Luna lalu mendorong gadis itu untuk menghindar agar tak terkena tendangan dan pukulan pria tersebut.

Perkelahian antara Nathan dan pria asing itu pun tak bisa terhindarkan lagi. Mereka berdua berkelahi dalam kegelapan, dari skill yang mereka berdua miliki sudah bisa dipastikan jika keduanya sama-sama berpengalaman.

Luna tidak bisa melihat jalannya perkelahian karena keadaan di kamarnya yang gelap gulita. Hanya terdengar suara gaduh dua orang yang saling baku hantam.

Dan dalam keadaan gelap seperti ini, Luna benar-benar tidak berkutik sama sekali. Sekujur tubuhnya gemetar ketakutan dan bermandikan keringat dingin. Gelap adalah kelemahannya selain darah.

"Nathan, kau harus hati-hati." Seru Luna dengan suara lantang. Dia benar-benar takut jika pria itu sampai terluka lagi karena dirinya.

Namun teriakan Luna tak dihiraukan oleh Nathan, dia fokus pada perkelahian.

Berkelahi dalam suasana yang gelap tentu saja membuatnya sedikit kesulitan. Apalagi lawannya bukanlah orang sembarangan. Dia memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik.

"Ahhh, sial!!"

Suara rintihan dan kesakitan sama-sama keluar dari bibir keduanya. Ada kemungkinan jika mereka berdua sama-sama terluka.

Luna meraba-raba lantai untuk menemukan ponselnya. Dia bisa memanfaatkan ponsel tersebut untuk melihat dalam gelap.

"Dapat!!" seru Luna.

Dan dia mendapatkannya. Kemudian Luna menyalahkan flash di ponselnya dan mengarahkan pada dua orang yang sedang berkelahi tersebut.

Kedua mata Luna membulat melihat wajah Nathan yang berlumur darah. Dan nasib serupa pun dialami oleh pria asing yang sedang berkelahi dengan Nathan. Dia juga babak belur. Darah segar keluar dari peluru sebelah kirinya.

Tiba-tiba listrik Menyala kembali, terdengar derap langkah beberapa orang yang menuju kamar Luna. Sadar jika dirinya sudah tidak berada di titik yang aman. Pria itu pun mencoba untuk melarikan diri, dia berniat melompat dari balkon kamar Luna.

Dorrr...

"Aaahhhh!!"

Tapi sayangnya usahanya tak berakhir baik, karena Nathan tak membiarkannya. Nathan menembak kedua kaki pria itu hingga dia tersungkur di lantai.

Dengan mengabaikan rasa sakit pada luka-lukanya. Nathan menghampiri pria tersebut sambil menodongkan senjata padanya.

"Katakan padaku siapa yang memerintahkanmu?!"

Pria itu mengangkat wajahnya dan menatap Nathan dengan tajam. "Aku tidak akan memberitahumu!!" jawab pria itu.

"Rupanya kau menggali kuburmu sendiri!! Aku bukan orang yang sabar untuk menghadapi orang sepertimu!! Jadi kau lebih memilih mati daripada memberitahuku?! Baiklah jika itu keinginanmu, akan aku kabulkan!!" ucap Nathan lalu mengarahkan senjata miliknya ke kepala pria tersebut.

"Nathan, tunggu!!" seru Tuan Xia yang tiba-tiba muncul bersama beberapa pria yang memakai setelan jas hitam. "Jangan dibunuh dulu!! Kita harus mendapatkan informasi darinya tentang siapa orang yang memerintahkannya."

"Tidak ada gunanya bertanya pada orang seperti dia!! Karena dia tidak akan mengaku!! Lebih baik dihabisi saja, daripada merepotkan!!" ucap Nathan.

Tuan Xia menggeleng, dia tidak setuju dengan apa yang Nathan katakan. Orang itu perlu diberi kesempatan satu kali lagi untuk mengakui siapa yang telah memerintahkannya. Tuan Xia harus tahu, karena itu menyangkut keselamatan putrinya.

"Sebaiknya obati saja luka-lukamu. Dia biar aku yang mengurusnya," ucap Tuan Xia.

"Terserah." Ucap Nathan dan pergi begitu saja.

Dia meninggalkan kamar Luna dan kembali ke kamarnya. Luna pun tak tinggal diam, dia segera menyusul Nathan. Bagaimanapun juga pria itu terluka karena melindungi dirinya.

Cklekk...

Perhatian Nathan teralihkan oleh suara decitan pada pintu kamarnya. Terlihat Luna berjalan menghampirinya.

Tak ada respon apapun dari Nathan. Dia hanya memandang Luna dengan datar.

Mereka berdua berdiri saling berhadapan, rasanya Luna ingin menjerit melihat luka-luka yang menghiasi tubuh pria itu.

Mata kirinya yang sebelumnya sudah hampir sembuh malah mengalami pendarahan lagi akibat pukulan pria asing itu. Bahkan mata itu juga mengeluarkan darah segar.

Mata Luna tiba-tiba berkunang-kunang melihat darah segar yang keluar dari luka-luka Nathan. Hampir saja dia pingsan, beruntung Nathan segera menangkapnya hingga tubuhnya tak sampai berciuman dengan lantai.

"Sudah tahu phobia darah, tapi kenapa masih kemari!!" omel Nathan sambil membaringkan Luna di tempat tidurnya.

"Itu karena aku mencemaskanmu dan bagaimanapun juga kau terluka karena melindungiku." ucap Luna menimpali.

Dengan gemetar, Luna mengarahkan tangannya pada wajah Nathan yang berlumur darah. Lalu dia menyeka darah yang keluar dari mata kirinya. Luna merasa sedih, dia terluka karena dirinya. Dan Luna tidak mungkin bisa memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu yang buruk terjadi pada mata kiri Nathan.

Nathan menggenggam jari-jari Luna yang berada di wajahnya lalu menurunkannya. Nathan mengambil beberapa lembar tisu yang kemudian dia gunakan untuk menghapus darah di tangan gadis itu.

"Jangan menyentuhnya!! Aku tidak mau jika kau sampai jatuh pingsan," ucap Nathan sambil mengunci manik Hazel milik gadis itu.

"Apakah ini sakit?" luna menatap Nathan dengan penuh rasa bersalah.

Pria itu menggeleng. "Tidak sama sekali!! Aku sudah biasa terluka seperti ini, jadi luka sekecil ini bukan apa-apa begitu." ucapnya menimpali.

Luna terdiam selama beberapa saat, muncul sebuah tanda tanya besar dibenaknya akan siapa Nathan yang sebenarnya.

Dia hanya tahu jika laki-laki ini adalah orang yang sangat berbahaya, tetapi Luna tidak tahu siapa Nathan sebenarnya.

"Biar aku saja yang mengobati luka-lukamu," ucap Luna seraya bangkit dari berbaringnya. Namun segera ditahan oleh Nathan.

Pria itu menggeleng. "Tidak perlu, biar aku sendiri saja. Tetaplah berbaring dan jangan bangun, kau pasti pusing melihat darah. Dan aku tahu kau masih trauma atas apa yang baru saja terjadi." Ucap Nathan seolah-olah mengerti apa yang sedang Luna pikirkan.

Luna tak memberikan tanggapan apapun untuk ucapan Nathan. Bagaimana dia bisa tahu jika dirinya masih trauma atas kejadian yang baru saja terjadi.

Apa mungkin pria itu mengerti apa yang sedang ia pikirkan saat ini?! Luna mengangkat wajahnya dan kembali mengunci manik hitam milik Nathan.

"Bagaimana kau bisa tau jika aku masih trauma atas apa yang terjadi. Jujur saja aku trauma bukan karena kemunculan pria itu, tetapi aku trauma pada gelap. Gelap adalah salah satu kelemahanmu selain darah. Dan aku bisa sangat ketakutan ketika berada dalam kegelapan. Itulah kenapa aku lebih menyukai tempat yang terang daripada gelap." Ujarnya panjang lebar.

Nathan bangkit dari duduknya lalu melenggang meninggalkan Luna. "Sebaiknya tetaplah berbaring. Aku akan segera kembali," ucap Nathan dan pergi begitu saja.

Nathan meninggalkan kamarnya begitupun dengan orang yang berada di sana.

Luna menatap kepergian Nathan dengan tatapan yang sulit di jelaskan.

.

.

Bersambung.

1
Qaisaa Nazarudin
BOHONG banget,Anak kecil usia 13 tahun,Mana mikir dia soal hubungan badan,ckckck coba lagi cari alasan yg masuk akal ya pak tua...
Qaisaa Nazarudin
Nah kan Luna cucu bukan anak tuan Xia..ckk
Qaisaa Nazarudin
OMG ...BUKAN SEUMURAN LUNA,AKU SALAH PAHAM MUNGKIN DISINI,MELISA MENINGGALKAN RUMAH SUDAH 23 TAHUN,ITU MAKSUDNYA MUNGKIN.. BERARTI LUNA CUCU TUAN XIA,BUKAN ANAKNYA...🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Katanya Luna anak semata wayangnya,Kok ada Melisa?.anak dr isteri lainnya kah? Tapi seumuran dengan Luna.gak mungkin kembar kan?
Qaisaa Nazarudin
Siapa Melisa? Rahasia apa yg tuan Xia sembunyi kan? Melisa 23 tahun,Berarti seumuran dong dengan Luna..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Nah kan kalo Nathan sudah bersuara,Pasti Nathan tau sesuatu..
Qaisaa Nazarudin
BAIK katanya???!!! Semoga kamu gak menyesal tuan Xia??!!
Qaisaa Nazarudin
Kok feelingku gak bagus ya..jangan bilang kalo pria ini tadi yg mengatakan Luna cantik saat melihat potonya,Dan dia disuruh mendekati Luna setelah itu menghancurkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini pasti bapak sodara yg gak berguna itu kan? Ckk
Qaisaa Nazarudin
Ceritanya bagus tapi banyak typo nya,Untuk yg akan dtg tolong outhor perhatikan dan baca ulang sebelum mengirim novelnya ya..sekadar masukan aja..🙏🙏😁
Qaisaa Nazarudin
Biasanya begitu lah DRAMA novel,Dia yg melakukan KESALAHAN tapi berlagak seolah-olah dia yg TERSAKITI..setelah itu mulai lah Rencana balas DENDAM,ckk🥱🥱
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwkwk MAFIA TAKUT JARUM SUNTIK..🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kok bisa?? Katanya Nathan bodyguard nya Luna 24 jam...🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Sesuai sinopsisnya Nathan yg duluan luluh ke Luna..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Luna tadi jangan langsung pergi,Selesaikan sampai tuntas..kalo dibiarin gitu aja,Yang ada mereka akan mencari cara lain lagi utk menjatuhkan mu..
Qaisaa Nazarudin
Banyaknya ancaman dan musuh,Makanya di novel2 lain yg ku baca anak2 mereka sudah didik dengan kekerasan sedari kecil, kekerasan maksudnya dididik dengan ilmu bela diri dan juga menggunakan berbagai senjata..itu yg seharusnya..
Qaisaa Nazarudin
Astaga jahat banget,Hanya karena dia berisik langsung digituin ihhh..
Qaisaa Nazarudin
23 tahun udah dewasa lho..aku umur 23 udah punya satu anak..😃
Qaisaa Nazarudin
ialah mana tau dia siapa kamu..Yang dia tau kamu itu seorang bodyguard,ya mmg kerjanya kan bisa disuruh2..Berapa umurnya Luna thor?? Aku kalo baca novel suka pengen tau data lengkap para perannya,baru aku bisa imiginasi Alur ceritanya kayak gimana gitu..
Winsulistyowati
Tamat Thor say...Apakah Ada Part - nya..Ok Sehat & Semangat y Thor Trus Brkarya..👍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!