NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Terpaksa Menikah Dengan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:193k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Sylvia Delwyn, seorang wanita yang masuk ke akademi kepolisian demi mengungkap kematian orangtuanya. Tapi saat bertugas, dia harus kehilangan sahabatnya dan hal itu membuatnya mengambil cuti untuk menenangkan diri.

Tapi bukannya mendapat ketenangan, Sylvia justru dipaksa menikah dengan pria yang tidak ia kenal oleh orang tua angkatnya, untuk membayar hutang. Tentu saja Sylvia menolak. Tapi karena ancaman, mau tidak mau Sylvia menyetujuinya.

Anthony Brylee Xavier, seorang CEO yang merangkap menjadi mafia. Dia menginginkan Sylvia sebagai ganti melunasi hutang Issac dan memaksa untuk menikah dengan nya.

Tapi setelah menikah, Sylvia menemukan bukti jika suaminya adalah dalang dari pembantaian terhadap keluarganya.

Akankah Sylvia percaya dan membalas dendam atas kematian keluarganya? Atau justru akan tumbuh cinta di hati keduanya dan mereka hidup bahagia?

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat dan alur cerita, itu hanya kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Pecat

Sylvia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia akan menemui kapten William dan meminta penjelasan kenapa dia di pecat. Padahal dia sudah senang karena beberapa hari lagi dia bisa kembali bertugas. Tapi tiba-tiba dia mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal yang mengatakan jika dia tidak perlu datang lagi untuk bertugas karena dia di keluarkan secara tidak terhormat.

Tentu saja hal itu membuatnya geram. Dia mengira jika semua itu adalah perbuatan Anthony. Tapi melihat ekspresi terkejut di wajah Anthony, membuatnya ragu. Untuk itu dia datang ke kantor untuk meminta penjelasan langsung dari kaptennya.

Tidak butuh waktu lama, Sylvia sudah sampai di kantor kepolisian. Dia memarkir mobilnya dan keluar dengan tergesa-gesa.

Rekan Sylvia yang melihat kedatangannya, tiba-tiba menunduk dan menjauh. Mereka bahkan tidak ada yang berbicara walau hanya sekedar menyapa. Tapi berbeda dengan Damian. Dia tersenyum senang melihat kedatangan wanita itu. Dia menghadang langkah Sylvia dan menyapanya.

"Hai nona manis, apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau masih cuti, hm?" seru Damian

Sylvia tidak menanggapi lelucon Damian. Dia menatap Damian dan meminta pria itu untuk menyingkir .

"Menyingkir lah, Dam!! Aku datang untuk menemui kapten William."

"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"

"Kita akan segera tahu jika kau tidak menghalangi jalan ku." Sylvia melewati Damian begitu saja. Dia menerobos masuk ke ruangan Kapten William.

"Apa Aku mengajarkan mu untuk berlaku tidak sopan, Sylvia?" seru kapten William tanpa melihat kearah Sylvia.

"Sepertinya kau tidak terkejut dengan kedatangan ku, kapten."

Kapten William meletakkan penanya dan menatap Sylvia. "Katakan!!"

"Kau tahu apa yang ingin aku katakan, kenapa kau bersikap seolah-olah tidak tahu apapun? Sebenarnya apa mau mu?" teriak Sylvia

"Kau pun tahu alasannya, Sylvia. Jadi untuk apa aku menjelaskannya padamu."

Sylvia mengepalkan kedua tangannya dan kembali berkata, "Aku tahu, kau mengeluarkan ku karena aku menikah dengan musuh. Tapi harusnya kau mendengarkan penjelasan ku terlebih dahulu."

"Apapun alasannya, hal itu tidak bisa di terima." Kapten William berdiri dan menepuk bahu Sylvia. "Maafkan aku, tapi ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Lagipula rekan-rekan mu akan sangat canggung saat bertugas denganmu. Kau lihat sendiri saat kau datang kemari, bukan. Mereka tidak ada yang berani menatapmu." seru kapten William

Sylvia memejamkan matanya dan menghela nafas panjang. Akhirnya apa yang dia takutkan terjadi. Karena dia menikah dengan orang yang paling di takuti, dia di pecat dari kepolisian. Dia merasa tidak mempunyai harapan untuk mengungkap kematian kedua orangtuanya. Apakah Sampai disini perjuangannya? Haruskah dia menyerah?

"Jika sudah jelas, kau boleh pergi." Kapten William kembali ke kursi kebesarannya dan mengerjakan pekerjaannya.

Sylvia menggeram kesal dan pergi dari ruangan Kapten William. Di luar, dia menatap satu persatu rekan kerjanya yang seolah menghindarinya, kecuali Damian.

"Ada apa sebenarnya, Sylvia?" tanya Damian

"Aku di pecat, Dam. Dan itu karena aku sudah menikah."

Deg

"A_apa? Dipecat?" tanya Damian terbata

"Yes. Jadi lain kali aku akan kembali untuk mengambil barang-barang ku. Terimakasih atas kerjasama nya selama ini." Sylvia pergi dengan tergesa-gesa. Dia tidak mau berlama-lama berada di sana. Sungguh, kabar ini sangat membuatnya terkejut. Rasanya dia ingin berteriak dan melampiaskan nya dengan memukul seseorang. Dan sepertinya dia tahu siapa yang akan menjadi samsak dadakannya.

Sylvia masuk kedalam mobilnya. Dia menghela nafas panjang untuk menenangkan hatinya yang bergemuruh. Setelah merasa sedikit membaik, dia menyalakan mobilnya dan tancap gas.

Di perjalanan, Sylvia menitikkan air matanya. Dia merasa gagal untuk melanjutkan kerja keras ayahnya. Baru saja dia mendapat petunjuk tentang orang yang telah membunuh keluarganya, tapi tiba-tiba dia di pecat begitu saja.

"Aku tidak boleh lemah. Aku masih bisa mencari pelaku yang membunuh mommy dan Daddy dengan mencari wartawan itu." Sylvia menghapus air matanya dan menyemangati dirinya sendiri.

Tapi di depannya, tiba-tiba mobil hitam menghadang nya. Dia menghentikan mobilnya dan melihat dua pria keluar dari mobil tersebut dan berjalan kearahnya.

"Keluarlah!! Ada hal penting yang ingin kami bicarakan." seru pria itu

...****************...

Sementara itu, Damian masuk keruangan kapten William untuk meminta penjelasan. Dia tidak percaya jika orang hebat seperti Sylvia, di pecat begitu saja.

"Ada apa, Dam?" tanya Kapten William

"Apa benar anda memecat Sylvia?"

Kapten William menatap Damian dan membenarkan pertanyaan Damian. "Iya, aku sudah memecatnya."

"Tapi kenapa? Bukankah dia salah satu anggota terbaik di tim kita?"

"Dia menikah dengan musuh. Bagaimana mungkin aku membiarkannya. Bagaimana jika Anthony meracuni pikiran Sylvia dan memberontak pada kita "

"Itu tidak mungkin terjadi. Aku sangat tahu seperti apa Sylvia. Lagipula, jika kau memecatnya, bagaimana dia bisa menyelidiki kematian kedua orangtuanya?"

Deg

"Darimana kau tahu jika kedua orang tua Sylvia sudah meninggal?" tanya Kapten William

"D_dia sendiri yang mengatakannya padaku. Dia di rawat oleh orang tua angkatnya karena orang tua kandungnya di bunuh. Untuk itu dia menjadi polisi untuk memudahkan nya menyelidiki kematian orangtuanya."terang Damian.

"Apa kau tahu siapa orang tua kandung Sylvia?" tanya kapten William penuh selidik

Damian menggelengkan kepalanya dan hal ini membuat kapten Wiliam merasa lega.

"Keputusan ku sudah bulat. Lagi pula semua ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Jadi percuma kau membelanya." seru kapten Wiliam

"Kau boleh keluar!!"

Damian mendengus pelan dan keluar dari ruangan kapten William. Jika ada waktu, dia akan menemui Sylvia untuk memberi dukungan pada wanita itu.

Setelah kepergian Damian, kapten William mengeluarkan bingkai dari laci nya. Dia mengusap pelan foto tersebut dengan berlinang air mata.

"Maafkan aku, kapten. Tapi jika Sylvia terus berada di sini, dia tidak akan mendapatkan apapun. Aku yakin dia bisa mengambil keputusan tepat setelah ini yang akan menuntunnya untuk menemukan pelaku yang sudah membunuh mu dan juga istrimu."

1
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus menguras tenaga?? Tembak ajalah kebanyakan Drama,Ada jalan yg gampang ngapain cari yg susah...ckck
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Modus kamu Damian, Menyelesaikan Misi SATU KELOMPOK,tapi MERAYAKAN hanya BERDUA... siapa juga yg gak salah paham 😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kalau andai Sylvia hamil, pasti langsung keguguran tuh, untung aja gak ya..
Qaisaa Nazarudin
Nah sekarang kau sudah tau Bahwa MUSUH.MU DAN ANTHONY ADALAH ORANG YG SAMA..Masih aja kamu menuduh Suami mu sendiri yang membunuh Ortu mu..Dasar bego..
Qaisaa Nazarudin
Tapi aku Curiga dengan Alvin,Feelingku Alvin yang bekerjasama dengan Damian,Dan dia lah yg nelpon Damian setelah kepergian Sylvia dari Cafe waktu itu..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Hanya karena BENCI dan DENDAM,Sylvia menutup mata dan telinga akan kebaikan Thoni..Harusnya Sylvia jangan gegabah,Harus cari tau kebenaran nya bukannya langsung mengadili/menuduh orang,Katanya polisi cerdas,di mana letak cerdasnya? Bodoh gitu...ckk..
Qaisaa Nazarudin
Kalo kamu sendiri sama Hasilnya dengan kepolisian, Berarti ada yg gak beres dengan Damian,Jadi kamu harus hati2 dengan Damian,jangan pernah Terlalu percaya dengan siapa pun..
Qaisaa Nazarudin
Wah Damian,Aku Curiga nih kalo Damian ini bukanlah orang yg baik..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak langsung hajar aja,Kamu berkorban dia malah yg senang2..
Qaisaa Nazarudin
Udah jelas lah ya..gak mungkin ngutang sampe juta2 terus uangnya gak keliatan kemana perginya..
Qaisaa Nazarudin
Dasar perawat Jalang,dengan pesakit pun jadi..gatel banget tuh cewek..
Qaisaa Nazarudin
Nah ini yg aku suka,Walaupun kaya dan punya segalanya tapi bukan TEH CEPUP.
Ada beberapa Novel yg cukup bagus Alurnya menurut ku,Tapi disebabkan peran utama pria seorang pemain aku langsung stop bacanya walaupun baru baca awal bab,Walaupun alur luar negeri yg mengamalkan sex bebas,tapj pembaca nya rata2 kita orang timur,Jadi gimana ya kalo bacanya kayak gak terima aja gitu,Calonnya cewek polos dan baik2 lha dapatnya pria BARANG BEKAS..
Qaisaa Nazarudin
Oh Ternyata kamu Licik Tony,Untuk mendapatkan pujaan mu kamu menggunakan hutang sebagai menjerat Sylvia..ckkk..Moga aja kamu bukan TEH CELUP..Aku paling gak suka Alur peran utamanya seorang TEH CEPUP..
Ririn Nursisminingsih
aduh sylvia jg bertindak sendiri bilang sama antonio
Ririn Nursisminingsih
kereennn critanya
Ririn Nursisminingsih
syilvia jg mudah dibodohi damian
Ririn Nursisminingsih
dimna2 kok ya ada ulat bulu
Liaton
Luar biasa
Liaton
Lumayan
Arye Ghad'iz BinAngun
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!