NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persaingan Mafia / Balas Dendam
Popularitas:91k
Nilai: 5
Nama Author: Yunnii_Parkk

Kehidupan bahagia Aria berakhir saat kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kebakaran.

Setelah ditelusuri, kebakaran itu ternyata sudah di rencanakan oleh seseorang sehingga membuat Aria ingin mengungkap siapa pelaku dibalik kebakaran yang menyebabkan kedua orangtuanya meninggal.

Hingga ketika menelusuri siapa orang yang tega membakar rumah keluarganya, Aria menemukan berbagai misteri termasuk rahasia kedua orangtuanya, dia juga harus masuk kedalam dunia gelap untuk bisa mencari sang pelaku yang merusak kebahagiaan serta keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunnii_Parkk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlihat Seperti Orang Bodoh

Hari sudah mulai siang dan Aria masih bersama Giovanni di dalam mobil.

"Nona, boleh saya tau nama anda? kita akan bekerja sama untuk mencari pelaku pembunuhan, jadi sebaiknya kita berkenalan terlebih dulu agar kedepannya kita juga tidak canggung lagi" ucap Giovanni.

"Aria" Jawab Aria sambil masih terus melihat lurus ke depan.

"Saya Giovanni, saya bekerja sebagai polisi sekaligus Detektif" Setelah mendengar Aria mengatakan namanya Giovanni juga memperkenalkan dirinya.

"Polisi yang juga menjadi Detektif, lumayan menarik" Ucap Aria sambil melihat kearah Giovanni.

"Kalau saya boleh tau, apa pekerjaan anda? apa mungkin anda juga seorang Detektif karena bisa dengan mudah menebak bahwa jasad itu adalah korban dari pembunuhan dan juga menebak pelaku dibaliknya meskipun kita belum bisa mencari tau identitas pelaku, tapi itu sudah sangat menakjubkan, dan anda terlihat sudah cukup berpengalaman dalam kasus seperti ini"

Aria menggeleng pelan kemudian kembali menatap lurus kearah jalanan, "Saya hanya pegawai biasa. Saya bekerja di toko barang antik" timpal Aria.

"Begitu ya, apa anda tidak ingin menjadi seorang Detektif?" Giovanni bertanya pada Aria sambil terus melihat lurus kedepan karena dia yang sedang memegang kemudi mobil.

"Tidak, saya tidak tertarik"

"Baiklah, itu terserah anda" Sebenarnya Giovanni sedikit menyayangkan keputusan Aria, karena kalau Aria menjadi seorang Detektif, dengan kepintarannya itu, Aria akan sangat membantu dalam memecahkan sebuah kasus.

Mobil yang Giovanni bawa akhirnya memasuki sebuah rumah sakit besar. Giovanni memarkiran mobilnya terlebih dulu lalu setelah itu mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah sakit itu.

Di dalam rumah sakit, semua mata orang yang ada disana terpaku pada Aria dan Giovanni. Aria dengan porsi tubuh yang sangat bagus dan sangat cantik, dan juga Giovanni, dia pria yang gagah, wajahnya sangat tampan dan paras mereka berdua itu jarang sekali ditemukan di Kota L, ditambah lagi dari raut wajah Giovanni terlihat aura ketegasan.

Melihat Aria dan Giovanni, semua orang tidak bisa tidak menatap mereka yang terlihat sangat serasi saat berjalan berdampingan.

Giovanni terlihat sudah terbiasa dengan tatapan orang-orang yang seperti itu, namun dia menghawatirkan Aria, Giovanni takut Aria akan ketakutan dengan semua tatapan yang tertuju padanya itu.

Giovanni lalu melirik Aria untuk memastikan apakah Aria baik-baik saja dengan semua tatapan itu, Giovanni lalu melihat Aria masih sama seperti sebelumnya, bahkan Aria terlihat tidak peduli dengan sekitarnya, itu membuat Giovanni merasa lebih lega.

"Mungkin dia sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu karena dia sangat cantik walaupun hanya diam saja dan tidak mengeluarkan ekspresi apapun" batin Giovanni.

Tidak lama kemudian, mereka berdua lalu tiba di depan ruangan forensik dan melihat ada dua orang polisi yang sedang berjaga disana.

"Bagaimana keadaan di dalam?" Giovanni bertanya kepada salah satu dari polisi yang sedang berjaga itu.

"Lapor pak, masih di tangani tim forensik" timpal polisi yang ditanya oleh Giovanni.

"Baiklah, kami akan masuk"

Giovanni lalu mengajak Aria untuk segera masuk kedalam ruangan forensik itu dan melihat apa saja yang sudah ditemukan oleh Tim Forensik.

Saat sudah berada di dalam ruang Forensik itu, Aria melihat ada dua orang yang sedang sibuk dengan tubuh yang terbaring sangat mengenaskan di depan mereka, Sepertinya dua orang itu adalah Tim forensik yang sedang menangani mayat korban pembunuhan itu.

Melihat ada dua orang yang masuk ke dalam dan mengenali salah satunya, kedua orang itu lalu segera menyapa Aria dan Giovanni.

"Selamat siang pak" Ucap mereka sambil sedikit membungkukkan badannya.

Giovanni dan Aria membalas sapaan mereka lalu segera menghampiri mereka berdua.

"Bagaimana hasilnya Grace?" Giovanni bertanya pada salah satu tim forensik yang memang dikenalnya.

"Kami masih memeriksa lukanya karena ada beberapa, oh iya pak, siapa wanita yang anda bawa ini?" Grace melirik Aria dan menanyakan tentang Aria yang sejak tadi berdiri disamping Giovanni.

"Ah.. dia rekan saya, namanya Aria, kami bertemu saat di jalan tadi, Aria... ini Grace, dia adalah ahli forensik terbaik di kota ini" Giovanni lalu memperkenalkan Aria kepada Grace.

Aria hanya mengangguk dan kembali terdiam, hal Itu membuat suasana disana menjadi agak canggung, Giovanni kemudian mencairkan suasana dengan menyuruh Grace untuk kembali bekerja.

Tidak lama kemudian, Grace dan asistennya yang juga seorang wanita sudah selesai mengautopsi jasad korban pembunuhan itu, Grace lalu berjalan kearah Giovanni dan Aria yang sedang menunggu sambil menyandarkan punggung mereka pada dinding.

"Pak Detektif, menurut hasil autopsi, saat masih hidup korban mengalami kurang lebih dua puluh luka sayatan" ucap Grace.

"Dua puluh sayatan? Itu lebih banyak daripada perkiraanku" Giovanni cukup terkejut saat mengetahui luka yang ada di tubuh korban.

"Benar, dan juga seperti dugaan anda bahwa yang membuatnya meninggal adalah akibat dari luka tusukan yang tepat mengenai jantungnya dan perutnya yang robek cukup besar, bukan karena dari tertabrak mobil" sambung Grace kembali.

"Apa kalian bisa memastikan benda tajam apa yang dipakai si pelaku?" tanya Giovanni.

"Pelaku menggunakan dua buah senjata, yang satu adalah pisau untuk menyayat  korban dan satu lagi dari sebuah pedang yang dipakai untuk menusuk jantung dan merobek perut korban" timpal Grace.

"Pedang ya" Giovanni terlihat mengangguk pelan mendengar penjelasan dari Grace.

Setelah itu Giovanni lalu diam-diam menatap Aria, "Bagaimana bisa wanita ini bisa langsung menebak benda apa yang digunakan si pelaku tanpa mengautopsi dulu tubuhnya, dan juga, opininya tentang  cara si pelaku membunuh juga sangat tepat, Ini... dia sangat jenius, tapi sayang sekali dia tidak mau mengembangkan bakatnya itu" batin Giovanni, Sebenarnya Giovanni lebih kagum pada Aria yang bisa menebak dengan akurat tanpa bantuan autopsi.

Setelah penyebab kematian korban sudah di pastikan, Aria dan Giovanni kemudian keluar dari ruangan itu.

"Opini Anda tentang pembunuhan itu ternyata benar, bagaimana anda bisa menebaknya dengan sangat akurat?" Giovanni akhirnya menanyakan apa yang ada di pikirannya pada Aria.

"Saya hanya melihat luka di tubuh korban, dan opini itu muncul begitu saja" timpal Aria santai.

"Begitu ya" Giovanni mengangguk mendengar ucapan Aria meskipun dirinya masih agak tidak percaya dengan alasan yang diberikan oleh Aria.

Terlihat dua orang polisi yang tadi Giovanni suruh untuk mencari identitas korban sudah kembali, kedua Polisi itu lalu berjalan kearah Giovanni dan Aria yang sedang ada di depan ruang forensik.

"Lapor pak, kami sudah mendapatkan identitas korban" Ucap salah satu dari kedua polisi itu lalu segera memberikan sebuah berkas pada Giovanni.

Giovanni menerima berkas itu dan duduk di kursi panjang ruang tunggu yang memang ada di depan ruang forensik itu, Giovanni lalu membuka berkas itu dan mulai membacanya, Aria juga duduk di samping Giovanni dan ikut melihat isi dari berkas itu.

"Namanya adalah Alban, dia tidak punya nama belakang, dia berusia sekitar empat puluh tahun, pekerjaan serabutan. Dia suka mabuk-mabukan dan juga berjudi, dia meminjam uang pada rentenir karena kecanduan alkohol dan juga judi, lalu dia juga tidak pernah bisa membayar hutangnya karena tidak bekerja dan juga kalah terus saat bermain judi sehingga hutangnya semakin menumpuk dan sering kena pukul oleh rentenir yang menagih hutangnya, Namun dari siang kemarin dia tidak pernah terlihat lagi" Giovanni membaca isi berkas itu lalu melirik Aria.

"Bagaimana menurut anda?" tanya Giovanni.

"Mungkin dia terbunuh tadi malam karena dia hilang saat siang hari, bisa saja siang itu dia dibawa oleh para Rentenir yang sering mencarinya?" Aria menyampaikan pendapatnya.

"Itu bisa saja terjadi, tapi kenapa harus malam dan tidak siang hari saja saat si pelaku membawa korban?"

"Tentu saja karena mereka ingin menyiksa korban terlebih dulu"

"Hmm.. itu memang masuk akal, tapi kenapa harus menyiksanya dan membunuhnya dengan sangat kejam seperti itu?" Giovanni masih sedikit bingung karena pelakunya kan seorang rentenir dan tidak mungkin terbiasa dengan cara membunuh seperti itu.

"Mereka ingin mengelabui kalian para polisi, karena kebanyakan polisi tidak mau berurusan dengan orang dari Dunia Bawah, jadi mereka membunuh dengan cara seperti para pembunuh dari Dunia Bawah, tapi sayangnya mereka ceroboh karena terlalu percaya diri dengan cara membunuh mereka" ucap Aria masih dengan nada santainya.

Setelah mendengar ucapan Aria Giovanni terdiam sebentar, Giovanni merasa kalau saat bersama dengan Aria dia menjadi seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa karena kalah pintar dengan Aria.

"Lalu, bagaimana kita mencari pelakunya pak?" Ucap salah satu polisi yang ada disana.

"Kita akan langsung ketempat mereka" timpal Giovanni dengan tegas.

"Tapi pak, bagaimana kalau mereka sudah pergi dari sana karena takut tertangkap oleh kita?"

"Saya ragu kalau mereka sudah pergi, karena kalau ucapan nona Aria benar, mereka sangat percaya diri dengan pembunuhan yang mereka lakukan dan tidak akan ketahuan, pasti mereka masih ada disana" Giovanni terlihat sangat yakin akan ucapannya itu.

Giovanni lalu melirik Aria dan melihat Aria mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan olehnya, "Mari kita pergi sekarang, kalian berdua ikut dengan saya!" Ucap Giovanni sambil menunjuk dua orang polisi yang ada di sana.

"Nona, sebaiknya anda menunggu disini, biar saya yang menangkap rentenir itu" Giovanni tidak mau Aria berada dalam bahaya, karena kalau Aria ikut dengannya untuk menangkap si pelaku, bisa jadi Aria akan di jadikan sebagai target sandera agar para rentenir itu bisa melarikan diri.

"Saya akan ikut, mungkin saya bisa membantu"

Sebenarnya Aria tidak mau ikut karena sedang dalam perjalanan menuju kota X, tapi Aria akan memastikan dulu pelaku bisa ditangkap oleh para polisi itu dan tidak melarikan diri.

"Tapi nona .."

"Saya akan tetap ikut"

Giovanni lalu menghela nafas pelan dan mengalah, "Baiklah, anda bisa ikut dengan kami, tapi saya peringatkan anda untuk tetap berada di dekat saya dan anda jangan pergi jauh dari saya atau dari polisi yang lain karena ini tugas yang cukup berbahaya, para rentenir itu mempunyai senjata, jadi kita harus lebih berhati-hati lagi" ucap Giovanni pada Aria, Aria tidak menjawab ucapan Giovanni dan malah langsung melangkah pergi dari sana menuju pintu keluar.

Giovanni yang melihat Aria langsung pergi keluar hanya bisa menggeleng pelan, "Aku tidak akan pernah terbiasa dengan sifatnya yang berubah-ubah itu, apakah ini juga akibat dari emosinya yang tumpang tindih?" batin Giovanni lalu berjalan mengikuti Aria yang sudah lebih dulu keluar dari rumah sakit.

1
Nur Hasanah
lnjtt Thor...
Nur Hasanah
aku selalu mengikuti semua cerita novel athor yunni_pakk..semua seru dr lin Hua,Xiao Li ,sekarang Aria semuanya seru enggk ngebosenin walaupun sampe ratusan bab..
Nur Hasanah
saingan cinta yang bukan merebutkan hati Aria saja tp restu kakanya juga..
aku juga bingung pilih yang mana..couple ini cocoknya...wkwkwk.
lanjuttt thro..
Nur Hasanah
wach...ternyata Aria di kelilingi cwo² keren...
lanjuttt thro...JD penasaran siapa yang akan berlabuh..hehehe
Nur Hasanah
ikutan sedih...peluk jauh buat aria.
lanjutt thro
Al Mpr
lanjut donk Thor, makin seru nih
BankToso
sehat selalu Thor, semangat update trus thor 👍🏻🙏
🌸ALNA SELVIATA🌸: Baca Novel "Suami di Alam Mimpi"
di jamin mata batin kamu akan terbuka, dan melihat keindahan alam dunia berbeda..
total 1 replies
xiao hu.
ternyata herald punya anak buah dari anggota red blood ya? aku pikir semua anak buah nya cuma anggota dari blood moon🗿
xiao hu.
kok leon harusnya louis kan🗿
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
ini sangat keren... aku suka cerita ini...wanita jg harus kuat 👍💪
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
keren Thor👍👍👍👍👍🥰
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
lanjut Thor..keren
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
pasti Leon pelakunya kan thor
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
lanjut ... lanjut.. jdi kepo thor
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
bagus ceritanya kak...lanjutkan..
Liana Lia504
lanjut thor ditunggu up selanjutnya
Liana Lia504
semangat up nya thor
Yunniiparkk: makasih
total 1 replies
Liana Lia504
up lagi dong
Liana Lia504
lanjut thor
Friska Oktaviana
ceritanya bgus cmn ko dkit episodenya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!