Sedang dalam tahap revisi...
Cerita perjalanan cinta Serlin Marliana, wanita yang tidak sengaja melakukan hubungan terlarang dengan tuan muda yang bernama Marcelino Jason hingga hamil dan terpaksa menikah.
Dia menikah tanpa adanya cinta diantara mereka, apakah kehidupan pernikahannya akan berjalan mulus atau dia hanya akan menjadi orang ketiga diantara Marcel dan kekasihnya, karna Marcel sudah mempunyai kekasih yang sangat dicintainya. Dia seorang model yang rela menukar kisah cintanya demi sebuah kontrak kerja.
Saat pernikahan Serlin dan Marcel terungkap siapa yang akan dipilih Marcel, kekasihnya atau Serlin istrinya yang sedang hamil..
Kebimbangan hati Marcel serta kecemburuannya, akan menjadi kisah romantis mereka berdua, serta bagaimana Marcel ketika benih-benih cinta untuk Serlin muncul.
bagaimana kehidupan mereka, selalu bahagia atau akan banyak kerikil tajam yang akan menghadangnya.
Karya pertamaku...semoga suka..
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon denike, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LIBURAN part I
Terimakasih atas dukungannya selama ini...
Jangan lupa Like, komen, vote dan favouritenya😃biar author lebih semangat nulisnya..
Selamat membaca....
🌸
🌸
🌸
Beberapa hari telah berlalu tak terasa akhir pekan pun datang, saatnya liburan dimulai. Serlin sengaja berangkat duluan dan ingin menikmati satu bus bersama temannya. Mereka berkumpul di halaman kantor, Serlin yang melihat Selfi langsung melambaikan tangan dan menghampirinya.
" Selfi nanti kita satu kamar saja ya, pasti seru. " Serlin sudah membayangkan liburan asyik bersama teman-temannya
" Iya, mau..mau. Huhh pasti tempatnya sangat indah. " Selfi pun antusias
" Kira-kira presdir akan ikut tidak ya, aku rasa dia akan turut serta dan membawa istrinya untuk dikenalkan ke semua karyawan. " Saat Selfi mengatakan hal demikian Serlin yang sedang memakan biskuit langsung tersedak,
" Kamu kenapa Ser?" Selfi memberinya minum,
" Tidak apa-apa, aku terlalu cepat makan saja tadi gak sempat sarapan. "
Yang ditunggu-tunggu pun sudah ada dihadapan mereka, Marcel dan sekretaris Lee sampai di tempat mereka berkumpul.
" Silahkan menuju mobil masing-masing, dan selamat menikmati perjalanan ini. " Marcel memberikan sedikit kata-katanya, dia ingin sekali menarik Serlin untuk duduk di mobil bersamanya, saat melihat keadaan yang sangat ramai dia mengurungkan niatnya.
" Lee, ajak Serlin dan teman wanitanya itu untuk masuk mobil bersamaku. Aku tidak mau kalau terjadi apa-apa pada istriku. "
" Baik tuan. "
Sekretaris Lee menghampiri Serlin dan Selfi.
" Maaf nona Serlin dan nona Selfi, presdir ingin berbicara sebentar. Apa kalian bisa? " Lee mempersilahkan untuk berjalan.
" Iya." Jawab Selfi
" Tidak. " Jawab Serlin dengan kesal
Selfi dengan sumringah berjalan menuju mobil Marcel, dan menarik tangan sahabatnya yang entah kenapa dengan beraninya membantah sang atasan. Selfi tidak pernah berfikir kenapa Presdir ganteng itu ingin berbicara dengan mereka, saking senengnya.
Presdir keluar dari mobil, Serlin sudah waspada pasti suaminya akan melakukan sesuatu yang tak terduga.
" Nona apa kalian mau naik mobil bersamaku untuk menuju taman wisata, kelihatannya kendaraan itu sudah sangat sesak. Aku merasa kasihan kalau wanita seperti kalian harus berdesak-desakan disana. "
" Tidak." jawab serlin
" Iya..Dengan senanng hati presdir. " Jawab Selfi
" Terima kasih, silahkan masuk. Nona Selfi anda bisa duduk di depan saja dan Serlin di belakang. Karena aku tidak terbiasa duduk didepan situ. " Ucap Marcel
" Presdir aku ingin bersama yang lain, percuma liburan kalau aku tak bisa menikmatinya. " Serlin asal nyerocos membuat Selfi semakin bingung, Serlin terlalu berani bicara kepada presdirnya.
" Kenapa.. apa kau tak mau liburan bersamaku. Heh.. aku ini suamimu. " Marcel sengaja mengatakan itu agar Serlin bersedia ikut dengannya.
" Ehh, apa suami? " Selfi kebingungan dengan ucapan Marcel barusan, Serlin langsung mendorong tubuh Marcel masuk kedalam mobil dan duduk disampingnya.
" Nona Selfi, anda silahkan masuk. " Sekretaris Lee membukakan pintu mobil, Selfi yang masih kebingungan pun masuk ke dalam mobil.
Semua hening sesaat, Selfi pun tak berani berkata apa-apa. Mobil Marcel berjalan di depan diikuti bus rombongan karyawan.
" Selfi, lupakan yang dibilang presdir tadi ya! " Serlin memecah keadaan
" Hei, aku ini memang suamimu apa yang harus disembunyikan lagi. " Marcel sudah sangat kesal dan menarik kasar Serlin kepelukannya, sampai kepalanya terbentur dada Marcel.
" Auww, sakit tau. " Serlin mengelus-elus kepalanya
" Maaf sayang. " Marcel memluknya erat
" Serlin, jadi.. ka.. kamu...istri Presdir yang dibicarakan banyak orang itu?" Selfi sangat kaget
" Sel, jangan kasih tau siapapun ya. Aku gak mau kalau karyawan ditempat kita membicarakanku terus. "
" Aku boleh ya nanti menginap satu kamar dengan Selfi? " Ucap Serlin
" Apa menurutmu aku akan mengizinkannya?" Jawab Marcel ketus
" Ihhh...manusia egois. " Serlin memaki
" Apa kau bilang tadi, aku...manusia egois. Cihhh, beraninya kau..! "
Serlin diam karena malas berdebat, tidak berapa lama dia sudah mulai mengantuk dan tertidur di pelukan Marcel. Selfi yang didepan sangat kaku dan tidak mengucapkan satu kalimat pun karena sekretaris Lee juga fokus dengan kemudi.
Sampailah di tempat wisata yang dimaksut, Serlin yang masih tertidur dibangunkan oleh Marcel. Kalau saja tidak banyak karyawannya, pasti Marcel sudah menggendong Serlin masuk ke penginapan.
" Sayang bangunlah, atau kau mau aku menggendongmu. " Marcel sengaja menggodanya
Serlin terperanjat, takut suaminya akan nekat menggendongnya keluar.
Serlin mengucek matanya saat bangun tidur
" Sudah sampai ya? "
" Iya, kau mau turun sendiri atau aku gendong?"
" Aku bisa sendiri. " Serlin turun dari mobil
" Sayang, aku boleh ya jalan-jalan sebentar bersama Selfi? "
" Iya cepatlah kembali sebelum sore, jangan membuatku khawatir."
" Iya, ayo Sel..!" Serlin menggandeng tangan Selfi
" Mari presdir. " Sapa Selfi, Marcel hanya mengangguk.
Serlin dan Selfi sudah berjalan menjauhi presdir mereka, Selfi yang sangat penasaran mulai menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sejak tadi jalan-jalan diotaknya.
" Serlin, cepat ceritakan kapan kalian menikah? Huhh... enak ya jadi kamu. Ternyata istri presdir itu dirimu dan kau tidak pernah memberitahuku. Jahat sekali...!"
" Aku gak pengen hidup dengan bayangannya, pasti akan sangat sulit jika semua orang tau kalau aku istrinya. Kita menikah dua bulan yang lalu. "
" Iya juga sih, aku saja iri padamu. Kalau mba Maya tau kamu itu istrinya Presdir hadehhh..entah deh. Dia kan sangat kecintaan dengan presdir kita itu. "
" Haha, aku saja sudah diancam mau dipecat saat awal kedatangannya waktu itu. Biarlah cukup kamu yang tahu ya, jangan kasih tahu kesiapapun."
" Iya aku janji, pasti sulit juga jadi dirimu. Sebenarnya banyak pertanyaan diotakku tapi kita bisa bahas lain kali aja. Ahh...tapi kau sungguh beruntung, presdir itu suamimu. " Selfi bahkan sedikit berteriak
" Sudah..sudah...nanti semua orang dengar. Ayo kita jalan lagi. "
Mereka menyusuri danau kecil dekat taman sambil menikmati makanan ringan yang dibeli di pinggir danau. Saat waktu memasuki pukul 16.30 Serlin kembali ke penginapan, dia masuk ke kamar Selfi karena masih bingung suaminya dikamar yang mana. Marcel belum sempat memberitahu apapun tadi.
Ponsel Serlin berdering " Kamu dimana? " suara Marcel diseberang sudah panik.
" Aku di kamar Selfi , kenapa?" Serlin menjawab
Sudah kubilang, kembali sebelum sore. Kau sangat nakal ya. "
" Kau manyuruhku kembali tapi tidak mengatakan dimana aku harus kembali, aku tidak tahu kamarmu dimana? "
" Dasar kau ya. " Langsung mematikan panggilan yang tersambung
" Hallo...hallo...!"
" Ihh... Dasar malah dimatiin, tapi tidak apa-apa dengan begini dia tidak akan menggangguku. " Serlin tersenyum tipis
" Kalian lucu sekali Ser?" Selfi yang sedari tadi melihat cara berbicara Serlin pada suaminya pun tertawa.
" Lucu dari mana, dia itu orang yang aneh." Serlin cemberut.
Saat mereka sedang mengobrol terdengar bunyi " tok...tok..." Selfi pun membuka pintu.
" Presdir.."
Serlin yang mendengar langsung membalikkan badan dan trsenyum.
" Kenapa repot-repot kesini Sayang? "
Pandangan Marcel sudah sangat tajam, Selfi saja sudah menunduk takut.
" Ayo pergi sekarang! "
" iya.. sabar..Selfi aku duluan ya. " Serlin meninggalkan teman kerjanya itu
Marcel sudah melingkarkan tangannya di pinggang Serlin, dan menarik Serlin kepelukannya.
" Apa kau ingin makan sesuatu? " Marcel ingat biasanya Serlin tidak bisa kalau telat makan
" Tidak, nanti saja. Aku sudah makan cemilan tadi. "
Hari sudah mulai gelap jadi semua orang berada di kamar masing-masing, tidak akan ada yang melihat pasangan ini bermesraan diluar ruangan.
🌿bersambung...
apa gak ada lanjutannya ?
jng lama" dong thor makin lama makin banyak uban Oma nungguin kelanjutan ceritanya 😁😁😁