" Aku tidak membenci profesi mereka, aku hanya benci pada mereka yang seenaknya saja terhadap banyak wanita dengan membanggakan seragam yang mereka kenakan,, yah, memang tidak semuanya jahat,, namun apa yang pernah aku lihat dan aku alami membuatku Benci berhadapan dengan mereka " Hani Maharani Husein berucap penuh tekanan.
Masalalu membuatnya menjadi gadis yang begitu dingin dan angkuh jika berhadapan dengan seorang polisi. Hingga ia tak pernah bermimpi sekalipun untuk mempunyai teman seorang polisi. Dan jika mungkin maka Hani memilih untuk tinggal di sebuah kota dimana polisi tidak ditemukan.
Namun, di tengah jalan saat Razia pertemuannya dengan Raja seorang polisi tampan rupawan membuatnya lebih sering menemui Polisi bahkan sampai masuk kekantor polisi.
Dan sekali lagi Hani harus berhadapan dengan makhluk yang bernama Polisi.
" Gadis yang unik,, Entah mengapa aku sangat tertarik padamu " Raja Rahman Raharsya bergumam saat ada gadis yang tak tertarik padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 17 Syaiful
Setelah Wisudah tiga hari yang lalu, seperti biasa Hani memilih beristirahat total, sambil membuat dan mempersiapkan berkas untuk melamar beberapa pekerjaan.
Rencananya hari ini Hani akan memasukkan lamarannya ke Kantor Hukum yang terbesar dikota.
" semua sudah siap,, semoga hari ini lancar " Harapa Hani pagi ini.
" pagi Mah, Pah " sapa Hani kepada orang tuanya saat ia menghampiri di meja makan.
" pagi sayang,, " kata Lisa
" jadi hari ini kamu benar-benar mau antar lamaran kamu ke Ibrahin Law Firm? " salah satu kantor hukum yang terbesar dijakarta. Hani menatap Husein yang menanyakan niatnya.
" iya Pah,, semoga aja diterima" jawab Hani
" kalau Mama gak salah, kantor hukum itu kantor terbesar milik pengacara terkenal itu kan, Ibrahim namanya Ibrahim kan? " tanya Lisa
" iya Mah,, Mama gak salah " Timpal Hani
" wah,, bagus dong sayang,, semoga kamu bisa diterima disana yah " kata Lisa semangat, Hani mengangguk.
.mereka selesai sarapan, Husein pamit berangkat kekantor. dan Hani pamit untuk pergi melamar pekerjaan, sementara Lisa menunggu dirumah saja. setelah acara pamit tentunya diselingi dengan cipika cipiki, Hani dan Husein berangkat, tentunya dengan arah berbeda, Husein mengendarakan mobil BRV Maroon miliknya, sementara Hani mengendarakan motor Vrigo kesayangannya.
Ibrahim Law Firm. Hani sudah tiba ketempat ia tuju, Hani melihat begitu banyak pelamar seperti dirinya.
wah,, sainganku banyak rupanya. Batin Hani, melihat banyak pelamar ada rasa pesimis dihatinya. tapi dia mencoba agar tetap tenang dan percaya diri.
tiba giliran Hani untuk menyerahkan berkas sekaligus wawancara. Hani masuk setelah dipersilahkan oleh seorang wanita cantik, kemudian duduk dihadapan Pria yang sepertinya 2 tahun lebih tua darinya. pria itu menerima berkas Hani.
mungkin pria ini asisten pribadinya Tuan Ibrahim. kata Hani dalam hati.
" baiklah,, Hani Maharani Husein, lulusan Universitas X " pria itu memulai bicara, dan Hani mendengarkan, ia tak akan bicara sebelum ditanya.
" kau baru lulus tahun ini, itu artinya kau belum memiliki pengalaman apa-apa " kata Pria itu
" saya tidak akan bertanya banyak hal tentangmu, melihat nilai kamu disini sangat bagus, tampaknya kamu pelajar yang berprestasi, benar begitu bukan? " sambung pria itu lagi
" iya Pak " kata Hani
" OK,, apa yang bisa kamu berikan kepada kantor ini jika saya memberikan kesepatan ini padamu? " tanya Pria itu
" saya tidak bisa menjamin atau menjanjikan apa-apa Pak,, tapi jika saya diberi kesempatan untuk memulai karir saya disini maka saya akan bekerja keras dengan sebaik mungkin. saya akan berusaha agar anda tidak akan mengeluh tentang saya. dan jika anda memberikan kesempatan itu, maka saya pasti tidak akan menyia-nyiakan keberuntungan saya... saya tidak akan memuji diri saya, tapi saya bisa diandalkan dalam bekerja. " ucapan Hani, seketika membuat pria itu mengangguk paham.
" okee.. saya rasa cukup untuk hari ini,, kamu tunggu saja telfon dari kantor ini "
"apa itu artinya saya diterima Pak "
" belum sepenuhnya,, sebab masih banyak pelamar yang lain, tapi saya sudah bisa merekomendasikan kamu, semoga kamu beruntung " senyum Hani terkembang,, pria itu bisa melihat senyum manis diwajah Hani, yah meski belum pasti diterima, setidaknya Hani masuk dalam daftar seleksi berikutnya.
" terimakasih Pak, saya permisi " Hani beranjak dari duduknya, dan menyalami pria dideapannya. setelah itu Hani keluar dari ruangan. tanpa pikir panjang Hani berniat untuk langsung pulang saja.
sebelum Hani membunyikan pedal gas motornya, tiba-tiba dering telfon berbunyi dari dalam tasnya.
" Tia,,, tumben ni anak telfon setelah beberapa hari " Hani langsung menekan icon hijau untuk menjawab telfon.
"Halo Ti "
" Han,, kamu dimana? " tanya Tia dari balik telfon
" aku di kantor Hukum ILF,, abis antar lamaran,, ini lagi mau pulang ,, kenapa Ti? "
" gak apa-apa,, rencananya aku mau kerumah kamu Ti.. jadi aku telfon "
" ohh yaudah,, kita bareng aja kalau gitu "
" gak usah Han,, aku bawa motor sendiri aja,, kamu kalau udah sampai depan kost,, kabarin aku, biar kita bisa jalan beriringan "
" oh gitu,, yaudah,, aku jalan sekarang yah"
" oke, "
setelah saling bicara di telfon, Hani langsung tancap gas menuju ke tempat Tia.
beberapa menit kemudian, Hani sudah sampai di depan kost Tia, ternyata Tia sudah menunggunya didepan pos, maklum kost yang ditempati Tia merupakan kost elit jadi ada pos satpam. Tia sudah siap dengan motor Mio nya.
" udah siap Ti? "
" udah,, yuk jalan "
" okee,, " Hani dan Tia jalan beriringan.
ditengah perjalanan, entah mengapa banyak pengendara yang menepikan kendaraannya, termasuk kendaraan roda dua.
sehingga Hani yang ada didepan ikut menepikan motornya.
" Han,, kenapa berhenti? " tanya Tia
" kayaknya didepan ada Razia deh Ti "
" hah,, Razia lagi?? " Hani mengangguk
" tapi semua surat-surat kamu lengkap kan? sambungnya lagi
" lengkap kok"
" yaudah jalan lagi aja,, gak bakalan ditilang kok " Mereka berduapun melanjutkan perjalanan mereka, namun tiba-tiba salah satu polantas menghentikan kendaraan Hani dan Tia,, mereka hanya mampu menurut ketika disuruh berhenti.
" Maaf Nona, bisa perlihatkan kelengkapan surat-surat kendaraannya? " kata Polantas, Hani dan Tia menunjukkan surat-surat yang diminta oleh polantas. saat polisi lalu lintas itu memeriksa Sim milik Hani, seketika keningnya berkerut.
" Hani Maharani Husein ,, benar ini identitas kamu? " tanya Polantas itu,, Hani merasa aneh,, dipikirannya salah apa lagi yang ia perbuat, sementara semua yang diminta oleh polantas itu sudah lengkap dan tidak ada yang kurang,, sementara Tia aman-aman saja.
" iya,, ini benar identitas saya Pak,, ada apa Yah? " Tanya Hani, seketika polantas itu membuka masker dan kacamata hitamnya.
" S,,S,, Syaiful " Hani terkejut melihat pria yang ada didepannya saat ini. Syaifulpun tak kala terkejudnya, ia tak menyangka bisa bertemu Hani lagi setelah 5 tahun lamanya.
" Ya Ampun Han,, gak nyangka kita ketemu disini,, kamu banyak berubah sekarang, makin cantik " Pujian Syaiful membuat Hani ingin muntah, terlihat jelas diwajahnya bahwa Hani tak senang bertemu dengan Syaiful.
" Mmm Syaiful, aku buru-buru,, kalau udah gak ada apa-apa lagi, aku lanjut " saat Hani berbalik tangannya di tahan oleh Syaiful
"Han Tunggu,, aku mau minta maaf "
" lepaskan tangan tanganku Syaiful,, malu diliat sama teman-teman kamu " pinta Hani, dan memang saat itu banyak yang melihat, termasuk Rudi teman sekaligus seangkatan dengan Raja.
"Maaf Han " Syaiful melepaskan genggamannnya.
" Tapi aku mau ngomong sesuatu sama kamu Han,, aku benar-benar minta Maaf " sambungnya lagi
" Maaf Syaiful, saya rasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi,, lagi pula saya sudah tidak ingat lagi tentang kamu dan siapa kamu " tegas Hani
"Tapi Han -"
" Permisi Pak " Hani segera pergi. dan naik keatas motornya, kemudia Hani menancap pedal Gasnya kemudian dengan cepat berlalu. Tia yang melihat antara Hani dan Syaiful merasa heran, namun ia tak berani bertanya
siap Polantas yang bersama Hani tadi,, sepertinya mereka saling kenal,, ahh nanti aku tanyain ke Hani deh. setelah berbicara dengan batinnya, Tia segera melajukan motornya menyusul Hani yang sudah lebih dulu meninggalkannya.
-
Maaf,,, Novel pertama ini sudah direvisi yah..😊😊