'' Rani Marissa ''
Seorang gadis cantik, yang mandiri baik hati.
'' Leonardo Pratama ''
Pria tampan ,pewaris tunggal perusahaan Pratama . sekaligus pria yang menjadi kekasih Rani Marissa.
'' Disa Andini ''
Sahabat Rani yang menyukai Leon, sejak pertama kali bertemu. Ketika Leon diperkenalkan oleh Rani, sebagai kekasihnya. Tapi demi persahabatan mereka , dia menyimpan perasaan itu dalam htinyaa.
Ada sebuah kejadian yang menyebabkan Leon menikah dengan Dissa
Apa kejadian itu?
penasaran ?.
yuk!! bacaa😍😌
jangan lupa like, comen, vote nya yaahh
😍😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raquini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Rani masih termenung. Apakah dia akan menceritakan masa lalunya kepada anak-anaknya? atau tidak!
" Mama akan menceritakan masa lalu mama. Dan mama harap, kalian tidak akan syok ketika mendengarnya." ujar Rani dengan tatapan sendunya.
" iya ma." jawab ketiganya kompak.
*flasback on*
17 tahun yang lalu.
" Hallo sayangg, kamu lagi apa?" tanya Rani yang saat itu menelepon kekasihnya.
Siapa lagi kalau bukan Leonardo Pratama. Mereka sudah berpacaran selama 6 tahun. Atau sejak mereka masuk bangku SMA sampai sekarang sudah semester 3 di pergiruan tinggi. Mereka masuk ke universitas yang sama. Awal mereka berkenalan saat sama-sama mengikuti kegiatan MOS Leon sangat menyukai kepribadian seorang Rani Marissa. Leon lalu mendekati Rani dan mereka semakin dekat. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka menjadi sepasang kekasih. Mereka saling mencintai dan tidak pernah mereka berpikir untuk menduakan satu sama lain.
'' aku lagi main game sayang, kamu lagi ngapain? udah makan? udah mandi? udah ngerjain tugas?" tanya Leon beruntun.
" satu-satu dong kalo nanya🙄. Aku udah semuanya. Kamu.... aku tebak pasti belum mandi kan sayang?" selidik Rani dengan tertawa kecil.
" aku udah mandi loh sayangg..
ooiaa tumben telepon duluan!" ujar Leon
" Aku pengen kita ke taman sekarang. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu." kata Rani.
Leon pun mengiyakan permintaan Rani dan memutuskan sambungan telepon.
Mereka bersiap dan pukul 17 kurang mereka sudah bertemu di taman. Taman itu di buat dengan desain khusus yang langsung menghadap ke pantai. Taman itu belum banyak di ketahui orang, jadi hanya beberapa pasangan saja yang pergi ke situ untuk menikmati indahnya pemandangan dengan orang terkasih mereka. Mereka duduk di bangku panjang yang ada Leon menggenggam tangan Rani, Rani menyandarkan kepalanya di pundak Leon dan membiarkan rambut panjangnya di tiup angin dan terurai begitu saja, sesekali di rapikan Leon. Leon melihat tingkah Rani sedikit berbeda dari bisanya. Memang! Sejak mereka bertemu tadi sampai sudah hampir setengah jam Rani hanya diam dan melamun. Entah apa yang di lamunkannya.
" Sayaangg... kamu kenapa?" tanya Leon sambil satu tangannya membelai wajah kekasihnya itu.
Rani mengangkat kepalanya dan memandang Leon air matanya jatuh seketika. Dia langsung memeluk Leon, dia tidak tahu apakah masih bisa memeluk Leon seperti ini di masa depan atau tidak. Leon membalas pelukan Rani meskipun dia tidak tahu apa yang membuat Rani menangis tapi yang bisa ia lakukan saat ini yaitu memeluk dan menenangkannya. Saat Rani sudah mulai tenang, dia bertanya pada Leon.
" Leon... aku pengeenn selama 1 minggu kamu harus ada di sisi aku. Dan kamu gak boleh tanya kenapa! karena aku ngasih tau kamu nanti pas hari terakhir yang aku tentuin." Rani memeluk Leon. Dia berharap tidak ada yang mengganggunya dia ingin seperti ini terus memeluk Leon dan selalu bersama dengan Leon. Semoga apa yang akan di katakannya bisa di terima Leon dan jika Leon memilih untuk meninggalkannya maka dia pun tidak akan memaksa karena sudah dia duga Leon tidak akan menerimanya mereka berpelukan sambil menikmati pemandangan sunset. Sampai hari mulai gelap Leon mengajak Rani untuk pulang, Leon mengantarkan Rani ke rumahnya.
" Malam tante." sapanya saat Maya, ibu Rani membuka pintu.
" Malam juga nak Leon Ayo masuk-masuk." Leon sangat dekat orang tua Rani begitupun sebaliknya.
Rani langsung menuju ke dapur untuk membuat minum. Leon dan Pak Daniel ayah Rani mengobrol sedangkan Rani dan ibunya membungkus kue untuk di bawa Leon ke rumahnya. Itu adalah kebiasaan ibu Maya setiap Leon ke rumahnya. Orang tua mereka juga dekat atau anggap saja merestui hubungan mereka.
*segini dulu yaah guys* maaf🙏😙