NovelToon NovelToon
My Arrogant Woman

My Arrogant Woman

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Teen / Romantis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Tamat
Popularitas:111.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Dea Arsyila, gadis yang tidak menginginkan sebuah pernikahan dalam hidupnya. Kejadian masalalu membuatnya tak ingin membina sebuah rumah tangga.

Richard Kevin, pria yang selalu mengejar cinta Dea, namun terus saja di tolak oleh Dea. Pria itu begitu putus asa sehingga memutuskan bertunangan dengan gadis pilihan sang nenek.

Tapi siapa sangka jika sebuah kesalahpahaman membuat Richie dan Dea harus menikah dan membina sebuah rumah tangga. Mampukah Richie menaklukkan hati keras Dea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Arsen

Hari ini, tepat satu Minggu Richie dan Dea menjadi pasangan suami-istri. Namun tidak ada raut kebahagiaan di wajah Dea. Ia masih saja bersikap ketus kepada suaminya itu. Bahkan mereka juga tidur terpisah.

Richie tidak mempermasalahkan semua itu. Dea sudah menyetujui pernikahan ini dan mau hidup bersamanya pun menurutnya sudah lebih dari cukup. Untuk membuat Dea jatuh cinta padanya itu akan menjadi tantangan untuknya.

"Selamat pagi, Sayang," sapa Richie ketika Dea baru saja datang ke meja makan. Saat ini mereka tinggal di apartemen Richie atas permintaan Richie. Dan Dea menyetujuinya. Jelas saja Dea setuju, karena Dea tak ingin keluarganya tahu jika mereka saat ini pisah kamar.

Dea tak menjawab sapaan Richie. Ia langsung duduk dan menikmati sarapan paginya yang sudah Richie siapkan untuknya.

Ya, selama mereka menjadi suami-istri, Dea tidak pernah melakukan pekerjaan rumah. Apalagi memasak untuk Richie. Richie lah yang selalu membuat sarapan untuk mereka. Sementara pekerjaan rumah lainnya akan ada pelayan yang akan datang setelah mereka berangkat bekerja.

"Maaf, Sayang. Sepertinya besok Aku harus ke luar kota untuk proyek besar yang akan berlangsung dengan perusahaan GM Groups, jadi untuk sarapan Kau bisa memesannya lewat aplikasi." ucap Richie.

Seketika membuat Dea menghentikan kunyahan nya dan menatap Richie. "Kau tidak perlu khawatir, Aku bisa membuat sarapan ku sendiri," ucap Dea datar.

"Benarkah? Apa suatu saat Kau juga akan membuatkan ku sarapan? Aku ingin sekali mencicipi masakan mu, Sayang." ucap Richie menggoda. Sejujurnya dia juga ingin sekali menikmati masakan Dea.

Namun Dea malah menatapnya tajam dan membuat Richie terkekeh di buatnya. Sungguh menurutnya Dea begitu galak, namun justru itulah yang selalu membuat Richie merindukan istrinya itu.

"Aku berangkat," ucap Dea setelah menyelesaikan sarapan paginya.

"Kenapa buru-buru? Tunggulah sebentar, Aku akan mengantarmu, Sayang," ucap Richie.

Dea tak menyahut, tapi ia menunggu Richie di depan pintu apartemen. Hari ini memang perusahaan miliknya akan bekerjasama dengan perusahaan milik Richie. Dan nanti juga akan ada Uncle Gemal dan Papa Arya yang akan hadir. Jadi Dea tidak ingin mereka tahu jika pernikahannya dengan Richie sebenarnya tidak seperti pernikahan pada umumnya.

***

Sampai di kantor, mereka berjalan beriringan. Tangan Richie meraih tangan Dea dan menggenggamnya. Tak ada perlawanan dari Dea. Richie tahu, istri arrogant nya itu pasti tidak akan menolaknya karena saat ini Papa Arya dan Uncle Gemal ada di kantor ini. Richie akan memanfaatkan peluang untuk bisa berdekatan dengan Dea.

"Selamat pagi Papa, Uncle," sapa Richie saat memasuki ruangan meeting. Tangannya masih setia menggandeng tangan Dea.

Melihat Richie yang menggandeng tangan Dea, membuat Papa Arya dan Uncle Gemal tersenyum bahagia. Ternyata tidak sia-sia mereka menikahkan Richie dan Dea. Mereka selalu mendoakan kebahagiaan untuk Dea dan Richie.

"Pagi, Nak. Kalian mesra sekali," celetuk Uncle Gemal.

"Jelas saja mereka mesra. Pengantin baru," sahut Papa Arya sembari mengedipkan sebelah matanya tertawa.

Sementara Dea menundukkan kepalanya merasa malu. Perlahan ia berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Richie. Namun sayangnya Richie malah semakin mengeratkan genggaman tangannya. Hingga tak ada celah lagi untuk Dea melepaskannya.

Akhirnya perusahaan keduanya kini telah bekerjasama. Dan kini banyak sekali alasan mereka berdua untuk sering bertemu.

Dea kembali ke ruangannya setelah menandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan Richie.

Tangannya tak hentinya memijat pelipisnya mengingat bahwa dirinya akan sering bertemu dengan Richie selain d apartemen.

Untungnya hari ini Richie ada meeting dengan perusahaan lainnya, sehingga ia memiliki sedikit waktu untuk sendiri tanpa suaminya.

"Selamat pagi, Nona Dea," sapa Celine.

"Hemm," jawab Dea membuat Celine memperhatikan wajah Dea yang nampak di tekuk.

"Kenapa Anda terlihat begitu masam, Nona? Apakah semalam Tuan Richie membuat Anda terlalu lelah, Nona?" tanya Celine membuat Dea seketika menatapnya tajam, membuat Celine terkekeh.

"Lebih baik Kau kembali bekerja ke menjamu sana, Celine. Aku tidak ingin Kau menggangguku dengan pertanyaan konyol mu itu," ucap Dea sembari membuka laptop yang ada di depannya.

"Maaf, Nona," ucap Celine menyadari suasana hati Dea yang memang sedang tidak baik. "Tapi saya hanya ingin menyampaikan bahwa Tuan Abraham memajukan pertemuan menjadi siang ini."

"Apa? Bagaimana bisa? Kenapa mendadak sekali?!" seru Dea.

"Itu karena Tuan Abraham ada kepentingan yang tak bisa di tinggalkan lusa. Jadi beliau mempercepat pertemuan kita." jelas Celine. Membuat Dea frustasi.

Dea memperhatikan jam tangannya yang menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dan dia juga belum mempelajari tentang yang akan mereka bahas dalam pertemuan nanti. Sementara pukul satu siang mereka sudah harus bertemu.

"Siapkan semua berkas yang akan ku pelajari, Celine. Tidak ada waktu lagi."

"Baiklah, Nona. Secepatnya akan saya persiapkan," ucap Celine patuh dan segera pergi ke mejanya mengambil berkas yang akan Dea pelajari untuk pertemuan siang ini.

***

Kini sudah pukul setengah satu siang. Dea mengajak Celine untuk menuju mobilnya dan berangkat ke restoran yang akan menjadi tempat pertemuannya nanti.

Tapi Dea menepuk keningnya ketika menyadari bahwa Richie membawa kunci mobilnya. Suaminya lupa untuk memberikan kuncinya tadi.

"Bagaimana ini, Nona?" tanya Celine karena waktu terus berjalan.

"Cepat suruh sopir menyiapkan mobil kantor untuk kita. Tidak ada waktu lagi, Celine," perintah Dea.

"Baiklah, Nona."

***

"Celine, Kau harus belajar menyetir agar jika ada pertemuan mendadak seperti sekarang ini Kau bisa di andalkan," ucap Dea.

"Baiklah, Nona. Saya akan belajar menyetir mobil nanti."

"Bagus." Dea tersenyum. Sekertarisnya itu memang handal. Dan sekarang Celine harus serba bisa melakukan semuanya termasuk menyetir mobil.

Tak berapa lama kemudian mobil mereka telah sampai di restoran yang menjadi tempat pertemuan. Dea segera turun dan berjalan terpogoh-pogoh di ikuti Celine di belakangnya.

Salah seorang asisten Tuan Abraham sudah menunggu di depan restoran dan menunjukkan arah dimana pertemuan siang ini.

"Silahkan, Nona. Tuan Abraham sudah menunggu," ucap asisten Tuan Abraham.

Dea tersenyum mengangguk dan segera mengekori di belakangnya. Hingga sampailah mereka di sebuah ruangan yang terdapat pintu khusus.

Dea dan Celine segera masuk kedalam sana. Tuan Abraham berdiri dan menghampiri Dea untuk berjabat tangan dengannya.

"Selamat siang, Nona Dea."

"Selamat siang, Tuan Abraham."

"Silahkan duduk."

Dea mengangguk singkat mengiyakan. Namun ia di buat terkejut kala melihat sosok dua pria yang begitu ia kenal.

"Arsen?"

Salah satu pria itu adalah Arsen. Pria yang telah menjadi rekan bisnisnya bahkan hingga saat ini. Semenjak insiden waktu itu Dea memang tidak pernah lagi bertemu dengan Arsen. Pria itu seperti menghilang bak di telan bumi saja. Namun sekarang Dea malah bertemu kembali tanpa di duganya.

"Hai, Dea. Lama tak berjumpa." sapa Arsen tersenyum.

Dea hanya tersenyum simpul tanpa bersuara. Ia mengajak Celine untuk duduk di sebrang tempat duduk di antara para pria itu. Merasa begitu canggung dan tidak nyaman. Jika sampai Richie mengetahuinya, pasti akan menjadi masalah besar. Sebab, Richie begitu tak menyukai Arsen dan selalu melarangnya untuk bertemu Arsen.

***

1
Noprida Wati
bagus dan menarik
FUZEIN
Cerita ni sgt menarik
FUZEIN
Benci ahhhh perangai ricihhh ni
FUZEIN
Stupid rici
FUZEIN
Kasihan dia....
FUZEIN
Aduh dea...jangan berkeras sangat..padahal sayang kan
FUZEIN
Ermmmm....
Qaisaa Nazarudin
Ini lah sbb nya kenapa Dea gak mau pacaran, Apalagi sampai Menikah..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal aku mmg suka dengan sikapnya uncle Gamal, yg tegas dan berpikir dulu sebelum bertindak,Tentunya bertindak dgn BUKTI bukan dgn omong kosong..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk apa kabar kamu Richie…🙄🙄😏😏
Qaisaa Nazarudin
Semoga Richie hidup dengan penyeselannya, waktu mendapatkan Dea dulu aja susah,sekarang udah dapat Dea Richie malah milih percaya mantan dr istrinya sendiri, Dasar BODOH..
Qaisaa Nazarudin
Katanya udah berjanji saling percaya, kenapa disini Richie malah tdk percaya dgn istrinya sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku setuju dgn kata2 Hye Jin.. Karena apa yg dibilang Hye Jin mengenai Dea itu adalah benar kenyataannya,
Qaisaa Nazarudin
Dea terlalu keras kepala ckck,,lama2 aku enek dgn sikapnya Dea..
Qaisaa Nazarudin
Nekat banget dia masih ngejar2 Richie 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti mantan tunangannya Richie kan? Baru sampai dia ke singapura,,
Qaisaa Nazarudin
Nagus Richie, Aku menyokong mu, Dea itu gengsi nya terlalu tinggi,
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga ada udang di sebalik mi ayam,,😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan ngotot banget, Hati gak bisa dipaksa, Dari awal kamu sudah tau Richie tdk mencintai kamu dan dia mencintai wanita lain, kenapa kamu malah ngebet banget maksa Richie, Nah sekarang terima aja kenyataannya..
Qaisaa Nazarudin
Bagus, mmg saat dan waktu yg sesuai untuk mu Richie,,Nenek mu juga udah gak bisa berbuat apa2 👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!