NovelToon NovelToon
Perawan Untuk Duda

Perawan Untuk Duda

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Cintapertama / Tamat
Popularitas:595.1k
Nilai: 5
Nama Author: sopiakim

"Maksud mamah apa nyuruh aku buat nikahin Ranti? Mamah jangan bercanda mah!" kesal Atlas karena permintaan mamahnya yang benar-benar diluar dugaannya.

"Ranti sudah lulus SMA dan kamu sudah sangat lama sendiri, bukankah kalian akan serasi jika bersama? mamah juga sangat yakin kalau Ranti akan menjadi istri yang baik untuk mu dan menjadi ibu yang baik untuk Aska anakmu!"

Atlas benar-benar tidak bisa menerima permintaan mamahnya karena itu adalah sebuah permintaan yang sangat tidak masuk akal bagi Atlas,ia sama sekali tidak pernah sekalipun memiliki niat untuk menikah dengan Ranti gadis muda dan belia itu.

jangan lupa yah like komen dan votenya. masukin juga yah ke daftar bacaan dan favorit kalian hehehe.

see you guys,salam dari author kentang ini hehehe 🤎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Step 17: Aku sakit hati.

Ranti masih saja menangis dan memeluk dirinya diatas lantai dingin itu. Atlas mendekat dan melihat kearah Ranti, keadaan gadis itu benar-benar kacau walaupun bajunya masih rapi tapi dia benar-benar terlihat sangat terpuruk belum lagi ia sedikit gemetar.

Atlas merasa bersalah tentunya,ia memang salah karena sudah membiarkan ia diganggu tadi. Bukan karena ia tidak perduli hanya saja ia tidak ingin Ranti salah faham kalau ia sampai membela gadis itu maka gadis itu akan merasa diberikan harapan oleh nya. Karena biar bagaimanapun ia hanya ingin status pernikahan mereka segera hilang.

"Sudahlah! Kenapa harus menangis begitu? Bukankah kamu baik-baik saja?" Tanya Atlas mencoba untuk tetap terlihat acuh tak acuh.

Ranti yang mendengar itu seketika mendongak lalu melihat ekspresi Atlas saat mengatakan itu. Ia benar-benar sangat tidak menyangka bahwa Atlas sebejat itu dan ia sama sekali tidak memiliki hati nurani. Bagaimana bisa ia mengatakan hal seperti itu kepada Ranti yang hampir saja dilecehkan karena kesalahan nya juga.

Kalau saja ia tidak membiarkan nya tadi maka laki-laki itu tidak akan datang dan melecehkan nya, kalau saja ia mengakui bahwa Ranti adalah istrinya maka Ranti tidak akan mendapatkan perlakuan hina tadi.

Ranti bangkit dan melihat kearah Atlas dengan tatapan pilu sembari mengusap air matanya dengan kasar.

"Kamu menyakiti ku mas, kamu benar-benar tidak memiliki hati nurani!"

Ranti hendak keluar dan meninggalkan Atlas namun ditahan oleh laki-laki itu hingga Ranti meringis pelan karena Atlas tidak sengaja memegang tangan nya yang terkena pisau tadi.

"Akhh,"

"Kenapa dengan mu? Apa ada yang terluka?" Kaget Atlas namun Ranti dengan cepat melepaskan tangannya.

Gadis itu benar-benar sakit hati dan tidak menyangka kalau Atlas sebejat itu . Apa salahnya berkata apa kamu baik-baik saja? Apa kamu sempat disakiti? Kenapa hanya mengatakan kata itu saja ia tidak bisa?.

Ranti benar-benar sadar dan sesadar-sadarnya. Mendapatkan semua ini benar-benar membuat Ranti sadar diri bahwa ia sama sekali bukan siapa-siapa dalam kehidupan Atlas. Kalau pun ia sampai benar-benar dilecehkan maka itu sama sekali tidak ada urusan nya dengan Atlas. Ia bukan istri nya melainkan orang yang sangat ingin Atlas singkirkan.

Air matanya jatuh begitu deras karena menyadari betapa ia bodoh karena tidak sadar diri selama ini. Kenapa ia begitu keras kepala untuk tetap mencoba membuat Atlas menyadari kehadiran nya dan perlahan akan menerima nya. Ia begitu bodoh karena berharap akan ada hari bahagia untuk nya bersama dengan laki-laki itu.

"Hiks,,,"

Ranti memasuki kamar mandi dan menangis pilu disana, sakit sekali saat menyadari segala kebodohan yang sudah ia lakukan selama ini.

"Kenapa kamu tidak sadar diri? Kenapa kamu begitu bodoh hingga terus berharap?"

Ranti menangis hebat sembari melihat luka dipergelangan tangan nya yang sedikit parah. Tidak terasa sama sekali karena lebih sakit di ulu hatinya.

Ia kembali mengingat semua yang sudah ia lalui dengan Atlas ternyata selama ini ia yang selalu berusaha untuk tetap merasa dihargai walaupun sebenarnya kehadiran nya sebagai istri sama sekali tidak terlihat oleh laki-laki itu.

Mulai dari saat ia mencoba melayani Atlas dengan segenap hati malah diperlakukan seperti sampah oleh Atlas, belum lagi ia juga dengan tega menjadikan Ranti sebagai petugas pembersih dikantor miliknya dan selalu saja berkata kasar saat Ranti mencoba memberikan bekal untuk nya. Semua sudah sangat jelas kalau Atlas benar-benar sangat tidak menginginkan kehadirannya tapi kenapa Ranti malah bersikeras untuk tetap bertahan?.

Air matanya benar-benar deras karena merasa bodoh dengan dirinya sendiri. Bodoh karena tetap bertahan padahal semua nya sudah sangat jelas bahwa Emre tidak bisa bersama.

Mencintai sendirian benar-benar sesakit itu,sejak awal yang menginginkan pernikahan ini hanya dirinya seorang dan Atlas tidak menginginkan nya. Namun, Ranti mengira ia akan bisa meluluhkan hati Atlas,ia mengira akan bisa membuat laki-laki itu mencintai nya. Kenapa Ranti merasa tersakiti saat ia sendiri tersakiti dengan harapannya.

"Hiks,,,kamu bodoh Ranti! Kamu yang bodoh karena berharap lebih lalu kamu menangis bodoh seperti ini seolah paling tersakiti padahal kamu hanya kecewa dengan harapan mu sendiri,"gumam Ranti memukul dadanya yang sesak.

Tiba-tiba saja sebuah panggilan masuk di ponsel miliknya berdering membuat Ranti menghapus air matanya dengan cepat karena itu adalah mamah.

Ia mencoba untuk menetralkan pernafasan nya serta suaranya sebab ia tidak ingin ketahuan sedang menangis.

"Halo mah!" Ucap Ranti dengan suara yang ia coba untuk terdengar normal.

"Halo sayang, kenapa dengan mu? Kenapa suaramu terdengar seperti baru menangis?" Tanya mamah dengan khawatir.

Ranti Yulia mendengar itu kembali ingin menangis saja namun ia tahan dengan sekuat tenaga. Ia mencoba untuk tetap tenang.

"Hahahaha gak kok mah,tadi aku nonton film sedih pas nungguin mas Atlas rapat sedih banget,"ucap Ranti dengan tertawa.

Mamah bernafas lega kemudian ikut tertawa mendengar itu. Mamah sama sekali tidak curiga dan benar-benar percaya dengan apa yang Ranti ucapkan itu.

"Bagaimana disana sayang? Apa kamu senang? Tentu saja bukan? Kalian bisa memiliki waktu berduaan disana dan Atlas juga pasti senang bisa bersama dengan mu disana."

Air mata Ranti mengalir deras karena itu hanya sebuah angan dan mimpi yang tidak akan pernah nyata untuk nya. Bagaimana mungkin ia merasa senang dan bisa berduaan dikantor dengan Atlas saat laki-laki itu bahkan memperlakukan dia sangat jahat.

"Heheheh iya mah!"

"Kalau kamu senang mamah juga senang sayang, mamah nelpon cuma mau mastiin kamu baik-baik aja kan? Tiba-tiba aja mamah kangen tanpa sebab hehehe."

Tangisan Ranti benar-benar tidak bisa ia tahan lagi,ia menangis dalam diam dengan air mata yang mengalir deras saat mendengar kata itu dari mamah. Selalu saja mamah yang berhasil membuat ia merasa diperhatikan dan disayangi, sesakit apapun yang ia terima saat mamah ada ia benar-benar sangat tenang. Ia benar-benar merindukan mamah juga.

"Aku juga merindukan mamah,"ucap Ranti dibarengi dengan tawa pelan.

"Oh iya Aska dimana mah?" Tanya Ranti dengan pelan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dan mencoba menetralkan suaranya.

"Nih baru makan cemilan, katanya mau jumpa mamah tapi kan bentar lagi udah waktunya mau pulang mamah jadi gak bawa Aska ke kantor."

"Abang,mamah kangen nih hehehe."

"Mamah,Abang kangen!"

Ranti benar-benar merasa pilu dengan nasibnya saat ia ingin menyerah atas Atlas ia kembali teringat dengan wajah Aska yang benar-benar sudah seperti putranya sendiri.

"Abang sayang mamah gak?" Tanya Ranti dengan pelan.

"Sayang banget mah heheh. Mamah cepat pulang Abang kangen tauu,"ucap Aska dengan suara khas buaya bocah nya.

Ranti tidak bisa lagi menahan tangisannya karena mendengar itu. Rasa sakitnya memang berkurang namun ia malah semakin sedih saja saat mengingat impian nya dulu bisa bahagia dengan Atlas Aska dan Mamah namun semuanya benar-benar sangat sulit baginya.

"Mamah tutup dulu yah bang soalnya lagi ada kerjaan hehehe,"ucap Ranti dengan berbohong karena tidak bisa lagi menahan tangisannya.

Ia memutuskan panggilan kemudian menangis lagi dan lagi seolah hari ini ia akan menghabiskan sisa air matanya agar tidak ada lagi untuk besok.

...🤎 Bersambung🤎...

Aaaa sedih banget sih jadi Ranti, Atlas kamu kapan mau Nerima Ranti?.

Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

See you guys 🧀

1
Hesti Maka
hai kak maaff baru mampir soalx aku scroll dan novel in sangat bagus..semangat yaaa😍
Dedeh Rokayah
bagus
lian
hadir
Saya Manda
lanjut author semoga makin seru
Saya Manda
siap 2ranti bakal bangun siang loh besok
Saya Manda
biar kan ran atlas merajuk apa dia thn enggak minta jatah aduuh bisa 2
Saya Manda
bener ran atlas memang harus kasih tau dong liat2tempat kali
Saya Manda
aku suka banget gayanya Ranti itu besti laki mna yg ga hmm
Saya Manda
abi si mau nya ranti sekalian cerai kl
Saya Manda
semangat author ya lanjut?
Saya Manda
iiih siranti cepat bang ngsi nya enak kan atlas tu
Saya Manda
kalau saya atlas di kasi jaga jarak dulu biar ngerasain gimana dia dulu nya ke kamu biar bucim?
Saya Manda
laki ma, gitu coba kalau perempuan cuman bisa nangis?
Saya Manda
ayo thuor liatin gaya manja nya ranti secara Ranti kan anak yang baru lulus SMA dan atlas kan duda !!!
Saya Manda
aduhduuuuuu author sampai mau manggrib aku masih seteiii baca Nya lanjut nanti ya besty??
Saya Manda
syukuri loh atlas waktu itu aku sampai manggis loh dgn kelakuan mu tidur aja gak mau seranjang ya kan besty!!!
Saya Manda
Ranti yg baik' terus dulu cuekin atlas biar dia bucim seeeeee bucin3 nya!!!!!
Saya Manda
aku rasa author Nya ramah abis nya byk he hehehe semangat ya ku doakan semoga cepat selesai wisuda nya
Saya Manda
tu....kan baru terasah membutuhkan nya ya besty!!!!!!
Saya Manda
baru kan terasah udah nyakitin hati orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!