NovelToon NovelToon
Istri Kecil Dosen

Istri Kecil Dosen

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Jenar

Pertemuan pertama yang tidak mengenakan di toilet cewek dimana seorang cowok bernama Revan Sanjaya tengah bersembunyi dari kejaran fans cewek yang memujanya tanpa dia sadari di toilet ada seorang gadis kecil yang bernama Kiara Putri, setelah menyadari ada seseorang dia meminta bantuannya karena tidak melihat reaksi apapun dari gadis itu dia yang ada malah sikap cuek yang diberikannya sehingga Revan merasa tertarik dengannya dan langsung mengajaknya menikah tetapi ditolah. Sehingga suatu kejadian yang mengharuskan mereka menikah. Apakah Kiara akan menerima pernikahannya dan belajar mencintai Revan? atau dia akan membencinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Assalamu' alaikum Wr. Wb.

Semoga kalian suka dengan episode ini selamat membaca semuanya .

----------

“ Kaa kak mau ngapain?.“ Tanya Ara gugup dengan detak jantung yang berdebar semakin cepat.

“ Mauu. “ Ucap Revan mengantung.

“ Mau apa?.” Tanya Ara yang melihat Revan semakin dekat dengannya.

" Mauu... " Ucap Revan lagi.

" Iya mau apa?." Tanya Ara lagi sambil melipat kedua tangannya didada.

“ Mau memasang seatbelt, emang mau ngapain lagi atau kamu mikirin saya mau cium kamu ya. Ngaku hayo, gak usah gangsi kalau mau dicium bilang aja.” Ucap Revan dengan menaik turunkan alisnya, membuat wajah Ara menjadi merah.

“ Enggak, siapa juga mau dicium. Lebih baik sekarang kita ke rumah sakit, itu lukanya kakak harus diobatin. Darahnya keluar terus, entar malah kehabisan darah ditambah lagi entah lukanya mengering malah jadi infeksi.” Ucap Ara malas meladeni godaan Revan terlebih dia melihat darah yang terus keluar, sebenarnya dia merasa khawatir melihat luka dibeberapa bagian tubuh Revan.

“ Kamu tidak perlu khawatir sayang, saya tidak apa apa. Buktinya saya masih bisa berjalan tanpa perlu bantuan dan saya masih mampu untuk mengendarai mobil.” Ucap Revan merasa kalau gadis kecilnya itu menghawatirkannya, sebenarnya dia merasakan sakit pada lukanya tapi dia berusaha untuk menahan rasa sakitnya karena takut gadis kecilnya merasa khawatir melihat kondisimya.

“ Terserah, sekarang turun dari mobil. Gue yang akan bawa mobilnya.” Ucap Ara malas berdebat.

“ Tapi.... “ Ucap Revan terpotong.

“ Gak ada tapi tapian, gue tidak menerima alasan apapun lebih baik turun.” Ucap Ara tegas tidak mau dibantah dan Revan dengan terpaksa harus mengikuti kamu kembali ucapan gadis kecilnya.

Setelah mereka berganti posisi Ara membuka Google Mapsnya dan segera menuju ke rumah sakit dalam kecepatan 100km/jam. Tidak butuh waktu lama mereka sampai di rumah sakit dalam waktu 30 menit dan segera membantu Revan keluar dari mobil, lalu memanggil dokter untuk mendapatkan penanganan pertama karena Ara melihat darah Revan sudah mulai mengering dan Revan mulai kehilangan kesadarannya.

" Ck katanya masih kuat, tapi untung sudah disini baru pingsan." Ucap Ara melihat Revan yang sudah tidak sadarkan diri dari bopongannya.

“ Dokterrr.... Susterrrr..... Tolongin sayaaaa.... “ Teriak Ara berulang kali karena panik tanpa memperdulikan pasien lain yang sedang beristirahat, dia terus berteriak sampai ada dokter dan suster yang mendatangin mereka.

“ Ada apa ini, kenapa anda berteriak. Ini rumah sakit bukan hutan.” Ucap suster marah mendengarkan teriakan Ara sehingga dia harus menghanpiri mereka.

“ Apa suster tidak mempunyai mata untuk melihat, saya sedang membawa orang yang lagi terluka.” Ucap Ara tak kalah marahnya, bisa-bisanya dia mengobrol dengan temannya padahal dia melihat dirinya sedang membopong tubuh Revan.

“ Hei anak kecil, beraninya kamu memarahi saya. Kamu tidak tau siapa saya hah.” Bentak suster itu dengan amarahnya.

“ Saya tau siapa anda, nama anda Miranda kan. Suster yang tidak mempunyai hati nurani sedikitpun sehingga anda datang kemari hanya untuk marah-marah, tidak menolong orang yang lagi mengalami kesusahan. Untuk apa anda menjadi suster, bukannya suster itu untuk menolong orang yang sedang sakit bukan hanya untuk melihat saja.” Ucap Ara dengan amarahnya hingga suster itu ingin menampar Ara tetapi tidak jadi karena ada seseorang yang sudah berteriak dan menghampiri mereka.

“ Ada apa ini, kenapa ribut dirumah sakit?.” Tanya orang itu melihat ke suster Miranda.

“ Pah dia cari masalah dengan aku, aku mau dia diusir dari sini.” Ucap suster Miranda manja.

“ Apa beraninya kamu mencari masalah dengan putri kesayanganku.” Ucap orang itu marah kepada Ara dan Ara mengangkat kepalanya dengan wajah datarnya dan tatapan tajam.

“ Putri anda yang mencari masalah denganku Dr. Rio, saya melihat kalau putri anda tidak ingin bekerja di rumah sakit ini dengan serius lebih baik mengundurkan diri. Dan untuk anda Dr. Rio, anda, saya harap anda bisa profesional dalam menjalankan tugas anda, apakah anda bisa Dr. Rio membedakan antara masalah keluarga dan masalah perkerjaan. Karena saya tidak ingin semua itu dicampur adukan, kalau anda tidak terima dengan ucapan saya ini. Silahkan anda bisa mengundurkan diri dari rumah sakit ini.” Ucap Ara dingin dengan wajah datar, dan tatapan tajam seakan ingin membunuh orang yang sedang berbicara didepannya.

“ Sial kenapa dia ada di sini, apa dia ingin membunuhku secara perlahan.” Gumam Dr. Rio merasa ketakutan melihat tatapan mengerikan dari Ara.

“ Emang kamu siapa? Berani sekali kamu berbicara seperti itu anak kecil, anak kecil sepertimu itu lebih baik di rumah gosok gigi, cuci kaki lalu tidur. Apa lagi ini sudah malam, malah bawa cowok atau kamu menjajakkan tubuhmu...” Ucap Suster Miranda terpotong karena tamparan keras mengenai pipinya dan orang yang melakukannya tidak lain adalah Dr. Rio selaku papahnya sendiri.

“ Papah kenapa menamparku? Aku membela papah didepan cewek murahan ini.” Teriak Suster Miranda tidak terima orang tuanya menamparnya terlebih didepan semua pegawai rumah sakit yang sedang dinas pada malam ini.

“ Jaga ucapanmu karena kamu tidak tau siapa dia, jangan macam-macam dengannya sebelum kamu menyesalinya Mira.” Ucap Dr. Rio memarahi anaknya.

“ Apa papah mempunyai hubungan spesial dengannya, sehingga membelanya.” Ucap Suster Miranda.

“ Papah tidak ada hubungan apapun dengan nona Kiara kecuali hubungan kerjaan.” Jawab Dr. Rio tegas kepada anaknya.

“ Emang dia siapa sampai papah gak berani dengannya?.” Tanya Suster Miranda.

“ Nona Kiara atasan papah di rumah sakit ini, jadi harus minta maaf dengannya sekarang.” Ucap Dr. Rio tegas kepada putrinya.

“ Aku gak sudi minta maaf dengan anak kecil, aku juga akan kasih tau mama kalau papah selingkuh dengan anak kecil ini dan tega menamparku didepan pegawai rumah sakit.” Ucap Suster Miranda mengancam dan pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga.

“ Huff nona Kiara tolong maafkan saya dan putri saya nona, saya tidak bermaksud untuk memarahi nona.” Dr. Rio menghela nafas panjang setelah melihat putrinya pergi begitu saja, tanpa memikirkan dampak dari perbuatannya.

“ Simpan maafmu itu, lebih baik sekarang kamu periksa dia. Jangan sampai terjadi sesuatu dengannya atau gak nyawamu yang akan menjadi taruhannya.” Ucap Ara dingin dengan menunjuk Revan yang berada dalam bopongannya menggunakan matanya.

“ Baik nona.” Ucap Dr. Rio langsung mengambil alih tubuh Revan yang sudah tidak sadarkan diri.

“ Satu lagi, sediakan ruangan saya. Saya ingin istirahat dan jangan lupa kabari saya mengenai kondisinya.” Ucap Ara dingin.

“ Hei katanya cuma satu, ini bukan satu dasar bocah. Sesuka hatimu datang ke sini dan langsung membuatku senam jantung malam-malam.” Gumam Dr. Rio kesel.

“ Jangan mengumpatku, sekarang lakukan tugasmu.” Ucap Ara setengah berteriak melihat tatapan tak suka dari Dr. Rio.

“ Kenapa dia bisa tau kalau aku mengumpatnya.” Gumam Dokter Rio dalam hati bingung.

“ Kamu tidak perlu tau, saya tau dari mana kalau kamu mengumpatku. Cepat lakukan tugasmu sebagai dokter atau kamu dikeluarkan dari sini dengan tidak terhormat Dr. Rio.” Ucap Ara dingin dia mulai kesel dokter satu ini tidak bergerak sama sekali dari tempatnya, sedangkan Revan sudah berada dalam bopongannya.

“ Baik nona, silahkan istirahat diruangan saya dulu. Menunggu ruangan nona disediakan, saya akan memeriksanya dulu permisi nona.” Ucap Dr. Rio sudah merasakan tubuhnya panas dingin setiap kali berhadapan dengan Ara, dia langsung berlalu setelah mendapat anggukan dari Ara.

----------

**Hayo siapa sebenarnya Ara, kenapa Dokter Rio takut dengannya. Bagi yang bisa menebak saya akan up crazy.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, tekan gambar love, komentar dan yang pastinya vote ya teman-teman biar autor-nya tambah semangat Upnya... **

1
Riskiya ahmad
masa si arA hamil ga ada tanda nya,imang perut ara gak bunjit thor,ko bisa lahiran😗
Nayla Azizah
bhs'n tvlalu baku d berbelit-belit
Nolis Hasanah
main singkat aja... wooy thor bgaimana dengan ortu nya si revan
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
sippp ini jejakq thor 🤭
Unn Handa
penulis nya kayak bernostalgia sendiri dlm pikiran nya,,kita yv baca kena imbas jdi nya kan kita pusing
Herta Siahaan
heran tapi katanya dia punya genk tapi gampang tertangkap dan g ada rasa waspada dan peka
Unn Handa
berbelit belit ceritanya,kosa kata yg berubah ubah
Evi Yuliana Rinjani
maksudnya apa?
Evi Yuliana Rinjani
sebenarnya yg jadi tokoh utamanya siapa sih ? temen²nya ato ARA sih ?
Evi Yuliana Rinjani
sepertinya cerita tentang pertemanan merek di skip aja deh thor, atao dipertengahan cerita di flasback aja beberapa kenangan gitu. jgn hal² yg g penting juga di ceritain.
Adi Prasetya
terlalu banyak ngobrolnya dan terkesan bertele2.padahal ceritanya bagus
Yuni Shopia
ceritanya bagus thor, tapi maaf bahasanya tlg di perhatikan. klo mau lu gua atau aku kamu hrs di tetapkan 🙏🙏🙏
bunda khairy
baru mampir semoga seru
Bunga Blivers
kayak nya ara engidam dah oalnya berbeda hamil nya cengeng
Bunga Blivers
itu semua rencana anak sendiri karena mau membuat dedi nya bersatu sama ibu nya
Bunga Blivers
pasti dosen nya refan
Bunga Blivers
ya ketemu kan dong thor
Bunga Blivers
guuut thor ara harus di lindungi soal nya ada musuh
Bunga Blivers
ara mendapatkan pesen dari pak dokter
Bunga Blivers
akurasa ara hamil soalnya pak dosen mual2 pasti lagi engidam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!