NovelToon NovelToon
CIUMAN TERAKHIR

CIUMAN TERAKHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cintapertama / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:358.7k
Nilai: 5
Nama Author: Suesant SW

Ketika cinta hadir pada dua hati yang berbeda keyakinan, mereka terpasung oleh kata Amin yang sama namun dalam tujuan iman yang berbeda.

Seperti apa lika-likunya? novel ini sarat dg pesan moral dan cerita manis anak SMA antara Aluna dan Rae🙏



(Disarankan mampir ke novel sebelumnya, Menikahi Tunangan Adikku, untuk lebih mengenal tokoh-tokoh di dalam novel ini)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suesant SW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17. Mulut Bon Cabe

“Rae kamu sudah kenal Aluna?” Tanya Sarah sambil berbalik menatap Rae, memastikan apa yang di dengarnya.

“Kami satu kelas.” Jawab Rae sambil mengangguk, sedapat mungkin dia tak menatap pada Aluna, entah mengapa lututnya tiba-tiba terasa sedikit gemetar ketika mereka berdua saling mencuri pandang.

“Wah, kebetulan sekali, ya…” Melisa tampak senang mengetahui jika Aluna mempunyai teman meskipun dia belum genap seminggu pindah sekolah.

"Tante sebenarnya cemas kalau Aluna susah punya teman di sekolahnya yang baru, maklum aja Luna ini sedikit introvert dan rada galak." Melisa tertawa sambil memegang lengan Aluna.

"Biasalah, biarpun dia anak pertama adikku, tapi sedikit manja." Melisa mengerling pada Aluna yang menunduk.

"Ayo, silahkan duduk Kak Melisa." Sarah mempersilahkan mereka duduk di sofa tamu.

Rae dan Aluna sekali lagi saling melirik lalu sama-sama membuang muka, duduk dengan sungkan di kursi samping pawang mereka masing-masing.

"Berarti Aluna kelas X ya, kayak Rae?" Sarah melemparkan pertanyaan basa-basi pada Aluna, dia menangkap kecanggungan dua remaja itu,

"Ya, tante." Jawab Aluna, pendek sambil mengangguk, senyumnya terlihat ramah.

Rae sedikit heran saat melihat bagaimana Aluna berinteraksi dengan mommynya, berbanding terbalik dengan saat Aluna berhadapan dengannya.

Jika saja Aluna tidak jutek ketika di depan Rae, mungkin saja Rae juga akan bersikap berbeda.

"Rae enggak nakal kan di sekolah?" Pertanyaan setengah bercanda dari Sarah membuat Pias wajah Aluna berubah, semerah kuping Rae yang tiba-tiba merona.

"Em...kami gak terlalu dekat tante." Jawab Aluna, menghindari pertanyaan yang bisa saja membuat perang antara mereka berdua semakin memanas.

Rae menghela nafasnya, setidaknya Aluna tidak mengadukan perselisihan mereka berdua beberapa hari ini.

“Rae kok diam saja dari tadi, sama teman kok canggung begitu?” tegur Sarah melihat Rae yang cuek bebek dengan kedatangan Aluna.

Rae tidak menjawab, dia tampak gelisah duduk di sebelah mommynya.

"Mom, sepertinya Rae mau turun ke bawah saja, Rae haus." Rae beralasan.

“Eh, kebetulan kalian saling kenal Rae kamu bawa Aluna ke café sebelah butik saja, mungkin Aluna mau duduk santai di sana sementara mommy dan tante Melisa mau ngobrol sedikit.” Sarah memberi isyarat

untuk Rae membawa Aluna keluar.

Rae tertegun, sejenak dia bingung seperti halnya ekspresi Aluna mendengar jika dia harus bersama-sama sementara dengan musuhnya di sekolah itu.

“café di sebelah belum buka, mam.” Celetuk Jen.

“Owh.” Sarah melirik pada Rae yang tampak kaku di sebalahnya, tak biasa anaknya ini tak menunjukkan sikap luwesnya seperti bias ajika berhadapan dengan orang yang di kenalnya.

“Aluna gak apa-apa di sini saja tante.” Tolak Aluna dengan halus.

“Gini aja, Jen tolong bawa Aluna dan Rae ke ruang tamu saja di lantai dua Sementara aku dan ibu Melisa membicarakan bisnis, anak-anak mungkin bosan mendengarnya, mungkin mereka mau ngobrol saja di sana. Jangan lupa jamu Aluna dengan baik ya.” Sarah benar-benar tidak tahu jika dua orang yang mengaku saling mengenal itu telah saling bermusuhan sejak awal. Dia menganggap mereka adalah dua teman baru yang mungkin perlu sedikit ruang dan waktu untuk saling mengakrabkan diri.

“Baik, mam.” Jen dengan tubuh gemulainya itu melangkah kepintu sambil memberi isyarat Rae dan Aluna untuk mengikutinya. Mau tidak mau Rae dan Aluna beranjak dan mengikuti langkah Jen keluar dari ruangan Sarah. Rae tidak ingin membuat mommynya itu bertanya-tanya dengan sikap yang mungkin tampak mencurigakan. Aluna juga tampaknya tak bisa menolak permintaan tuan rumah ini apalagi tante Melisa menganggukkan kepala padanya seolah merestui untuknya keluar dari ruangan itu.

...***...

Rae dan Aluna duduk berseberangan di kursi sofa tamu, menghadap meja dimana Jen menyediakan dua botol minuman dingin di depan mereka dan beberapa buah toples snack. Begitu Jen keluar meninggalkan mereka, sesaat mereka berdua terlihat tegang. Tak ada yang mau memulai berbicara.

“Kalau kamu gak suka melihatku, kamu boleh keluar.” Ucap Aluna tiba-tiba, memecah kesunyian. Sikapnya berubah judes tak semanis saat di depan Sarah dan Melisa tadi.

“Aku adalah tuan rumah di sini, jika kamu gak suka datang kemari kamu  juga boleh pulang.” Balas Rae, dia tidak ingin membiarkan Aluna selalu bersikap seolah Rae adalah orang yang selalu salah.

“Aku juga gak berminat datang kemari apalagi saat tahu jika kamu adalah orang yang kutemui hari ini. Pagi-pagi sudah bikin gerah aja.”

“Terus, kamu kira aku bahagia melihatmu merusak moodku sepagi ini juga?”

“Eh, aku kalu bukan karena tante Melisa yang minta ditemani juga gak bakal kesini, kok!” Aluna benar-benar orang yang tak pernah menyerah kalau soal berdebat.

“Lah, yang menahan kamu di sini, siapa?”

“Aku cuma nunggu tante Meli kelar urusannya, tenang saja, enggak bakal lama. Dasar nyamuk. Bising banget, sih.” Aluna menjawab tegas di akhiri dengan gerutuan.

“Jadi tamu aja ngelunjak. Dasar Lebah. Berisik!”

“Heh, yang ngelunjak siapa?” Emosi Aluna tiba-tiba terpancing.

“Dari kemarin kamu selalu ikut campur urusanku, kamu kira aku senang?” Rae seperti menemukan tempat yang tepat untuk mengeluarkan uneg-unegnya. Sekarang, dia harus memberi pelajaran pada mulut bawel ber cap bon cabe milik gadis yang dari kemarin membuatnya panas dingin ini.

Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....

Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏

...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...

1
Ida Sriwidodo
Apapun ceritanya.. klo keyakinan dah beda wis ngga ada ujungnya
Ibarat sebuah kapal di dalamnya ada 2 nakhoda.. kemana kapal akan dibawa berlayar?
Dan yang paling kasian adalah penumpangnya.. bingung.. dengan arah tujuan.. 😭😭🤔🤔
Fera Susanti
Luna jgn lemah ya..Krn perbedaan keyakinan menurut aku dalam satu pernikahan itu sangat mustahil,.apalagi klo wanita nya muslim,.kita jg kan harus menurut ada suami sedangkan suami kita nya itu berbeda dalam hal keyakinan...aah pkknya jgn dech..kamu pasti dapat jodoh yg lebih lagi dari rae..
jgn cengeng Luna..
𝚁𝚒𝚍𝚘 𝙷𝚎𝚛𝚖𝚊𝚗𝚜𝚢𝚊𝚑
Sepertinya sudah mendekati ujung cerita ini novel 🤔
𝚁𝚒𝚍𝚘 𝙷𝚎𝚛𝚖𝚊𝚗𝚜𝚢𝚊𝚑: Tema apapun yg pastinya karya author akan selalu dinantikan 🤗
total 2 replies
Fera Susanti
up lagi thor
LANY SUSANA
semoga ya kl berjodoh pasti ada jln, dgn hub mereka
𝚁𝚒𝚍𝚘 𝙷𝚎𝚛𝚖𝚊𝚗𝚜𝚢𝚊𝚑
Maraton bacanya thor , dan install lg apk Mangatoon nya😅
Suesant SW: 😄😄😄 reader kesayangan ini...nanti setelah tamat semua bulan dpn ada novel baru
total 1 replies
Fera Susanti
padahal Luna juga ga perlu nunggu keputusan dr rae menurut aku..coba aja telaah hati nya..
LANY SUSANA
lanjut... ga sabar dgn pilihan yg akan di ambil Rhea
kl dia keluarga sama2 kuat dgn keyakinan masing2, pasti jln unt bersama ga akan mudah salah satu hrs pindah keyakinan siap kah km. Rea Luna???
ke dlm dunia nyata temenku ada yg gini, setlh pindah keyakinan ada penyesalan yg paling dlm.....
LANY SUSANA
terserah author mau di bawa ke mana ni hub Rae Alluma, dua nya baik tp terhalang keyakinan yg mereka anut
kl salah satu mengalah apakah ortu merestui?
Fera Susanti
aaaah bingung nya??..
alluna baik
rae baik
keyakinan nya yg berbeda...bingung PKK nya
Fera Susanti
iya sech rae..tp menurut aku beda keyakinan untuk d persatukan itu susah..aaaah jgn lah mengorbankan keyakinan Kita..
alluna juga jgn pindah keyakinan yaaaa
🌼EmeLBy🌼
ommo ommo ommo🤭
🌼EmeLBy🌼
aku suka dengan busana Anin kesayanganku ini.
Makasih Thor
Suesant SW: 🤭🤭🤭🤭🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
Fera Susanti
binguuuung...
Fera Susanti
aku pun KLO jd Sarah bakalan sama..aku g mau anak ku msuk keyakinan pasangan nya..dr kecil udah aku didik mengaji, solat, lalu tiba2 datang seseorg atas nama cinta sehingga dia berubah haluan..aku sech ga mau..
makanya dr awal klo ada yg Deket sama dia trs beda keyakinan, mending d larang aja takutnya main2 akhirnya jd beneran...
maaf ya Thor..
LANY SUSANA: betul. aku juga sama
rasanya😭😭 kita yg udah didik dan besarin dari kecil kita yg bimbing lalu tiba 2 berubah keyakinan 😭😭😭
total 1 replies
Eka Burjo
nah nah rae gimana tuh
Eka Burjo
ya, dan suatu saat nanti dokter Aluna akan berjodoh dengan Dirut rumah sakit yg nyamar jadi OB 🤭, jadi ga sabar, dan apa kabar Mak othor EmelBy dah lama juga ga update , semoga beliau sehat selalu
Eka Burjo: eh ko OB sih, cleaning service maksudnya, ya Allah tolong sampe lupaaa saking lamanya 😁
🏃🏃🏃🏃🏃
total 4 replies
Jeniemi
💪💪💪💪
Suesant SW: 🥰🥰🥰🥰😅😅😅😅
total 1 replies
Fera Susanti
woow..up lagi
Suesant SW: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Whatea Sala
Tega sekali dirimu thor...hari gini baru nongol😩😩
Suesant SW: akan lanjut mulai besok ya, dan menuntaskan semua novel yg lain. author back☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!