tidak untuk -21
bocil minggir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dy anggraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA VOTENYA BUAT AUTHOR YA BIAR LEBIH SEMANGAT NULISNYA
Sasampainya di gedung apartemen Niko langsung menyuruh Albert pulang.
" Kamu langsung pulang aja Al" ujar Niko.
" Baik tuan" jawab Albert yang langsung pergi dari gedung apartemen itu untuk mencari taxi karena Mobil Albert setiap pagi di tinggal di rumah Niko karena mereka berdua kalau pergi ke kantor naik mobil Niko.
Niko berjalan dari lobby dengan menggandeng tangan Ersya mereka berdua masih sama sama diam dan canggung, mereka menaiki lift, lantai apartemen Niko berada paling atas, sesampainya di unit apartemennya Niko langsung memencet kodenya dan pintupun terbuka Ersya yang masuk pun langsung kagum dengan apartemen milik Niko.
" Wah gila apartemennya mewah banget ada tangga dan liftnya juga, apa aku nanti akan tinggal di sini sama pria yang sudah beristri, kenapa posisiku jadi sulit begini sih andai laki laki ini belum punya istri kalau begini apa bedanya aku sama putri" gumam Ersya dalam hati.
"Aku capek mau mandi, sekarang tugas kamu siapin air buat aku mandi dan setelah itu siapkan aku baju ganti" Titah Niko.
" Itu kan tugas seorang istri kenapa bukan istri tuan aja yang kerjakan" ujar Ersya dengan hati hati takut Niko akan marah.
"Kamu juga akan jadi istriku jadi kamu harus kerjakan itu, mulai sekarang semua kebutuhanku kamu yang urus termasuk kebutuhanku di atas ranjang" kata Niko menyeringai.
Ersya terblalak ingin protes tapi Niko langsung menariknya ke dalam kamar, aroma maskulin langsung menyeruak ketika Ersya memasuki kamar Niko dan lagi lagi Ersya terpana akan interior kamar Niko yang bernuansa abu abu kamar khas laki laki.
" Buruan kenapa malah bengong" ujar Niko yang menyadarkan Ersya dari lamunannya.
Ersya hanya bisa menurut apa lagi sakit di perutnya semakin melilit.
" Hufffftt.....Ersya menghembukan nafasnya kasar, Ersya langsung masuk ke dalam kamar mandi menyiapkan air untuk Niko mandi.
" Gila memang orang kaya ya kamar mandinya gak di kantor gak di sini bagus banget cuma yang di sini lebih besar kamar mandinya" gumam Ersya mengagumi kamar mandi itu, biasanya Ersya mandi di kamar mandi yang kecil dan hanya bak kecil dan gayung untuknya mandi gak seperti di kamar mandinya Niko yang luas, di sana terdapat toilet dengan kaca yang besar dan ada bathtup yang cukup besar serta shower untuk mandi, dan di sana juga tersedia kloset duduk.
" Airnya sudah siap tuan" kata Ersya setelah keluar dari kamar mandi.
"okey jangan lupa siapin baju gantiku" perintah Niko, Niko melepas kemeja yang dia pakai dan terpampanglah tubuh yang kekar serta atletis dan jangan lupakan perutnya yang kotak kotak.
" Ya ampun tuan bajunya jangan di buka di sini" ujar Ersya menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, sebenernya Ersya terpesona melihat tubuh Niko dada bidangnya, perutnya seperti roti sobek bener bener kern tubuh Niko menurut Ersya.
" Ya terserah aku lah ini kan kamarku" kata Niko santai lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Niko masuk ke kamar mandi Ersya berjalan menuju walk in closet untuk mengambilkan baju ganti untuk Niko tapi rasa sakit di perutnya semakin lama semakin membuatnya tidak betah menahannya.
" Aduh perutku sakit banget lama lama aku gak kuat kalau begini" Keluh Ersya dengan memegangi perutnya, Ersya tidak jadi mengambilkan baju ganti untuk Niko, Ersya duduk di tepi ranjang sambil memegangi perutnya yang sakit.
Sekitar 15 menit Niko sudah selesai dengan mandinya, Niko keluar dari kamar mandi hanya menggunakan selembar handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
" Kamu kenapa?" tanya Niko saat melihat Ersya seperti kesakitan.
" Pe....perutku sakit tuan" ujar Ersya akhirnya setelah menahannya sedari tadi.
" Sakit? sakit kenapa? aku panggilin dokter aja ya" kata Niko yang terlihat panik.
"Tidak usah tuan, ini hanya sakit mag biasa saya hanya perlu minum obat saja tidak perlu di panggilkan dokter" Ujar Ersya yang menurutnya berlebihan bila hanya penyakit mag saja harus panggil dokter, karena biasanya Ersya hanya perlu makan dan minum obat lalu istirahat dengan begitu nanti akan sembuh sendiri.
" kamu serius tidak apa apa?" tanya Niko yang baru menyadari kalau dia tidak memberi Ersya makan.
" Iya tuan, maaf saya belum sempet mengambilkan baju buat tuan" kata Ersya dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain karena Ersya melihat Niko hanya mengenakan selembar handuk dan sedang duduk di sampingnya mengkhawatirkan dirinya.
" Udah gak usah di fikirin" Niko mencari phonselnya lalu segera menghubungi Albert.
" Al tolong kamu beliin makanan sama obat mag di apotik terus kamu bawa ke apartemen sekarang" titah Niko setelah sambungan telfonnya terhubung.
"Obat mag buat apa tuan? tuan sakit?" tanya Albert sedikit khawatir dengan tuannya.
" Bukan buat aku tapi buat Ersya buruan" ujar Niko.
" Baik tuan" jawab Albert, Niko langsung mematikan telfonnya.
" Huft ......baru juga ambil mobil di rumahnya sampai rumah aja belum, untung gak ada nyonya Sonya kalau ada udah di introgasi tadi" keluh Albert di sebrang sana, Albert dengan cekatan langsung menjalankan perintah tuannya.
" Ya udah mending kamu istirahat aja dulu" Niko membantu membaringkan Ersya di ranjangnya lalu menyelimutinya. " Aku mau pakai baju dulu" ujar Niko dan Ersya hanya menganggukkan kepalanya.
" Syukurlah aku gak kena marah, ternyata dia baik juga ya" gumam Ersya setelah Niko pergi ke walk in closet buat memakai baju.
gak lama ada yang menekan bel pintu apartemenya, Niko yang mendengarnya pun langsung membukanya Niko sudah tau siapa yang datang, siapa lagi kalau bukan Albert.
" Ini pesanan anda tuan" ujar Albert saat pintunya sudah di buka oleh Niko.
"Okey Al, sekarang kamu boleh pergi" setelah mengatakan itu Niko langsung menutup pintunya.
Niko menyiapkan makanan itun di atas meja makan dan setelah siap Niko mengajak Ersya untuk makan supaya bisa langsung minum obat.
" Hey bangunlah makan dulu terus minum obat biar perutnya gak sakit lagi" panggil Niko dengan menguncangkan bahu Ersya dengan pelan.
" Iya tuan, maaf merepotkan" ujar Ersya yang merasa tak enak hati karena sudah merepotkan.
"Okey kali ini aku maafkan tapi tidak untuk lain kali karena aku bukan orang yang kejam"
"Terimakasih tuan" ucap Ersya.
Sekarang mereka bedua sudah berada di meja makan, mereka berdua makan dengan keheningan tidak ada yang berbicara, tadinya Niko ingin di layani sepenuhnya oleh Ersya dari mandi, pakai baju dan makan semuanya ingin Ersya yang melayani tapi karena Ersya sakit ya udah deh terpaksa seperti biasa makan ambil sendiri, bahkan Ersya aja dia yang mengambilkannya makan.
"Ini obatnya di minum biar cepet sembuh, besok kalau masih sakit saya panggilkan dokter atau kerumah sakit saja" ujar Niko yang gak mau kalau besok rencana pernikahannya dengan Ersya akan gagal karena Ersya yang sakit.
" Terimakasih tuan"
" Hemmm" jawabnya. " lebih baik kamu langsung istirahat saja" ujarnya lagi.
" Baik tuan kamar saya di mana ya tuan" tanya Ersya.
Niko berdiri sambil menarik tangan Ersa masuk ke kamarnya.
" Saya mau di bawa kemana tuan?" tanya Ersya yang tangannya di tarik oleh Niko.
" Ini kamar kamu" Niko membawa Ersya ke kamarnya yang tadi
" Ini kan kamar tuan" kata Ersya bingung karena setahunya itu kamarnya Niko.
" Iya kita berdua akan tidur di sini karena cuma ada satu kamar karena kamar yang satunya aku jadikan ruang kerja" jelas Niko.
" Ya udah kalau gitu biar saya tidur di luar aja gak apa tuan" ujar Ersya. " Haduh masak gue harus tidur sama suami orang gak lucu ah, lebih baik gue tidur di sofa juga gak pa pa orang sofanya aja lebar muatlah buat aku tidur, mana sofanya empuk lagi" gumam Ersya dalam hati.
" Gak bisa kamu harus tidur di sini sama aku titik, gak ada penolakan karena aku gak suka penolakan" ujar Niko sambil menarik tangan Ersya lagi.
Dan akhirnya Ersya pasrah lagian perutnya malah bertambah sakit, karena udah gak tahan Ersya lansung naik ke atas ranjang lalu segera tidur dengan posisi meringkuk sambil memegangi perutnya yang sakit, dan Niko langsung menyelimutinya.
Niko berjalan ke sofa yang ada di dalam kamarnya lalu Niko duduk di sana sambil membuka Laptopnya, Niko melanjutkan pekerjaannya tadi yang sempet tertunda di kantor, Niko memilih mengerjakannya di kamar dari pada di ruang kerjanya karena Niko ingin menemani Ersya yang sedang sakit.
Ersya yang melihat Niko duduk di sofa dan sibuk dengan laptopnya jadi bertanya tanya dalam hati. " Kenapa dia tidak pulang apa dia nggak takut di cari istrinya" Gumam Ersya dalam hati.
" Tuan" panggil Ersya memberanikan diri.
" Hemmm" jawab Niko yang tetap fokus sama laptopnya.
" Ada apa? apa perutnya makin sakit?" tanya Niko karena Ersya memanggilnya tapi gak bicara lagi malah diam saja.
" Nggak tuan, kenapa tuan gak pulang apa gak di cari istri tuan?" tanya Ersya yang penasaran.
mendengar pertanyaan Ersya, Niko menatapnya dengan tajam dan nyali Ersya langsung menciut mendapt tatapan tajam dari Niko" Bukan urusanmu, lebih baik kamu tidur" jawab Niko datar.
Akhirnya Ersya memilih diam tidak bertanya lagi, Ersya takut akan membuat Niko marah. " Sepertinya ada yang gak beres sama rumah tanganya" gumam Ersya dalam hati.
Tak lama Ersya sudah menuju ke alam mimpi, tepat pukul 12 malam Niko baru selesai dengan pekerjaannya, Niko menutup laptopnya lalu segera beranjak tidur, Niko tidur dengan memeluk tubuh Ersya dari belakang.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUNGANNYA BUAT AUTHOR YA
jadi tlg yah kaak.... aku ga rela klo Niko berhubungan intim sm Sonya, kasian Ersya.... boleh adil dlm memberikan materi saja.jgn lain-lain....
y seru donk...