NovelToon NovelToon
Perfect Husband

Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:16.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Asmara

Di awali dengan sebuah perjodohan seorang sahabat yang tidak lain adalah adik dari orang yang ku cintai, aku di pertemukan dengan Andra yang ternyata saudara kembar Andre, kakak Anita.
Akhirnya kami berdua menikah. Namun perasaanku masih memilih Andre. Tanpa sengaja aku terus membuat Andra yang mencintaiku sakit hati.Sedangkan Andre sebenarnya memiliki perasaan yang sama terhadapku, tapi ia mempunyai sebuah alasan yang menyebabkannya menyerahkanku pada saudara kembarnya.
Ketulusan Andra akhirnya mampu meluluhkan Aku, dan kami benar-benar hidup sebagai pasangan suami istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Cemburu

Hari sudah larut malam. Aku dan Andra sudah berada di dalam selimut. Aku mulai ingin terpejam. Aktivitas seharian ini membuat tubuhku merasa letih, begitupula dengan Andra yang sudah terlelap.

Aku memandang wajah Suamiku yang lelah itu. Tanpa kacamata ia tampak jauh lebih muda dari usianya sekarang. Aku dan dia terpaut lumayan jauh. Aku baru dua puluh dua tahun, sedangkan Andra dua puluh sembilan tahun. Faktor pekerjaan yang membuat wajahnya menua lebih lambat, bahkan tampak masih seusiaku.

Saat mataku hampir terlelap, sayup-sayup aku mendengar getaran smarthphone Andra. Siapa sih, hampir tengah malam begini telpon. Aku mendengus kesal.

"Hallo.." Aku mengawali percakapan dengan nada malas.

"Hallo, ini Anita ya, adiknya Andra. Kenalin, aku Siska, pacar kakak kamu Andra. Dia banyak cerita tentang kamu loh," Deg. Dadaku sesak. Aku hampir tidak bisa bernafas. Andra punya pacar? hufh, aku harus meredam emosiku.

"Oh ya? jadi sekarang kakak di mana?"

Aku pura-pura tertarik untuk mengenalnya.

"Aku masih di Amerika. Ini aku udah stay di bandara. Bilangin ke Andra ya, besok jemput aku di bandara," Kata siska centil. Rasanya aku ingin marah. Tapi aku takut mengganggu Andra istirahat. Terpaksa aku meredam emosiku.

"Iya, Besok disampaikan. Sudah dulu kak, aku mau tidur." Aku langsung menutup telepon tanpa menunggu dia menjawabku. Aku tidak mau berbagi Andra dengan siapapun. Kenapa Andra tidak pernah menceritakan tentang Siska kepadaku?

Rasanya mataku yang tadinya sudah mengantuk berubah menjadi enggan terlelap. Apa mungkin Siska datang ke Indonesia untuk mengambil Andra? Bagaimana kalau sampai Andra memilih kembali dengan wanita itu? Lalu aku dengan siapa?

Aku berjalan ke arah ruang tamu. membuat secangkir teh dan menyalakan lampu. Airmataku terjatuh begitu saja. Aku benar-benar cemburu.

"Sayang, kamu ngapain sih jam segini belum tidur?"

Tiba-tiba saja Andra muncul di belakangku. Aku cepat menghapus airmataku.

" Nggak apa-apa mas," Aku mencoba menutupi. Tapi Andra tahu itu.

"Jangan bohong, ayo cerita.."

Andra duduk di sampingku, memelukku erat.

"Mas, tadi Siska telepon.." Aku menjelaskan. Andra sedikit kaget.

"Dia bilang kalau dia pacar kamu dan mengira aku Anita, apa itu benar mas?" Aku coba mengkonfirmasi. Aku ingin mendengar sendiri jawaban dari mulut Andra.

"Benar. Dia memang pacarku, aku belum sempat mutusin dia saat aku di panggil papa untuk pulang,"

Jawabnya tegas tanpa sedikit keraguanpun. aku yakin dia jujur.

"Terus perasaan, mas?" Aku mempertanyakan perasaan Andra saat ini.

"Aku sudah memilihmu, menikahimu, dan mencintai kamu, itu tandanya perasaanku padanya sudah berakhir sayang," Andra memelukku Erat. Kini perasaanku sedikit membaik.

"Besok Siska mebyuruhmu menjemput dia di bandara, mas.." Kataku menyampaikan pesan Siska.

"Besok temani aku ya, kita hadapi ini bersama. Aku mau terbuka dalam segala hal denganmu. Maaf kali ini aku telat." Andra mengelus rambutku, dan mengecup ubun-ubunku pelan dan mesra.

"Sekarang kamu tidur dulu ya, besok kita bahas lagi. Jangan sampai kesayangan aku ini sakit."

Andra menuntunku kembali ke kamar dan aku mengikutinya dengan patuh.

"Mas, jangan pernah tinggalkan aku ya, aku udah sayang banget sama, mas. Aku takut

kehilangan mas," Aku memeluk Andra erat, diapun sama. Lalu Andra mencium pipiku lembut.

"Mas juga sayang, ingin selalu bersamamu, udah nggak mau yang lain lagi," Andra meyakinkan aku. Tapi aku masih takut membayangkan semua itu terjadi.

"Kalau dia tidak terima mas tinggalkan, bagaimana?" Tanyaku bimbang.

"Aku akan tetap meninggalkan dia, sayang. Kamu adalah satu-satunya pasangan aku. Istriku, pujaan hatiku," Andra membuat aku tenang.

Apapun yang terjadi, besok aku akan mempertahankan suamiku. Aku tidak perduli siapa yang lebih dulu mendapatkan cinta Andra, yang jelas dia suamiku sekarang.

"Mas..." Aku mengetes apakah Andra sudah tidur atau belum.

"Hmm.." Gumamnya. Suaraku masih di dengar olehnya.

"Siska cantik?" Aku penasaran.

"Secantik apapun dia, kamu tetap yang paling cantik, sayangku.." Jawabnya setengah tertidur.

"Mas nggak gombal, kan?" Tanyaku lagi.

"Mas serius, Sila. Udah yuk bobo, besok masih banyak hal yang harus kita selesaikan. Nanti kalau nggak bobo juga, ada mata pandanya loh, " Andra coba menakutiku seperti anak-anak saja.

Aku beringsut memeluknya. Mengecup bibir seksi lelakiku itu, dan mulai memejamkan mata.

Ya Allah, aku hanya ingin tetap memiliki dia. Aku tidak ingin kehilangannya, aku juga tidak ingin berbagi dengan siapapun. Dia hanya boleh memillihku saja.

"Mas.." Aku masih belum terpejam.

"Hmm.." Matanya sudah tertutup, terlalu lelah. Tapi dia masih meresponku.

"Apa aku terlalu protectif sama, mas kalau aku cemburu begini?"Tanyaku lagi.

"Wajar dong kamu cemburu, kamu istriku. Aku malah suka kamu cemburu," Andra mengeratkan pelukannya.

"Kenapa mas bisa menerima semua perlakuan dan perkataanku tanpa keberatan, bahkan saat aku menyakiti perasaan, mas?" Aku masih ingin berbincang meski hari semakin larut.

"Fungsi pernikahan adalah saling melengkapi, sayang. Aku berkewajiban menerima segala yang ada padamu, termasuk segala kekuranganmu,"

Hatiku terasa sejuk mendengarnya.

"Terimakasih mas."

Aku sekarang benar-benar tidur. Mataku lelah. Aku semakin menempelkan badanku pada suamiku, dan mencari kehangatan karena dingin malam mulai terasa menusuk.

1
Anonim
jadi ikut curiga sama Bian ada sesuatu yang dirahasiakan
Anonim
Sila itu ya aneh2.
Kenapa ngurusin Andre.
Rasain dilecehkan Andre.
Salahmu sendiri Sila.
Anonim
Andre payah
Anonim
Andre terpuruk kedua kalinya hiiiikkkzzzzz
Anonim
Andre ini bisa2nya berkomitmen seperti itu sama Vallen
Anonim
seruuuuuuu
Anonim
Sila ini yang kurang kerjaan masih peduli sama Andre
Anonim
Andre cepat sadarlah dari keegoisanmu...tuh Vallen tulus mencintaimu. Aneh kau ini sebagai pria lembek karena cinta yang lalu.
Anonim
ciri khas ibu2 rumpik berisik kalau sudah gibah
Anonim
sampai kapan Vallen bertahan menghadapi tunangannya yg blm move on sama cintanya yg sudah jadi istri orang
Anonim
ini Author nyebut Andre di beberapa bab nyebutnya Andra
Anonim
oooooooooooooooooowwww
Anonim
Andra ini benar2 mengecewakan
fantasiku49
iyasi
fantasiku49
bgs
Dewi Nurmalasari
lah Salah dia sndri yg uda nyerahin Sila k andra, malah sibuk nyalahi org2 lain
Dewi Nurmalasari
g suka sm sila,, kasi an andra
Dewi Nurmalasari
ko klimafnya kesannya masi Cinta sm andre
Khaira Talitha
ceritanya seru klo tidak muter2
Khaira Talitha
ubah panggilan nya dong thor jngan adek,yank aja gitu lebih enak d dengar kesan nya santai tpi mesra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!