Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.
Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
SELAMAT MEMBACA
Vika yang kesal karena Ihsan terus saja mendekatinya akhirnya memutuskan untuk tidak mau keluar rumah jika memang tidak begitu penting.
"Ka Vika ayo dong kita main ke taman sambil jajan, ini kan hari Minggu pasti rame banget" Pian terus saja memaksa Vika untuk memaksa menemaninya keluar.
"Gak mau ah, Kaka males kalau nanti harus ketemu dia" jawab Vika
"Kaka ..."
"Hemmmm" jawab Vika malas
"Bukannya dulu kk suka banget sama Ikhsan, kok sekarang pas Ikhsan ngejar-ngejar Kaka malah sebel begitu" tanya Pian .
"Kerena sskai Kaka sudah punya Ujang yang nerima Kaka apa adanya, dia gak malu saat jalan sama Kaka waktu dulu masih gendut" ucap Vika sambil tersenyum mengingat kenangan indah saat bersama Ujang.
"Cieee ada yang kangen nie kayanya" ucap Pian menggoda Vika.
"Kaka inget dengan apa yang dibilang sama Nenek, Ujang itu kenal Kaka waktu Kaka masih jelek banget dan dia gak malu saat harus membonceng Kaka kemana-mana bahkan dia juga dengan bangga ngenalin Kaka sama teman-temannya" ucap Vika menjelaskan pada sang adik berapa baiknya pujaan hatinya saat ini.
"Iya Pian tau Kaka, tapi Ihsan itu paling ganteng loh Kaka di sekitar sini" pancing Pian.
"Ganteng tapi kalau sombong buat apa sih dek" ucap Vika dengan senyum kecut.
Ia ingat apa yang di katakan oleh Ihsan saat perpisahan di Villa waktu itu.
"Udah dong jangan bahas dia, Kaka jadi inget semua perkataan dia tentang Kaka waktu itu" wajah Vika tiba-tiba saja menjadi murung.
"Maaf Kaka bukan maksud Pian untuk bikin Kaka jadi inget sama yang udah lewat" ucap Pian dengan rasa bersalah.
"Gak apa-apa Dek, kamu kan mau main ketaman ya? ayo Kaka temenin" ucap Vika.
Rasanya tidak tega saat melihat wajah Pian yang sedikit kecewa karena sang Kaka tidak mau diajak bermain di taman .
"Kaka yakin mau main di taman sambil jajan siomay?" tanya Pian dengan senyum yang mengembang.
"Iya Kaka yakin, sebentar ya Kaka mau minta uang dulu buat jajan" Vika pun langsung menghampiri mama Iren dan meminta uang untuk jajan mereka di taman.
Mama Iren pun langsung mengeluarkan selembar uang seratus ribuan namun Vika menolak ia hanya ingin lima puluh ribu saja untuk jajan berdua dengan Pian
Mama Iren tersenyum lebar ternyata putrinya belum berubah, tidak pernah mau jika diberi uang lebih dan hanya meminta secukupnya.
Dengan wajah riang Pian pun mengeluarkan motornya.
"Ka kita muter-muter dulu ya jalan-jalan sore" ucap Pian saat Vika hendak naik di motornya.
"Ok ..tapi sebentar ya Kaka ambil jaket dulu" Vika pun kembali turun dan berlari kedalam kamarnya untuk mengambil jaket.
Beberapa menit kemudian mereka pun sudah berada dijalan raya .
Pian nampak begitu senang bisa berboncengan lagi dengan sang Kaka dan kini sudah jauh lebih cantik.
Ia sengaja melajukan motornya dengan kecepatan sedang agar dapat menikmati suasana sore bersama sang Kaka.
Saat melintas di sebuah mini market motor yang mereka naiki berpapasan dengan motor Ikhsan yang hendak pergi malam Mingguan.
Vika pun segera memalingkan wajahnya agar Ihsan tidak melihatnya.
Namun sayang Ihsan yang tanpa sengaja melihat Vika dan Pian melintas disampingnya dengan segera memutar arah dan kini mengikutinya dari belakang.
"Dek.. kayanya dia ngikutin kita ya" tanya Vika sambil melihat kearah belakang.
"Gak apa-apa Kaka, sekalian aja kita minta jajanin"
"Ih gak lah, Kaka juga punya uang sendiri kenapa harus minta sama dia" tolak Vika.
Pain langsung tertawa mendengar ucapan Kakanya.
Mereka pun berhenti ditaman.
Vika segera turun dan memperhatikan beberapa anak kecil yang sedang bermain bola.
Ia pun segera berlari saat melihat ada seorang anak kecil yang terjatuh.
Dengan sigap Vika menolong anak kecil itu.
"Jangan nangis lagi ya dek, lain kali hati-hati" ucapnya lembut sambil membersihkan telapak tangan anak itu yang sedikit kotor.
Setelah mengucapkan terima kasih anak itupun berlari menuju ibunya yang sedang asik ngerumpi tanpa memperhatikan anaknya.
Dari atas motornya Ihsan tersenyum.
"Kamu cantik banget sekarang Vika, maafin aku yang dulu suka mengina kamu" batin Ikhsan dengan pandangan tidak lepas dari sosok Vika yang kini sedang duduk di salah satu bangku taman sambil menunggu sang adik membawakan satu bungkus siomay dan esteh dalam kemasan.
Mereka pun makan sambil tertawa tanpa mempedulikan Ikhsan yang terus saja memperhatikannya dari jauh.
Saat sedang asik memandang wajah Vika tiba-tiba saja ponsel Ikhsan berbunyi.
Ihsan terlihat kesal saat menerima telpon dari seorang.
Tak lama kemudian Ikhsan pun pergi meninggalkan Vika yang masih asik bercengkrama dengan sang adik.
"Alhamdulillah akhirnya dia pergi juga" ucap Vika lega.
"Jangan terlalu begitu Kaka, nanti Kaka suka lagi gimana" ucap Pian mengingatkan Vika.
"Iya dek, cuma masih sebel aja dia dulu gimana sama Kaka"
Setelah puas jajan mereka pun kembali kerumah dengan membawakan dua bungkus batagor dan jus kesukaan mama Irene.
Sementara itu dirumahnya Ikhsan merengek kepada Mamanya minta dibuatkan kue untuk di antarkan kerumah Vika.
Mamanya Ikhsan sedikit heran karena tiba-tiba saja anaknya berubah.
Dulu ia selalu tidak mau jika di suruh untuk mengantarkan kue ke rumah Vika
"Mama tau sekarang kamu suka ya sama Vika?" tanya Mamanya Ikhsan
"Ih mama, dia itukan temen kecil aku, dan sudah lama kita gak ngobrol, apa salahnya silaturahmi" ucap Ikhsan beralasan.
Setelah sedikit memaksa akhirnya mamanya Ikhsan pun mau membuatkan kue untuk di antar ke rumah Vika besok.
Pagi-pagi sekali Mama Iren sudah selesai membuat sarapan.
Rencananya hari ini mereka akan jalan-jalan ke pantai sebelum Vika kembali ke Bandung.
Jam 9 pagi mereka sudah siap untuk jalan menuju pantai, namun sesaat sebelum mereka naik kedalam mobil Ihsan datang dengan membawa sebuah kardus berisi kue.
"Assalamualaikum Tante, om" sapa Ihsan memberi salam.
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh, eh tumben Ikhsan pagi-pagi udah kesini" ucap Mama Iren
"Iya Tante cuma mau nganterin ini, kata mama di suruh nyobain kue buatan mama pake resep terbaru" tutur Ikhsan berbadan basi.
"Tante sama om mau jalan - jalan ya" tanya Ikhsan saat melihat barang bawaan mereka.
"Iya, kita mau kepantai"jawab Mama Iren
"Oh..maaf kalau begitu jadi terganggu, saya pulang dulu kalau begitu" Ihsan pun pamit pulang, namun sesaat sebelum keluar dari pagar Mama Iren memanggilnya.
"San kamu mau ikut?kalau mau gak apa-apa buat nemenin Vika sama Pian nanti" ucap Mama Iren.
Vika sedikit terkejut saat Mamanya malah mengajak Ikhsan.