Kaisar Pratama, pemuda tampan yang disukai banyak wanita. Anak bungsu dari pasangan pengusaha Andi Pratama dan Wina Pratama. Di usianya yang baru menginjak dua puluh lima tahun seorang Kaisar sudah menjabat sebagai Manager keuangan di salah satu Bank swasta terbesar yang ada di Indonesia.
Kaisar Pratama sudah di kenal banyak orang sebagai pemuda dingin tingkat tinggi.
Yasika, gadis sederhana berparas cantik, pintar dan sedikit pendiam. Melanjutkan pendidikan terakhir nya di salah satu Universitas yang berada di Jakarta. Menjadi seorang pengacara adalah cita-citanya.
Yasika pernah bertunangan
dengan seorang laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.
Anne Putri, gadis cantik, tinggi, dan juga pintar. Menjadi seorang Dokter adalah impiannya sejak kecil. Anne dan Kaisar pernah menjalin hubungan selama lima tahun lamanya.
Dan hubungan mereka harus berakhir ketika Anne memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri kangguru.
Bagaimana kisah asmara antara mereka bertiga?
Siapakah diantara kedua gadis itu yang akan mendapatkan hati seorang Kaisar?
Yasika, gadis sederhana berparas cantik dan sedikit pendiam.
Atau Anne Putri, yang merupakan mantan terindahnya.
yu ikuti terus kelanjutanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon parida hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Bertemu kembali
Selamat membaca...
Semoga kalian suka
mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan, atau kata yang berantakan.
mohon dukunganya buat aku ya?
dengan like,komen,share ke teman kalian yang lain,vote pake poin,dan jadikan cerita ini cerita favorit.
*****
Yasika memiliki perasaan tidak enak di hatinya. Ia beberapa kali melihat ponselnya yang mati, ia bingung dan takut kalau Kaisar menghubunginya.
Saat ini Yasika berada dirumah sakit, ia dia sedang menunggu dosennya itu untuk segera sadar, karena tadi Pak Andika sempat jatuh pingsan.
Yasika menunggu di rumah sakit itu, karena sampai saat ini, salah satu dari keluarga dosennya itu belum juga ada yang datang. Entah kemana mereka, hanya dia dan sang supir yang menjaganya saat ini. Yasika juga merasa tidak enak kalau meninggalkan supir itu sendirian, karena tadi dosennya lah yang meminta untuk di temani Yasika.
Yasika mengetuk-ngetukan ponselnya itu,ia berniat ingin menghubungi Kaisar, ia akan memberi tahu kalau sekarang ia sedang berada di rumah sakit. Tapi sayang ponselnya itu mati sejak tadi, ia juga belum hapal no ponselnya Kaisar maka dari itu sulit untuknya menghubungi Kaisar.
" Aduh.....gimana ini, aku takut kak Kai menunggu kabar dariku, aku takut kalau ia menungguku.?" gumamnya dalam hati.
Tetapi ya sudahlah kalau nanti ia pulang, ia akan menjelaskannya secara langsung kepada Kaisar.
Yasika yang melamun dan sedang berpikir dalam hatinya. Sebenarnya ada rasa khawatir yang ia rasakan.

Lain Yasika,lain juga dengan Kaisar.
Sekarang Kaisar sedang duduk dengan mata memandang lurus ke depan, dengan tangan yang meremas sebuah kertas.
Ya___ kertas itu adalah sebuah tiket untuk menonton ke bioskop. Kaisar yang baru saja merasakan indahnya jatuh cinta lagi pada seorang wanita, kini ia kembali merasa kecewa dalam hatinya. Meskipun ia belum tahu alasan sebenarnya mengapa Yasika sampai saat ini belum juga pulang. Kaisar duduk dan menunggu disana selama tiga jam lamanya, ia berharap Yasika segera datang. Tapi nihil sampai detik ini pun sosok gadis itu belum juga datang.
Yasika berjalan cepat keluar dari lorong rumah sakit itu, ia hendak mencari sebuah taxi. Ia ingin segera pulang dan bertemu dengan Kaisar.
Yasika tiba dirumah kost nya itu. Ia segera masuk dan ia langsung mencari sosok Kaisar, ia berjalan melihat kesana dan kemari, ia berjalan menghampiri kamarnya dan ia mengetuk pintu kamar itu, berapa kali ia mengetuknya, tapi sayang tidak ada jawaban sama sekali. Sehingga salah satu teman kost laki lakinya yang berada di sebelah kamar Kaisar keluar.
" Kamu,cari siapa Yas.?" tanya Romi
" Eh....emm,apa kamu melihat kak Kaisar?" Jawab Yasika gugup.
" Aku tadi lihat dia pergi Yas.,setelah lama dia duduk disitu.?" tunjuk romi pada sebuah sofa ruangan.
" O\_\_\_\_ Makasih Rom.?"
Yasika langsung pergi,ia menaiki anak tangga dan berlari cepat,ia ingin segera menghidupkan ponselnya yang daritadi mati karena kehabisan batre.
" Dari mana aja lo baru pulang Yas.?" Tanya Ica padanya.
" Ica,,pinjem charger dong,?" ia bicara tanpa menjawab pertanyaan temannya itu.
" itu disitu, Kenapa sih lo Yas? kayak yang gelisah gitu? lo habis darimana sih?" seberondong pertanyaan ia berikan kepada Yasika.
" Bentar Ca, entar aku jelasin deh,?" jawab Yasika.
Yasika langsung menghidupkan ponselnya itu,dan ia langsung menghubungi no seseorang dan Yah\_\_ itu adalah Kaisar.
Beberapa kali Yasika menghubungi no itu tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Kemana dia?
Kenapa tidak mengangkat telepon dariku?
Apakah dia marah?
Itulah yang ada dipikiran Yasika saat ini.pikirannya terbang entah kemana.
" Yas,,kenapa sih?"
Yasika menghela nafas jengah, ia merengut,ada sedikit rasa tidak enak di hatinya.
" A\_\_ aku gak apa apa kok, Ca..?"
" Tadi aku habis nganterin Pak Andika ke rumah sakit Ca.."
Annisa terkejut,sebentar apa katanya tadi? Pak Andika, dosennya itu?
" Emang Pak Andika kenapa gitu?" Tanya nya keheranan.
" Tadi, dia nyuruh aku untuk ikut keruangan nya,setibanya disana Pak Andika jatuh sakit Ca,dan ya terpaksa aku mengantarkan Pak Andika ke rumah sakit.."
" O\_\_\_ terus sekarang gimana?"
Yasika menoleh ia menggelengkan kepalanya pelan.Sebenarnya yang menjadi alasannya melamun itu bukanlah Pak Andika melainkan Kaisar yang saat ini entah berada dimana.
Sementara di tempat yang berbeda dengan Yasika, Kaisar tengah berdiri sambil menyesap sebuah rokok di tangannya. Ia sekarang, Kaisar berada di apartemen Adi.Ia pergi kesana sengaja untuk menemui Adi, dan menghilangkan rasa suntuknya.

Kaisar merogoh saku celananya,ia ingin mengambil ponsel nya. Ia melihat ada beberapa banyak panggilan tak terjawab, ia sengaja mensilent ponselnya itu. Ia melihat nama Yasika yang tertera. Ia melihat layar ponselnya itu,sebenarnya dalam hati terdalamnya ia sangat merindukan gadis itu,ia ingin sekali menelponnya kembali. Tetapi ia tahan karena masih merasakan ada sedikit kecewa dalam hatinya.
" Kenapa hati ini begitu sangat merindukan dia "
Dan tak lama ponselnya itu berdering kembali,ia langsung mengangkatnya.
" Hmm\_\_Ada apa.?" tanya Kaisar
" Dimana lo,?" ucap Dani sewot
" Di tempatnya Adi,,"
" Busett,,gue dari tadi nelpon lo berdua Nyettt kaga ada yang ngangkat.?"
" Terus.?"
" Buruan lo ajak si kutu kupret kemari,gue sama Ervan nunggu di tempat biasa.?"
" Hemm\_\_\_"
" Jangan lama lo,,gue ada kejutan buat lo?" oceh Dani dengan sedikit tersenyum.
Panggilan pun segera berakhir, ia langsung menghampiri Adi. Dan mengajaknya untuk pergi.
Mereka pun tiba di tempat biasa,di klub malam yang menjadi tempat mereka berkumpul.Mereka langsung masuk keruangan VIP disana. Dan sudah terlihat disana Dani dan Ervan sudah menunngunya,tapi ada yang berbeda disana,ada seseorang yang menurut Kaisar tidak asing baginya. Ia melihat sosok perempuan yang sedang duduk membelakanginya.
Kaisar menatap pemilik punggung itu,ia berjalan dan kedua temannya tak lain Ervan dan Dani langsung menyapa mereka berdua dengan senyuman merekah..
" Haii...bro lama banget lo baru pada nyampe.?" saut Dani dengan mengangkat tanganya.
Dan saat itu juga,wanita yang sedang bersama dengan mereka langsung menoleh ke arah dimana Kaisar dan Adi berjalan menghampirinya. Dan....
Deg
Mereka diam sesaat,ada rasa tidak percaya,kini mereka bertemu kembali, Setelah sekian lama berpisah. Apakah ini mimpi? apakah ini hanya perasaannya saja yang salah.? Apakah ini hanya bayangannya.?
Bukan\_\_ ini semua bukan yang dia pikirkan saat ini. Ini benar\-benar nyata, ternyata ia *bertemu kembali* dengan wanita yang menjadi pujaan hatinya dulu.
Dulu...apakah benar itu dulu,? Apakah rasa cintanya sudah hilang bersama dengan datangnya seorang gadis yang saat ini telah menggantikan posisinya di hati seorang Kaisar Pratama
\_ Anne Putri\_
